
Setelah para pengawal bawahan Yu Long pergi.
Hua Sien Ce dengan langkah terburu-buru segera menghampiri Yu Ming.
"Yu Ming ke ke bagaimana keadaan mu.."
Tanya Hua Sien Ce cemas, sambil maju membantu memapah Yu Ming, menuju kursi terdekat.
Yu Ming memaksakan diri nya untuk tersenyum dan berkata,
"Tidak apa apa, hanya luka luar.."
"Satu dua hari juga sembuh.."
Hua Sien Ce sambil menatap Yu Ming dengan cemas, dia berusaha membantu memapah Yu Ming menuju kursi terdekat.
Dengan di bantu komandan pengawalnya, dari sisi lainnya.
Hua Sien Ce akhirnya berhasil membantu Yu Ming untuk duduk.
Setelah itu dia dengan hati hati, memberikan semangkuk air ke Yu Ming.
"Yu Ming ke ke,.. kamu minumlah dulu sedikit .."
Ucap Hua Sien Ce sambil menyodorkan semangkuk air kehadapan Yu Ming.
Yu Ming mengangguk pelan menerimanya dan berkata pelan,
"Terimakasih Hua er.."
Yu Ming mencoba untuk minum, membasahi bibir dan rongga mulutnya yang kering.
Tapi begitu air masuk, Yu Ming sedikit meringis, dia merasakan nyeri luar biasa di seluruh rongga mulutnya.
Melihat hal ini Hua Sien Ce segera bertanya dengan cemas.
"Yu Ming ke ke kamu kenapa ?"
Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,
"Tidak apa-apa hanya sedikit sariawan saja.."
"Satu dua hari juga akan sembuh ."
"Coba saya lihat.."
Ucap Hua Sien Ce mendekati wajah Yu Ming dalam jarak begitu dekat.
Hingga nafasnya yang wangi yang semerbak dan hangat menggoda, langsung menyerang penciuman dan indera perasa Yu Ming.
Yu Ming buru buru menahan kedua bahu Hua Sien Ce dengan lembut dan berkata,
"Tidak perlu Hua er terimakasih.."
"Nanti kamu bantu berikan air garam sehari 3 kali untuk ku.."
"Aku akan menggunakannya, untuk berkumur, itu sudah lebih dari cukup. "
Ucap Yu Ming berusaha menjaga jarak.
Agar tidak menimbulkan urusan dan salah paham baru yang lebih rumit.
Bagaimana pun statusnya kini adalah suami orang, yang sedang menjalani hukumannya.
Sedangkan Hua Sien Ce adalah seorang putri yang berkedudukan tinggi.
Yu Ming sangat menyadari hal itu, sehingga dia sudah memutuskan tidak akan terlalu dekat dengan Hua Sien Ce .
Karena dia tahu persis, gadis itu sudah lama menaruh perasaan dengan nya.
Andaikan waktu bisa di putar kembali, dia bisa lebih dulu mengenal Hua Sien Ce sebagai seorang gadis.
Tentu keseluruhan ceritanya akan berbeda, tapi itu adalah tidak mungkin.
Waktu dan takdir tidak mungkin bisa di rubah dan di putar putar ulang sesuka hati.
Jadi dia hanya bisa menjalani pilihan yang sudah di pilih nya dengan tegar tanpa keluhan.
"Mana bisa begitu, keadaan mu seperti ini.."
"Setidaknya biarlah aku merawat mu dulu beberapa hari."
"Setelah kamu sembuh baru kamu boleh pergi menjalani hukuman mu ."
Ucap Hua Sien Ce sedikit cemberut dan tidak puas.
Sebagai wanita yang berperasaan halus, tentu dia sangat peka.
Dia tahu Yu Ming sengaja menjaga jarak darinya.
Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,
"Hua er kamu dengarkan aku, percayalah Yu Ming ke ke tidak apa apa..'
"Yu Ming ke ke masih mampu menjalaninya..kamu boleh tenangkan hati mu.."
"Kamu harus percaya dan yakin dengan Yu Ming ke ke, baru Yu Ming ke ke punya semangat untuk menjalani semua ini.."
Dengan wajah kesal Hua Sien Ce berkata,
"Kamu suruh aku bagaimana bisa tenang dan percaya.."
"Lihat kondisi mu sekarang berdiri dan berjalan saja susah, bahkan untuk minum pun sulit.."
"Kamu suruh aku bagaimana bisa melepaskan mu pergi menjalani hukuman..?"
Ucap Hua Sien Ce berkeras.
Melihat tatapan mata Hua Sien Ce , Yu Ming yang sudah lama mengenal nya.
Dia tahu saat ini memaksanya akan percuma, gadis ini sangat keras dia tidak mungkin bisa merubah pendiriannya.
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah aku setuju, tapi ada syaratnya.."
"Apa itu..?"
Tanya Hua Sien Ce penasaran.
Yu Ming tersenyum dalam hati, sifat sahabatnya ini tidak pernah berubah masih seperti dulu, begitu polos dan mudah di tebak.
"Begini aku akan di sini, menerima perawatan mu, hingga pulih total baru pergi jalani hukuman.."
"Tapi setelah aku pulih, kamu harus segera pulang kembali ke lapis langit 36.."
"Sebaiknya kamu jauh jauh dari istana, jangan pergi mencari masalah dengan Yu Long.."
"Hiduplah dengan tenang bersama ibu Hua Sien Ku, sesekali saja bila ingin mengunjungi Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang.."
"Bila kamu setuju aku akan menuruti mu.."
"Bila tidak maka aku akan tetap pergi jalani hukuman.."
Ucap Yu Ming serius.
"Kakak Jahat..! mengapa kakak harus mengancam ku seperti itu..!?"
"Mengapa kakak terus mengusir ku, seperti aku ini lalat pengganggu !?."
"Orang sudah tidak menghendaki mu,..! mengapa kakak tetap saja tidak bisa berpikiran terbuka..!"
"Lupakan lah dia, yang begitu tipis kepercayaan dan keyakinan nya pada mu..!"
"Buat apa kakak menyia nyia kan..!"
"Cukup Hua er...!"
Potong Yu Ming serius.
"Itu urusan pribadi ku, siapapun tidak aku perkenankan mencampurinya.."
"Termasuk kamu Hua er,.. hargailah privasi ku.."
Ucap Yu Ming kurang senang.
Lalu dia langsung memaksakan diri untuk bangun, setelah itu dengan tertatih tatih.
Yu Ming memaksakan diri berjalan ingin meninggalkan tenda Hua Sien Ce.
Melihat hal ini, Hua Sien Ce menjadi cemas.
Dia segera menghampiri ingin membantu memegang tangan Yu Ming.
Tapi Yu Ming menepisnya dan terus bergerak berjalan seiring diri.
Hua Sien Ce kehabisan akal, dia sedikit menyesal dengan ucapan nya yang sedikit kelewatan tadi.
Hua Sien Ce akhirnya mengalah dan berkata,
"Yu Ming ke ke tunggu.."
"Baiklah Hua er berjanji pada kakak.."
"Hua er akan menuruti permintaan kakak tadi.."
"Maafkan Hua er, Hua er tahu salah..apa begitu sudah boleh..?"
Ucap Hua Sien Ce sedikit sesunggukkan menahan tangis.
Airmatanya sudah berjatuhan tak tertahankan lagi.
Yu Ming menghentikan langkahnya, dia lalu membalikkan badannya dan berjalan pelan menghampiri Hua Sien Ce .
Yu Ming mengulurkan tangannya membelai lembut kepala Hua Sien Ce dan berkata,
"Hua er maafkan kakak.."
"Kakak lakukan semua ini, untuk keamanan mu.."
"Kamu harus paham, kini kakak bukan lagi Yu Ming yang sanggup melakukan apapun sesuka hati.."
"Kamu pahamkan maksud kakak..?"
Hua Sien Ce mengangguk pelan dan berkata,
"Yu Ming ke ke bolehkah aku pinjam bahu mu untuk.."
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Bila itu bisa membuat mu merasa lebih baik, maka lakukanlah.."
"Kamu adalah sahabat ku yang paling baik di dunia ini.."
"Aku tidak mungkin bisa menolaknya, bila bukan demi kebaikan mu.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum lembut.