LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
BEKERJA SAMA


Ping Ru Meng memutuskan untuk menyusul Hua Sien Ce , karena saat ini yang punya akses keluar masuk istana halimun mukjizat.


Dan yang memiliki banyak kesempatan dan peluang untuk mendekati Yu Long hanya bisa lewat Hua Sien Ce.


Selain itu dia juga bisa minta tolong Hua Sien Ce untuk menghubungi Yu Lek.


Hanya dengan kerjasama dan bantuan mereka berdua, dia punya keyakinan untuk menangkap saksi kunci, si rubah ekor sembilan, yang licik itu.


Ping Ru Meng dengan menunggangi singa salju, dia bisa bergerak lebih cepat menyusul Hua Sien Ce.


"Hua er tunggu,..! ada yang ingin aku bicarakan dengan mu..!"


Teriak Ping Ru Meng dari arah belakang.


Begitu dia berhasil menyusul rombongan Hua Sien Ce .


Hua Sien Ce segera menghentikan laju pergerakan nya, dia segera melayang turun mendarat diatas tanah.


Ping Ru Meng dan singa salju nya segera bergerak menyusul mendarat di hadapan Hua Sien Ce .


"Tuan putri waspadalah singa itu tidak boleh di buat main main.."


Ucap kepala pengawal yang di tugaskan oleh Yu Ti untuk mengawal putrinya.


Kepala pengawal itu segera menghunus tombak nya, kearah singa'salju dan Ping Ru Meng .


Meski dia mengenali Ping Ru Meng , tapi bersikap hati hati, melindungi tuan putrinya, itu adalah tugas.


Jadi dia tidak boleh lengah sama sekali.


Prajurit langit yang di pimpin nya, juga mengambil sikap yang sama.


Mereka segera bersiaga dengan tombak terhunus.


Melihat hal ini Hua Sien Ce pun berkata,


"Komandan Lei tak perlu bersikap seperti ini.."


"Bagaimana pun dia tetap adalah kakak ipar ku.."


"Terlepas bagaimana sikapnya nanti, demi Yu Ming ke ke aku harus menghargainya.."


"Kalian semua mundurlah kebelakang.."


Komandan Lei meski agak ragu, tapi dia tidak berani membantah.


Dia segera bergerak mundur dalam posisi siap siaga.


Ping Ru Meng melompat ringan turun dari atas punggung tunggangan nya dan berkata,


"Xiao Pai, kamu mundurlah menjauh, jangan menakuti mereka.."


Singa salju mengangguk pelan,lalu dia membalikkan badannya, dan berjalan pergi menjauh.


Melihat Singa salju telah pergi menjauh, komandan Lei dan pasukannya pun diam diam menghela nafas lega.


Tapi mereka belum terlihat hendak mengendurkan kewaspadaan.


Mereka masih tetap bersiaga menjaga Hua Sien Ce dengan sedikit ketat.


Ping Ru Meng menatap Hua Sien Ce dan berkata pelan,


"Hua er aku tahu kamu punya pandangan kurang baik terhadap ku..'


Tidak apa apa, aku menerimanya, karena aku memang bukan istri yang pantas untuk Yu Ming ke ke.."


"Aku bukan istri yang baik, aku menyadari itu.."


"Tapi kamu harus percaya, maksud kedatangan ku ini, tidak ada niat buruk.."


Hua Sien Ce mengangguk pelan dan berkata,


"Katakanlah Meng cie cie, bagaimana caranya agar aku bisa percaya dengan mu .?"


"Apa yang kamu kehendaki dari ku..?"


Ping Ru Meng menatap serius kearah Hua Sien Ce dan berkata,


"Masalah yang aku ingin bahas dengan mu ini, adalah masalah yang berat dan sangat penting.."


"Aku tidak ingin ada pihak ketiga yang mendengarnya, bolehkah .."


Ucapan Ping Ru Meng belum selesai, sudah di stop oleh Hua Sien Ce.


Hua Sien Ce menggunakan tangannya memberi kode agar Ping Ru Meng tidak melanjutkan kata-katanya.


"Baik Meng Cie cie aku percaya pada mu.."


"Ini adalah urusan di antara kami, tidak ada hubungannya dengan kalian.."


Komandan Lei tampak tidak puas dan segera berkata,


"Tuan putri tapi tugas kami adalah.."


Hua Sien Ce langsung memberi kode dengan tangan nya dan berkata,


",Cukup komandan Lei, aku paham posisi mu.."


"Tapi sekali lagi aku tegaskan hal ini tidak ada urusannya dengan mu.."


"Apapun yang terjadi aku akan menanggung semuanya.."


"Kamu mundurlah.."


Komandan Lei menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang tak berdaya.


Dia kemudian segera memberi kode, agar Pasukannya, mengikutinya meninggalkan Hua Sien Ce .


Setelah melihat pasukan pengawal dan dayang pribadi Hua Sien Ce pergi menjauh.


Ping Ru Meng melangkah mendekati Hua Sien Ce lalu dia berbisik pelan menyampaikan semua rencananya.


Dan meminta Hua Sien Ce untuk mengimbangi rencananya agar semua bisa berjalan sempurna.


"Bagaimana Hua er apa kamu berani mengambil resiko ini..?"


Tanya Ping Ru Meng setelah dia menyampaikan apa yang menjadi rencananya.


Hua Sien Ce tanpa banyak pikir langsung mengangguk dan berkata,


"Asalkan bisa menolong Yu Ming ke ke, apapun akan aku lakukan.."


"Meng Cie cie tenang saja, kamu pasti akan membantu melengkapi rencana Meng Cie Cie agar semuanya berjalan mulus."


Ping Ru Meng tersenyum gembira dan menepuk pundak Hua Sien Ce dengan lembut dan berkata,


"Hua er aku tahu kamu juga mencintai dan menyukainya.."


"Bila misi ini sukses, aku berjanji akan merelakan dia bersama mu.."


"Kamu lebih pantas menjadi pendamping nya.."


Ucap Ping Ru Meng sambil tersenyum pahit.


Hua Sien Ce buru buru memegang tangan Ping Ru Meng dan berkata,


"Meng Cie cie jangan salah paham.."


"Terus terang saja aku memang menaruh perasaan pada Yu Ming ke ke.."


"Tapi Meng Cie cie harus tahu, di hati Yu Ming ke ke selama ini dan sampai kapan pun juga, hanya akan ada Meng Cie cie seorang.."


"Jadi Meng Cie cie tidak boleh salah paham, dan harus selalu menghargai perasaan kalian berdua.."


"Asal Meng Cie cie tahu apapun yang Meng Cie cie lakukan padanya..'


"Yu Ming ke ke tidak sedikitpun menyalahkan Meng cie cie.."


"Justru setiap detik setiap waktu, dia selalu mengkhawatirkan dan memikirkan keadaan Meng Cie cie, setelah musibah itu terjadi.."


"Hua er berani jamin semua yang Hua er katakan barusan semua adalah benar adanya.."


"Bila ada 1/2 kata dari ku mengandung kebohongan Hua er siap menerima hukum dari langit.."


Ucap Hua Sien Ce polos.


Ping Ru Meng mengangguk dengan airmata yang jatuh menitik tanpa bisa dia tahan.


Hatinya sangat gembira terharu dan ada rasa sesal dan bersalah yang mendalam.


Andai saja waktu itu, dia mau berpikir tenang, tidak menuruti emosinya.


Mau mempercayai Yu Ming yang jelas jelas sangat mencintai nya, tidak mungkin mengkhianatinya.


Apalagi sampai membunuh ayahnya, tentu semua tragedi dan penderitaan yang Yu Ming alami tidak perlu terjadi.


Tapi saat ini dia juga sadar, menyesal adalah percuma.


Saat ini yang terpenting adalah segera mencari dan menghukum pelaku yang sebenarnya.


Membebaskan Yu Ming dari segala tuduhan dan hukuman nya.


Ping Ru Meng dan Hua Sien Ce terlibat dalam perundingan yang lebih serius, setelah masing masing menyadari pentingnya misi rahasia ini.