
Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,
"Aku baik baik saja, kamu tidak perlu khawatir.."
"Kini semuanya sudah selesai, mari kita temui ayah mu.."
"Kita dengarkan apa pendapat nya dengan hubungan kita kedepannya.."
Ucap Yu Ming sambil memegang tangan Ru Meng.
Ru Meng tertunduk malu dan berkata pelan,
"Selanjutnya mereka hanya akan bahas hari baiknya dan berbagai proses acara saja.."
"Itu bukan lagi urusan kita, lebih baik aku antar Ming ke ke pergi lihat lihat, dan jalan jalan, mengunjungi tempat tempat menarik di Kerajaan Es Abadi ini.."
"Bagaimana menurut kakak..?"
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Boleh saja, kita ijin saja dulu, bila diijinkan kita baru pergi.."
Ping Ru Meng tersenyum dan mengangguk cepat.
Lalu dia menggandeng tangan Yu Ming ke hadapan ayahnya, yang sedang berjalan sambil berbicara santai dengan Yu Ti Ping Lian, dan Wang Mu Niang Niang.
"Ayah,.. kami tidak ikut ke istana, aku ingin mengajak Ming ke ke mengunjungi seluruh Wilayah Kerajaan Es Abadi kita.."
"Bolehkan ayah..?"
Tanya Ping Ru Meng sambil tersenyum manja.
Raja Ping Sien tertawa dan berkata,
"Pergilah,.. tapi ingat harus kembalikan lagi putri ku.."
"Jangan langsung di bawa pulang ke Kerajaan Halimun Mukjizat ya..?"
Ucap Raja Ping Sien menggoda Putrinya dan Yu Ming.
Ping Ru Meng wajahnya langsung merah,
"Ayah ini bicara apa ? tentunya sebelum malam kami sudah kembali.."
Yu Ming sambil tersenyum canggung berkata,
"Ming Er akan ingat pesan dari Yang Mulia.."
"Ha..ha..ha..! masih juga terus panggil Yang Mulia, kamu harus mulai biasakan diri, merubah panggilan mu menjadi ayah.."
Ucap Raja Ping Sien sambil tertawa.
Yu Ti sambil tersenyum berkata,
"Ming Er masih tidak cepat ucapkan terimakasih pada ayah mertua mu, mau tunggu kapan lagi..?"
Yu Ming sambil tersenyum canggung segera menjura kearah Raja Ping Sien dan berkata,
"Terimakasih banyak ayah mertua ."
"Ha..ha.ha..! bagus..! bagus .! ini baru benar..!"
Ucap Raja Ping Sien sambil tertawa gembira.
Ping Ru Meng segera menarik tangan Yu Ming dan berkata,
"Ayo kita cepat pergi, kita di sini hanya akan di olok olok dan di jadikan bahan candaan.."
Yu Ming setelah menjura, dia segera pergi dari sana, mengikuti tarikan tangan calon tunangan nya.
Yu Ti dan Ping Sien tidak berusaha mencegah kepergian kedua muda mudi itu
Mereka sambil tertawa, melanjutkan obrolan, berjalan santai kembali ke kediaman Raja Ping Sien.
Untuk melanjutkan perundingan segala sesuatunya, tentang proses pertunangan Yu Ming dan Ping Ru Meng.
Ping Ru Meng mengajak Yu Ming berjalan jalan di keramaian ibukota Kerajaan Es Abadi.
Beberapa saat berjalan sambil bergandengan tangan, Yu Ming menoleh kearah kekasihnya dan bertanya ,
"Meng er,.. kenapa saya lihat semua penghuni kerajaan ini, semua bermata biru berambut putih, hanya kamu yang terlihat berambut hitam bermata coklat..?"
Tanya Yu Ming sedikit penasaran.
Ping Ru Meng tersenyum menatap kekasihnya, dan berkata,
"Ini karena ibu ku aslinya bukan orang sini, hanya ayah ku yang asli penduduk Kerajaan ini."
Yu Ming menatap Ping Ru Meng dan berkata,
"Mengapa sejak kita tiba, aku hanya melihat ayah mu saja,..?"
"Di mana ibu mu saat ini berada..?"
Tanya Yu Ming sambil duduk santai di sebuah bangku bersantai yang terletak di sekitar taman kota.
Ping Ru Meng ikut duduk di sebelah Yu Ming dan berkata,
"Ibu ku manusia biasa, tinggalnya pun di dunia manusia sana.."
"Ayah ku, karena memilih menikah dengan manusia, dia juga sempat di usir dari Kerajaan ini oleh kakek ku.."
"Ayah sempat tinggal di alam manusia, hingga aku lahir."
"Bertepatan dengan hari kelahiran ku, ibu ku pun meninggal ."
"Menurut ayah, ibu sebagai manusia biasa, yang lemah, tidak kuat melahirkan anak dari ras Dewa.."
"Karena aku berdarah setengah Dewa, makanya ibu ku pun meninggal saat melahirkan ku.."
Ucap Ping Ru Meng yang terlihat sedih dan merasa bersalah.
Yu Ming membelai kepala Ping Ru Meng dengan lembut, dan menggenggam tangan nya dengan erat, lalu berkata pelan.
"Itu bukan salah mu, itu adalah takdir pilihan ayah ibu mu, resikonya, mereka juga sama sama sudah tahu dari awal."
"Mereka memilih tetap bertahan, karena rasa cinta yang mendalam, dan kamu adalah wujud dari perasaan cinta mereka yang besar, dan penuh pengorbanan itu ."
"Ayah mu memilih hidup di alam manusia, meninggalkan kerajaan dan kehidupan nya sebagai Dewa..semua demi bisa hidup bersama ibu mu.."
"Itu sudah merupakan bukti pengorbanannya yang besar, dalam mencintai ibu mu.."
"Kemudian ibu mu, membalasnya dengan memaksakan diri melahirkan mu dengan taruhan nyawa.."
"Itu juga merupakan bukti, betapa besarnya tekad cinta ibu mu pada ayah mu.."
"Demi mewujudkan bukti cinta nya, pada ayah mu, dia pun melahirkan mu ke dunia.."
"Jadi aku rasa, kamu harusnya bangga dan bergembira, punya ayah ibu yang begitu luar biasa.."
"Kamu tidak boleh menyesali diri dan bersedih, bila kamu lakukan itu .
Itu sama saja kamu tidak menghargai cinta dan pengorbanan mereka.."
Ucap Yu Ming sebisa nya menghibur tunangannya, agar tidak terlalu bersedih dan menyesali diri.
"Terimakasih Ming Ke ke, ucapan mu dan ayah sangat mirip dan itu sangat menyejukkan perasaan ku.."
Ucap Ping Ru Meng, sambil menatap kearah Yu Ming dengan mesra.
Sesaat kemudian dengan wajah serius, Ping Ru Meng berkata,
"Ming Ke ke, aku rasa aku mulai semakin menyukai mu, kamu harus berjanji jangan pernah berpaling dan pergi meninggalkan ku.."
"Bila itu terjadi, aku pasti akan sangat bersedih dan membenci mu.."
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Kamu tenanglah, aku berjanji pada mu, aku akan selalu setia padamu.."
"Selama nya, aku hanya akan bersama mu seorang.."
Ucap Yu Ming sambil menarik Ping Ru Meng masuk kedalam pelukannya.
Dia memeluk tubuh kekasihnya yang kecil, lembut hangat dan wangi itu dengan mesra.
Yu Ming sambil memeluk mesra Pung Ru Meng, dia pun kembali bertanya,
"Meng Er,.. lalu bagaimana ceritanya kamu dan ayah mu bisa kembali ke Kerajaan Dewa ini..?"
Ping Ru Meng menyusupkan kepalanya bersandar di dada Yu Ming yang bidang.
Kemudian melanjutkan ceritanya,
"Setelah ibu ku meninggal, aku dan ayah ku tinggal di alam manusia.."
"Hingga suatu hari kakek nenek dan paman ku, mereka datang menjemput kami kembali Ke Kerajaan Es Abadi.."
"Sejak saat itu kami pun kembali tinggal di Kerajaan Es Abadi.."
"Setelah kakek nenek dan paman, berhasil.memcapai tingkatan yang lebih tinggi, meninggalkan alam Dewa.."
"Maka ayah ku lah, yang di tunjuk oleh paman ku, untuk menggantikan posisinya, sebagai Raja Kerajaan Es Abadi.."
"Begitulah ceritanya Ming ke ke.."
Ucap Ping Ru Meng sambil membalas menggenggam lembut tangan Yu Ming.