LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEBINGUNGAN YU MING


Ping Ru Meng meski bisa sedikit menebak nebak, mengapa ayahnya ingin dia membatalkan pernikahan.


Sewaktu tiba, dia juga sempat melihat sosok pria, yang sedang berkelebat pergi meninggalkan tempat tersebut.


Pria itu jelas adalah pelaku yang menyebabkan ayahnya jadi seperti saat ini.


Pria itu meski pakaian luarnya compang camping, tapi pakaian lapis dalamnya jelas adalah pakaian pengantin pria.


Dari sini saja Ping Ru Meng sudah bisa menebaknya, tapi dia masih berusaha membantahnya.


Dia belum bisa menerima kenyataan, yang begitu keji dan menyedihkan itu.


Di hari kebahagiaan nya, ayahnya harus tewas di tangan suaminya, ini sungguh adalah suatu kenyataan yang sangat tidak masuk akal.


Ping Sien menggeleng pelan dan berkata dengan suara semakin lemah.


"Tidak Meng Er, kondisi ayah, ayah lebih tahu.."


"Kamu jangan buang tenaga lagi..'


"Waktu ayah tidak banyak lagi.."


Ping Ru Meng mengangguk dengan airmata bercucuran, jatuh menitik kebawah.


Dengan suara serak menahan Isak, Ping Ru Meng bertanya pelan.


"Ayah apa yang sebenarnya terjadi..?'


"Siapa pelaku semua ini...?"


Ping Sien tersenyum sedih dan berkata,


"Ru Meng dengarkan ayah, Lupakan saja,.. lupakan semua yang terjadi hari ini, kamu bukanlah lawannya.."


"Kamu cukup batalkan saja pernikahan mu, kembalilah ke Kerajaan Es Abadi.."


"Jangan pernah berhubungan lagi dengan nya ."


"Jaga...jaga..diri..mu..ba...ba.."


Ping Sien mengangkat tangannya ingin membantu menghapus air mata di wajah putrinya.


Tapi sebelum berhasil, Nafas nya mulai terlihat tersendat sendat, dalam satu tarikan nafas panjang dan menghembuskan nya.


Tangan dan kepalanya sudah terkulai kebawah.


Pesannya, juga hanya setengah jalan, tidak mampu di lanjutkan hingga selesai.


"Ayahhhh...!!"


Teriak Ping Ru Meng kaget.


"Ohh tidak jangan ..!!"


"Ayah jangan tinggalkan Ru Meng ayah..!"


"Selain ayah Ru Meng kini sudah tidak punya siapa siapa lagi..!"


Ucap Ping Ru Meng yang terlihat panik sedih dan ketakutan.


"Ayah bangunlah,..! ayah,..!"


"Ru Meng mohon,.. ayah bangunlah..!"


Ucap Ping Ru Meng sambil terus menggoyang goyang tubuh ayah nya.


Tapi tetap saja, Ping Sien tidak bisa merespon putrinya lagi.


Perlahan-lahan tubuh Ping Sien di dalam pelukan putrinya, mulai berubah menjadi butiran cahaya biru, kemudian terbang menghilang di angkasa.


Yang tersisa hanya Golok darah iblis yang menancap di atas tanah.


Melihat hal tersebut, Ping Ru Meng tidak dapat menahan dirinya, untuk tidak menjerit sedih.


"Ayahhhhh...!"


"Hu..hu..hu..hu..!"


"Ayah maafkan Ru Meng ayah...!"


"Tidak...Ahhh.. Dewata Agung mengapa kamu harus menghukum ku dengan kenyataan seperti ini..!"


"Hu hu..hu..hu..!"


"Ayah..!"


Panggil Ping Ru Meng sambil menangis sedih penuh sesal, dia terlihat berlutut seorang diri di sana


Dia belum sepenuhnya mampu menerima kenyataan yang sangat pahit dan menyakitkan itu.


Ping Ru Meng sebelum ketempat ini, dia sedang menunggu dengan perasaan yang di penuhi oleh kebahagiaan.


Tidak di sangka sangka, saat bibi nya Ping Lian datang mengunjungi kamarnya, dan mengabarinya atas apa yang terjadi.


Dengan di hantui rasa cemas dan ketakutan, Ping Ru Meng segera melakukan pengejaran.


Kini setelah ayahnya ketemu, dia malah harus menerima kenyataan yang sangat pahit


Dalam waktu sekejab mata, dia harus kehilangan sekaligus, dua pria yang paling penting dalam hidupnya.


Kenyataan pahit yang sangat sulit dia terima, tapi kenyataannya justru seperti itu.


Mau atau tidak mau, dia mesti menerimanya.


Langit seolah ikut berduka dengan kesedihan yang sedang di alami oleh Ping Ru Meng .


Dia masih tetap duduk berlutut di dalam lubang yang mulai basah dan becek.


Sesaat kemudian hujan semakin deras sehingga lubang tempat Ping Ru Meng berada mulai tergenang air bercampur lumpur.


Tapi Ping Ru Meng seolah olah tidak memperdulikannya, dia tetap duduk bersimpuh di sana.


Dengan rambut pakaian dan wajah basah kuyup, hingga sulit di bedakan mana airmata mana air hujan.


Di atas sana, Yu Ti dan ketiga istrinya telah menyusul ketempat tersebut.


Yu Lek dan Yu Long juga ikut menyusul di belakang orang tua nya.


Melihat Ping Ru Meng duduk di dalam lubang yang tergenang air dan lumpur.


Ping Lian dan Yu Long langsung terbang masuk kedalam lubang tersebut.


Ping Lian langsung menggunakan payungnya memayungi Ping Ru Meng dari hujan dan berkata,


"Ru Meng,.. ayo berdirilah kita harus keluar dari sini.."


"Kamu kenapa duduk di sini, ? mana ayah mu ? mana Yu Ming suami mu..?"


"Apa kamu berhasil menyusul mereka..?"


Ping Ru Meng perlahan-lahan mengangkat kepalanya menatap kearah Ping Lian dengan wajah sedih.


"Bibi ayah telah tiada.."


Ucap Ping Ru Meng dengan airmata bercucuran.


"Ap..apa.. yang terjadi..?"


"Bagaimana bisa..?"


Tanya Ping Lian kaget dengan ekspresi wajah sulit percaya.


Ping Ru Meng tidak sanggup menjawabnya, selain menubruk kedalam pelukan Ping Lian, melepaskan semua beban kesedihannya, lewat suatu tangisan panjang, penuh kesedihan.


Hingga dia sendiri kesulitan bernafas.


Ping Ru Meng tidak mampu menjawab pertanyaan bibinya, satu patah kata pun.


Ping Lian membelai kepala Ping Ru Meng dengan lembut, lalu dia membawa Ping Ru Meng keluar dari dalam lubang yang mulai tergenang air.


Yu Long terbang menyusul di belakang ibunya.


Tepat saat mereka naik keatas, Yu Ming pun hadir di sana.


Yu Ming menatap bingung kearah keluarganya, dan Ping Ru Meng , yang terlihat sedang menangis sedih, di dalam pelukan Ping Lian.


Yu Ming menatap bingung kesemuanya dan berkata,


"Apa yang terjadi ? kenapa semuanya ada di sini..?"


Tanya Yu Ming bingung


Yu Ti melangkah maju, menatap putranya dengan tajam dan berkata,


"Seharusnya kami yang bertanya pada mu.?."


"Mengapa kamu mendadak meninggal kan pesta perkawinan mu ?"


"Mengapa kamu tega meninggalkan pengantin mu, pergi dengan wanita lain ?"


"Setan apa yang merasuki pikiran mu,? sehingga kamu tega melakukan hal itu..?"


Tanya Kaisar Langit beruntun, dia sedikit emosi.


Yu Ming terlihat ragu dan agak bingung untuk menjawabnya.


Setelah beberapa saat berlalu dalam hening.


Yu Ming akhirnya hanya bisa menjawabnya dengan kepala tertunduk dan suara pelan,


"Maafkan aku ayah,.. ibu.."


"Maafkan aku Meng Er.."


Ping Lian tiba-tiba mengangkat kepalanya menatap kearah Yu Ming dengan penuh kebencian dan berkata,


"Satu kata maaf dari mu, apa bisa menyelesaikan semuanya..!?"


"Apa bisa mengembalikan nyawa kakak misan ku ?"


Yu Ming sangat kaget mendengar ucapan Ping Lian.


Dengan wajah cemas, dia segera menghampiri Ping Ru Meng dan berkata,


"Apa apa yang terjadi ? bagaimana ayah mertua dia bisa..?"


Ping Lian menjengek dingin dan berkata,


"Apa panggilan ayah mertua itu, layak untuk mu..?"


"Asal kamu tahu, gara gara kamu pergi ninggalin pesta perkawinan mu dengan wanita lain.."


"Kakak misan ku mengejar mu, Ru Meng juga ikut mengejar mu.."


"Akhirnya semua berubah menjadi tragedi ini, kakak misan ku harus kehilangan nyawanya tanpa sebab yang jelas.."


"Apa menurutmu semua ini cukup dengan satu kata maaf saja..!?'


"Apa kamu masih layak memanggilnya ayah mertua..?!'