
"Masalah apa ?"
Tanya Yu Ming sambil menghadap kearah Ping Ru Meng, yang sedang berbaring di samping nya.
Posisi wajah mereka berdua jadi begitu dekat, hingga ujung hidung mereka jadi hampir saling menempel.
Ping Ru Meng sambil menutupi mulutnya menahan tawa dia berkata,
"Masalah kita terlalu dekat, nanti kamu minta lebih.."
Selesai berkata, Ping Ru Meng pun bangkit duduk, sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
Yu Ming sambil menahan senyum, dia juga bangkit duduk dan berkata,
"Yang minta memang aku, tapi yang menikmatinya kan bukan cuma aku.."
"Plakkkk..!"
"Aduhhh..!"
Ringis Yu Ming sambil mengelus elus lengannya yang di tabok oleh Kekasihnya.
Ping Ru Meng berpura-pura mempelototi Yu Ming, tapi akhirnya dia sendiri malah tidak bisa menahan diri untuk tertawa.
Melihat hal itu, Yu Ming pun ikut tertawa, lalu dia menarik Ping Ru Meng masuk kedalam pelukannya.
"Jadi bagaimana kelanjutan ceritanya ? masalah baru apa yang terjadi..?"
Tanya Yu Ming ingin tahu
Ping Ru Meng sambil bersandar dalam pelukan kekasihnya, dia kembali melanjutkan ceritanya.
"Masalah baru itu adalah, Pangeran Mahkota Kerajaan Bhutan, yang di jodohkan dengan ibu ku, adalah seorang pemuda penyakitan yang terbaring di kasur, sudah hampir mati.."
"Setelah menjalani prosesi pernikahan, saat memasuki malam pengantin, pangeran itu malah meninggal.."
"Setelah di tinggal mati suami yang baru di nikahi nya satu malam.."
"Status ibu ku langsung jadi janda pangeran itu ."
"Melihat kecantikan ibu ku, dan masalah yang terjadi, walinya sang pangeran, yang masih terhitung pamannya.."
"Dia melakukan kudeta berdarah dengan membunuh kakaknya raja Bhutan.."
"Kemudian dia hendak memaksa mengambil ibu ku menjadi gundiknya yang ke 13.."
"Ibu ku tentu menolak keras keinginan Raja Bhutan baru itu.."
"Sehingga Raja Bhutan baru itu marah, dia ingin menangkap paksa ibu ku.."
"Bentrokan berdarah pun terjadi, saat pasukan pengawal kerajaan ibuku hampir habis di bantai."
"Ayah setelah mengantar ibu , hingga tiba di tujuan, lalu berniat kembali Kerajaan Es Abadi .."
"Dalam perjalanan, dia merasa hati dan pikirannya tidak tenang.."
"Ayah akhirnya berputar balik, untuk memastikan keselamatan ibu dan rombongannya."
"Saat ayah tiba, melihat rombongan pengawal ibu ku hampir habis di bantai.."
"Ayah menjadi sangat marah, begitu ayah bergerak, pasukan pengepung yang bukan tandingan ayah, semuanya langsung di ubah oleh ayah menjadi patung es.."
"Dalam kemarahan nya, ayah memusnahkan, hampir setengah kekuatan dari kerajaan Bhutan.."
"Dalam insiden tersebut Raja Bhutan yang baru, juga ikut musnah "
"Ayah kemudian membawa ibu meninggalkan tempat itu, ayah tidak jadi kembali ke Kerajaan Es Abadi.."
"Karena ayah tidak tega meninggalkan ibu ku hidup seorang diri.."
"Jadi dia memutuskan membawa ibu ku hidup mengasingkan diri di lembah naga .."
"Begitulah ceritanya .."
Ucap Ping Ru Meng mengakhiri ceritanya.
"Mengapa ayah mu tidak membawa ibu mu kembali ke kerajaan, untuk menjelaskan semua duduk persoalan di kerajaan Bhutan..?"
Tanya Yu Ming.
Ping Ru Meng menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Sebenarnya sejak Ibu ku di kirim ke Bhutan, secara tidak langsung dia sudah di buang.."
"Bila ibu ku di kembalikan dalam posisi misi gagal,. Ibu ku pasti di hukum.."
"Pilihan kedua nya adalah ayah ku akan di ikat dengan ibu ku, untuk menjadi bidak kerajaan ibu ku, untuk menahlukkan dunia ."
"Kedua hal itu, ibu ku tidak ingin melihatnya.."
"Jadi dia memutuskan lebih baik dia hidup seorang diri di tempat terpencil.."
"Ayah tentunya tidak tega membiarkan hal itu, jadi dia memutuskan menemani ibu ku.."
"Dan memutuskan tidak akan pernah kembali lagi Ke Kerajaan Es Abadi.."
Ucap Ping Ru Meng mengakhiri ceritanya.
"Ada rombongan berkuda sedang bergerak cepat kemari ."
Ping Ru Meng segera bangun berdiri, mengikuti arah pandangan mata Yu Ming, yang terarah ke sebuah bukit di kejauhan sana.
Tidak berapa lama kemudian, benar saja, dari arah balik bukit sana.
Terlihat serombongan orang berkuda,, yang berteriak riuh rendah, bergerak cepat, memacu kuda menghampiri tempat Yu Ming dan Ru Meng berada.
Melihat penampilan rombongan yang terdiri dari seratus orang itu,, mengenakan mantel bulu binatang.
Berambut ikal panjang terurai, berwajah garang.
Ping Ru Meng pun berkata pelan,
"Mereka adalah bangsa Hun, suku nomaden yang hidup dengan berburu dan merampok.."
"Kedatangan mereka tentu tidak ada niat baik.."
Sesuai ucapan Ping Ru Meng begitu tiba di hadapan Yu Ming dan Ping Ru Meng.
Mereka langsung bergerak melakukan pengepungan, lalu salah satu pemimpin mereka maju kedepan menunjuk kearah Yu Ming dan berbicara dengan bahasa Han yang kaku..
"Hei kamu, lekas serahkan harta dan wanita di samping mu, bila masih sayang dengan nyawa mu..!"
Yu Ming tersenyum dingin dan berkata,
"Kalian jangan mencari gara gara.."
"Aku sarankan segera tinggalkan tempat ini, jangan sampai kelakuan kalian, kembali terlihat lagi oleh ku.."
"Bocah tengik sombong sekali bicara mu.."
"Aku jadi mau lihat, apa kemampuan mu sebesar ucapan mu .!?"
"Tangkap dan habisi dia .!"
Bentak kepala rombongan itu marah.
Anak buah nya, segera mencabut golok dan pedang, lalu mereka sambil berteriak keras.
Langsung memacu kuda mereka menerjang kearah Yu Ming dengan pedang dan golok, siap di tebaskan.
Yu Ming tersenyum dingin menanggapi pergerakan orang orang itu.
Sebelum mereka berhasil mendekat, pedang Xuan Yuan sudah muncul di belakang Yu Ming.
Pedang itu begitu muncul langsung membelah diri, menjadi ratusan bayangan pedang sinar emas.
Kemudian pedang pedang itu melesat menyerang semua pengepung yang ada di sana.
Orang orang yang menunggang kuda yang sedang menerjang kearah Yu Ming.
Mereka adalah orang orang yang menjadi tumbal pertama keganasan pedang cahaya emas.
"Singggg..!"
"Crakkk...!"
"Arggghhh..!" Arggghhh..!"
"Arggghhh..!" Arggghhh..!"
"Arggghhh..!" Arggghhh..!"
"Arggghhh..!" Arggghhh..!"
Segera terdengar suara teriakan kesakitan susul menyusul, begitu cahaya pedang emas melewati tubuh mereka.
Seratus lebih lengan tangan orang orang itu, yang sedang memegang senjata tajam, terlihat terlepas dari tubuh mereka masing masing.
Tangan tangan yang terpisah dari tubuhnya yang berlumuran darah, terlihat beterbangan memenuhi udara.
Hal itu terjadi pada semua pengepung itu, tidak terkecuali pimpinan mereka.
Mereka semua mengalami nasib yang sama kehilangan sebelah tangan .
Sekali ini, kemampuan yang Yu Ming tunjukkan, benar benar membuat nyali mereka ciut.
Pimpinan rombongan itu, dengan susa satu tangan yang ada, sambil menahan rasa nyeri hebat di lengannya.
Dia segera memutar kudanya, lalu memacu nya bergerak cepat meninggalkan tempat itu.
Di belakangnya menyusul bawahannya, yang mengalami nasib yang sama, mereka juga ikut melarikan diri dengan penuh ketakutan.
Setelah mereka pergi, Yu Ming pun berkata,
"Meng Er tempat ini sudah kotor, ayo kita lanjutkan perjalanan saja.."
Ping Ru Meng mengangguk dan berkata,
"Ming ke ke benar, ayo kita pergi.."
Selesai berkata, mereka berdua segera melayang duduk diatas punggung kuda mereka masing masing.
Lalu mereka segera memacunya meninggalkan tempat itu