LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
CUCU KEPALA DESA


"Mereka tertarik ingin mengambil hati jantung dan nyali anak Siluman Kelelawar itu, untuk di jadikan bahan obat.."


"Makanya mereka di amuk oleh Siluman Kelelawar itu, dari 10 hanya tersisa 2, yang pura pura mati.."


"Sehingga berhasil lolos dari maut dan bisa kembali kedesa lagi.."


"Setelah mengetahui duduk perkara, seluruh penduduk desa menjadi sangat marah, dan segera mengusir kedua pemburu itu dari desa kami.."


"Keesokan harinya kedua pemburu itu, mayatnya di temukan di mulut desa.."


"Sejak saat itu Siluman Kelelawar hampir setiap malam, selalu datang kemari.."


"Siluman itu menculik anak kecil, untuk di hisap darah dan otaknya, lalu mayatnya dia lempar di depan mulut desa. "


"Apa tidak ada yang mencoba untuk meninggalkan desa ini, mencari selamat..?"


Tanya Ping Ru Meng penasaran.


A Niu menghela nafas panjang dan berkata,


"Ada keluarga Cai, keluarga Suang... kamu kenal lah sama mereka.."


"Mereka juga teman main kita dulu.."


Ping Ru Meng mengangguk, dia menjadi semakin penasaran dan berkata,


"Lalu bagaimana ? A Cai dan A Suang bersama keluarganya, apa mereka berhasil.?"


Rekan A Niu yang membantu menjawab, karena A Niu sendiri sedang tertunduk sedih mengenang nasib kedua sahabat nya itu.


"Tidak ada yang berhasil, dua keluarga yang berjumlah 13 orang besar tua kecil, semuanya di habisi oleh Siluman itu ."


"Mayat mereka semua, oleh Siluman itu di lempar di mulut desa.."


Ucap rekan A Niu sambil menghapus setitik air matanya.


Ping Ru Meng terlihat geram dan marah dengan cerita itu.


"Keparat Siluman itu benar benar keji.."


Ucap Ping Ru Meng geram.


Yu Ming menepuk pundak kekasihnya dengan lembut dan berkata,


"Semua ada sebab dan ada akibatnya.."


"Kamu tenanglah, aku pasti akan bantu menangkapnya.."


Ping Ru Meng menoleh kearah Yu Ming dengan tatapan mata berterimakasih.


Yu Ming membalasnya dengan senyum lembut.


Sesaat kemudian A Niu pun kembali berbicara,


"Sejak saat itu, tidak ada lagi yang berani mencoba pergi dari desa. "


Yu Ming menatap kearah A Niu dan berkata,


"A Niu ke,.. maaf, selama ini apa upaya kalian dengan berjaga jaga di sini ada hasilnya..?"


A Niu menghela nafas panjang, dan berkata,


"Siluman itu tidak suka penerangan, dengan berjaga begini, dan semua bersembunyi di dalam rumah yang terang benderang.."


"Kami berhasil mencegah jatuhnya korban yang jauh lebih banyak lagi .."


"Makanya tiada pilihan lain, suasana desa bila sudah malam jadi begini. "


"Kami pun setiap malam selalu bergilir membuat Api unggun yang besar dan terang di sini.."


Tiba tiba terdengar suara teriakan,


"Tolong,..! tolong..! tolong..!"


Mereka semua yang duduk di sana, pada melengak kaget.


Mereka buru buru menoleh kearah asal suara.


"Ahhh celaka,..! itu kediaman kepala desa .!"


"Ayo kita lihat kesana..!"


Ucap A Niu gugup.


Tapi saat A Niu menoleh kearah semua nya, di sana hanya ada rekannya saja.


Yu Ming dan Ping Ru Meng sudah tidak terlihat.


A Niu tidak sempat berpikir banyak, dia segera memimpin teman temannya berlari menuju kediaman kepala desa Lu


Baru saja mereka tiba di depan halaman rumah kepala desa Lu.


Terlihat kepala desa Lu dan istrinya serta anak dan menantunya.


A Niu begitu tiba di sana langsung bertanya,


"Apa yang terjadi tetua Lu..?"


"A Niu cepatlah pergi tolong cucuku.."


"Siluman itu menculik Siao San, saat dia mau ke kamar belakang bersama ibunya.."


Ucap kepala desa Lu dengan wajah sedih.


"Kemana arah Siluman itu pergi..?"


Tanya A Niu sambil menatap kearah menantu kepala desa Lu.


"Kesana A Niu ke.."


Ucap seorang wanita cantik sambil menatap A Niu, dengan tatapan mata penuh permohonan.


Wanita cantik itu menunjuk kearah barat, dengan tangan gemetar dan wajah basah air mata.


Sebelum menjadi menantu kepala desa, wanita ini punya hubungan spesial dengan A Niu.


Jadi wajar saja di saat seperti ini, dia menaruh harapan besar ke A Niu, untuk bisa membantunya.


Mereka berpisah karena dia di paksa orang tuanya, yang menjodohkannya dengan putra kepala desa.


Perasaannya terhadap A Niu, setelah sekian lama berlalu, masihlah tetap ada, belum hilang sama sekali.


Selama ini dia berusaha menahan diri, karena dia tahu A Niu juga sudah punya istri dan anak.


Tapi setelah kejadian ini, dia tidak bisa lagi menahan diri untuk maju meminta tolong ke A Niu, pria yang pernah mengisi hatinya itu.


A Niu terlihat sedikit canggung, dia tidak berani menatap wajah mantannya itu


A Niu buru buru membalikkan badannya dan berkata,


"Siu Ni kamu tenang saja, aku pasti akan membawanya kembali untuk mu.."


Selesai berkata, A Niu langsung memimpin rombongan itu berlari menyusul kearah barat


Wanita itu langsung menjatuhkan diri berlutut menghadap kearah A Niu dan berteriak,


"Terimakasih A Niu ke..!"


"Budi baik mu, biar Siu Ni balas di kehidupan berikutnya saja..!"


Setelah berkata, wanita itupun menangis sesunggukkan, sambil duduk bersimpuh di atas tanah.


Suaminya sang putra kepala desa, yang mencoba maju membujuk dan memenangkan nya.


Tangannya langsung di kibaskan oleh istrinya, setelah itu sambil menangis, menutupi mulutnya.


Siu Ni berlari masuk kedalam rumah kediaman kepala desa Lu.


Kepala desa Lu suami istri, hanya bisa saling pandang dan menghela nafas panjang tanpa berkata apa-apa.


Sedangkan putra mereka dengan kepala tertunduk, dan langkah lesu, segera bergerak kembali kedalam rumah menyusul istrinya.


Di tempat lain, Siluman Kelelawar hijau, yang sedang mencengkram kedua pundak Siao San, yang sedang dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri.


Baru tiba di mulut desa, dia terpaksa menghentikan pergerakan nya.


Demi menghindari seberkas cahaya emas berbentuk bumerang, yang menghalangi pergerakan nya.


Dia juga terpaksa harus melepaskan Siao San dari cengkraman kedua kaki belakangnya.


Tubuh anak malang itu langsung jatuh melayang deras kebawah.


Untung nya Ping Ru Meng bergerak cepat menyambar tubuh anak itu.


Membawanya terbang menjauhi Siluman itu.


Ping Ru Meng yang menggendong tubuh Siao San mendarat ringan, di depan pintu gapura jalan masuk menuju desa.


Siluman Kelelawar setelah berhasil menghindari serangan Yu Ming.


Dengan marah, dia mengeluarkan suara mencicit keras, kemudian hendak menerjang kearah Ping Ru Meng untuk merebut kembali mangsanya.


"Cittttttt..! Cittttttt..! Cittttttt..!"


Tapi sebelum dia berhasil dengan niatnya, dia kembali di serang dari 4 arah.


4 Cahaya emas berbentuk bumerang, krmbali melesat cepat menghadang pergerakan nya.


Untuk itu Siluman Kelelawar hijau terpaksa, menghentikan niatnya, dia harus menggunakan sepasang sayapnya, untuk menghalau serangan Yu Ming yang datang dari 4 arah.


Bila dia tidak ingin mati konyol di tebas oleh sinar emas berkekuatan mengerikan itu.


"Trangggg..!" Trangggg..!"


"Trangggg..!" Trangggg..!"