
"Kreekk..! Kreekk..! Kreekk..!"
"Kreekk..! Kreekk..! Kreekk..!"
"Kreekk..! Kreekk..! Kreekk..!"
Terdengar suara bunyi kain di potong oleh gunting di tangan Yu Ming.
Karena suasana Gua yang tenang dan hening, suara kain di gunting pun terdengar dengan begitu jelas.
Satu persatu kain pembalut itu, terpotong, perlahan lahan lilitan kain itupun satu persatu mulai terlepas.
Setelah berhasil melepaskan sebagian besar kain pembalut, yang melilit bagian dada Siau Sien Ce .
Pemandangan aneh tidak biasa mulai terlihat.
Yu Ming meski agak heran, tapi dia tetap melanjutkan pekerjaannya, tanpa banyak berpikir.
Hingga lapisan terakhir ter gunting putus, seluruh kain lilitan terbuka.
Sepasang mata Yu Ming kembali terbelalak tak percaya, menatap pemandangan di hadapannya.
Yu Ming buru buru menutup matanya, kemudian dia menyambar pakaian Siau Sien Ce yang berserakan.
Sekenanya, dia menutupi bagian yang terbuka lebar itu.
"Hahhh..! mampus..! dia benar benar Niang Niang Ciang asli.."
"Tubuhnya wanita, wajahnya pria.."
"Tidak mungkin seorang pria mau pakai kain merah penutup dada dan perut seperti itu."
"Kecuali masih kecil, sungguh gila sudah ni orang.."
"Ahh peduli.."
"Saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan nyawanya .."
"Bila tidak, semua usaha ku hari ini akan jadi sia sia."
Ucap Yu Ming sibuk bergumam sendiri sambil menyiapkan peralatan pengobatan.
Setelah menguatkan tekadnya, Yu Ming kembali berbalik menghadap ke arah Siau Sien Ce.
"Maafkan aku,.. Siau Sien Ce.."
Ucap Yu Ming.
Lalu dengan tangan gemetar, dia menyingkap sedikit kain penutup di bagian dada atas Siau Sien Ce yang terluka.
Yu Ming melihat di kulit Siau Sien Ce yang putih mulus, ada 3 titik hitam, yang terus mengeluarkan darah merah kehitaman.
"Di sini.."
Batin Yu Ming.
Yu Ming segera mengeluarkan sepotong besi hitam sebesar kepalan tangan.
Lalu besi hitam itu dia tempelkan ke titik hitam di luka Siau Sien Ce.
Saat batu hitam itu diangkat perlahan lahan dari luka Siau Sien Ce.
Tidak terlihat ada benda yang menempel di batu hitam itu.
"Ahhh bodohnya aku, Siluman Laba Laba pasti tidak menggunakan benda logam, untuk menyerang."
Gumam Yu Ming dalam hati, memaki kebodohannya sendiri.
"Dia pasti menggunakan bagian dari tubuhnya, yang keras dan tajam, yang bisa di jadikan sebagai senjata rahasia buat menyerang.",
Pikir Yu Ming dalam hati,.
"Tiada cara lain, Siau Sien Ce kamu tahan sebentar.."
Ucap Yu Ming.
Setelah itu Yu Ming membungkukkan sedikit badannya, lalu mengarahkan wajahnya mendekat kearah luka di dada Siau Sien Ce.
Yu Ming kemudian menempelkan bibirnya di dada Siau Sien Ce, Yu Ming memejamkan matanya untuk mengumpulkan konsentrasi penuh.
Yu Ming mengerahkan hawa saktinya, untuk menghisap keluar satu persatu bagian tubuh dari Siluman Laba Laba, yang bersarang di luka Siau Sien Ce.
Berulang kali Yu Ming, harus meludah keluar darah hitam kental, berbau busuk, yang keluar dari luka Siau Sien Ce.
Hingga akhirnya benda itu, ujungnya sedikit keluar dari luka di bagian dada atas Siau Sien Ce.
Yu Ming segera menggunakan giginya menjepit benda itu, lalu mencabutnya keluar.
Ternyata benda berwarna hitam itu, adalah bagian ujung dari kuku kaki laba laba yang runcing dan tajam.
Mirip sebatang paku tajam, yang tidak berkepala.
Yu Ming melakukan hal itu berulang kali, hingga ketiga benda yang bersarang di luka Siau Sien Ce.
Akhir nya berhasil dia keluarkan semua.
Yu Ming baru bisa menghentikan kegiatannya menghisap luka Siau Sien Ce.
Terakhir dia baru menaburkan obat luka, Yu Ming dengan hati hati.
Kemudian Yu Ming membantu menutup luka itu dengan memasangkan kain bersih sebagai penutup luka, baru dengan hati hati, Yu Ming membantu Siau Sien Ce bangun duduk.
Lalu Yu Ming membantu membalut luka Siau Sien Ce serapi yang dia bisa.
Terakhir Yu Ming baru membantu meminumkan sebutir pil pembersih racun, kedalam mulut Siau Sien Ce.
Setelah semua nya beres, Yu Ming kemudian membantu mengenakan kembali pakaian Siau Sien Ce sebisanya.
Setelah nya, dia langsung melangkah keluar dari dalam Gua tersebut.
Saat Yu Ming keluar dari dalam Gua, tempat itu telah sepi.
Tidak terlihat ada siapapun di sana.
Yu Ming menebak pertempuran kemungkinan besar telah selesai.
Semua Dewa Dewi dan pasukan kahyangan, kemungkinan sudah kembali ke markas, sambil membawa para tawanan kesana.
Yu Ming memilih duduk di depan gua, mengambil.posisi duduk bersila, untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Energinya cukup banyak terkuras, dalam pertempuran melawan Thian Mo dan Ti Mo, yang bila bergabung, kemampuan mereka bahkan masih diatas Iblis Asura.
Yu Ming tidak tahu berapa lama, dia menghabiskan waktu duduk bersila di sana.
Dia baru membuka kembali matanya, saat dia menangkap ada suara pergerakan halus di belakangnya.
"Kakak,.. apa kakak yang mengobati luka ku..?"
Tanya Siau Sien Ce dengan suara lirih.
Yu Ming tidak berani menoleh kebelakang, dia hanya menanggapi nya dengan anggukkan pelan.
"Jadi kakak sudah...?"
Ucap Siau Sien Ce yang tidak mampu melanjutkan ucapannya karena malu.
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,
"Setiap orang punya rahasia dan punya alasan sendiri.."
"Maaf dalam kondisi terpaksa, aku tidak sengaja telah mengetahui sedikit rahasia pribadi mu..."
"Hanya saja sebagai teman mu, dengarlah nasehat ku.."
"Bila kamu ingin jadi wanita, maka jadilah sepenuhnya, jangan setengah setengah.."
"Plakkkk...!"
"Aduh...!"
Jerit Yu Ming kaget, sambil memegangi kepala belakangnya yang terasa panas dan agak sakit.
Kepala Yu Ming ditempeleng oleh Siau Sien Ce dengan keras dari belakang.
Hingga wajahnya sedikit tersuruk kedepan, bila tidak di tahan oleh tangan nya.
Wajahnya pasti sudah mencium tumpukan salju di hadapan nya.
"Sudah gila kau ya, di tolong, di nasehati malah aku di hadiahi tempeleng..!"
Teriak Yu Ming sambil menoleh tidak puas kebelakang.
Tapi Siau Sien Ce tidak ambil peduli, dengan kesal dia membanting kakinya.
Setelah itu dia langsung masuk kembali kedalam Gua.
Dia lalu berbaring di atas ranjang batu sambil memunggungi mulut gua.
Yu Ming sendiri sambil menggosok gosok kepala belakang nya, dia berkata,
"Pria sejati jangan ambil hati dan ribut dengan Niang Niang Ciang."
"Biarkan saja, jangan meladeninya, itu yang terbaik."
Ucap Yu Ming mengomel sendiri.
Lalu dia kembali melanjutkan meditasi nya.
Hingga matahari terbit,.di mana sinarnya yang lembut menyinari pelupuk mata Yu Ming.
Yu Ming pun membuka kembali matanya dengan pelan pelan.
Yu Ming menoleh kedalam Gua, menangkap di dalam sana belum ada pergerakan.
Yu Ming pun bergumam sendiri, "Mumpung dia masih tidur, biar aku coba selidiki Gua di puncak sana.."
"Sikap Thian Mo dan Ti Mo kemaren agak mencurigakan, mereka terlihat sangat memproteksi Gua tersebut, mungkin di sana ada tersembunyi sesuatu.."
Batin Yu Ming seorang diri dengan agak penasaran.