
Siluman Naga Hitam yang berhasil mengunci tubuh lawannya.
Hingga terjatuh meluncur kebawah.
Dia sangat gembira, tapi sayangnya kegembiraan itu hanya sesaat, karena sesaat kemudian, yang di cengkram dan di lilit nya dengan erat menghilang, tidak tahu kemana.
Tahu tahu leher dan punggungnya yang berbalik di cengkram erat oleh Burung Garuda Bulu Emas Raksasa dari arah belakang.
Sebelum Siluman Naga Hitam sempat menyadari, apa yang sebenarnya terjadi.
Bagaimana lawannya yang sudah terkunci dan sedang meluncur kebawah, bisa tiba tiba hilang.
Kemudian berbalik muncul di belakangnya.
Tubuh Siluman Naga Hitam, sudah di bawah mendarat keras diatas tanah bebatuan.
"Braakkk...!!!"
Siluman Naga Hitam terseret puluhan meter diatas tanah.
Saat dia mencoba memberontak dengan sekuat tenaga.
Berusaha ingin melepaskan diri dari cengkraman sepasang cakar Burung Garuda Berbulu Emas Raksasa, jelmaan Dewa Er Lang.
Usaha nya menjadi sia sia belaka.
Saat sebuah Patukan keras dari paruh Burung Garuda Berbulu Emas Raksasa, tepat bersarang di bagian lehernya.
Seketika itu juga, Siluman Naga Hitam langsung lumpuh tak berdaya.
Siluman Naga Kepala Sembilan berusaha datang, untuk membantu dengan serangan semburan bisa, dan semburan kabut asap biru nya.
"Serrrr..!"
"Wusss..!!"
Tapi semua dengan mudah di halau oleh kibasan sepasang sayap Burung Garuda Berbulu Emas, yang besar dan kuat.
"Wussssh..!" "Wussssh..!"
"Wussssh..!" "Wussssh..!"
"Wussssh..!" "Wussssh..!"
"Wussssh..!" "Wussssh..!"
Semua serangan jarak jauh itu berhasil di kebut oleh sepasang sayap Burung Garuda itu, hingga buyar tak berbekas.
Melihat serangannya gagal, Siluman Naga Kepala Sembilan dengan nekad.
Mencoba melakukan serangan langsung dengan sembilan moncongnya, yang terbuka lebar.
Berusaha menyerang dari sembilan arah, tapi serangan nya gagal.
Karena Dewa Er Lang lagi lagi menghilang dari hadapan nya, saat muncul lagi.
Dewa Er Lang sudah berada di belakangnya, bersiap menebaskan kapak besarnya, tepat diarahkan ke sembilan kepala lawannya.
Semua kejadian cepat itu, selain Yu Ming, tidak ada yang bisa, melihat dengan jelas, mengapa Dewa Er Lang selalu di saat kritis bisa menghilang.
Lalu saat muncul lagi, sudah berada tepat di belakang lawannya.
Semua ini karena Dewa Er Lang punya ilmu sihir 73 perubahan, jadi di saat kritis.
Dia selalu bisa berubah menjadi apapun, yang dia kehendaki.
Dalam kasus ini, Dewa Er Lang berubah menjadi seekor lalat kecil, di saat dirinya terdesak.
Lalu dia menghilang dari hadapan lawannya.
Saat muncul lagi, dia kembali sudah berubah kebentuk, yang dia inginkan untuk menyerang lawannya.
Di sisi lain, Siluman Naga Kepala Sembilan, malah hampir saja serangannya nyasar, mengenai Siluman Naga Hitam, yang sedang terkapar tidak berdaya di sana.
Untungnya masih sempat di belokan oleh Siluman Naga Kepala Sembilan dengan cepat.
Tapi untuk serangan itu, Siluman Naga Kepala Sembilan harus membayar mahal.
"Brakkkk..! Brakkkk..! Brakkkk..!"
"Brakkkk..! Brakkkk..! Brakkkk..!"
"Brakkkk..! Brakkkk..! Brakkkk..!"
Sembilan kepalanya masing masing, menerima sebuah hantaman keras, Kapak Raksasa, yang di pegang di tangan Dewa Er Lang.
Hantaman keras itu, meski tidak membuat kepalanya, yang terlindungi sisik keras terbelah.
Tapi sudah cukup untuk mengguncang isi kepalanya, hingga sesaat Siluman Naga Kepala Sembilan pun ikut terkapar lumpuh tak berdaya, tidak jauh dari Siluman Naga Hitam terbaring.
"Dewa Pagoda sekarang..!"
Teriak Dewa Er Lang cepat.
Setelah dia berhasil melumpuhkan kedua Siluman Naga tersebut.
Hingga mereka berdua ikut terhisap, masuk kedalam Pagoda Ling Long.
Berkumpul dengan Siluman kura kura, yang sudah lebih duluan ada di sana.
Setelah memenjarakan kedua Siluman Naga itu, Dewa Pagoda menarik kembali pusaka nya untuk dia simpan.
"Menurut informasi Siluman Kura Kura tadi, Iblis Mimpi, dia ada di sekitar sini.."
"Ayo Siau Thian Cuan coba segera temukan dia.."
Ucap Dewa Er Lang memberi perintah.
Siau Thian Cuan membalas menjawabnya dengan suara menyalak sekali.
Setelah itu dengan mengandalkan daya penciumannya, Siau Thian Cuan langsung bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Dia langsung melesat meninggalkan puncak gunung itu, Siau Thian Cuan bergerak cepat menuruni puncak gunung, yang selalu di selimuti oleh es itu.
Dia terus bergerak menuju lereng pegunungan itu, yang kini terlihat di penuhi Hutan Pohon Pinus yang sangat lebat dan rimbun.
Dedaunan di pucuk pohon itu, sebagian tertutup oleh salju putih.
Siau Thian Cuan terlihat terus berlarian memasuki Hutan Pohon Pinus, yang sangat rimbun itu.
Dewa Er Lang dan yang lain, terbang melayang ringan menyusul di belakang Siau Thian Cuan.
Siau Thian Cuan sambil sesekali menyalak, dia terus berlari cepat seperti terbang, menebus hutan rimbun tersebut.
Rimbunnya dedaunan, membuat tempat tersebut tidak lah terlalu terang.
Langkah Siau Thian Cuan terhenti saat tiba di sebuah tebing curam, yang terpisahkan dengan seberangnya, dengan jarak ratusan meter jauh nya.
Di bawah sana terlihat ada sungai arung jeram, yang mengalir dengan sangat deras.
Hingga suara deburan airnya, terdengar jelas hingga di tepi tebing.
Siau Thian Cuan berhenti di sana, mengendus ngendus berputar putar, sambil menyalak sesekali.
Sesaat kemudian dia berubah kebentuk manusia nya dan berkata,
"Cu Kung kelihatannya kemungkinan Iblis itu ada di seberang sana.."
"Baunya terputus sampai di sini.."
"Tapi aku sendiri tidak begitu yakin, dia ada atau tidak di seberang sana.."
Ucap Siau Thian Cuan apa adanya.
Dewa Er Lang mengangguk dan berkata,
"Tidak masalah, kita periksa saja keseberang sana.."
"Sekecil apapun, asalkan ada sedikit jejak temuan nya, kita layak mencari tahu.."
Ucap Dewa Er Lang tegas
Siau Thian Cuan mengangguk cepat, dia kemudian bergerak duluan terbang keseberang sana.
Baru yang lain segera bergerak menyusulnya dari belakang.
Mereka semua melayang ringan terbang keseberang sana.
Siau Thian Cuan setelah mendarat di seberang sana, dia kembali berubah wujud menjadi seekor anjing.
Dia terlihat mengendus kesana kemari dengan bingung, dia sama sekali tidak melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu.
Mencoba masuk ke dalam hutan di depan sana, tapi dia hanya terlihat terus mengendus ngendus, berputaran di sekitar tepi jurang itu.
Sesaat kemudian Siau Thian Cuan kembali ke wujud manusia, dia memberi hormat kearah Dewa Er Lang.
"Cu Kung,.. maaf di seberang sini jejaknya malah benar benar tidak ada lagi."
Ucap Siau Thian Cuan dengan ekspresi wajah bingung.
Yu Ming melangkah maju kehadapan Dewa Er Lang dan berkata pelan,
"Kakak misan, biar aku saja yang turun kebawah sana menyelidikinya.."
"Bila Iblis itu bersembunyi di bawah sana, bau iblis dan aura iblis nya, pasti akan terdeteksi oleh ku.."
"Bila dia bersembunyi di bawah sana, aku pasti akan sekalian menangkap nya."
Ucap Yu Ming penuh keyakinan.
"Baiklah kamu berhati hatilah, musuh di gelap kita di terang, kita akan lebih mudah menjadi targetnya."
Ucap Dewa Er Lang yang lebih berpengalaman, mengingatkan Yu Ming.
Meski secara kemampuan, Yu Ming mungkin diatasnya, tapi Yu Ming masih muda.
Tentu pengalaman masih jauh di bawah Dewa Er Lang.