LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PEMBICARAAN BEREMPAT


Hua Sien Ku menggeser kursinya kesebelah putrinya, lalu dia menarik putrinya kedalam pelukannya.


Dia memeluk membelai dan menciumi kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.


Dia yang membesarkannya, tentu saja dia sangat memahami sifat keras hati putrinya ini.


Bila dia tidak memberi ijin dan mencari solusi untuk nya, bukan mustahil putrinya ini, pasti akan memilih nekad pergi secara diam diam.


Hua Sien Ku menghela nafas berulang kali, akhirnya dia berkata,


"Hua er cara bukannya tidak ada, tentu saja ada.."


"Dengan cara ini, ibu jamin kamu pasti akan bisa kesana menjaga dan menemaninya dengan aman.."


Hua Sien Ce langsung menatap kearah ibunya dengan antusias dan berkata,


"Bagaimana cara nya Bu,..? cepat katakan.."


Hua Sien Ce terlihat menatap ibunya dengan tatapan mata tidak sabar.


Hua Sien Ku tersenyum pahit dan berkata,


"Kamu pergilah temui kedua orang tua kandung mu.."


"Senangkan hati mereka, jadilah Putri Kaisar Langit yang sebenarnya.."


"Tinggalkan dan lupakan tempat ini.."


"Hanya dengan cara ini kamu bisa.."


"Tidak ibu..cara ini aku tidak mau.."


Jawab Hua Sien Ce dengan wajah cemberut kurang senang.


"Ibu jangan bicarakan lagi.."


"Aku tidak akan setuju, aku mau pergi melihat Ming Ke ke, tapi aku tidak Sudi bila harus berpisah dari ibu, apalagi melupakan ibu dan tempat ini.."


"Tidak kalau itu pilihan nya, aku lebih baik pergi diam diam seorang diri pergi menemui Yu Ming ke ke.."


Hua Sien Ku menggelengkan kepalanya memegang tangan Hua Sien Ce erat erat dan berkata,


"Anak ku, ini adalah satu satunya cara demi keamanan mu dan Yu Ming.."


"Ibu juga tidak mau ini, tapi ini adalah pilihan tanpa pilihan.."


"Kamu jangan keras kepala lagi, hanya dengan dukungan mereka kamu bisa pergi menjaga keselamatan Yu Ming.."


"Anggaplah ibu mohon pada mu.."


Ucap Hua Sien Ku sambil berlutut di depan putrinya dengan airmata bercucuran.


Dia juga tidak mau, tapi Yu Ming putra kandungnya dalam bahaya.


Bila Hua Sien Ce tidak pergi menjaganya dengan status seorang Putri Kaisar Langit.


Pasti Yu Ming akan mengalami siksa dan penindasan yang sulit terbayangkan.


Hua Sien Ce sangat kaget, dia buru-buru ikut berlutut, dan berkata,


"Baiklah baiklah, Hua er akan menuruti ibu.."


"Tapi Hua er katakan dari awal, Hua er tetap putri ibu."


"Mereka tidak boleh melarang Hua Er, kapanpun Hua er ingin kembali kemari menjenguk ibu.."


"Bila mereka memaksa, maka tiada pilihan.."


"Hua er akan kembali kemari, selamanya tidak akan Sudi menemui mereka lagi.."


"Bila mereka berniat mengurung Hua er, mereka hanya akan mendapatkan jasad Hua er saja.."


Ucap Hua Sien Ce nekad.


"Tidak,..tidak..Hua er kamu tidak boleh bertindak bodoh.."


Ucap Hua Sien Ku kaget.


"Sudahlah kalau kamu tidak mau, ibu tidak akan memaksa mu lagi.."


"Kita lupakan saja usul ibu tadi.."


Ucap Hua Sien Ku sambil memeluk erat tubuh putrinya.


Seolah olah dia takut putrinya benar benar akan segera melakukan tindakan nekad itu.


Hua Sien Ce mengangguk pelan, lalu dia membantu ibunya untuk bangkit duduk di kursinya.


"Ibu Hua Er mau kebelakang siapkan makan siang, .."


"Ibu jangan terlalu banyak berpikir, semua pasti akan baik baik saja.."


"Lebih baik kita tenang dulu, siapa tahu akan ada ide yang lebih baik lagi.."


Ucap Hua Sien Ce lembut, mencoba menenangkan ibunya.


"Kamu pergilah, tenang saja ibu tidak apa apa.."


"Ibu mau kedalam dulu, melihat keadaan ayah mu.."


Selesai berkata, sambil menepuk lembut pundak istrinya.


Hua Sien Ku bergerak meninggalkan putrinya, langsung masuk kedalam kamar nya.


Setelah Hua Sien Ku pergi, Hua Sien Ce dengan langkah lesu dan kepala tertunduk.


Dia berjalan menuju dapur yang terletak di halaman belakang rumah.


Sambil menyiapkan makanan Hua Sien Ce terus memutar otaknya.


Berusaha memikirkan cara agar bisa pergi membantu Yu Ming menyelesaikan masalah ini.


Tapi semakin di pikir dia semakin pusing, semua cara yang dia pikirkan selalu kandas ditengah jalan.


Dia baru sadar dari lamunannya, saat mencium bau ikan gosong yang berasal dari tempat penggorengan nya.


Hua Sien Ce buru buru mengangkat ikan dari penggorengan kemudian membuangnya.


Untungnya persedian ikan masih ada 3 ekor lagi, Hua Sien Ce bisa coba untuk lebih fokus memasak ulang.


Akhirnya setelah beberapa waktu berlalu, Hua Sien Ce berhasil menyelesaikan semua masakan nya.


Setelah semua masakan tertutup rapi, Hua Sien Ce buru buru pergi menuju pondoknya kediamannya.


"Ibu masakan sudah siap ..!"


"Ibu..!"


"Ibu..kamu di dalam kah..!?"


Panggil Hua Sien Ce sambil melangkah masuk kedalam rumah.


Begitu masuk kedalam rumah, Hua Sien Ce sedikit kaget melihat Kaisar Langit dan Wang Mu Niang Niang hadir di sana.


Melihat kedatangan putrinya, Hua Sien Ku melambaikan tangannya dan berkata,


"Hua er kemarilah,.."


"Ayo duduk dekat ibu.."


Ucap Hua Sien Ku sambil tersenyum lembut.


Hua Sien Ce tidak berani membantah dan banyak bicara.


dia segera menghampiri ibunya.


Sebelum duduk, sebagai sopan santun, dia menganggukkan kepalanya secara bergantian kearah Kaisar Langit dan Wang Mu Niang Niang.


Kaisar langit dan Wang Mu Niang Niang langsung membalasnya dengan senyum gembira.


Setelah duduk di samping ibunya, Hua Sien Ce langsung menatap wajah ibunya, meminta penjelasan.


Hua Sien Ku tersenyum lembut menatap Hua Sien Ce dan berkata,


"Hua er tadi ibu sudah bicara dengan mereka berdua.."


"Hua er,.. ketahuilah, kakak ku Yu Ti, yang juga merupakan ayah kandung mu.."


"Dia sudah menyetujui persyaratan kita, dia setuju mengijinkan mu, untuk bebas datang kemari kapan pun kamu suka.."


"Dia juga menyetujui akan mengirim pasukan langit, menemani mu ke Utara sana.."


"Untuk memastikan keadaan Ming Er di sana.."


"Mengenai masalah Ming Er, mereka juga sudah menjelaskan semuanya pada ku.."


"Mereka berjanji akan diam diam terus mencari tahu, tentang kebenaran masalah kematian Ping Sien, ayah nya Ping Ru Meng ..'


"Bila ada bukti lengkap dan jelas siapa sosok orang berpakaian hitam itu.."


"Mereka akan membebaskan Yu Ming dari tuduhan dan mengembalikan kebebasan nya "


"Hanya saja posisi Yu Ming sebagai putra mahkota, tentunya sudah tidak bisa di pertahankan.."


"Tapi aku rasa Yu Ming sendiri juga tidak bakal menginginkan jabatan itu..'


Ucap Hua Sien Ku sambil menatap Hua Sien Ce .


Sesaat kemudian Hua Sien Ku melanjutkan,


"Mengenai masalah Yu Ming, ibu tidak akan bercerita banyak, nanti kamu setelah bertemu dengan Yu Ming.."


"Kamu bisa tanyakan langsung, cerita selengkapnya dari dia.."


"Ohh ya satu hal.lagi, ibu juga cerita ke mereka tentang perasaan mu ke Yu Ming.."


"Ibu...!"


Jerit Hua Sien Ce sambil memegang kedua pipinya yang terasa panas.