LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEDATANGAN HUA SIEN CE


Hua Sien Ce sambil menghapus airmatanya, dia terus terbang meninggalkan tempat itu.


Hua Sien Ce menggunakan ilmu terbang, yang pernah Yu Ming ajarkan padanya.


Untuk terbang menebus langit, lapis demi lapis hingga akhirnya dia tiba di depan istana kediaman Ciu Thian Sen Ni.


"Guru..! Guru..! Guru..!"


Teriak Hua Sien Ce berulang kali dengan wajah panik sambil menerobos masuk kedalam istana.


"Guru..! kamu dimana..!!"


"Guru...! ini Hua Sien Ce ..!!"


"Kamu di mana guru..!


Teriak Hua Sien Ce berulang ulang sambil berlari kesana kemari, mencari keberagaman gurunya.


"Guru keluarlah,.. ! Hua Sien Ce memerlukan bantuan guru..!"


"Ibu sedang dalam bahaya..!"


Keluh Hua Sien Ce sambil menangis terisak, dia berlari kesana kemari mencari keberadaan gurunya.


Setelah beberapa waktu berlalu, gurunya tetap tidak berhasil di temukan.


Akhirnya Hua Sien Ce terjatuh terduduk lemas diatas tanah sambil menangis sedih.


Dia kini sepenuhnya yakin, gurunya tidak sedang berada di sana.


Gurunya pasti sedang pergi mengunjungi alam.lain, melakukan darma bakti pada semua mahluk hidup.


"Ohh Dewata Agung, aku sekarang harus bagaimana ?"


"Aku mau minta tolong dengan siapa..?"


"Aku kini hanya punya ibu satu satunya, ku mohon kamu jangan mengambilnya juga.."


"Hu..hu..hu..hu..!"


Tangis Hua Sien Ce kembali pecah.


Dia menangis tak berdaya, sambi tertelungkup diatas tanah..


"Tidak aku tidak boleh terus menangis di sini.."


"Ibu dalam bahaya, aku harus menemukan bantuan.."


"Yu Ming ke ke.."


"Ya benar,..Yu Ming ke ke pasti akan membantu ku.."


"Aku harus pergi mencarinya.."


Ucap Hua Sien Ce kembali berdiri dengan penuh semangat.


Dia segera melesat meninggalkan istana kediaman gurunya.


Hua Sien Ce kembali melesat keudara, menembus langit lapis demi lapis.


Hingga akhirnya dia mendarat ringan di depan pintu gerbang Nan Thian Men.


Hua Sien Ce samar samar di kenali oleh 4 raja langit, penjaga pintu gerbang selatan.


Meski terlihat agak ragu, tapi mereka terpaksa harus membiarkan Hua Sien Ce masuk.


Karena di tangannya ada plakat bebas keluar masuk, 4 Raja langit tentu tidak punya alasan untuk menahan gadis itu.


Hua Sien Ce dengan terburu-buru setelah melewati Nan Thian Men, dia langsung terbang menuju Yu Ming Kung.


Sampai di sana melihat pesta dan keramaian sedang berlangsung, Hua Sien Ce segera menyadari di sana sedang ada pesta pernikahan.


Tapi demi keselamatan ibu nya, dia tidak punya pilihan dan tidak sempat untuk berpikir banyak.


Dengan langkah lebar Hua Sien Ce langsung menerobos masuk kedalam gedung.


Tapi saat tiba di depan halam gedung bagian tengah, Hua Sien Ce melihat Yu Ming sedang berdiri ngobrol dengan para tamu.


Yu Ming terlihat berpakaian merah, layaknya pakaian seorang pengantin pria.


Hua Sien Ce segera menyadari, hari ini ternyata adalah hari bahagia Yu Ming ke ke..nya.


Yu Ming ke Ke nya, akhirnya memilih menikahi gadis itu.


Mulai hari ini dan seterusnya Yu Ming ke Ke nya.


Yu Ming ke ke nya sudah ada yang punya.


Kehadirannya kini adalah sesuatu yang berlebih yang hanya akan menjadi pengganggu kebahagiaan orang lain.


Dengan hati hancur dan airmata bercucuran, Hua Sien Ce menatap kearah Yu Ming untuk terakhir kalinya.


Setelah itu sambil menghapus airmata, dan sedikit menengadah mencegah airmata nya kembali menitik kebawah.


Sambil mengigit bibirnya sendiri berusaha menahan perih di hati nya.


Hua Sien Ce membalikkan badannya, hendak berjalan pergi dengan tenang meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa menganggu siapapun juga, dia sudah memutuskan tidak akan pergi menemui Yu Ming dan menganggunya.


Dia kembali lagi ke tempat ibunya, biarlah kalau perlu dua dan ibunya mati bersama sama.


Dengan begitu dunia langit yang memang sejak awal tidak menghendaki kehadiran mereka, akan menjadi lebih tenang aman dan tentram batin Hua Sien Ce di dalam hati.


Setelah berpikir dan mengambil keputusan itu, dengan langkah gontai Hua Sien Ce melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.


Saat Hua Sien Ce berbalik badan, justru saat itu Yu Ming entah secara kebetulan atau ada feeling khusus.


Dia justru menoleh kearah Hua Sien Ce , begitu melihat bayangan punggung gadis itu.


Yu Ming langsung mengenalinya, karena selama ini meski dia bersama Ping Ru Meng dan berusaha melupakan semuanya tentang Hua Sien Ce .


Tapi gadis nakal ini, sering muncul di dalam mimpinya, tanpa di undang dan hal itu terjadi begitu saja di luar kehendak dan kemauan nya sendiri.


Jadi dia sebenarnya tidak benar benar melupakan gadis nakal yang memilki kecantikan luar biasa yang sangat alami dan spesial itu.


Melihat kedatangan gadis itu, yang kini dengan lesu melangkah pergi secara diam diam.


Yu Ming sudah tidak kuasa menahan langkah kakinya sendiri, bergerak menyusul kearah kepergian Hua Sien Ce .


Saat tiba di depan pintu gerbang, tiba tiba hujan turun.


Yu Ming yang melihat Hua Sien Ce pergi dengan kepala tertunduk menembus hujan.


Yu Ming sudah tidak bisa mengendalikan diri untuk mengambil payung dari tangan pelayan penyambut tamu.


Setelah itu dia langsung melayang ringan menyusul kearah Hua Sien Ce memayunginya dan berkata dengan suara sedikit serak menahan haru,


"Hua er kamu sudah tiba.."


"Maaf aku baru tahu,.."


"Ayo ikut aku kedalam ya.."


Hua Sien Ce sedikit kaget saat ada yang datang memayunginya dari derasnya hujan.


Dia semakin kaget saat mendengar suara orang yang datang memayungi nya.


Dengan tubuh gemetaran, dan airmata kembali bercucuran bercampur dengan air hujan yang menetes dari anak rambutnya.


Hua Sien Ce memutar badannya menghadap kearah Yu Ming, perlahan lahan dengan wajah basah airmata bercampur hujan.


Dia menatap Yu Ming dengan berani dan berkata,


"Apa alasan nya aku harus ikut dengan mu masuk kedalam.."


"Apa keadaan ku saat ini belum cukup menyedihkan bagi mu.."


"Sehingga kamu mengundang ku untuk masuk melihat mu bersanding dengan wanita lain.."


"Ibu ku sedang dalam bahaya, aku malah ada di sini untuk menyaksikan pernikahan mu.."


"Aku sungguh konyol..!"


Teriak Hua Sien Ce emosi lalu dia mendorong Yi Ming menjauhinya.


Lalu dia langsung berlari pergi meninggalkan tempat itu, tanpa memperdulikan hujan, yang mengguyur deras membasahi dirinya.


Yu Ming sesaat berdiri bodoh di sana, melihat reaksi Hua Sien Ce padanya.


Dia tidak tahu harus berbuat apa, tapi sedetik kemudian teringat dengan ucapan Hua Sien Ce tadi.


Yu Ming buru buru mengejar dan menarik Hua Sien Ce agar menghadap kearah nya.


"Hua er,.. aku tidak ijinkan kamu pergi, ! sebelum kamu jelaskan pada ku..!"


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan bibi Hua Sien Ku..!?"