LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MISI SELESAI


Yu Ming terdorong mundur oleh kekuatan serangan tebasan golok cahaya merah yang di lepaskan oleh mahluk hijau itu.


Sebelum sempat dia memperbaiki posisinya, serangan tombak cagak tiga, yang bersinar kemerahan, sudah kembali datang memberikan tekanan, yang jauh lebih dahsyat.


"Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!"


Lagi lagi terjadi ledakan dahsyat, saat tombak berbenturan dengan segel perisai Yu Ming.


Yu Ming kembali terdorong mundur, oleh kekuatan serangan mahluk itu.


Mahluk itu sendiri sedang menghadapi serangan jala, yang dengan cepat sudah membungkus seluruh tubuhnya.


Dia menggunakan seluruh kekuatan nya, sambil berteriak keras.


"Hyaaaaaat...!!"


Dia mencoba merobek robek jala jala itu dengan membentangkan ke enam tangannya dan kedua kakinya.


Tapi bagaimana pun dia berusaha, jala yang seperti bisa melar mengkeret itu.


Tidak bisa dia robek begitu saja, semakin dia mengerahkan kekuatan nya.


Jala itu akan menghisapnya, untuk di salurkan ke tali tali jala, yang bersinar semakin terang.


Semakin kuat dia mengerahkan kekuatan nya, semakin kencang pula, jala itu mengikatnya."


Jala itu akan terus mengikat nya lagi dan lagi, dengan lebih erat. Hingga dia kesulitan bergerak, bahkan sekedar bernafas pun akan terasa sulit.


Selain itu, cahaya merah kekuningan juga mengeluarkan hawa panas, yang sangat kuat.


Mampu melelehkan senjata besi baja dan logam apapun, dengan sangat mudah.


"Arggghhh..!!"


Jerit mahluk hijau itu mulai merasakan kesakitan, karena jala panas itu, mulai berhasil menembus kulit hijaunya, yang tebal dan kuat


Di saat bersamaan ribuan cahaya pedang Xuan Yuan datang menerjang tubuh mahluk hijau itu.


"Cranggg...! Cringgg..! Cranggg...!"


"Cranggg...! Cringgg..! Cranggg...!"


"Cranggg...! Cringgg..! Cranggg...!"


"Cranggg...! Cringgg..! Cranggg...!"


Terdengar suara benturan keras seperti logam beradu, saat cahaya pedang Xuan Yuan, mencoba menembus kulit mahluk berkulit hijau, yang tebal dan alot itu.


Sebagai akibat dorongan terjangan kekuatan cahaya pedang Xuan Yuan.


Mahluk itu terpental kebelakang, dia terdorong mundur oleh kekuatan pedang Xuan Yuan, yang tidak berhenti mengejar dan terus menyerang nya.


Mahluk itu membiarkan begitu saja, pedang Xuan Yuan terus menyerang seluruh tubuhnya.


Kecuali wajahnya, dia menggunakan sepasang lengan nya yang besar, untuk menutupi seluruh wajah hingga ke telinga nya, dari serangan pedang Xuan Yuan.


Sedangkan sisa 4 tangannya yang lain, dia gunakan untuk mencoba merobek jala yang mengunci pergerakan nya.


Yu Ming sendiri sedang fokus mengendalikan serangan pedang Xuan Yuan.


Sekaligus terus berusaha menahan laju tombak, yang datang menyerangnya secara bertubi-tubi.


Masing masing terlihat menghadapi kesulitan masing-masing.


Saking fokusnya dengan pertarungan melawan Yu Ming.


Mahluk itu sampai lupa dengan warga desa yang ingin dia musnahkan.


Karena telah berani menantang kekuasaan nya di wilayah Nan San.


Warga desa sejak menyaksikan awal pecahnya pertarungan Yu Ming, dengan Mahluk penguasa Gunung Nan.


Mereka sudah berlarian meninggalkan tempat tersebut.


Bagi beberapa orang yang bernyali besar, mereka memilih bersembunyi di suatu tempat, diam diam mengamati pertarungan dari tempat persembunyian mereka.


Kembali ke arena pertarungan, mahluk itu setelah terbanting, menabrak puluhan batang pohon raksasa, yang bertumbangan di terjang oleh tubuh nya yang besar.


Akhirnya tubuhnya tertahan oleh sebatang pohon, yang memiliki ukuran sangat fantastis.


Serangan pedang Xuan Yuan telah lenyap, tidak lagi terlihat.


Kesempatan itu, tidak lagi di sia sia kan oleh mahluk tersebut.


Kini dia mencoba menggunakan taring panjang nya yang tajam, untuk membantunya merobek jala yang mengurangi kebebasannya bergerak.


"Breettt..!!!" "Breettt..!!!"


"Breettt..!!!" "Breettt..!!!"


"Breettt..!!!" "Breettt..!!!"


Mahluk itu dengan girang segera melanjutkan aksinya memperbesar lubang sobekan jala, yang membelenggunya.


Mahluk itu terlalu gembira hingga lupa dengan pedang Xuan Yuan yang setelah hilang.


Ternyata kembali menyatu di angkasa, kemudian bergerak meluncur kebawah seperti mata bor, dengan kecepatan dan kekuatan tak terukur.


Pedang Xuan Yuan tepat terarah ke ubun ubun kepala mahluk itu, yang sedang tidak terlindung.


Saat merasakan hawa pedang yang dingin dan tajam menyentuh kulit kepala nya.


Hingga menimbulkan rasa perih luar biasa di kulit kepala nya.


Mahluk itu baru menyadari bahaya, dan berteriak kaget.


Tapi semua sudah terlambat, sebelum dia sempat melakukan sesuatu.


Pedang Xuan Yuan sudah menembus batok kepalanya.


"Crasssh..!"


Otak dan darah mahluk itu berhamburan.


Hanya sempat terdengar suara teriakan ngeri yang menyayat hati.


"Ahhhhhh..!"


Sebelum akhirnya tubuh mahluk itu tumbang tergeletak tidak berkutik diatas tanah.


Sepasang tombak cagak tiga, yang terus mendesak Yu Ming, kini musnah hancur tidak berbekas.


Mengikuti kekuatan pemiliknya yang telah musnah.


Dari tubuh mahluk itu, terlihat roh nya keluar dari jasad kasar nya.


Di saat roh tersebut mencoba ingin melarikan diri secara diam diam.


Yu Ming membuka tutup botol labunya.


Seketika mahluk itu terhisap masuk kedalam botol labu, yang di pegang di tangan Yu Ming.


Yu Ming kemudian menutup botol labu tersebut dengan tenang, baru menyimpannya.


Setelah itu Yu Ming melayang turun dari udara, mendarat kembali diatas tanah dengan ringan.


Pedang Xuan Yuan yang terbang kembali kedalam genggaman tangannya, juga dia simpan.


Perlahan-lahan para warga yang pemberani, dimana mereka diam diam ikut menyaksikan pertarungan dahsyat tersebut.


Satu persatu mereka mulai keluar dari persembunyiannya, mereka segera menjatuhkan diri berlutut dan menyembah kearah Yu Ming.


"Terimakasih Dewa Agung, terimakasih kamu sudah membantu melenyapkan iblis, yang selama ini selalu menghantui desa sekitar Gunung Nan ini.."


"Harap Dewa Agung, orang besar berhati lapang, tidak akan mengingat sikap sikap picik, orang kecil seperti kami, yang telah berlaku tidak pantas terhadap Dewa Agung.."


Ucap salah satu pria itu, sambil memohon pengampunan dosa dari Yu Ming.


Yu Ming sambil tersenyum berkata,


"Semua hanya salah paham saja, tak perlu di ingat dan di perpanjang ."


"Kalian semua, ayo bangunlah berdirilah dengan baik.."


"Kini semua masalah sudah beres, aku hanya berharap kalian bisa membantu ku, untuk mengembalikan anak anak malang itu, kembali ke sisi orang tua mereka masing masing."


"Tentu..tentu.. Dewa Agung, kami pasti akan menjalankan nya dengan sebaik-baiknya."


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu, mau mencari teman ku.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum.


Lalu dia berjalan melewati kerumunan orang, yang ingin menyaksikannya dari dekat.


Bahkan banyak diantara mereka ingin menyalaminya, dan sekedar mengucapkan terima kasih.


Satu persatu para gadis muda di desa itu pada bermunculan, mereka ingin menyaksikan langsung, siapa pahlawan penyelamat desa desa di sekitar Gunung Nan, yang selama ini dikuasai oleh iblis hijau, yang suka memangsa anak kecil.


Mereka pada berdiri bergerombol sambil berbisik-bisik dan tertawa tawa, saling menggoda diantara teman teman mereka sendiri.


Mereka semua sangat kagum akan ketampanan, yang di miliki oleh Yu Ming.


Gadis mana yang tidak akan jatuh hati dengan pemuda tampan juga sakti itu.