
Siluman Burung Garuda Putih, melakukan manuver di sela sela tebing gunung es.
Dia melakukan gerakan cepat, naik turun menghindari penghalang yang di temuinya.
Dengan gerakan manuver seperti itu, Burung Garuda Putih berharap penghalang penghalang ini, akan menghambat pergerakan Yu Ming yang terus mengejarnya.
Lebih baik lagi bila Yu Ming menabrak penghalang dan mampus.
Sehingga bisa menghemat tenaganya, untuk berhadapan dengan penguntitnya yang menyebalkan ini.
Tapi Siluman Burung Garuda Putih salah besar, bermain main seperti ini.
Justru sangat di nikmati oleh Yu Ming yang bertubuh kecil.
Berbeda dengan Siluman Burung Garuda Putih, yang bertubuh. besar dan bersayap lebar.
Setiap bagian yang dia rasa sulit, justru terasa mudah oleh Yu Ming.
Jarak diantara mereka bukannya semakin melebar, tapi justru semakin pendek.
Setelah beberapa saat melakukan manuver tanpa hasil, akhirnya Siluman Burung Garuda Putih nyerah.
Dia tidak melanjutkan gerakan terbang bermanuver lagi.
Dia mencari sebuah tempat yang luas dan sepi, terletak di tepi sungai es yang berair jernih dan deras.
Siluman Burung Garuda Putih akhirnya melemparkan mangsanya, jatuh berguling guling diatas tumpukan salju.
Dia sendiri sambil memekik marah, melakukan gerakan memutar balik.
"Yikkkkkkk....!"
"Kaokkk..! Kaokkk..! Kaokkk..!"
Siluman Burung Garuda Putih melakukan serangan balik, dengan cengkraman sepasang kakinya, yang mendatangkan suara bercuitan membelah udara.
"Cuiiit..!"
Cuiiit..!"
Cuiiit..!"
Dia juga memberikan pukulan dengan sepasang sayapnya, yang mendatangkan angin menderu deru secara bergantian.
"Wussss..!" "Wussss..!"
Wussss..!" "Wussss..!"
Di tambah dengan Patukan paruhnya yang besar kuat dan sangat tajam.
Dalam satu kali serang, Yu Ming serasa menghadapi 5 lawan, yang menyerang nya secara serentak.
Dengan gerakan menyelinap kesana kemari, Yu Ming berhasil menghindari serangan sepasang cakar kuat Siluman Burung Garuda Putih itu.
Tapi kibasan sepasang sayap dan Patukan paruh nya yang dahsyat, Yu Ming sudah tidak ada waktu untuk menghindar lagi.
Dia terpaksa menggunakan kaki tangannya, untuk menangkis serangan yang tiba.
"Plakkkk...!"
"Plakkkk...!"
"Brakkkk...!"
Kesudahan dari ketiga benturan keras itu, tubuh Yu Ming diam tidak bergeming di tempat.
Sedangkan Siluman Burung Garuda Putih, terpental hingga menabrak dinding tebing.
Hingga longsoran salju berguguran.
Siluman Burung Garuda Putih menggoyang goyangkan kepalanya, mengusir rasa pusingnya.
Setelah itu dia mengibas ngibaskan sayapnya dengan kuat, hingga menimbulkan suara angin menderu deru dengan sangat kuat
"Kaook,..! Kaook,..! Kaook,..! "
Siluman Burung Garuda Putih mengeluarkan suara teriakan penuh kemarahan.
Sebelum kedua kakinya yang besar dan berkuku runcing menjejak tanah.
Lalu dia melayang ke arah Yu Ming, untuk kembali melancarkan serangan beruntun dengan sepasang cakar nya.
Di bantu dengan tamparan kuat sepasang sayapnya.
"Plakkkk..!" Plakkkk..!" Plakkkk..!"
"Plakkkk..!" Plakkkk..!" Plakkkk..!"
"Plakkkk..!" Plakkkk..!" Plakkkk..!"
Terdengar suara benturan kaki tangan Yu Ming, saat menangkis setiap serangan Siluman Burung Garuda Putih yang datang menyerang nya.
"Peringatan terakhir, bila kamu masih tidak berubah, jangan salahkan saya..!"
"Bila hari ini aku memusnahkan mu..!"
bentak Yu Ming sambil menangkis dan menghindari serangan Siluman Burung Garuda Putih.
Sejauh ini Yu Ming hanya menghindar dan menangkis, dia belum melakukan serangan balasan.
Tapi Siluman Burung Garuda Putih, tidak menghiraukan peringatan dari Yu Ming.
Sebaliknya dia malah semakin mempergencar dan memperkuat serangannya.
"Bressss..! Bressss..! Bressss..!"
Yu Ming akhirnya kehabisan kesabaran, dia kembali mencabut pedang Xuan Yuan.
Kemudian memutar nya menjadi segulung sinar emas, bergulung gulung melindungi seluruh tubuhnya.
"Bressss..! Bressss..! Bressss..!
Terdengar kibasan sayap Siluman Burung Garuda Putih, yang berbenturan dengan pedang Xuan Yuan.
Sehingga bulu Siluman Burung Garuda Putih yang indah, terlihat berguguran melayang layang di udara.
Di susul dengan suara benturan cakar dan paruh yang keras.
"Trangggg..! ,Trangggg..!"
"Trangggg..! ,Trangggg..!"
"Trangggg..! ,Trangggg..!"
Benturan keras kali ini, berulang kali menimbulkan percikan kembang api, seperti benda logam saling bergesek, ataupun saling berbenturan dengan keras.
Burung dan Manusia tidak ada yang mau saling mengalah, mereka masih terus saling serang.
Tapi semakin lama terlihat jelas Siluman Burung Garuda Putih, yang semakin terdesak, bulu bulu indahnya banyak yang terlepas berhamburan di udara.
Beberapa bagian di tubuhnya juga sudah mengalami luka luka berdarah.
Siluman Burung Garuda Putih akhirnya menjauhi Yu Ming, dia menggunakan sepasang sayapnya, untuk menghempaskan bongkahan batu es di sekitar sana, melempari Yu Ming.
Yu Ming terpaksa memutar pedangnya, untuk menangkis serangan dari Siluman Burung Garuda Putih itu.
Memanfaatkan Yu Ming yang sedang sibuk, Siluman Burung Garuda Putih yang merasa, baik dari segi kecepatan, kekuatan, dia tidak mungkin mengalahkan Yu Ming.
Dia segera terbang keatas puncak tebing, lalu Siluman Burung Garuda Putih, itu menggunakan sepasang sayapnya, sekuat tenaga dia menghancurkan puncak tebing.
Membuat guncangan dahsyat, hingga terjadi longsoran batu es menyerang kearah Yu Ming di bawah sana.
"Brakkkk..!" "Brakkkk..!" "Brakkk..!"
"Brakkkk..!" "Brakkkk..!" "Brakkk..!"
"Kaboooom...!"
"Blaaarrr...!"
"Gubrakkkk..!"
Longsoran salju tebal, akhirnya jatuh kebawah menimpa kearah Yu Ming.
Yu Ming bergerak cepat menyambar tubuh, yang sedang tergeletak tengkurap tidak bergerak itu.
Setelah nya, dia segera melesat meninggalkan daerah longsoran salju itu.
"Gubrakkkk...!!!"
"Wussssh..!"
Longsoran salju yang datang bergulung gulung, bersama bongkahan batu es sebesar besar perut kerbau.
Jatuh menutupi seluruh area tersebut.
Yu Ming yang terbang melayang di udara, sambil memondong sesosok tubuh di bahunya.
Dia berhasil keluar dari jebakan longsoran salju yang kini sudah menutupi seluruh tempat itu.
Bahkan sebagian sungai di bawah sana, juga sudah tidak terlihat lagi, ikut terkubur oleh longsoran salju.
Dari udara, Yu Ming yang melihat Siluman Burung Garuda Putih sudah terbang jauh meninggalkan tempat itu.
Dari kejauhan hanya terlihat tinggal sebuah titik putih, dia hanya bisa berdecak kesal.
"Huhh,..dasar licik,..!"
"Lain kali bila bertemu, awas kamu.."
ucap Yu Ming melampiaskan kekesalannya.
Sesaat kemudian Yu Ming pun melesat meninggalkan tempat itu.
Yu Ming sambil terbang, dia mengedarkan pandangannya, mencari cari tempat yang cocok, untuk menyadarkan orang di dalam pondongan nya, yang sampai kini masih pingsan, belum sadarkan diri.
Akhirnya dia berhasil menemukan, sebuah tempat yang tidak begitu jauh dari tempat pertempuran.
Di sana masih ada sebuah tanah kosong, yang di aliri oleh sebatang anak sungai berair jernih.
Tempat itu cukup kering dan bersih.
Menemukan tempat yang cocok, Yu Ming segera meluncur ke tempat tersebut.
Dengan ringan Yu Ming mendarat ditepi sungai itu.
Yu Ming menghampiri sebuah batu besar, yang terletak tidak jauh dari tepi sungai.
Dengan hari hati Yu Ming menurunkan orang yang di pondong di bahunya itu.
Orang itu Yu Ming turunkan duduk bersandaran ke batu besar di belakang nya.
Wajah orang itu yang tertutup rambut, dengan mengenakan pakaian bulu yang besar dan tebal, membuat Yu Ming sulit mengenali orang, yang di tolong nya itu pria atau wanita.
Yu Ming dengan hati hati merapikan rambut, orang yang sedang pingsan itu, sehingga perlahan lahan kini terlihat lah dengan jelas wajah asli orang yang di tolong nya itu.