
Yu Long sambil bermain dia terus memperhatikan kondisi ketiga lawannya.
Di pihak Yu Lek hanya dia sendiri yang pandai bermain dan kuat minum.
Sedangkan kedua rekannya itu, terutama Hua Sien Ce kekuatan takaran minumnya sangat rendah.
Di bandingkan Ping Ru Meng dia jauh lebih lemah, jadi Yu Lek harus lebih banyak menjaganya agar tidak kalah.
Karena menjaga Hua Sien Ce otomatis Yu Long tidak bisa menjaga Ping Ru Meng.
Hal ini membuat Ping Ru Meng menjadi bulan bulanan Yang Ciu dan Yang Pa yang ternyata pandai bermain kartu dan kuat minum arak.
Terutama Yang Ciu, kekuatan takaran minum nya sangatlah luar biasa.
Yu Long sendiri selalu bermain aman, dia tidak mengejar menang yang penting dia tidak menjadi yang paling kalah dan harus menerima hukuman minum arak.
Saat melihat keadaan Ping Ru Meng sudah semakin tidak terkontrol.
Yu Long sengaja mengalah, saat dia menerima hukuman minum arak.
Dia langsung meminumnya, begitu selesai minum, tidak lama kemudian Yu Long berpura pura mabuk.
Tiba-tiba dia menunjuk kearah Ping Ru Meng dan berkata,
"Dasar ****** memalukan, ayah mati suami di hukum kamu malah bersenang senang di sini minum arak dan main kartu..!"
"Bila hari ini aku tidak mewakili mereka menghajar mu aku bukan Yu Long..!"
"Brakkkk..!"
Yu Long yang berpura-pura mabuk tiba tiba mengebrak meja.
Lalu dengan gerakan cepat dan tidak terduga dia langsung melayangkan tangannya menampar wajah Ping Ru Meng yang sedang melotot menatap kearahnya dengan penuh kebencian.
"Plakkkk...!"
Tamparan Yu Long yang cepat masih kalah cepat dengan tangkisan tangan Ping Ru Meng yang menepis tangan Yu Long yang sedang melayang kearah wajah nya.
Meski sedang mabuk berat, reflek itu tetaplah ada.
Sekali ini Ping Ru Meng sudah tidak bisa menahan diri lagi.
"Sringggg...!"
Ping Ru Meng langsung mencabut pedang Inti Es Abadi nya.
Kemudian dia tusukan kearah dada Yu Long,
"Mampus kamu rasakan ini,..!"
Bentak Ping Ru Meng yang sudah tidak sanggup menahan emosinya.
Sebagian karena tindakan dan ucapan Yu Long yang kelewat batas.
Sebagian lagi karena pengaruh terlalu banyak, arak yang sudah di minum nya.
Di sela sela kekacauan di mana orang orang sedang kaget dengan kejadian tersebut.
Yu Long dengan gerakan cepat luar biasa dengan gerakan miring terhuyung-huyung menghindari tusukan pedang Ping Ru Meng.
Dari ujung kuku, kedua jari keliling dan telunjuknya, dia menyentil kan sesuatu kedalam minuman Yang Ciu, Hua Sien Ce, Yu Lek dan Yang Pa.
Semua itu dia lakukan dengan sangat cepat dan penuh perhitungan tanpa mereka berempat sadari.
Setelah berhasil dengan baik, Yu Long melompat mundur menjauh, kemudian dia terbang pergi meninggalkan tempat itu.
Ping Ru Meng yang melihat hal itu, tentu saja tidak bersedia melepaskan bajingan yang membuatnya kalap itu.
"Mau pergi kemana bangsat..!"
"Lekas serahkan nyawa mu..!"
Teriak Ping Ru Meng penuh kemarahan, dia segera melesat melakukan pengejaran.
Hal inilah yang di inginkan oleh Yu Long dan sudah ada dalam perhitungan nya.
Dia sengaja melarikan diri, agar Ping Ru Meng mengejarnya, dia ingin memancing Ping Ru Meng ke suatu tempat agar dia mudah menghabisinya tanpa ada gangguan.
Bahkan lebih busuknya lagi, Yu Long ingin melumpuhkan Ping Ru Meng kalau dia mampu.
Setelah itu dia akan menikmati sampai puas gadis cantik yang berani menolaknya dulu.
Setelah bosan dia baru menghabisinya, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Begitulah rencana yang ada di dalam otak keji Yu Long.
Sehingga dia benar benar telah terjerumus dalam lembah kenistaan.
Selagi Ping Ru Meng dan Yu Long sedang saling kejar meninggalkan Nan Thian Men bergerak kearah Utara.
Di tempat pertandingan kartu dan minum arak yang sedang berlangsung berlangsung.
Yu Lek dan Hua Sien Ce hanya bisa berteriak teriak berusaha mencegah Ping Ru Meng pergi mengejar Yu Long.
Tapi setelah Ping Ru Meng tidak mengindahkan panggilan mereka berdua, terus berkelebat pergi.
Mereka juga tidak berdaya untuk pergi menyusul, karena kecepatan Pergerakan Ping Ru Meng dan Yu Long, tidak mungkin bisa mereka susul.
Yang Ciu menatap Yu Lek dan Hua Sien Ce secara bergantian lalu berkata,
"Bagaimana pertandingan ini masih mau di teruskan atau di bubarkan saja..?"
"Bila ingin di bubarkan masing masing kalian habiskan 3 cawan arak dan mengaku kalah.."
"Maka pertandingan boleh kita akhiri sampai di sini.."
Ucap Yang Ciu sambil melemparkan tatapan mata penuh tantangan kearah Yu Lek.
Yu Lek mana mau mengaku kalah begitu saja, lagipula menghabiskan arak 3 cawan bagi dia bukan masalah.
Tapi kakaknya Hua Sien Ce tentu akan ambruk dan jadi masalah, bila harus minum lagi sebanyak 3 cawan.
Dengan pertimbangan ini, Yu Lek membusungkan dada nya yang kerempeng dan berkata,
"Teruskan ya teruskan siapa takut..?!"
"Ayo kita teruskan..!"
Yang Ciu mengacungkan jempolnya kedepan dan berkata,
"Bagus, aku suka .."
"Kamu si sayap bebek ternyata bernyali juga.."
"Ha...ha..ha..ha..!"
Ucap Yang Ciu sambil tertawa pongah.
"kau...!"
Bentak Yu Lek kesal sambil menunjuk kearah wajah Yang Ciu.
"Kau...! Kau..!Kau apa..!?"
"Mau berkelahi...!?"
tegur Yang Ciu sambil tersenyum mengejek Yu Lek.
Yu Lek hampir saja menerjang kearah Yang Ciu ingin mencekik si baju merah itu sampai mampus.
Tapi gerakannya di tahan oleh kakaknya Hua Sien Ce yang berusaha mencegah adik nya
Karena dia tahu dengan sangat jelas kemampuan Yu Lek.
Yu Lek tidak mungkin mampu melawan pemuda baju merah itu.
Dia hanya akan menjadi konyol dan menjadi bulan bulanan permainan pemuda sombong itu, bila bertanding dengan kekerasan.
Tiba-tiba Hua Sien Ce menjadi sangat rindu dengan Yu Ming ke ke nya.
Bila Yu Ming ke ke nya ada di sini, tentu tidak akan ada orang yang berani menindas dan mengejek mereka seperti ini.
Tapi mau bilang apa kenyataan tidak sesuai harapan, takdir kejam telah menentukan lain.
Mereka semua harus melewati ujian dan cobaan ini, dengan kemampuan mereka sendiri.
Yu Lek akhirnya sadar atas kekeliruan nya, setelah dia mendapatkan kode Kedipan mata dari Hua Sien Ce.
Yu Lek kembali duduk dengan tenang dan berkata,
"Orang bijak bertarung dengan otak bukan otot.."
"Ayo kita teruskan.."
Melihat Yu Lek sudah kembali tenang, Hua Sien Ce pun menghela nafas lega.
Pertandingan permainan kartu segera di lanjutkan.
Dalam putaran pertama itu, Yang Pa kalah, dia langsung minum arak di hadapannya yang sudah di campuri sesuatu oleh Yu Long.