
Yu Ming dan roh gaib kegelapan mulai terlihat kerepotan.
Mereka kembali terdesak hebat oleh tekanan 8 Dewa Agung.
"Hyaaahhh...!"
Dengan suara teriakan keras, Yu Ming memisahkan tubuhnya menjadi 8 bayangan melesat kearah 8 Dewa Agung untuk memberikan serangan langsung.
"Blaaarrr...!" Blaaarrr...!"
"Blaaarrr...!" Blaaarrr...!"
"Blaaarrr...!" Blaaarrr...!"
"Blaaarrr...!" Blaaarrr...!"
Serentak kedelapan dewa agung kembali di desak mundur oleh serangan Yu Ming.
Konsentrasi mereka terpecah ketika harus menghadapi Yu Ming dan Roh gaib kegelapan secara bersamaan.
Di saat keadaan hampir mencapai puncaknya, di mana kedua belah pihak ada kemungkinan akan hancur bersama sama .
Yu Ti, Wang Mu Niang Niang, Hua Hua Sien Ce , Ping Ru Meng, mereka berempat akhirnya tiba.
Yu Ti dengan wajah cemas segera berkata,
"Ming Er putra ku sadarlah kamu tidak boleh seperti ini.."
"Ini sangat tidak benar, hentikanlah.."
Wang Mu Niang Niang juga ikut angkat bicara,
"Anak ku ibu tidak pernah memohon apapun dari mu.."
"Sekali ini anggaplah ibu mohon pada mu, jangan di teruskan lagi.."
Ucap Wang Mu Niang Niang dengan wajah sedih dan airmata bercucuran.
Yu Ming menoleh kearah kedua orang tua nya dan berkata dengan wajah sedih.
"Maafkan Ming Er,.. tapi ini semua di luar kendali Ming Er.."
Ucap Yu Ming tersenyum tak berdaya.
"Yu Ming jangan hiraukan mereka, atau kita akan musnah bersama.."
Ucap Roh gaib kegelapan mengingatkan Yu Ming lewat suara telepati nya.
Yu Ming terlihat ragu, menuruti kehendak roh gaib kegelapan.
Hua Sien Ce dengan nekad melangkah maju ingin mendekati Yu Ming.
"Ahhhh...!"
Tapi dia tertolak mundur oleh hawa tak kasat mata.
Melihat hal itu, Yu Ming kembali memecah konsentrasinya menatap kearah Hua Sien Ce dan berkata,
"Hua er mundurlah jangan kemari.."
"Berjanjilah apapun yang terjadi kamu harus tetap hidup dengan baik.."
"Kakak sudah membantu mu membalasnya, kamu boleh tenang sekarang.."
Ucap Yu Ming terburu buru.
Hua Sien Ce menatap kearah Yu Ming dengan sedih dan berkata,
"Aku berjanji,..aku berjanji.."
"Terimakasih Yu Ming ke ke.."
"Tapi Yu Ming ke ke kamu harus kembali ke Yu Ming ke ke yang dulu.."
"Aku ingin Yu Ming ke ke ku yang baik ramah sopan sabar dan bijak.."
"Bukan Yu Ming ke ke ku yang seperti saat ini.."
Ucap Hua Sien Ce dengan sepasang mata basah airmata.
Ping Ru Meng juga melangkah maju dan ikut berbicara,
"Suami ku,.. maafkan aku.."
"Kamu sadarlah,.."
"Apapun yang terjadi, aku berjanji akan selalu mendampingi mu menjalani semuanya.."
Yu Ming menatap kearah mereka berempat secara bergantian, kemudian dia tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya.
Sesaat kemudian dia langsung menarik balik seluruh kekuatannya secara mendadak.
Sehingga ke 8 hawa dewa yang maha dahsyat langsung menembus tubuhnya.
Kedelapan dewa sangat kaget dengan perubahan mendadak ini.
Sehingga mereka juga tidak sempat lagi menghentikan serangan mereka.
Dalam adu tenaga seperti ini, mereka seperti sedang mengadu nyawa.
Kini Yu Ming tiba tiba melakukan hal itu, itu sama saja dia ingin bunuh diri.
Roh gaib kegelapan sangat kaget, dia berusaha bertahan sendiri, membuat pelindung kegelapan.
Tapi tekanan yang datang terlalu kuat, tanpa Yu Ming membantu nya, dia tidak mungkin berhasil.
"Arggghhh..!"
"Bocah dungu..!"
"Blaaarrr...!"
Tameng kegelapan meledak, setelah memaki Yu Ming, roh gaib kegelapan pun ikut sirna.
Yu Ming yang tertembus oleh delapan kekuatan dahsyat, dia langsung jatuh tumbang keatas tanah.
Sebelum dia memejamkan matanya, dia masih sempat melepaskan senyuman lembut kearah orang orang yang di sayangi dan di hormati nya dengan sepenuh hati.
Thai Yuan Sheng Mu segera memejamkan matanya menahan kesedihan hatinya.
Dia sadar dengan jelas, Yu Ming tidak mungkin bisa bertahan setelah menerima kekuatan dahsyat itu.
Yuan Se Thian Cun juga menghela nafas panjang, sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah itu, dia langsung mengulapkan tangannya.
Dia pun menghilang dari sana.
Dewa yang lainnya satu persatu, ikut menyusul menghilang dari tempat tersebut.
Yu Ti sambil menghela nafas panjang menatap kearah Ping Ru Meng dan berkata,
"Meng Er bawalah suami mu kemana pun kamu suka.."
"Manfaatkan waktu kalian sebaik baiknya, mungkin waktunya tidak banyak lagi..'
"Urusan di sini, serahkan saja pada ku..aku akan menanganinya.."
Mendengar ucapan Yu Ti, Ping Ru Meng dengan wajah bercucuran air mata, segera mengangguk cepat.
Kemudian dia segera melesat menghampiri tubuh Yu Ming, yang terlihat tergeletak lemas diatas tanah dengan panca indera mengalirkan darah.
Tanpa memperdulikan noda darah yang mengotori pakaian nya, Ping Ru Meng segera menaikkan Yi Ming ke punggung nya, lalu bergerak pergi dari sana.
Hua Sien Ce terlihat ingin mengikutinya, tapi tangannya di tahan oleh ibunya.
Wang Mu Niang Niang menatap putrinya dengan sedih, sambil menggelengkan kepalanya.
Hua Sien Ce paham maksud ibu nya, sambil tersenyum sedih dia berkata,
"Ibu benar, aku tidak pantas lagi untuk nya.."
"Ayah ibu..aku pamit permisi kembali kerumah ibu Hua Hua Sien Ku.."
"Aku mau menghabiskan waktu ku di sana, dan melupakan semuanya.."
Yu Ti yang masih sibuk mengobati Dewa matahari dan putra putra nya.
Dia mengangguk kecil tanpa menoleh, dan berkata.
"Baiklah Hua er, setelah masalah di sini selesai, ayah dan ibu baru pergi menjenguk mu di sana.."
Wang Mu Niang Niang memeluk putrinya sebentar dan berbisik pelan,
"Ingat janji mu pada ibu,.."
"Ingat selalu pesan Yu Ming tadi.."
"Yakinlah pada diri mu sendiri, ibu yakin kamu bisa melewati semua nya dengan baik.."
Hua Sien Ce mengangguk pelan dan berkata,
"Baiklah Bu,..aku akan mencobanya.."
Hua Sien Ce perlahan-lahan melepaskan pelukan ibunya, lalu dia segera membalikkan badannya dan terbang meninggalkan tempat itu.
Belum lama Hua Sien Ce pergi, Yi Lek akhirnya tiba juga dengan nafas memburu.
"Ayah ibu..apa yang terjadi..?"
"Mana yang lainnya, mana Yu Ming ke ke..?"
Tanya Yu Lek sambil menatap kedua orang tua nya secara bergantian.
Yu Ti masih terus berusaha menolong Dewa Matahari yang lukanya paling parah.
Sambil membantu menyalurkan hawa dewa nya, Yu Ti menjawab Yu Lek.
"Kamu terlambat mereka semua sudah pergi.."
",Saat ini lebih baik kamu pergi bantu ibu mu, mengobati yang terluka.."
Yu Lek menghela nafas kecewa, lalu dengan langkah lesu, dia pergi menghampiri ibunya.
Di tempat lain nya, Ping Ru Meng melakukan perjalanan cepat kembali kerajaan es abadi.
Dengan menaiki singa salju, akhirnya dia berhasil tiba di wilayah kerajaan es abadi.