LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PERTEMPURAN DI DEPAN TEBING ES


Yu Ming menghela nafas panjang, dia tidak enak hati menolak permintaan Dewa senior, seperti Dewa Bintang.


Akhirnya dia menoleh kearah Yu Lek dan Siau Sien Ce,


"Baiklah, kalian berdua boleh tinggal."


"Tapi ingat harus selalu di sisi Dewa Bintang, tidak boleh sembarangan pergi, apalagi tanpa ijin dari beliau.."


",Bila tidak nurut, kamu Yu Lek pasti akan di kembalikan ke ayah dan ibu.."


"Kamu Siau Sien Ce, bersiaplah kembali ke asal mu.."


Ucap Yu Ming mengancam,


Tapi dia sengaja merahasiakan soal tempat tinggal Siau Sien Ce di langit lapis 9, dan soal gurunya Ciu Thian Sen Ni.


Ancaman Yu Ming cukup efektif, kedua anak itu mengangguk cepat.


Setelah itu mereka buru buru kembali bersembunyi di belakang Dewa Bintang.


Setelah menyelesaikan masalah pribadinya, dengan Yu Lek dan Siau Sien Ce.


Yu Ming baru kembali mengikuti acara pertemuan, pembicaraan rencana penahlukkan Kerajaan Iblis.


Terlihat di sana Dewa Er Lang yang memimpin pertemuan tersebut menggantikan Yu Ming,


Yu Ming saat hadir diantara mereka, dia juga tidak berkata apa-apa, hanya menjadi pendengar setia saja.


Baru setelah suasana sepi, tidak ada lagi yang melemparkan ide, Dewa Er Lang baru menoleh kearah Yu Ming dan berkata,


"Pangeran Mahkota bagaimana menurut mu..?"


Tanya Dewa Er Lang


Yu Ming terdiam sejenak dan berkata,


"Tadi tidak berhasil kemungkinan karena, kita memerlukan Hawa Iblis yang jauh lebih kental dan lebih banyak, untuk menutupi Hawa Dewa kita.."


"Dengan begitu, kita baru bisa coba masuk kedalam sana.."


"Mungkin kita bisa coba dengan bawa 5, atau bawa 3 anggota pasukan Kerajaan Iblis, untuk membantu kita masuk.'


"Tapi cara ini tentu saja akan membuat kekuatan kita, yang bisa masuk agak terbatas."


"Sehingga kita akan atur, hanya pasukan unggulan dan terbaik, yang akan terpilih, untuk ikut masuk kedalam sana."


Ucap Yu Ming memberikan saran, yang sama dengan pemikiran Siau Sien Ce tadi.


Dewa Er Lang mengangguk setuju, yang lain pun terlihat bisa menerima saran yang cukup.masuk akal itu.


Dewa Matahari pun berkata,


"Kalau begitu biar aku suruh putra ku pergi mencobanya.."


"Bila berhasil, besok kita akan masuk melakukan pengejaran dengan kekuatan terbaik kita.."


Semua yang hadir mengangguk setuju, kali ini mereka semua tidak pagi ikut berangkat kesana.


Mereka hanya diam menunggu hasil laporan dari putra Dewa Matahari, yang sudah pergi menjalankan tugas dari ayah nya.


Tidak lama kemudian putra Dewa Matahari pun kembali ke kemah dengan wajah ceria.


Melihat ekspresi wajahnya, semua yang hadir pun bisa menebak.


Pasti ada kabar positif, yang di bawa oleh putra Dewa Matahari yang baru saja pulang menjalankan tugas uji cobanya.


"Ayah berhasil, kita sudah mencobanya."


"Hanya perlu hawa dua pasukan kerajaan iblis, untuk membantu kita bisa masuk kedalam."


Mendengar laporan putranya, Dewa Matahari pun tertawa gembira dan berkata,


"Bagus Putra ku, kalian telah bekerja dengan sangat baik."


"Sekarang kalian berlima pergilah pilih pasukan terbaik kita, untuk persiapan pertempuran besok.."


Ucap Dewa Matahari cepat.


Kelima putranya segera memberi hormat ke Dewa Matahari.


Setelah itu, mereka segera meninggalkan tempat pertemuan, pergi menjalankan tugas, dari ayahnya.


Jendral You dan Cuo juga menyusul pergi setelah memberi hormat ke Yu Ming.


Ping Ru Meng sebelum pergi sempat mencuri lihat kearah Yu Ming.


Sebelum kemudian dia menyusul Yu Long meninggalkan tempat tersebut.


Yu Ming tidak menyadarinya, karena dia sedang di ajak ngobrol oleh 8 dewa.


Saat dia menyempatkan diri melirik kearah Ping Ru Meng, gadis yang sangat menarik perhatiannya itu.


Telah pergi meninggalkan tempat tersebut.


Yu Ming pun kembali berfokus ngobrol dengan para Dewa yang hadir di sana.


Ruo Lan yang hadir di sana, sepanjang acara pertemuan, dia juga tidak berhenti menatap ke arah Yu Ming penuh kagum.


Sayangnya Yu Ming sama sekali tidak pernah melihat kearahnya.


Sebagai wanita yang berperasaan halus, dia juga sadar Yu Ming lebih tertarik dengan Ping Ru Meng, ketimbang dirinya, maupun Fei Ying, yang bakal menjadi calon jodoh nya.


Meski agak kecewa, tapi Ruo Lan masih menyimpan harapan.


Di mana suatu hari nanti Yu Ming bisa berbalik tertarik oleh ketulusan nya.


Dia tidak akan pernah menyerah, dia akan terus berusaha.


Agar Yu Ming benar benar sepenuhnya menjadi pasangan hidupnya kelak.


Pikir Ruo Lan bertekad di dalam hati.


Begitu matahari terbit, seluruh pasukan gabungan terbaik, di bawah pimpinan Yu Ming.


Mereka mulai mencoba menembus lapisan Hawa pelindung Kerajaan Iblis.


Dengan menggunakan tahanan sebagai tameng tanpa kesulitan, mereka semua bisa mulai bergerak memasuki lapisan perisai pelindung Hawa Iblis.


Yu Ming memimpin mereka melewati hamparan salju luas, yang menutupi dataran tersebut.


Di bagian paling ujung sana, terlihat deretan tebing gunung es, yang di bagian tebingnya.


Terlihat banyak Gua besar kecil.menghiasi tebing gunung es tersebut.


Tempat itu terlihat sepi dan lenggang, seperti tidak ada siapapun di sana.


Yu Ming yang curiga dengan jebakan yang di persiapkan lawan.


Dia bersikap hati hati memimpin pergerakan, semua orang yang mengikutinya.


Perlahan-lahan mereka bergerak mendekati dinding tebing, yang terlihat di penuhi oleh Gua, yang jumlahnya tidak terhitung saking banyaknya.


Hingga mereka tiba di ujung tebing, tetap saja tidak terlihat ada tanda tanda kemunculan pihak Kerajaan Iblis.


Pihak Kerajaan Iblis. seolah olah lenyap begitu saja, di telan oleh tempat yang sunyi sepi dan sangat dingin itu.


Yu Ming memberi kode pada para Dewa utama, untuk bergerak melakukan pemeriksaan kedalam Gua.


Yu Ming sendiri langsung melayang naik keatas, menuju salah satu mulut Gua yang letaknya paling tinggi.


Saat Yu Ming.mencoba terbang mendekati mulut Gua.


Terlihat Thian Mo dan Ti Mo lah yang melesat keluar dari dalam Gua.


Mereka langsung menyerang Yu Ming dengan sepasang pedang hitam putih mereka.


Ribuan bayangan pedang, melesat menerjang kearah Yu Ming, memaksanya untuk bergerak mundur menjauhi mulut Gua.


Begitu Thian Mo dan Ti Mo bergerak, dari balik tumpukan salju di bagian belakang barisan pasukan kahyangan.


Tiba tiba muncul pasukan gabungan Siluman, raksasa, dan pasukan iblis, bergerak menyerang dari segala arah.


Mereka begitu muncul langsung membantai pasukan kahyangan yang sedang kaget, karena mendapatkan serangan mendadak.


Hal ini membuat sebagian besar, pasukan gabungan dari pihak Dewa Dewi jatuh berguguran.


Para Dewa utama, yang melihat hal itu, mereka segera bergerak pergi memberikan bantuan.


Perang campur aduk Dewa melawan iblis pun kembali pecah.


Dewa Matahari kini berhadapan dengan Iblis Es.


Sedangkan Dewa Bulan berhadapan dengan Iblis Api.


Delapan Dewa berhadapan dengan Iblis Hitam, Iblis Putih, Iblis Mimpi, Iblis Wajah Seribu, Iblis Tangan Delapan, Iblis Bertanduk, Iblis Tenaga Besar, Iblis Kematian.