LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
Draft


Siau Sien Ce meski di dalam hati sangat tertarik, dan ingin mengetahui lebih jauh jalan ceritanya.


Tapi tentu saja, dia tahu batasan dirinya.


Dia tidak mungkin berani memaksa, itu hanya akan mempermalukan diri sendiri.


Lagipula Dewa Er Lang juga tidak mau bercerita, bila dia ikut mendengarnya.


Jadi daripada mempermalukan diri, dia berpikir lebih baik menurut, memenuhi harapan keinginan Dewa Er Lang, sekaligus bisa menjaga muka Yu Ming.


Siau Sien Ce mengangguk patuh dan berkata,


"Silahkan saja Dewa Er Lang, biar kami tunggu di sini saja.."


"Terimakasih banyak pengertian nya adik kecil.."


"Kalau begitu, ayo Ming er kita kesana sekarang.."


Ucap Dewa Er Lang cepat.


Dia langsung mendahului melesat ke bagian tengah Danau Beku.


Yu Ming menoleh kearah Siau Sien Ce dan berkata pelan,


"Aku pergi sebentar.."


Setelah itu dia pun melesat menyusul kearah Dewa Er Lang pergi.


Saat mereka berdua berhadap hadapan, Dewa Er Lang pun mulai menceritakan semua nya ke Yu Ming, mulai dari awal hingga akhir.


Yu Ming sepanjang Dewa Er Lang bercerita, dia mendengarkan dengan serius.


Dia tidak berkomentar apapun, hanya fokus mendengarkan dengan serius.


Meski di hatinya ada beberapa pertanyaan penasaran, yang mengganjal sepanjang cerita berlangsung, tapi dia bisa menahan diri, untuk tidak memotong cerita kakak misan nya.


Baru setelah cerita berakhir, dia melontarkan pertanyaan penasaran nya, yang selama ini tertahan.


"Kakak misan, dari cerita mu, aku menangkap kesimpulan, ini berarti kemampuan ayah sebenarnya masih bukan lawan dia.?."


"Ayah mengalahkan dia dengan cara tidak terpuji..?"


"Bukan begitu..?"


Tanya Yu Ming, sambil menatap sepasang mata Dewa Er Lang lekat lekat.


Dewa Er Lang menatap kearah Utara dengan tatapan mata kosong.


Sejenak kemudian, dia menghela nafas panjang, lalu menoleh kearah Yu Ming.


Dia membalas menatap sepasang mata Yu Ming dan berkata,


"Aku ingin mengatakan tidak benar, sayangnya itu adalah fakta."


"Aku Er Lang Sen seumur hidup bicara, selalu sesuai dengan fakta, tidak menambah juga tidak mengurangi nya.."


"Maaf Ming er, aku harus katakan ya, memang seperti itu adanya.."


Yu Ming menghela nafas panjang, dia merasa sedikit kecewa dan malu dengan tindak tanduk ayah ibunya.


Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah urusan mereka para senior.


Dia tidak layak dan tidak punya hak, untuk mempertanyakan ataupun ikut campur.


Hal itu hanya akan menyakiti perasaan kedua orang tua nya.


Sesaat terdiam dalam hening, akhirnya Yu Ming kembali buka suara,


"Apa karena alasan ini, kakek dan nenek akhirnya bersumpah, tidak mau ikut campur dalam permusuhan ini..?"


Dewa Er Lang mengangguk pelan dan berkata,


"Aku tidak tahu pasti, tapi aku rasa kemungkinan besar memang seperti itu.."


"Kakak misan lalu di mana bibi ku dan anak yang di kandungnya saat ini..?"


"Aku rasa bila Che You benar bangkit, mungkin hanya bibi ku dan anaknya, yang bisa menghentikan bencana besar ini terjadi.."


Ucap Yu Ming sambil menatap penasaran kearah Dewa Er Lang.


"Bibi mu tinggal di langit lapis 36, itu adalah lapis tingkatan terbawah, yang paling dekat dengan alam manusia."


"Ming Er,.. tapi aku sarankan pada mu, apapun alasannya, kamu jangan pernah berani bermain kesana, apalagi mengunjungi bibi mu.."


"Kamu pasti bisa membawa masalah besar bagi diri mu sendiri, bila kamu nekad.."


"Paman pasti akan menghukum mu dengan berat.."


"Kamu juga tidak boleh punya pemikiran membawa bibi dan anaknya keluar dari tempat itu."


"Bila kamu melakukannya, itu bukan hanya mencelakai diri mu sendiri, tapi lebih dari itu, kamu hanya akan membuat mereka celaka.."


"Saran ku, sebaiknya kamu lupakan hal ini, berpura-pura tidak tahu apa apa, itu adalah yang terbaik.."


Ucap Dewa Er Lang mengingatkan Yu Ming dengan tulus, semua itu demi kebaikan Yu Ming.


"Kakak misan, terimakasih banyak, atas cerita, saran, dan nasehatnya, Ming Er akan selalu mengingatnya di dalam hati."


Dewa Er Lang mengangguk pelan, lalu berkata sambil melihat kearah langit.


"Hari sudah sore, mari kita kembali ke markas.."


"Bila malam tiba, biasanya mereka akan keluar bermain main di sini.."


"Bila berbenturan di malam hari, kita akan lebih rugi, terutama bila berhadapan dengan iblis Kegelapan.."


Ucap Dewa Er Lang memberi peringatan pada Yu Ming.


Setelah itu dia pun mendahului melesat ke tepi danau, dimana Siau Thian Cuan dan Siau Sien Ce, sedang menanti dengan sabar kepulangan mereka berdua.


"Ayo Siau Thian Cuan kita kembali.."


Ucap Dewa Er Lang singkat, lalu dia dan Siau Thian Cuan berubah menjadi cahaya biru meninggalkan tempat tersebut.


Yu Ming dan Siau Sien Ce bergerak menyusul di belakang Dewa Er Lang.


Saat tiba di depan kemah utama, kedatangan mereka langsung di sambut oleh dua prajurit kahyangan yang menanti di sana.


Mereka berdua terlihat memang khusus di tugaskan, untuk menanti kedatangan Dewa Er Lang dan Yu Ming.


"Hormat Yang Mulia Dewa Er Lang dan Yang Mulia Putra Mahkota.."


"Kami ingin mengabarkan, rombongan pangeran Yu Long dan rombongan pangeran Yu Lek sudah tiba.."


"Kini mereka sedang menanti kedatangan Yang mulia berdua di dalam kemah sana.."


Ucap Kedua prajurit kahyangan itu cepat.


"Baiklah terimakasih "


"Kami akan pergi kesana melihatnya.."


Ucap Dewa Er Lang tenang.


Yu Ming hanya mengikuti Dewa Er Lang berjalan. di belakangnya, menuju ke arah kemah utama dengan langkah tenang.


Saat Yu Ming dan Siau Sien Ce memasuki ruangan, adalah Yu Lek yang dengan wajah gembira.


Langsung berlari menghampiri Yu Ming dan berkata dengan ceria,


"Kakak akhirnya kamu tiba juga, syukur puji langit dan bumi, kakak ku akhir nya tiba juga."


"Kakak kamu harus bantu aku urus calon tunangan mu, yang jahat, galak, dan terus menindas ku itu ."


Ucap Yu Lek sambil menunjuk kearah seorang gadis cantik berpakaian putih, dengan hiasan renda renda benang emas, dan beberapa perisai pelindung tubuh, yang terbuat dari perak.


Seperti sabuk, pelindung bahu, pelindung siku, pelindung dada, pelindung punggung, pelindung lutut dan sepatunya, semuanya terlihat berkilauan indah.


Gadis itu terus menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata angkuh.


Dia terus mengamati Yu Ming dari atas kebawah, bawah keatas, berulang kali.


Seperti orang sedang menafsir Natsir barang yang akan di beli nya.


Yu Ming tidak menanggapi laporan adik ketiganya, yang manja dan nakal itu.


Dia terlalu mengenal sifat nakal adik ketiganya, tapi meski begitu hubungan mereka berdua adalah yang paling akrab.


Yu Ming melangkah maju memberi hormat kearah gadis itu dan berkata,


"Putri Fei Ying terimalah salam hormat ku."


"Terimakasih banyak Yang Mulia Putri Fei Ying, sudah berkenan hadir kemari."


"Untuk membantu melancarkan misi kami dalam membasmi iblis dan siluman pengacau.."


"Aku Yu Ming memohon maaf untuk adik ketiga ku yang agak sedikit nakal dan kurang sopan."


"Bila selama beberapa waktu ini, dia telah menganggu dan merepotkan Yang Mulia Putri sepanjang perjalanan kemari."


"Sehingga tanpa di sengaja, dia telah banyak menyinggung dan mempersulit Yang Mulia Putri Fei Ying."


Ucap Yu Ming sambil memberi hormat dengan sopan.


Sambil membungkukkan badannya dalam dalam.


FEI YING



YU LEK



YU LONG