LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MANUSIA BATU


Yu Ming yang semakin terdesak, dan sangat kesulitan menghadapi serangan ular emas.


Akhirnya dia melemparkan sebuah jaring, yang mengeluarkan sinar kemerahan kearah ular emas.


Ular emas dengan lincah melejit ingin menghindari jaring Yu Ming, tapi jaring ajaib itu bisa membesar dan mengeluarkan daya hisap kuat.


Jaring ajaib ini bernama jaring langit dan bumi, Yu Ming mendapatkan jaring ini dari Thai Shang Lao Cin.


Saat dia dan Yu Lek adik nya, sedang pergi mengunjungi San Qing Kuan, menemui kakek dan neneknya.


Tentu saja jaring itu memilki kekuatan magis, yang sangat spesial.


Ular emas langsung terperangkap di dalam jaring tersebut, jaring juga memilki daya rekat kuat, seperti lem menempel di tubuh ular emas.


Hingga akhirnya tubuh ular itu sepenuhnya terlilit oleh jaring langit dan bumi.


Ular emas akhirnya jatuh tak berkutik diatas tanah, jaring itu kemudian mengeluarkan cahaya merah yang bersinar terang.


Mengerat dan terus mengerat hingga akhirnya tubuh ular emas itu terpotong potong, menjadi bagian kecil kecil berserakan di atas tanah.


Jaring itu baru terbang kembali kedalam tangan Yu Ming, satu masalah teratasi dengan tewasnya ular emas.


Kini hanya tersisa bahaya tunggal dari kura kura raksasa, yang terus memaksa menyedotnya masuk ke dalam mulut mahluk itu, yang sedang terpentang lebar bersiap menelan nya.


Yu Ming yang sedang terhisap, akhirnya secara untung untungan, dia melepaskan pedang Xuan Yuan, masuk secara melintang di di dalam rongga mulut mahluk itu.


"Besar..!"


bentak Yu Ming, seketika pedang Xuan Yuan membesar.


"Lagi,..! besar..!"


Bentak Yu Ming.


Pedang itu terus membesar, hingga mengganjal mulut kura kura raksasa itu.


Hingga kura kura itu tidak bisa menutup kembali mulutnya yang terbuka.


Saat Yu Ming semakin dekat dengan rongga mulut nya yang tidak bisa menutup.


Kura kura hitam itu, menggunakan lidahnya untuk menyerang dan menangkap tubuh Yu Ming.


Yu Ming tentu tidak mau diam saja di tangkap lidah kura kura itu.


Yu Ming membalasnya dengan tebasan telapak tangan, yang menimbulkan kekuatan dingin membeku meluncur menyambut lidah kura kura itu.


"Plakkkk..!"


Begitu lidah kura kura itu tersambar oleh pukulan telapak tangan Yu Ming.


Seketika lidah kura kura itu membeku, menjadi bongkahan es beku, yang terus menjalar hingga seluruh mulut bagian dalam kura kura itu berubah menjadi dinding es.


"Besar..!"


teriak Yu Ming.


Pedang Xuan Yuan benar benar membesar dan terus membesar,


Hingga akhirnya menghancurkan rongga mulut kura kura raksasa yang terus membeku, dan menjalar hingga ke tenggorokan dan menyelimuti keseluruhan bagian kepala kura kura itu.


"Pyaaarrr..!"


Kepala kura kura itu akhirnya pecah hancur berantakan, menjadi serpihan es yang berserakan di atas tanah.


Dengan hancurnya bagian kepala kura kura itu, otomatis keempat pasang kakinya terjulur keluar dari dalam cangkangnya.


Terkulai lemah diam tidak bergerak lagi.


Yu Ming menghela nafas lega, lalu berkata,


"Xuan Yuan kembali ke asal mu.."


Pedang Xuan Yuan seketika mengecil, kembali kedalam telapak tangan Yu Ming.


Yu Ming langsung menyimpan nya kembali kedalam gelang penyimpanan nya.


Sesaat kemudian, gunung hitam besar yang muncul dari perut bumi, kembali tenggelam kebawah, dengan di iringi getaran suara gemuruh hebat.


Kembali terjadi gempa dahsyat, hingga tanah tanah di bawah sana merekah.lebar.


Meyambut gunung hitam yang kembali tenggelam masuk kedalam perut bumi.


Seiring dengan tenggelamnya gunung hitam kedalam perut bumi.


Bersamaan dengan munculnya istana kuno, perlahan-lahan sebuah kota yang di penuhi bangunan rumah rumah sederhana, juga ikut muncul.


Sebuah kota hilang akhirnya muncul ke permukaan tanah.


Kota hilang itu di penuhi oleh patung patung batu, berbentuk manusia dan berbagai jenis mahluk hidup.


Mereka semua terlihat mematung di sana, ada yang bersujud ada yang berdiri, ada yang seperti sedang berlari, bahkan ada yang jatuh tengkurap di atas tanah.


Yu Ming menatap kasihan kearah semua mahluk yang menjadi patung batu, yang hadir ditempat tersebut.


Yu Ming mengajak Siau Sien Ce mendarat di antara patung patung itu.


"Kakak apa yang terjadi dengan mereka, ? mengapa mereka semua menjadi begini..?"


tanya Siau Sien Ce penasaran.


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku juga kurang tahu, kemunculan mereka bertepatan dengan terbunuhnya ke empat siluman itu."


"Aku rasa semua ini pasti ada hubungan yang erat, antara mahluk di sini dengan keempat mahluk itu."


Ucap Yu Ming mengemukakan jalan pikirannya.


Siau Sien Ce mengangguk, lalu dia mengikuti Yu Ming, yang terus melangkah menyusuri kota kuno itu.


Hingga mereka akhirnya tiba di halaman depan, sebuah bangunan istana yang luas, yang di batasi oleh sebuah undakan tangga tinggi untuk menuju halaman depan istana.


Di sana juga terlihat manusia dan kuda berbaris rapi mematung di sana.


Melihat bentuknya, mereka jelas adalah pasukan penjaga kerajaan itu, yang tidak bisa lolos dari bencana, yang menimpa tempat tersebut.


Yu Ming meneruskan langkahnya melewati barisan itu, terus melangkah menuju barisan undakan anak tangga di depan nya.


Dengan melayang ringan melewati undakan anak tangga, yang menjulang tinggi keatas, Yu Ming dan Siau Sien Ce mendarat ringan, tepat di depan halaman depan bangunan istana.


Di depan bangunan istana, terlihat patung seorang gadis yang memilki bentuk tubuh sempurna, dari garis wajahnya yang sedang menengadah menghadap langit.


Dia jelas adalah seorang gadis yang sangat cantik jelita.


Sepasang tangan terlihat sedang terangkat keatas, seperti sedang memohon sesuatu kearah langit.


Di sekelilingnya terlihat ada puluhan patung wanita lain, yang sedang berlutut, mengikutinya mengangkat kedua tangan keatas menghadap langit.


Mereka juga seperti sedang ikut berdoa mengikuti tuan mereka.


"Sayang sekali gadis sempurna ini harus menjadi patung di sini.."


Ucap Yu Ming sambil menatap patung, yang berdiri di hadapannya lekat lekat.


"Kakak ini, yang menjadi patung bukan cuma dia, kenapa yang kakak kasihani malah cuma dia..?"


"kalau pun kakak berhasil menghidupkan nya, aku yakin melihat rakyatnya semua menjadi begini.."


'Seumur hidup, dia juga tidak akan berbahagia dan berterima kasih ke kakak.."


Ucap Siau Sien Ce mengemukakan pemikiran nya.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Siau Sien Ce kamu ini ada ada saja, jangan bilang kamu cemburu dengan sebuah patung..?"


"Apa itu cemburu kak..?"


tanya Siau Sien Ce bingung.


Yu Ming tersenyum bingung dan berkata,


"He..He..He..! itu ya, aku sendiri juga kurang paham."


"Aku hanya pernah dengar dan lihat dari para dewa Dewi dan kedua orang tua ku saja.."


"Saat seorang dewa mendekati Dewi lainnya, pasangan nya akan marah, itulah yang di sebut cemburu.."


"Tapi aku sendiri juga kurang paham, apalagi dewa pria cemburu dengan sesama dewa pria karena wanita, sepertinya itu belum ada.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum canggung.


Siau Sien Ce wajahnya tiba tiba menjadi merah padam,.meski dia tidak sepenuhnya mengerti.


Tapi dia mulai bisa menangkap maksud arti kata itu, setelah di terangkan oleh Yu Ming.