LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MENJINAKKAN KUDA HITAM


Saat Yu Ming membelai tengkuk dan lehernya, kuda hitam itu diam saja


Dia terlihat tidak perduli, bahkan sekedar melirik pun tidak.


Yu Ming terus membelainya dengan lembut berulang ulang, beberapa saat kemudian Yu Ming baru berbisik pelan di dekat telinga kuda hitam itu.


"Aku akan menjadi tuan pertama dan terakhir, yang menunggangi mu.."


"Bersediakah kamu..?"


Tanya Yu Ming pelan.


Sekali ini kuda itu mengedikkan kepalanya, dia menatap kearah Yu Ming lekat lekat.


Kemudian dia mendengus, mengibaskan lehernya, menjauhkan tangan Yu Ming dari lehernya.


Kuda itu kemudian berlari pelan, menjauhi Yu Ming.


Dia berlari ketengah lapangan.


Mendengus dengus di sana, sambil mengais ngais kan kaki depannya di atas tanah.


Kepalanya terangkat tinggi, dia menatap kearah Yu Ming, seolah olah menantang Yu Ming, untuk naik keatas punggung nya.


Tindakan kuda itu dan keberadaan Yu Ming di dalam kandang kuda itu.


Segera membuat penjual kuda, yang sedang ngobrol dengan Ping Ru Meng kaget.


Penjual itu segera berteriak dalam bahasa yang Yu Ming tidak mengerti.


Sambil berteriak, dia terus melambaikan tangannya melarang Yu Ming berada di tempat itu.


Dia juga memberi kode ke Yu Ming, untuk segera keluar dari sana.


Ping Ru Meng sendiri dengan wajah cemas menyusul di belakang si penjual kuda, yang sedang berlarian menghampiri kandang kuda, tempat Yu Ming berada.


Yu Ming sendiri menanggapi teriakan penjual kuda itu dengan sikap santai.


Dia terlihat tidak mau menanggapinya, Yu Ming terus bergerak menghampiri Kuda hitam yang berada di tengah lapang.


Begitu tiba di dekat kuda itu, Yu Ming mengulurkan tangannya memegangi bulu di tengkuk kuda hitam itu.


Kuda itu terlihat tidak senang, dia langsung menggerakkan lehernya, ingin melepaskan diri.


Tapi pegangan tangan Yu Ming sangat kuat, kuda itu jangankan menghempaskan Yu Ming, bahkan sekedar menggerakkan lehernya saja, dia tidak mampu.


"Hieeehh...!!"


Kuda itu hanya bisa mengeluarkan suara ringkik kesakitan.


Setelah mengeluarkan suara ringkik kesakitan, kuda itu mulai terlihat marah ke Yu Ming.


Dia bergerak mundur sedikit mengambil ancang ancang, lalu dengan gerakan cepat.


Kuda itu tiba tiba menggunakan kaki depannya, untuk menendang Yu Ming yang berdiri di hadapan nya dengan cepat.


Saat tendangannya tidak mengenai sasaran, karena Yu Ming dengan gerakan tidak terlihat.


Tahu tahu kini sudah duduk di punggung kuda itu


"Hieeehh..!"


Kuda itu kembali mengeluarkan suara ringkik marah.


Lalu dia bergerak melompat kesana kemari, sambil terus menendangkan kedua kaki belakangnya, secara kuat kearah belakang.


Kuda itu mulai mengamuk seperti kuda gila, sambil mendengus dengus.


Sesekali dia mengeluarkan ringkik keras, lalu mengangkat kedua kaki depannya tinggi tinggi keatas.


Kuda itu terus berusaha menjatuhkan Yu Ming dari punggungnya.


Tapi Yu Ming seperti seekor lintah, terus menempel di sana.


Bagaimana pun kuda itu bergerak.


Yu Ming terus menempel di punggungnya.


Kuda hitam yang kehabisan akal, menjatuhkan Yu Ming dari punggungnya.


Dia akhirnya memilih menjatuhkan diri keatas tanah, lalu bergulingan diatas tanah.


Kuda itu berharap dengan cara itu, dia ingin menghimpit tubuh Yu Ming, yang kecil dengan tubuhnya yang besar.


Agar Yu Ming mati tergencet olehnya.


Dia sampai berdiri mematung di sana, tidak tahu mau bicara apa.


Ping Ru Meng juga terlihat cemas, menatap kejadian yang berlangsung dengan sangat cepat itu.


Tapi di tengah lapangan, justru terjadi keajaiban, saat kuda itu memilih menggulingkan dirinya diatas tanah, ingin menggencet Yu Ming dengan tubuhnya.


Yu Ming justru terlihat sudah terbang keatas, meninggalkan punggung kuda hitam itu.


Baru saat kuda hitam itu selesai bergulingan diatas tanah, saat dia ingin bangkit berdiri.


Saat itulah Yu Ming melayang turun, lalu kembali duduk di punggung kuda itu.


Tapi sekali ini ajaibnya, bagaimana pun kuda itu berusaha, sambil meringkik marah.


Kuda itu tidak lagi mampu bangkit berdiri, kuda itu merasa seperti sedang di tindih oleh sebuah gunung raksasa, yang tak kasat mata.


Bagaimana pun dia berusaha, dia tetap sulit bangun dari posisinya.


Kuda itu kini bahkan tidak mampu sekedar meronta.


Dia hanya bisa terus menerus meringkik marah tanpa daya


Berulang kali mencoba, tapi selalu gagal, kini kuda tersebut hanya bisa mendeprok pasrah di atas tanah


Sepasang matanya sampai menitikkan air mata, mulutnya terlihat terbuka, terengah engah dengan lidah terjulur keluar.


Melihat kuda itu sudah tidak melakukan perlawanan lagi, Yu Ming menepuk lembut leher kuda itu dan berkata pelan.


"Bagaimana..? apakah kamu kini bersedia menjadi tunggangan ku.."


Ucap Yu Ming di dekat telinga kuda itu, sambil mengelus ngelus lembut leher kuda hitam itu.


Kuda itu mengangguk pelan, seolah olah mengerti ucapan Yu Ming


Melihat hal itu, Yu Ming pun menarik kembali kekuatan Ilmu pemberat selaksa gunung.


Begitu ilmu itu di tarik kembali, Kuda itu kembali bisa berdiri.


Tapi kuda itu setelah mampu bangkit berdiri


Kini dia tidak meronta lagi seperti sebelumnya, kepalanya tertunduk patuh.


Dia hanya berdiri diam di sana tidak bergeming, menunggu instruksi dari tuannya.


Kejadian yang terjadi saat Yu Ming menjinakkan kuda tersebut,


Secara tidak sengaja telah mengundang banyak pihak, untuk berdatangan menyaksikan kejadian langka dan ajaib itu.


Si penjual kuda selain bengong di sana, saking kagetnya, tidak ada lagi hal lain yang dia lakukan.


Hingga Ping Ru Meng menepuk punggungnya, si penjual kuda baru tersadar dari keterkejutannya.


Begitu rasa kagetnya hilang, dan kembali lagi ke alam nyata.


Pedagang kuda itu buru buru membalikkan badannya, berkata beberapa patah kata ke Ping Ru Meng.


Setelah itu dia dengan penuh semangat, langsung berlari kearah bagian pelana kuda


Pedagang itu langsung menyambar sebuah pelana, yang terbaik yang di miliki nya.


Kemudian dia langsung berlari kembali kehadapan Ping Ru Meng, tapi dia tidak berhenti di depan Ping Ru Meng.


Melainkan melewatinya begitu saja, pedagang kuda itu langsung berlari masuk kedalam kandang kuda hitamnya.


Dia memberi kode agar Yu Ming turun dulu.


Sambil menunjukkan pelana kuda di tangan nya keatas.


Yu Ming mengerti maksud pedagang itu, tanpa banyak bicara.


Yu Ming pun melompat turun dari atas punggung kuda tersebut.


Pedagang itu dengan gerakan cepat dan terlihat sangat ahli.


Dia membantu Yu Ming memasangkan pelana dan tali kekang yang terhubung dengan bagian atas hidung kuda hitam itu.


Setelah terpasang rapi semuanya, dengan senyum bangga, si pedagang kuda mempersilahkan Yu Ming, untuk kembali duduk diatas punggung tunggangannya.


Yu Ming meski tidak mengerti bahasa si pedagang kuda, tapi kode kode sederhana dari pedagang kuda itu.


Dia tetap bisa memahaminya.


Pesan pesan itu, dia masih bisa di pahami, tanpa perlu harus berinteraksi lewat pesan verbal.