
Ping Ru Meng yang tadinya kaget dan menolak, kini malah terlihat asyik menggelayut manja, dalam pondongan Yu Ming.
Hingga mereka mendarat di depan Gapura Cing Ti, Yu Ming baru menurunkan kekasihnya dan berkata pelan,
"Meng Er, kamu tunggu sebentar, biar aku sendirian saja yang kedalam.."
"Bila sudah beres,.. kita baru pergi menemui ayah mu.."
Ucap Yu Ming
Ping Ru Meng mengangguk pelan, lalu dia melepaskan kepergian Yu Ming, dengan tatapan mata harap harap cemas.
Tidak perlu menunggu lama, Yu Ming sambil tersenyum lebar sudah melangkah keluar dari dalam gapura Cing Ti.
"Bagaimana Ming ke ke.."
Tanya Ping Ru Meng penasaran.
Yu Ming sambil tersenyum berkata,
"Ketiga sesepuh sudah langsung menghubungi ayah mu, lewat telepati pesan suara.."
"Ayah mu sudah setuju, kita tinggal pergi bicara sendiri saja.."
"Masalah peraturan itu, sudah di jamin oleh para sesepuh itu.."
Ucap Yu Ming gembira.
Mendengar kabar itu, Ping Ru Meng juga ikut bergembira, dia segera menarik tangan Yu Ming dan berkata,
"Ayo kita kembali sekarang.."
Yu Ming tidak membantah, dia mengikuti saja tarikan tangan dari kekasihnya.
Sesaat kemudian mereka berdua telah mendarat di halaman depan istana,
Setelah tiba di depan halaman istana, sebelum melangkah masuk kedalam.
Ping Ru Meng menoleh kearah kekasihnya,
"Ming ke ke, kamu mau ikut kedalam temui ayah bersama sama, atau mau menunggu ku di sini..?"
Tanya Ping Ru Meng sambil menatap wajah Yu Ming dengan serius.
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Tentu saja aku akan mendampingi mu.."
"Ide ini datang nya dari ku, tentu saja aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi menghadap ayah mu sendirian.."
Ucap Yu Ming serius.
Ping Ru Meng langsung tersenyum manis, dia segera maju merangkul lengan Yu Ming dan berkata,
"Terimakasih Ming ke ke, kamu baik sekali.."
"Ayo kita sama sama kedalam temui ayah.."
Ucap Ping Ru Meng bersemangat.
Yu Ming ikut senang melihatnya, semua kemuraman di wajah gadis itu, kini sudah terangkat bersih sepenuhnya, tidak lagi terlihat ada awan mendung seperti sebelumnya.
Melihat hal ini, rasa bersalah Yu Ming pun jadi sedikit berkurang.
Yu Ming sendiri di dalam hati nya, dia sudah berjanji , sepenuh hati dia hanya akan mencintai gadis di sampingnya ini seorang.
Dia tidak akan mengulangi lagi, kesalahan nya kemarin itu.
Mereka berdua terus melangkah menaiki tangga, mengambil jalan memutari ruang sidang utama.
Mereka menuju bagian dalam istana kuno itu, setelah melewati taman dan kolam buatan.
Mereka akhirnya tiba di pusat kediaman Raja Ping Sien.
Yu Ming mengikuti saja, Ping Ru Meng membawanya menuju pintu depan sebuah kamar yang cukup besar.
"Tok..! Tok.! Tok..! Tok.!"
"Ayah..! kamu di dalam kah..?"
"Boleh kami masuk..,!?"
Tanya Ping Ru Meng dari luar.
"Masuklah kalian berdua,..pintu tidak terkunci..!"
Jawab Raja Ping Sien dari dalam.
Ping Ru Meng menatap kearah Yu Ming, dan berkata pelan,
"Ayo kita masuk.."
Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia mengikuti Ping Ru Meng memasuki sebuah ruangan, yang cukup luas.
Di mana di dalam sana, terlihat Raja Ping Sien sedang duduk menghadap kearah meja besar, yang di penuhi tumpukan berkas laporan yang begitu banyak.
Melihat mereka berdua sudah masuk dan sedang berlutut di hadapannya.
Raja Ping Sien pun menghentikan kegiatannya memeriksa laporan.
"Kalian berdua bangkitlah, di sini tidak ada siapapun, tidak perlu peradatan."
"Ping Ru Meng kamu mengajak Ming Er kemari pasti ingin menyampaikan sesuatu.."
"Katakanlah, kamu ingin bilang apa ke ayah..?"
Ucap Raja Ping Sien menatap kearah putrinya, sambil tersenyum lembut.
Ping Ru Meng menoleh kearah Yu Ming sejenak, kemudian dia baru kembali menatap kearah ayahnya dan berkata,
"Ayah Yu Ming ke ke ingin mengajak Ru Meng, berpetualang kealam manusia, menyelesaikan misinya yang belum tuntas.."
"Ru Meng sudah menyetujuinya, Ru Meng berpikir dengan kesempatan ini, Ru Meng bisa sekalian mampir mengunjungi makam ibu ."
"Bagaimana menurut pendapat ayah..?"
Raja Ping Sien awalnya ingin menolak, meski ketiga sesepuh sudah menghubunginya.
Keputusan akhir tetaplah sepenuhnya ada di tangan nya.
Tapi setelah putri nya, dengan cerdik mengungkit ungkit tentang ibunya.
Di mana bagian itu adalah bagian paling lemah dari ayahnya.
Ping Sien akhirnya menyerah.
Dia menatap kearah Yu Ming dengan serius dan berkata,
"Ming Er ,.. terus terang saja, meski aku tidak tahu, bagaimana kamu melobi ketiga sesepuh, untuk mau ikut campur, menjadi penjamin mu."
"Tapi aku katakan pada mu, keputusan ini tetaplah sepenuhnya ada di tangan ku."
"Aku titipkan jantung dan permata hati ku padamu.."
"Berjanjilah pada ku, kamu akan menjaga nya melebihi nyawa mu sendiri.."
"Berjanjilah, kamu akan membawanya kembali dengan utuh pada ku .."
"Bila kamu tidak sanggup, lebih baik katakan secara terus terang.."
"Karena bila sampai terjadi sesuatu dengan nya, saat dia bersama mu.."
"Aku pasti akan menuntut tanggung jawab penuh dari mu.."
"Sekalipun ketiga sesepuh menjamin mu, aku tetap harus katakan ini.."
Ucap Raja Ping Sien, dengan ekspresi wajah yang sangat serius.
Yu Ming menatap Raja Ping Sien dengan serius dan berkata,
"Ayah mertua, Ming Er berjanji akan memenuhi persyaratan dari Ayah mertua .."
"Bila terjadi sesuatu yang buruk dengan nya, Ming Er siap bertanggung jawab penuh dengan taruhan nyawa Ming Er sekalipun.."
Ucap Yu Ming serius.
Raja Ping Sien bisa sedikit bernafas lega, setelah mendengar ucapan dan penjelasan Yu Ming.
"Baiklah Ming Er, kalau begitu aku akan percayakan putri ku Ru Meng pada mu.."
"Kalian berhati hatilah dalam perjalanan.."
"Jangan lupa tgl 15 ini, kalian harus kembali, untuk memenuhi pertunangan kalian.."
Ucap Raja Ping Sien mencoba mengingatkan keduanya.
Yu Ming menatap kearah Ping Ru Meng, dia memberi kode agar kekasihnya sekalian membahas hal itu ke ayah nya.
Ping Ru Meng mengangguk paham, dia segera maju mendekati ayahnya dan berkata,
"Ayah kami berdua sudah berbicara tadi, kami sepakat untuk tidak melanjutkan pertunangan kami.."
Raja Ping Sien membelalak kaget menatap putrinya dan Yu Ming secara bergantian.
"Apa..apa maksud mu dengan pembatalan pertunangan..?"
Tanya Raja Ping Sien kaget.
Dia menatap putrinya dengan tatapan mata tak percaya.
Sesaat kemudian dia langsung menatap kearah Yu Ming dengan serius,
"Ming Er coba kamu jelaskan, apa maksud dari ucapan Ru Meng barusan ini..?"
Yu Ming menelan ludahnya sendiri, saat mendengar ucapan Ping Ru Meng yang malah menimbulkan masalah baru baginya.
"Maaf Yang Mulia penjelasan Meng Er tadi baru sepotong.."
"Sebenarnya bukan itu maksud pembicaraan kesepakatan kami sebelumnya.."
Ucap Yu Ming sedikit gugup dan serba salah.
Ping Sien menatap serius kearah Yu Ming dan berkata,
"Bila bukan itu maksudnya, lalu apa kesepakatan kalian ?"