
Terimakasih kak, Ming Er akan mengingatnya selalu.."
"Ming Er pergi dulu.."
Ucap Yu Ming sambil memberi hormat kearah Dewa Er Lang, Dewa Pagoda, Nacha dan Siau Thian Cuan.
Yu Ming kemudian menghilang menjadi seberkas cahaya emas, melesat menuju bawah tebing.
Yu Ming bergerak menyeberangi sungai arus deras, saat tiba di seberang sana, Yu Ming baru mulai melayang pelan di udara, memeriksa bagian bawah tebing.
Yu Ming terbang pelan mencari dan mencoba mendeteksi Hawa Iblis di sekitar tempat tersebut.
Karena beberapa kali terbang bolak balik melakukan pemeriksaan.
Dia tidak juga berhasil mendeteksi Hawa Iblis di sekitar sana.
Yu Ming melanjutkan terbang diatas sungai berarus deras itu, mencoba mendeteksi.
Apakah Iblis Mimpi bersembunyi di dalam air atau tidak.
Tapi lagi lagi Yu Ming harus kecewa.
Dia tetap saja tidak berhasil mendeteksi yang di cari nya.
"Keparat,..! pandai sekali kamu bersembunyi..!"
Gumam Yu Ming di dalam hati kesal.
Yu Ming terbang kembali kearah tebing, kini dia tidak mendeteksi lagi.
Melainkan beterbangan menyingkirkan akar akar dan pepohonan, serta berbagai jenis tumbuhan rambat, yang menutupi dinding tebing itu.
Hingga akhirnya cuaca mulai gelap, karena matahari sudah kembali bersembunyi di peraduan nya.
Yu Ming akhirnya terpaksa menghentikan pencariannya, dia melayang naik kembali keatas tebing.
Berkumpul kembali dengan keempat rekannya, yang sedang menunggu di sana.
Mereka berempat terlihat sedang mengelilingi api unggun, yang di buat oleh Dewa Er Lang.
Melihat kedatangan Yu Ming, mereka berempat segera bangkit berdiri, menatap kearah Yu Ming dengan penuh rasa ingin tahu.
Dewa Er Lang, yang buka suara pertama, bertanya ke Yu Ming,
"Bagaimana Ming Er...?"
Yu Ming dengan wajah kecewa menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Belum berhasil, di bawah sana aku sama sekali belum berhasil mendeteksi Hawa Iblis nya."
"Aku mencoba mencari di dinding tebing secara manual, tapi belum juga selesai, hari sudah keburu gelap.."
"Terpaksa, aku akan lanjutkan besok.."
Ucap Yu Ming sambil menatap mereka berempat secara bergantian.
"Tidak apa-apa, besok kita akan turun semua kebawah mencarinya.."
Ucap Dewa Er Lang, memberikan semangat ke Yu Ming.
Yu Ming mengangguk lesu dan berkata,
"Kelihatannya memang harus seperti itu, di bawah sana ternyata sangat luas tempat nya.."
"Tanpa bantuan Siau Thian Cuan mendeteksi dengan penciuman super nya, aku rasa kita akan sulit menemukan persembunyian nya."
Ucap Yu Ming sambil menambahkan ranting kering ke api unggun, agar apinya membesar lagi.
"Baiklah kalau begitu kita istirahat saja dulu, biar Siau Thian Cuan yang berjaga pertama.."
"Nanti 3 jam kemudian, aku akan menggantikan nya berjaga.."
Selanjutnya setiap 3 jam, secara bergilir Dewa Pagoda, Nacha, dan terakhir baru giliran kamu Ming Er..."
Ucap Dewa Er Lang, mengatur jadwal, sekaligus dia mengeluarkan sebuah jam pasir, yang dia letakkan di dekat Siau Thian Cuan.
"3 kali bolak balik sama dengan 3 jam, kamu mengertikan..?"
Tanya Dewa Er Lang ke Siau Thian Cuan.
Siau Thian Cuan mengangguk cepat dan berkata,
"Mengerti tuan.."
"Bagus semuanya, ayo kita lekas istirahat sekarang.."
Ucap Dewa Er Lang, mengingatkan yang lainnya.
Dewa Er Lang memilih duduk bersila dengan mata terpejam, Yu Ming mencari sebatang pohon Pinus, yang tumbuh tidak jauh dari sana, sebagai tempat bersandar.
Dewa Pagoda dan Nacha merebahkan diri tidur di dekat api unggun.
Samar samar suara pasir halus berjatuhan di dalam tabung sana, juga ikut terdengar.
Satu jam berlalu semua berjalan normal, tidak ada satupun dari mereka yang menyadari.
Ternyata Iblis Mimpi justru bersembunyi di sebuah gua rahasia, yang tepat berada puluhan meter di bawah tempat mereka beristirahat saat ini.
Makanya Siau Thian Cuan bisa mendeteksi bau nya, tapi tidak pernah berhasil menemukan keberadaan iblis tersebut.
Pintu keluar masuk ke tempat persembunyian Iblis mimpi, adalah melalui dasar sungai berarus deras itu.
Di bawah aliran arus deras itu, tepatnya di balik sebuah batu besar berwarna kehijauan karena di selimuti lumut.
Ada sebuah gua yang terletak di dasar sungai dan tersembunyi di balik batu besar itu.
Melalui gua air sungai yang cukup panjang dan terus memanjang naik keatas.
Akhirnya akan di temukan, sebuah terowongan bawah tanah, yang tidak terendam oleh air sungai.
Dengan melewati terowongan itulah, tempat persembunyian Iblis mimpi, yang terletak di bagian ujung sebuah gua bawah tanah, akan di ketemukan.
Kini iblis mimpi di tempat persembunyian nya, sedang tersenyum gembira.
"Sebentar lagi kalian semua akan tahu kehebatan ku.."
"Saat kalian sadar, aku harus akui, aku jelas bukan lawan kalian.."
"Tapi saat kalian tertidur, di dalam mimpi kalian.. ucapan ku lah yang akan dihitung.."
Ucap Iblis Mimpi sambil tersenyum licik.
Iblis mimpi duduk bersila dengan tubuh tegak, sepasang mata terpejam, mulut nya terlihat terus berkomat Kamit.
Sesaat kemudian, dia sudah muncul di dalam mimpi Yu Ming Dewa Pagoda dan Nacha.
Pertama dia muncul di dalam mimpi Nacha.
Saat muncul di dalam mimpi Nacha, dia melihat Nacha sedang duduk berselonjoran, sambil berendam kaki, bermain air di tepi sebuah kolam berair jernih.
Iblis mimpi segera menghilang, masuk kedalam air, tanpa sepengetahuan Nacha.
"Tap..! Tap..!"
Tiba tiba sepasang kaki Nacha di tangkapnya dari bawah.
Kemudian dia menariknya dengan kuat kebawah
"Heiiii..!"
Teriak Nacha kaget, saat merasa kedua pergelangan kakinya di tangkap dan ditarik orang, di seret masuk kebawah air.
"Ouwwwhh..! Glekkk..! Glekkk..!"
Nacha secara otomatis tentu saja, melakukan gerakan perlawanan, dengan sekuat tenaga.
Dia berusaha melepaskan diri, roda api langsung dia kerahkan, untuk menyerang orang yang berani menahan pergelangan kakinya.
"Ehhh,..!"
Teriak Iblis mimpi kaget, tapi dia tidak kehilangan akal.
Dia segera membentaknya
"Padam,..! berhenti berputar,..!"
Seketika roda api dan angin, berhenti berputar.
Sehingga rencana Nacha pun gagal.
Iblis Mimpi kembali berusaha menarik Nacha masuk kedalam air.
"Glekkk..! Glekkk..! Glekkk..!"
Nacha kembali gelagapan terseret masuk kedalam air.
Bagaimana pun dia meronta, dia tetap tidak bisa melepaskan diri.
Dia terus diseret, hingga gelagapan menelan cukup banyak air.
Nacha demi menyelamatkan diri, dia segera mengeluarkan Tombak Api nya, dan Gelang Emas Semestanya.
Untuk membalas menyerang Iblis mimpi, yang sedang mencekal kedua pergelangan kakinya erat erat.
Saat kedua senjata pusaka itu tiba, dengan satu tiupan kecil dari mulutnya.
Kedua benda yang di gunakan untuk menyerangnya, tiba tiba berubah jadi lemas dan lembek.
Nacha terbelalak kaget, kini setelah kedua senjatanya di lumpuhkan.
Dia hanya bisa membiarkan dirinya terseret kuat, tenggelam ke dasar kolam yang sangat dalam.