
Sebagai pengamat yang berdiri di belakang Yu Ming, tentu saja dia bisa melihat semuanya dengan sangat jelas.
Tapi selain bisa kesal dan sebal di dalam hati, dia bisa apa.
Mata adalah mata orang, tentu saja dia tidak ada hak untuk melarang orang mengamati kakaknya.
Selain itu, gadis itu adalah calon tunangan kakaknya, jadi adalah wajar dia mengamati calon tunangannya.
Bila gadis itu mau menatap kakaknya, bahkan sekalipun gadis itu nekad ingin duduk merangkul kakak nya, atau bahkan tidak tahu malu mencium kakaknya.
Itu hak mereka, apa urusannya dengan dirinya, seorang pelayan kecil seperti dirinya.
Tidak di usir pun sudah harus bersyukur, malah mau usil dengan urusan orang.
Semua pemikiran inilah yang membuat Siau Sien Ce hanya bisa menyimpan rasa tidak suka nya di dalam hati yang terasa keki.
Dewa Er Lang setelah mendengar pendapat adik misannya, akhirnya dia berkata,
"Baiklah kalau begitu, kita putuskan saat Kedua adik misan ku yang lain tiba.."
"Biar semua lengkap.."
"Bala bantuan dari pasukan kerajaan Dewa Dewi bersayap dan kerajaan Es Abadi, akan melengkapi kekuatan kita, untuk memperoleh kemenangan yang lebih pasti dan menyakinkan.."
"Ku rasa hari ini cukup sampai di sini saja dulu, pertemuan ini.."
Ucap Dewa Er Lang menutup acara pertemuan tersebut.
Sesaat setelah Dewa Er Lang, membubarkan pertemuan, masing masing segera berjalan meninggalkan tempat pertemuan itu.
Membentuk kelompok kelompok kecil saling menyapa.
"Adik tunggu sebentar.."
panggil Dewa Er Lang saat Yu Ming hendak meninggalkan perkemahannya.
Yu Ming pun menghentikan langkahnya, lalu berbalik menghadap kearah Dewa Er Lang dan berkata,
"Ya kak,..ada yang bisa adik bantu..?"
Dewa Er Lang tersenyum dan berkata,
"Ayo kita lihat lihat ke lokasi perbatasan, kita ngobrol ngobrol sambil jalan.."
Yu Ming mengangguk, lalu dia mengikuti Dewa Er Lang, yang membawanya terbang menuju sebuah wilayah yang terletak di sebuah hamparan luas danau beku yang tidak berujung.
Setelah mereka berempat mendarat di tepi danau.
Dewa Er Lang menunjuk kearah Utara dan berkata,
"Danau beku ini adalah wilayah netral, sebagai pembatas wilayah kekuasaan kita, dengan wilayah Raja Iblis dan anggotanya."
"Di penghujung danau ini, di sebelah Utara itu adalah wilayah batas mereka."
"Akhir akhir ini Iblis Neraka dan Iblis Kegelapan, sering memimpin pasukan mereka bergerak menyerang kemari."
"Bahkan seminggu yang lalu, mereka sudah berhasil mendekati Istana Halimun Utara."
"Bila bantuan dari para dewa lainnya terlambat tiba, aku dan pasukan ku, kemungkinan hanya bisa bertahan di gerbang Bei Thian Men."
"Berkat bantuan Dewa Pagoda dan putra ketiganya Na Cha, kami akhirnya berhasil memukul mundur mereka sampai kemari."
"Setelah bala bantuan tiba, kami berhasil mendesak nya kembali ke wilayah pertahanan mereka."
"Semoga saja mereka tidak bergerak dalam jumlah lebih besar kembali menyerang kemari.."
Ucap Dewa Er Lang menutup penjelasannya.
Yu Ming mengangguk paham, sesaat kemudian Yu Ming baru memecah keheningan dan berkata,
"Kakak misan, setelah kedua adik ku dan pasukan bala bantuan mereka tiba.."
"Apa kita akan menyeberangi Danau Beku,? membasmi mereka hingga ke akar akarnya..?"
"Agar tidak perlu ada kekhawatiran lagi di kemudian hari..?"
Tanya Yu Ming sambil menatap kearah Dewa Er Lang.
Dewa Er Lang tersenyum kecut dan berkata,
"Tidak adik ku, kita hanya bisa menahan dan memukul mundur mereka saja.."
"Iblis neraka dan Iblis kegelapan adalah yang terlemah, diantara bawahan utama Raja iblis Che You.."
"Tapi tidak tahu mengapa, dalam pertemuan terakhir ini, aku justru menemukan kekuatan mereka, kini berkembang dengan sangat pesat.."
"Bila kekuatan mereka berkembang pesat, yang aku khawatirkan adalah iblis iblis lainnya, yang kemampuannya diatas mereka.."
"Seperti iblis langit dan bumi, terutama iblis Asura, mereka bertiga itu 20 tahun yang lalu pun sudah sangat hebat..'
"20 tahun yang lalu bila bukan berkat bantuan dari kekuatan 3 dewa agung, mungkin kita semua tidak pernah akan ada lagi.."
"Masalah ayah mu dan bibi mu Hua Sien Ku, adalah yang paling rumit.."
"Bila Raja iblis Che You bangkit kembali, orang yang paling pertama ingin dia hancurkan tentu adalah ayah mu.."
Ucap Dewa Er Lang, dengan wajah yang menunjukkan kerumitan perasaannya.
"Bukankah kita bisa minta bantuan dari 3 Maha Dewa Agung dari wilayah timur..?'
Tanya Yu Ming penasaran.
Dewa Er Lang menghela nafas panjang dan berkata,
"Bila ayah ibu mu dulu tidak melakukan hal, yang tidak bisa di bilang terang itu.."
"Cerita nya tentu akan lain.."
"Akibat permasalahan rumit antara ayah mu dan bibi mu, kakek mu dan nenek mu telah bersumpah.
Mereka selamanya tidak akan pernah ikut mencampuri urusan ayah mu lagi.."
"Mereka meminta ayah dan ibu mu, mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka sendiri..'
Yu Ming mendengarkan dengan penuh penasaran, setelah Dewa Er Lang menyelesaikan ceritanya.
Dia baru bertanya,
"Kakak misan, bisakah kamu ceritakan secara lengkap, apa yang sebenarnya terjadi 20 tahun yang lalu.."
"Ini.."
Ucap Dewa Er Lang, yang terlihat agak sulit dan serba salah.
"Maafkan aku Ming er,.. tanpa ijin dari ayah mu, aku tidak berani sembarangan bicara..'
Yu Ming yang terlanjur penasaran, dia akhirnya mengeluarkan plakat pemberian ayahnya dan berkata,
"Kakak misan, apa ini cukup untuk membuat kakak bicara dengan jujur..?"
Dewa Er Lang langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Yu Ming, dan berkata,
"Baik hamba akan ceritakan semuanya, harap putra mahkota tidak emosi.."
Yu Ming buru buru menyimpan kembali plakat nya, dia tadi hanya mencoba coba.
Tidak di sangka, reaksi dari kakak misan nya sangat mengejutkan, saat beliau melihat plakat di tangannya.
Ini hanya membuktikan plakat itu sangat berharga, ayahnya sangatlah percaya dengan nya.
Makanya plakat itu bisa di percayakan kepada nya, diam diam Yu Ming sangat terharu dengan kepercayaan ayah nya pada dirinya.
Yu Ming di dalam hati bertekad penuh, dia tidak akan pernah kecewakan harapan dan kepercayaan ayahnya.
Yu Ming buru buru membantu kakak misan nya berdiri dan berkata,
"Kakak misan jangan salah paham, Ming er tidak ada maksud lain.."
"Ming er hanya ingin tahu dengan sejelas jelasnya cerita 20 tahun yang lalu.."
"Terutama hal yang sangat membuat kakek dan nenek marah, hingga mengambil sumpah seperti itu.."
Ucap Yu Ming pelan.
Dewa Er Lang menghela nafas panjang dan berkata,
"Kamu sudah dewasa, paman berani mempercayakan plakat ini pada mu, tentu dia punya pertimbangan khusus.."
"Baiklah kakak akan ceritakan semuanya secara berterang pada mu.."
"Tapi kamu harus berjanji akan rahasiakan hal ini dari kedua saudara mu yang lainnya.."
Yu Ming mengangguk cepat.
Dewa Er Lang menatap kearah Siau Sien Ce dan berkata,
"Maaf saudara kecil, ini adalah cerita internal keluarga yang tidak pantas di siarkan keluar.."
"Harap saudara kecil memakluminya, dan tidak tersinggung.."
"Saudara kecil boleh menunggu di sini, bersama Siau Thian Cuan.."
"Biar kami berbicara di tengah danau es itu saja.."
ucap Dewa Er Lang sopan.