
Ping Ru Meng menggendong Yu Ming melewati halaman samping, langsung menuju kuburan ibunya, yang terletak di halaman belakang rumah.
Di depan makam ibunya, yang terlihat rapi dan bersih.
Ping Ru Meng dengan hati hati meletakkan jasad Yu Ming bersandaran di samping makam ibunya.
Setelah itu dia baru berkata,
"Ming ke ke kamu istirahatlah sebentar bersama ibu ku.."
"Aku akan membantu pemakaman barang peninggalan ayah dulu, setelah itu, kita bisa bersama sama memberikan penghormatan pada mereka.. untuk memenuhi harapan terakhir mu.."
Ping Ru Meng sambil berbicara, dia memberikan belaian lembut di samping wajah suaminya, yang terlihat pucat dan mulai membiru.
Roh Yu Ming yang ikut berjongkok di samping Ping Ru Meng mengangguk pelan dan berkata,
"Pergilah sayang, kerjakan saja apa yang menurutmu itu baik."
"Maaf aku tidak bisa membantu mu.."
"Aku malah merepotkan mu."
Ucap Roh Yu Ming berbicara sendiri tanpa ada yang mendengarnya.
Di sana hanya ada dia dan Ping Ru Meng , Ping Ru Meng tidak bisa mendengar dan merasakan kehadirannya.
Maka sudah jelas tidak akan ada lagi, orang yang tahu bahwa dia masih ada dan hadir di sana.
Ping Ru Meng bangkit berdiri, dia sekali lagi menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata menyesal dan tidak rela.
Berusaha menahan gejolak perasaan nya.
Ping Ru Meng akhirnya bergerak pergi dari sana, dia menggunakan tangan menutupi mulutnya sendiri agar suara tangisnya tidak terdengar keluar.
Dengan airmata bercucuran, Ping Ru Meng pergi ke gudang di dekat dapur, di mana segala peralatan dan perlengkapan yang dia butuhkan tersimpan rapi di sana.
Ping Ru Meng segera mengambil cangkul dan peralatan sembahyang.
Setelah itu dia kembali lagi ke tanah kosong sebelah ibunya.
Dengan kekuatan nya saat ini, bukan hal sulit bagi Ping Ru Meng menggali sebuah lubang kecil, untuk menaruh barang barang milik ayahnya, dan sebuah lubang lainnya untuk jasad suaminya nanti.
Tapi setelah Ping Ru Meng selesai mengerjakan semuanya saat kembali untuk menjemput jasad Yu Ming.
Dia hanya menemukan sebuah gelang penyimpanan milik Yu Ming dan beberapa hadiah kenangan darinya buat Yu Ming .
Semua barang itu tergeletak utuh disana, jasad Yu Ming sudah tidak terlihat lagi.
Ping Ru Meng langsung terduduk lemas di sana, dengan airmata semakin deras mengalir membasahi wajahnya yang cantik.
Dengan tangan gemetar dia mengumpulkan satu persatu barang peninggalan Yu Ming.
Memeluknya erat erat di dadanya, sambil menangis tersedu sedu, dia sadar .
Perjodohan mereka berdua hanya sampai di sini saja, tali benang merah diantara mereka kini sudah putus.
Selama nya mulai hari ini dan kedepannya tidak akan ada lagi Yu Ming yang selalu hadir menyayangi nya, mencintai nya, melindungi nya.
Tidak akan ada lagi orang yang akan memperdulikan kehadirannya.
Juga tidak akan ada lagi orang yang menemaninya melihat langit senja, menjadi tempat dia bersandar, membantu menghapus air mata kesedihannya, dan membantu menghibur hatinya yang terluka.
Semua sudah tiada, dia harus siap terima kenyataan bahwa kini dia hanya seorang diri di dunia ini.
Di posisi lain Roh Yu Ming kini sedang bergerak meninggalkan tempat itu menuju langit lapis ke 36.
Tadi selagi Ping Ru Meng pergi, tiba tiba Yu Ming yang sedang berdiri diam termenung di sana.
Di kaget kan oleh suara lembut yang menegurnya dari belakang,
"Ming Er waktu mu hampir habis, mengapa kamu masih terus di sini.."
"Mari ikutlah dengan nenek, sebelum kamu keduluan di jemput raja neraka.."
Mendengar suara teguran itu, tentu saja Yu Ming sangat kaget, dia buru buru menoleh kebelakang.
Melihat neneknya hadir di sana sambil tersenyum lembut.
Yu Ming segera menjatuhkan diri berlutut.
Thai Yuan Sheng Mu tersenyum lembut dan berkata,
"Ming Er kamu berdirilah, mari ikutlah dengan nenek.."
"Kita mau kemana nek, Yu Ming masih belum.rela berpisah darinya nek.."
"Ming Er dengarkan nenek, bila kamu ingin hidup lagi, dan kelak bisa kembali bertemu dan berkumpul dengan mereka lagi.."
"Maka sekarang kamu ikutlah dengan nenek.."
"Bila terlambat dan di jemput raja neraka, maka kamu tidak akan pernah bisa bertemu mereka kembali.."
Yu Ming mengangguk paham, meski masih banyak pertanyaan di hatinya, tapi dia tidak berani banyak membantah lagi.
Yu Ming mengikuti nenek nya terbang meninggalkan tempat tersebut.
Segera setelah Roh Yu Ming pergi bersama neneknya, jasad kasar nya pun hilang menjadi butiran cahaya pelangi mengikuti kepergian roh Yu Ming.
Yu Ming saat tiba di langit lapis 36 berkata,
"Nek boleh kah aku pergi lihat ibu dan ayah ku untuk yang terakhir kalinya."
Thai Yuan Sheng Mu tersenyum dan berkata,
"Baiklah pergilah, tapi jangan lama, batas waktu mu hanya sampai tengah malam nanti.."
"Kamu masih ingat tempat menemukan nenek bukan..?"
Yu Ming mengangguk gembira. dan berkata,
"Tahu nek Ming Er janji tidak akan lama.."
Thai Yuan Sheng Mu mengangguk pelan, lalu dia segera bergerak pergi dari sana.
Yu Ming sendiri segera membelok kearah kediaman ibu kandungnya.
Saat tiba di pondok kediaman ibu nya.
Yu Ming segera melihat Hua Sien Ce sedang duduk di depan halaman rumah bersama ibunya.
Hua Sien Ce terlihat sedang menangis sedih dalam pelukan ibunya.
Yu Ming sedikit meragu untuk mendekat, Ping Ru Meng tidak bisa melihat dan mendengar suara nya.
Saat ini kehadirannya kemungkinan tidak akan jauh beda.
Mereka juga pasti tidak bakal bisa merasakan kehadirannya di tempat itu.
Berpikir bolak balik Yu Ming akhir nya, memutuskan tetap menghampiri mereka.
Tapi baru saja Yu Ming mendekat, Hua Sien Ce tiba tiba melepaskan diri dari pelukan Hua Sien Ku.
Dia langsung menoleh kearah Yu Ming dan berkata,
"Yu Ming ke ke kamu di mana ? aku tahu kamu sedang di sini..?"
"Wangi mu aku tidak mungkin lupa..keluarlah temui kami.."
"Bagaimana keadaan mu saat ini..?"
Tanya Hua Sien Ce sambil berlari kehadapan Yu Ming.
Yu Ming jelas berdiri di hadapan nya, tapi dia tetap tidak bisa melihatnya.
Hua Sien Ku yang merasakan ada yang janggal, dia segera mengusap kedua matanya sendiri.
Sehingga matanya sesaat mengeluarkan cahaya kehijauan.
Itu adalah ilmu mata neraka, yang pernah diajarkan Che You padanya.
Sehingga dia bisa melihat mahluk apapun yang tidak bisa di lihat oleh mata biasa.
Ilmu ini sama saja dengan ilmu mata langit milik dewa Er Lang dan kaisar langit, hanya beda cara penggunaannya saja.
Begitu mata Hua Sien Ku mengeluarkan cahaya hijau, dia segera bisa melihat Yu Ming putra kandungnya sedang berdiri di hadapan Hua Sien Ce sambil tersenyum sedih.