LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PERSIAPAN KERAJAAN DEWA MATAHARI


Hua Sien Ce menatap kearah ibunya dengan tatapan mata sedih dan berkata,


"Ibu aku seumur hidup ku, hanya bisa mencintai dia seorang.."


"Kini dengan kejadian seperti ini, bagaimana aku punya muka untuk bertemu dengan nya.."


"Bagaimana aku akan melewati sisa hidup ku ini.."


"Maafkan Hua er bu, Hua er benar benar tidak sanggup lagi menjalani kehidupan ini.."


"Hua er lebih baik cepat mati cepat reinkarnasi, agar Hua er bisa melupakan semua kenyataan pahit ini.."


Ucap Hua Sien Ce dengan tatapan mata kosong dan penuh keputusasaan.


Wang Mu Niang Niang paham siapa yang di maksud putrinya, tapi dia juga tidak bisa apa apa.


Karena Yu Ming jelas sudah ada yang punya, malah dia lah yang menikahkan mereka, sebelum dia tahu semua kenyataan ini.


Bila saja lebih awal dia tahu, tentu dia akan menyuruh Yu Ming menikahi putrinya yang bernasib malang ini.


Bila putrinya menikah dengan Yu Ming, tentu tidak akan perlu ada kejadian tragis ini.


Wang Mu Niang Niang dengan wajah sedih, dia menatap putrinya yang bernasib malang tersebut dengan prihatin dan berkata,


"Tidak Hua Er ibu tidak akan ijinkan ku punya pikiran pendek itu.."


"Semua kesulitan pasti bisa di atasi, kamu tidak boleh punya pemikiran pendek seperti itu.."


"Hidup ini masih banyak hal yang bisa kamu lakukan, tidak melulu hanya karena cinta dan pasangan hidup.."


"Contoh saja guru mu, bukan kah dia baik baik saja tanpa pasangan sekalipun, diantara delapan dewa ada dua Dewi bukankah mereka juga baik baik saja tanpa ikatan cinta pria wanita.."


"Masih banyak contoh lainnya yang tidak bisa ibu sebutkan satu persatu.."


"Kamu harus punya keyakinan untuk itu.."


"Anggaplah kamu melakukan semua ini untuk nya.."


"Coba kamu bayangkan, bila kamu memilih jalan pendek.."


"Apa kira kira yang akan terjadi dengan nya..?"


"Dia pasti akan sangat menyesal bersedih dan bersalah, apa kamu ingin melihat dia seperti itu selamanya?"


"Tidak Hua Er, bila kamu memang mencintainya, harusnya kamu melihat dan mempertimbangkan efek dari keputusan mu itu terhadap dirinya.."


"Saat ini pun ibu sangat khawatir anak itu, setelah tahu apa yang kamu alami, dia akan melakukan apa di luar sana..'


"Kamu juga tahu dia pada dasarnya memilki kekuatan yang sangat mengerikan.."


"Apalagi darah yang mengalir di dalam tubuhnya adalah darah Raja Iblis Che You.."


"Ibu selain mencemaskan mu, ibu juga sangatlah mencemaskan nya.."


Ucap Wang Mu Niang Niang sambil menatap kearah putrinya dengan serius.


Ternyata ucapan terakhir inilah yang justru mulai membangkitkan semangat hidup Hua Sien Ce .


Dia mulai tertarik dan mulai melupakan apa yang telah terjadi dengan nya.


Dia mulai terlihat membalas tatapan ibunya dengan cemas.


Tatapan mata kosong yang putus asa itu sudah tidak terlihat lagi.


Tiba-tiba Hua Sien Ce berkata,


"Ibu mana pakaian ku, aku harus segera menyusul nya.."


"Aku harus pergi menenangkan dan mencegahnya berbuat sesuatu yang akan membuatnya terkena hukuman langit.."


"Aku tidak mau dia menanggung penderitaan tiada akhir karena masalah ku ini.."


"Ibu tolonglah.."


"Meng Cie cie kamu di mana !?"


"Kemarilah, cepat bantu aku berganti,..! kita harus menyusul nya ."


Ping Ru Meng yang sedang duduk di ruang depan segera masuk kedalam kamar.


Dia segera membantu Wang Mu Niang Niang mengumpulkan pakaian Hua Sien Ce yang terlihat berserakan di atas lantai.


Hua Sien Ce sendiri tanpa malu malu, dan seakan telah lupa dengan apa yang baru saja di alaminya.


Dia segera menyambar pakaian yang di kumpulkan untuk langsung dua kenakan kembali dengan buru buru.


Setelah itu dengan rambut yang masih awut awutan dan wajah sedikit berantakan.


Pakaian pun belum sepenuhnya rapi, dia sudah berlari keluar dari dalam kamarnya, sambil menyeret tangan Ping Ru Meng dan Wang Mu Niang Niang.


"Meng Cie cie, .. Ibu...! cepatlah kita harus menyusulnya ke istana Raja Dewa Matahari di langit lapis pertama sana.."


"Ming ke ke pasti sedang menuju kesana...!"


Ucap Hua Sien Ce terlihat panik.


Wang Mu Niang Niang dan Ping Ru Meng hanya bisa mengangguk dan segera menuruti kemauan Hua Sien Ce .


Mereka bertiga segera keluar dari dalam kamar, kemudian melesat terbang ke udara.


Yu Ti yang menunggu di luar sana bersama Yu Lek segera bergerak menyusulnya.


Yu Lek yang menyusul terbang dengan sepasang sayap bebek nya, tentu saja dia segera tertinggal jauh.


Dia hanya bisa berusaha sekuat tenaga nya bergerak terbang menyusul dari belakang sana.


Meski jarak diantara mereka semakin lama semakin jauh, hingga akhirnya tidak terlihat lagi.


Tapi Yu Lek yang di penuhi rasa bersalah dan menyesal, dia tidak berhenti mengejar.


Dia terus mengejar dengan gigih menggunakan seluruh kemampuannya yang ada.


Sementara mereka semua sedang bergerak menyusul.


Beberapa waktu sebelum mereka bergerak, Yu Ming yang bergerak lebih dulu melakukan pengejaran.


Sepanjang perjalanan menuju langit lapis pertama di mana Istana Raja Dewa Matahari dan istana Dewa Bulan berada.


Yu Ming terus mempergunakan matanya yang tajam untuk mencari cari keberadaan Yang Jiu yang di kejarnya.


Tapi hingga dia tiba, mendarat di depan halaman istana kerajaan Dewa Matahari, yang di jaga ketat oleh ratusan ribu pasukan kerajaan matahari.


Yu Ming tetap tidak berhasil menemukan Yang Jiu yang di kejar kejarnya.


Yu Ming tidak tahu bahwa Yang Jiu dan Yang Pa, mereka berdua telah mengambil jalan cepat.


Tidak menempuh perjalanan terbang biasa, melainkan mereka menggunakan portal dimensi.


Sehingga dari manapun, mereka bisa dengan cepat langsung berpindah kedalam ruangan rahasia di Istana Kerajaan Matahari.


Yang Jiu yang sudah tiba duluan langsung melaporkan kejahatan Yu Ming yang kabur dari tahanan di Utara.


Kini dalam keadaan kerasukan roh darah iblis Che You mengejarnya hingga kemari.


Yang Pa yang ikut terlibat dosa, terpaksa ikut membenarkan ucapan adiknya, agar tidak mendapatkan hukuman berat dari ayahnya.


Mendengar laporan dari kedua putranya, Dewa matahari menjadi sangat marah.


"Yu Ming bocah cilik,kamu terlalu memandang remeh dan menindas orang.."


"Hari ini bila aku tidak menghukum mu, kamu akan pikir kami para dewa takut dengan mu.."


Ucap Dewa Matahari emosi.


Dia langsung menyambar pedang cahaya emas inti matahari, yang terpajang rapi di atas sebuah rak kayu hitam khusus, yang menjadi penyangga pedang pusaka kerajaan matahari itu.


Setelah menggenggam pedang pusaka di tangan, dengan penuh percaya diri, Dewa Matahari di ikuti oleh 9 orang putra nya.


Segera mengumpulkan seluruh kekuatan pasukan kerajaan tersebut.


Untuk bersiap siap menghadapi kedatangan Yu Ming, yang katanya akan datang menyerang dan meratakan kerajaan nya.