LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
SIKAP DAN KEPUTUSAN PING RU MENG


Yu Ming meski kaget dengan ucapan Ping Lian, tapi dia tahu Ping Lian dan Yu Long.


Ibu dan anak ini memang selalu sentimen, dan mencari cari alasan untuk menjatuhkannya.


Jadi dia tidak terlalu memperdulikannya.


Yu Ming memilih menatap lekat lekat kearah kekasihnya, yang sedang menangis dalam pelukan Ping Lian dia berkata,


"Meng Er..katakan pada ku,.. apa yang sebenarnya terjadi..?"


"Apa benar,.. ayah mertua dia telah.."


Ucap Yu Ming sulit menyelesaikan kata katanya, karena hatinya juga di liputi kesedihan.


Bila benar telah terjadi sesuatu dengan ayah mertuanya, maka dia hari ini benar benar menjadi pendosa besar.


Dia telah menyebabkan kemalangan besar buat istri dan mertua nya.


Dosanya sungguh tak termaafkan, apapun itu alasannya, dia tetap yang paling bersalah.


Dalam keadaan pikiran kacau balau, Yu Ming tiba tiba justru teringat dengan bagaimana baiknya, sikap ayah mertuanya terhadap dirinya.


Bagaimana ayah mertuanya begitu mempercayai nya.


Bagaimana ayah mertuanya dengan sabar memberikan segala macam nasehat dan perhatian secara tulus tanpa pamrih.


Ketika teringat semua itu,


Yu Ming merasa sangat sedih dan menyesal, hingga tanpa di sadari sepasang matanya sedikit berkaca kaca.


Ping Ru Meng menghentikan tangisan nya, saat mendengar suara Yu Ming sedang bertanya kepada nya


Sambil menahan emosi dan kesedihannya, Ping Ru Meng menghapus sisa airmatanya.


Setelah mengeraskan hati dan perasaan nya, Ping Ru Meng membalikkan badannya berjalan kehadapan Yu Ming dan berkata,


"Yu Ming ke ke, sebelum meninggal, ayah menyuruh ku, jangan membalas dendam.."


"Jangan mengusut dan memperpanjang masalah lagi.."


"Ayah minta aku batalkan pernikahan kita dan kembali ke kerajaan Es Abadi dengan tenang.."


"Meski tidak rela, tapi aku harus menuruti pesan terakhir ayah ku.."


"Sebelum aku pergi aku hanya ingin bertanya beberapa hal dari mu, "


"Bila Yu Ming ke ke masih mengingat kebersamaan kita dulu..jawablah dengan jujur.."


Yu Ming dengan wajah pucat dan tubuh sedikit gemetar, dia mengangguk pelan.


Kini Yu Ming percaya, bahwa ayah mertuanya, benar benar telah meninggal, dan dia adalah pendosa besar yang menjadi penyebabnya.


Yu Ming sangat bersedih dan menyesal, dia kini hanya bisa menatap kesedihan istrinya, dengan tatapan mata turut bersimpati.


Kini di benaknya muncul satu misteri.


"Mengapa mertuanya yang bukan termasuk dewa lemah, bisa meninggal ?


"Apa yang menjadi penyebab kematian nya..?"


Yu Ming bertanya tanya di dalam hati dengan penuh penasaran.


Ping Ru Meng menatap sepasang mata Yu Ming lekat lekat dan berkata,


"Yu Ming ke ke, katakan lah, siapa gadis yang datang mengajak mu pergi..?"


"Kalian pergi kemana..?"


Yu Ming terlihat seba salah, menjawab salah, tidak menjawab makin parah.


Setelah menatap kearah ayah ibunya sejenak, Yu Ming kemudian berkata,


"Meng Er, jujur saja aku tidak akan menutupinya lagi dari mu, juga semuanya.."


"Kamu tentunya masih ingat dengan Siao Sien Ce teman ku dulu itu.."


"Dia sebenarnya adalah putri bibi ku Hua Sien Ku, namanya Hua Sien Ce.."


"Dia yang datang ke pesta kita menemui ku, dia ingin minta aku pergi menolong ibu nya.."


"Karena ibunya sedang di serang orang tak di kenal.."


"Itulah alasan ku pergi meninggalkan pesta sejenak.."


"Aku dan dia pergi ke langit lapis 36, untuk menolong ibunya, yang juga merupakan bibi ku.."


Ucap Yu Ming sambil melirik kearah orang tuanya, dengan tatapan mata menyesal.


Setelah itu dia baru melanjutkan berkata,


"Tapi aku benar-benar tidak menyangka situasi bisa berkembang jadi seperti ini.."


"Kau maafkanlah aku.."


"Meng Er apa kamu sempat melihat siapa pelakunya, dan bagaimana kejadiannya..?"


"Jelaskan pada ku, aku pasti akan membantu mu membalasnya.."


Ucap Yu Ming serius.


Ping Ru Meng tersenyum sedih dan berkata,


"Tidak perlu, aku yakin kamu tidak akan sanggup membalaskan nya."


"Ayah juga sudah berpesan untuk itu.."


"Ming ke ke,.. katakan lah dengan jujur, kamu menikah dengan ku apa karena ada sesuatu..?"


Yu Ming tersenyum sedih dan berkata,


"Meng Er seharusnya kamu tahu itu lebih dari siapapun ."


"Perasaan ku pada mu adalah tulus, aku tidak pernah menipu mu.."


"Aku benar benar tulus mencintai mu dan ingin menikah dengan mu.."


"Aku tahu,.. meninggalkan pesta perkawinan kita, apapun itu alasannya.."


"Itu adalah salah ku.."


"Menyebabkan tragedi meninggalnya ayah mertua, ini juga adalah salah ku.."


"Aku cuma mohon satu hal padamu, jangan pernah batalkan pernikahan kita, beri aku kesempatan untuk memperbaikinya.."


"Aku berjanji akan membantu mu mengusut tuntas semua ini.."


"Aku akan membantu mu mencari penjahat itu, dan membalasnya untuk mu.."


Ucap Yu Ming sambil menatap kearah Ping Ru Meng dengan serius.


Ping Ru Meng tersenyum sedih dan berkata,


"Ming ke ke terimakasih atas tawaran mu itu, tapi maaf aku tidak bisa menerimanya."


"Jadi lupakan saja.."


Yu Ming menatap Ping Ru Meng dengan penuh penasaran dan berkata,


"Meng Er kenapa ?"


"Setidaknya kamu harus jelaskan pada ku, apa alasannya..?'


Ping Ru Meng menatap Yu Ming dengan serius dan berkata,


"Baiklah Ming ke ke, bila kamu ingin tahu."


Jawaban nya sederhana Ming ke ke,."


Menurut mu bagaimana seorang tersangka pelaku akan mengusut dirinya sendiri.."


"Membalas dirinya sendiri.."


"Jadi sudahlah,.. lupakan saja, kedepannya kita jalan masing masing saja.."


"Kamu lupakan aku, aku juga akan berusaha melupakan mu.."


"Hubungan kita mulai hari ini akan sama seperti ini.."


Ucap Ping Ru Meng sambil menarik keluar sebilah belati.


"Sraaat..!"


Kemudian dia dengan cepat memotong rambutnya sendiri yang indah dan panjang, hingga menjadi pendek sebahu.


Sisa rambut di tangannya, dia jatuhkan keatas tanah di hadapan Yu Ming yang berdiri bengong diam di tempat.


Yu Ming masih tidak percaya akan ucapan dan keputusan yang akan di ambil oleh kekasihnya itu.


Ping Ru Meng sambil menghapus airmatanya yang mengalir turun, sambil menahan Isak.


Dia membalikkan badannya, lalu melayang pergi meninggalkan tempat tersebut.


Begitu Ping Ru Meng bergerak pergi, Yu Ming baru tersadar dari kagetnya.


Ternyata dari awal, diri nya lah yang tertuduh sebagai tersangka pelaku pembunuhan mertuanya.


Pantas saja Ping Ru Meng memilih membatalkan pernikahan, begitu bersedih dan kecewa karena nya.


Berpikir sampai di sini, Yu Ming buru buru memungut sisa rambut di hadapannya.


Lalu dia berniat ingin pergi menyusul Ping Ru Meng untuk menjelaskan salah paham tersebut.


Tapi langkah Yu Ming langsung di hadang oleh dua tapak cahaya biru yang berasal dari Yu Long dan Ping Lian.


"Wusss...!"


"Wusss...!"


"Cessss..!"


"Cessss..!"


Dua sinar biru berbentuk bayangan telapak tangan bergerak cepat menghadang di depan Yu Ming


Yu Ming terpaksa menghentikan langkahnya, sambil melayang mundur, Yu Ming berkata,


"Kalian berdua jangan ikut campur dan menghalangi ku, atau aku tidak akan sungkan dengan kalian berdua.."


Yu Ming memberikan ancaman tidak main main, sepasang matanya berkilat penuh tekad.


Hari ini dia tidak mau mengalah lagi dengan dua lalat pengganggu ini pikir Yu Ming.


Ping Lian menunjuk kearah wajah Yu Ming dan berteriak,


"Keturunan iblis, kembalikan dulu nyawa kakak misan ku..!"


"Baru kamu boleh tinggalkan tempat ini..!"


"Hutang nyawa harus di bayar dengan nyawa..!'


Bentak Ping Lian tidak mau kalah.