LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEMARAHAN YU MING


Binatang berbentuk bola itu, segera berubah menjadi seekor binatang trenggiling.


Dengan moncongnya yang seperti mesin penyedot debu, Trenggiling itu mencoba menghisap Dewa Er Lang, yang sedang bersembunyi didalam tanah.


Trenggiling itu mencoba menghisap, semut jelmaan Dewa Er Lang keluar dari tempat persembunyiannya, dia ingin memangsa Dewa Er Lang hidup hidup.


Selagi Dewa Er Lang sedang berjuang lolos dari lubang maut.


Di tempat lain, Yu Ming justru sedang bermimpi dirinya dan Ping Ru Meng sedang duduk santai di salah satu cabang pohon pinus, yang tumbuh subur di sekitar telaga, yang airnya sangat jernih.


Selagi mereka berdua sedang asyik duduk bersama,


Yu Ming pun berkata,


"Meng er di sini sepi tiada siapapun yang melihat kita.."


"Bagaimana bila kita.."


Ucap Yu Ming sambil mencoba mendekatkan bibirnya kearah bibir Ping Ru Meng, yang terlihat merah ranum menggoda, seperti buah stroberi matang.


Ru Meng terlihat memejamkan matanya, sedikit menengadah dengan bibir setengah terbuka.


Siap menyambut ciuman hangat dari calon tunangannya.


Dia terlihat tidak menolak sama sekali, sudah siap menyambut Yu Ming dengan sepenuh hati.


Tapi sebelum bibir mereka berdua bertemu.


"Wuttt..!" Wuttt..!" Wuttt..!" Wuttt..!"


"Ahhhh..!!"


"Ming Ke ke tolong aku..!!"


Yu Ming buru buru membuka matanya, untuk melihat apa yang terjadi.


Begitu sepasang mata nya terbuka, Yu Ming melihat dengan kaget.


Tubuh Ping Ru Meng kekasihnya, terlihat terseret menjauh darinya, sebuah akar tanaman yang tidak tahu muncul darimana.


Telah melilit erat seluruh tubuh Ping Ru Meng, termasuk kedua tangannya.


Hingga Ping Ru Meng terlihat tidak berkutik, hanya bisa menatapnya dengan penuh ketakutan.


Saat terdengar suara teriakan minta tolong dari Ping Ru Meng, tubuh' Ping Ru Meng sendiri, sepenuhnya sudah tertarik menghilang di balik pohon pinus, yang daunnya sangat lebat.


Melihat kekasihnya di culik begitu saja di depan mata kepalanya sendiri.


Tentu saja Yu Ming sangat marah dan cemas, selain itu dia juga agak takut, takut sesuatu yang buruk menimpa kekasihnya.


Yu Ming langsung mengeluarkan pedang Xuan Yuan nya, kemudian melakukan pengejaran kearah Ping Ru Meng menghilang.


Saat tiba di tengah tengah hutan Cemara, Ping Ru Meng beserta akar akar tanaman itu, tidak lagi terlihat sama sekali.


Di saat Yu Ming sedang sibuk mencari cari melihat kesekitarnya.


Tiba-tiba dari dalam tanah, muncul akar akar yang melilit kuat sepasang kakinya.


Baru saja dia ingin mengayunkan pedang Xuan Yuan menebas putus akar akar, yang melilit kedua pergelangan kaki nya.


Kini giliran sepasang tangannya, yang terlilit oleh akar akar tanaman tersebut.


Lalu menyusul leher dan pinggangnya, juga ikut terkunci oleh lilitan kuat akar tanaman itu.


Tubuh Yu Ming terlihat terangkat terpentang di udara, bagaimana pun dia mengerahkan tenaga nya, dia tetap sulit melepaskan diri.


Karena setiap kali, dia mengerahkan kekuatannya untuk melawan, akar akar itu akan semakin menambah jumlah lilitan nya, menjadi lebih erat dan kencang lagi.


Sehingga Yu Ming benar benar tidak berdaya, hanya bisa meronta-ronta kecil diudara.


Wajahnya mulai membiru, karena kesulitan bernafas.


Akibat lehernya di cekik dengan sangat kuat oleh lilitan akar tersebut.


Di saat Yu Ming sedang meronta-ronta, tergantung di udara, hal inilah, situasi yang di lihat oleh Siau Thian Cuan, di dunia nyata.


Sedangkan di alam mimpi sana, kini dari balik hutan Pinus, melayang keluar sesosok iblis berwajah tirus.


Dengan kumis tipis, menghiasi di kedua sisi, kanan kiri bibirnya, yang sedang tersenyum keji.


Sejumput jenggot kambing tumbuh di ujung dagunya, yang berbentuk runcing.


Sepasang matanya yang cekung kedalam, dan agak kehitaman, membuat dia terlihat seperti vampir penghisap darah.


Dia lah iblis Mimpi, penguasa dunia mimpi, yang menjadi otak kekacauan semua ini.


Sambil tersenyum keji, Iblis mimpi mengeluarkan sepasang belatinya, yang berkilauan saking tajamnya.


"Bocah Keparat, bila kamu terus mempelototi ku seperti itu.."


"Percaya tidak, aku akan mencongkel sepasang biji bola mata mu, untuk makanan ikan di telaga sana..?"


Tanya Iblis Mimpi sambil tersenyum keji.


Yu Ming yang lehernya tercekik, bernafas saja sulit apalagi berbicara.


Selain melotot dan berusaha meronta ronta dengan penuh kemarahan.


Dia memang tidak mungkin bisa menjawab pertanyaan konyol dari Iblis Mimpi, yang sangat di bencinya.


Karena saat ini yang Yu Ming khawatirkan bukan dirinya sendiri.


Tapi nasib Ping Ru Meng lah yang sangat dia khawatirkan.


Iblis Mimpi yang tidak menerima jawaban dari Yu Ming, sambil tersenyum sinis dia berkata,


"Kamu Bocah keras kepala, membunuh mu langsung terlalu enak untuk mu.."


"Aku akan memberi mu tontonan menarik, sebelum kemudian menuntaskan kamu dan dia.."


Dengan menjentikkan jarinya,


"Jetakkk..!!"


Seketika Ping Ru Meng muncul di sana, dalam posisi sepasang kaki tangan ditarik terpentang lebar di udara.


"Ha..ha..ha..ha..!"


"Bocah sombong, aku akan membuat mu menikmati tontonan seru."


"Di mana pacar mu, yang cantik dan masih perawan ini.."


"Akan merintih rintih menikmati malam pertamanya bersama ku, tepat di depan mu.."


"Ha.ha..ha....!!"


Mendengar ancaman iblis Mimpi yang sangat mengerikan daripada kematian itu sendiri.


Saking marah emosi dan takutnya, sepasang mata Yu Ming terbelalak lebar.


Mulai terlihat berwarna merah, urat urat di dalam biji matanya yang berwarna merah.


Kini terlihat menonjol jelas, seperti cacing cacing halus berwarna merah.


Emosi Yu Ming yang memuncak, memunculkan sesosok roh gaib seorang kakek berjubah putih muncul di belakangnya.


Seluruh tubuh Yu Ming diselimuti cahaya pelangi yang bersinar dengan terang.


Iblis mimpi tidak menyadarinya, dia sedang melayang mendekati Ping Ru Meng, yang terlihat sangat ketakutan.


Sepasang matanya yang indah, terlihat membelalak penuh ketakutan, dengan airmata bercucuran.


Dia terus menggelengkan kepalanya dengan lemah, karena lehernya sama seperti Yu Ming terlilit kuat oleh akar tanaman.


Hingga dia kesulitan berbicara dan menggerak gerakan kepalanya.


"Ha.ha..ha....!!"


"Ayo anak manis, jangan takut, ayo kita berikan sajian paling menarik buat calon suami mu, si bocah tengik itu.."


"Ha.ha..ha....!!"


"Ayo sabar sebentar, segera kamu akan menikmati keindahan yang tak terlupakan.."


"Ha.ha..ha....!!"


Ucap Iblis Mimpi sambil tertawa mesum, dia mulai coba melepas kancing di bagian leher Ping Ru Meng, yang terkancing rapat.


Beberapa kali mencobanya, jarinya yang besar besar dan kasar tetap sulit melepasnya.


Akhirnya dengan tidak sabar lagi, sambil tertawa keji.


Iblis Mimpi langsung menggunakan kelima jarinya, yang besar besar untuk menariknya secara kasar.


"Breeet..!! Breeet..!! Breeet..!!"


Baju luar bagian dadanya, langsung terbuka lebar sehingga menampilkan kain halus transparan merah muda, yang masih tertinggal di sana.


Iblis Mimpi yang sedang tertawa gembira, sambil mengulurkan tangannya, ingin menarik sisa kain penutup merah muda itu.


"Hyaaaaaat...!!!"