LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MEMBERI PETUNJUK


"Burung itu sebenarnya adalah peliharaan guru ku, dia membujuk ku agar melepaskannya.."


"Sebagai gantinya, dia akan mengajak ku datang berkeliling, dan melihat kehidupan di dunia manusia.."


"Tapi saat sampai di dunia, dia malah ingkar janji, berbalik menyerang ku , dia ingin menjadikan ku sebagai mangsanya.."


"Begitulah ceritanya.."


ucap Siau Sien Ce sambil menggunakan tongkat kayu mengorek ngorek tanah di bawah perapian.


Yu Ming mengangguk mengerti sekarang, Siau Sien Ce ini kemungkinan besar memang murid Ciu Thian Sen Ni.


Hanya saja, mungkin karena dia murid baru atau bebal, tidak berbakat, malas, makanya dia tidak menguasai Kesaktian Ciu Thian Sen Ni.


Pikir Yu Ming dalam hati.


Yu Ming sesaat kemudian berkata,


"Lalu selanjutnya apa rencana mu,..?"


"Apa ingin kembali ke langit tingkat sembilan, tempat kediaman guru mu, atau..?"


Siau Sien Ce langsung menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku telah melepaskan burung sialan itu, bila pulang tanpa dia, aku pasti akan di hukum berat.."


"Sebelum berhasil menangkapnya, untuk di bawa kembali, aku tidak mungkin berani balik ketempat guru ku.."


"Lalu apa selanjutnya yang akan kamu lakukan..?"


Tanya Yu Ming sedikit kasihan.


Siau Sien Ce menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku juga tidak tahu, mungkin aku hanya bisa berkelana di dunia menjadi manusia biasa.."


"Habisnya aku tidak punya ketrampilan terbang, bahkan sekedar kembali ke langit lapis 36 pun, aku tidak mampu ."


"Ke lapis tingkat rendah itu, kamu mau apa di sana..?"


Tanya Yu Ming heran.


Siau Sien Ce tersenyum canggung dan berkata,


"Itu cuma perumpamaan, buat apa juga aku kesana..?"


Yu Ming mengangguk pelan, tidak melanjutkan pertanyaan tentang itu lagi.


Karena jawaban Siau Sien Ce memang sangat logis, buat apa kesana.


Bahkan dia sendiri pun yang suka penasaran, dan sudah menjelajahi banyak tempat.


Terhadap tempat itu, dia justru tidak tertarik, karena menurut yang dia tahu dari para dewa lain.


Tempat itu adalah tempat yang sepi tidak berpenghuni.


Jadi buat apa membuang waktu datang kesana.


Lebih baik dia mencari tempat yang banyak siluman'nya, di mana dia bisa bertarung dengan puas.


Membasmi siluman pengganggu, untuk keselamatan dan ketenangan mahluk hidup lainnya.


Begitulah yang ada di pikiran Yu Ming.


Yu Ming termenung sejenak menatap api unggun, yang bergerak gerak tertiup angin.


Setelah diam beberapa saat, Yu Ming akhirnya berkata,


"Besok pagi aku akan melanjutkan perjalanan ku menumpas siluman pengacau di alam manusia.."


"Bila kakak Sien ingin kembali ke langit lapis 9, aku bisa bantu antar kakak Sien pulang.."


Siau Sien Ce menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku belum bisa pulang, burung guru ku hilang, kalau aku pulang aku takut guru ku, pasti akan menghukum ku dengan berat.."


Yu Ming tiba tiba tersenyum lebar dan berkata,


"Bagaimana bila kakak Sien ikut dengan adik berpetualang membasmi siluman..?"


"Siapa tahu kita berhasil menangkap burung guru mu itu.."


ucap Yu Ming sambil tersenyum.


Siau Sien Ce langsung mengangkat kepalanya menatap kearah Yu Ming, dengan penuh semangat dan berkata,


"Kamu serius,.. ? tapi aku yang tidak bisa apa apa, nanti aku malah hanya akan jadi beban mu..?"


Ucap nya yang awalnya semangat, lalu kembali lesu.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Kakak' Sien, kakak Sien bukan beban, sebaliknya kakak Sien akan menjadi teman perjalanan ku.."


"Jadi aku tidak kesepian, seperti saat ini... bukankah ini sangat bagus..?"


Ucap Yu Ming sambil tersenyum gembira, dan mengulurkan tangannya kedepan, untuk menyalami Siau Sien Ce.


Sebagai wujud mereka berdua telah membuat kesepakatan bersama.


Siau Sien Ce sambil tersenyum gembira menyambutnya, dan berkata,


"Baiklah aku setuju, tapi aku juga punya syaratnya.."


Ucap Yu Ming ingin tahu.


"Syaratnya tidak sulit.."


Ucap Siau Sien Ce sambil tersenyum.


Sambil menatap Yu Ming dengan serius, dia berkata,


"Mulai saat ini, biar aku jadi pelayan kakak saja.."


"Kakak bebas mau panggil aku apa saja, sedangkan aku, aku akan memanggil mu kakak, bagaimana..?"


Yu Ming tersenyum lebar dan berkata,


"Kamu yang ngomong, aku gak maksa loh ya, lagi pula aku masih kalah kumis dari mu.."


Siau Sien Ce tertawa sambil menutupi mulutnya dan berkata,


"Itu cuma kata kata orang sedang marah, tidak usah dianggap lupakan saja.."


Yu Ming mengangguk cepat dan berkata,


"Baiklah kalau begitu sebagai pelayan ku, pertama tama aku akan ajari kamu mengendalikan hawa dewa mu, setelah itu aku akan ajari kamu ilmu terbang.."


"Agar kamu bisa melindungi diri dan terbang sendiri dengan bebas, kemanapun kamu mau.."


"Bagaimana..?"


Siau Sien Ce mengangguk cepat dengan gembira.


"Begini untuk langkah awal ikuti aku bersila seperti ini.."


ucap Yu Ming memberi contoh.


Siau Sien Ce dengan cepat mengikutinya.


"Sekarang coba kamu kumpulkan hawa dewa mu pusatkan di bawah pusar mu.."


"Biarkan sampai begah, sesak, seperti sedang menahan kebelet pipis."


"Bagaimana bisa..?"


ucap Yu Ming sambil memberi contoh, di mana bawah pusar Yu Ming sendiri mulai mengeluarkan cahaya warna warni yang indah.


Sebaliknya Siau Sien Ce justru tidak bereaksi apa apa, dengan wajah bingung dia berkata,


"Tidak bisa kak, tidak tahu kenapa selalu buyar..saat hampir terkumpul.."


Yu Ming membuka matanya kembali memperhatikan kondisi Siau Sien Ce sejenak dan berkata,


"Coba ulangi lagi.."


Siau Sien Ce mengangguk dia mengulanginya, tapi saat hampir terkumpul, lagi lagi hawa energi dewa nya buyar.


"Coba ulangi sekali lagi, fokus ya.."


ucap Yu Ming sambil menempelkan telapak tangan nya di bawah pusar Siau Sien Ce.


Siau Sien Ce terlonjak kaget, wajahnya langsung merah padam.


Tapi dia tidak berani bergerak dan membantah, takut di cap aneh, dan kembali di panggil Niang Niang Ciang, oleh Yu Ming.


Akhirnya dia hanya bisa membiarkannya, sambil mencoba fokus, berusaha secepatnya mengumpulkan hawa dewa, agar Yu Ming tidak perlu terus membantunya dengan cara, yang bikin geli itu.


Sekali ini dia langsung berhasil, malah dia berhasil mengumpulkan hawa Dewa yang sangat kuat.


Hingga berhasil mementalkan tangan Yu Ming dari sana.


Yu Ming langsung tersenyum gembira dan berkata,


"Bagus sudah bereaksi, sangat kuat malah, ayo di teruskan jangan berhenti fokus.."


"Ya seperti itu, perlahan-lahan arahkan ke ujung jari mu, ya.. seperti itu.."


"Coba tunjuk kearah batu itu.."


ucap Yu Ming cepat.


Siau Sien Ce langsung mengikuti nya saja.


"Blaaarrr...!"


Batu sebesar perut kerbau di tepi sungai langsung meledak hancur berkeping-keping.


Siau Sien Ce terlihat terbelalak kaget.


Sebaliknya Yu Ming tersenyum lebar dan berkata,


"Berhasil,.. bagus.. bagus.."


"Nah adik Sien, selanjutnya kamu harus ingat, saat kamu dalam bahaya, gunakan saja cara tadi.."


"Itu akan membantumu melindungi diri.."


"Teruslah berlatih, semakin banyak hawa dewa yang bisa kamu kumpulkan, serap, kemudian kamu salurkan.."


"Maka akan semakin kuat efek yang di timbulkan nya.."


"Ya benar begitu,.. bagus.."


ucap Yu Ming mengawasi sambil memberi petunjuk.