LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
SARAPAN BERSAMA


"Ming ke ke,.. setelah keputusan yang ku berikan tadi, aku sedikit tidak enak hati dengan bibi Ping Lian dan Yu Long..'


"Aku tidak berani kembali kekediaman mereka, untuk menumpang menginap di sana."


"Tapi tidak menumpang di sana, aku bingung mau menumpang di mana malam ini.."


Ucap Ping Ru Meng dengan wajah tertunduk lesu.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Itu sangat mudah, bila kamu tidak berkeberatan, bagaimana bila kamu ikut ketempat ku saja..?"


"Lagipula tempat ku lainnya tidak ada, tapi kamar sangat banyak.."


"Bila kamu tidak berkeberatan, kamu boleh tinggal di tempat ku sesuka hati mu.."


Ucap Yu Ming bersikap santai.


"Tapi Ming ke ke apa kata orang nanti bila aku.."


Ucap Ping Ru Meng ragu dan agak malu.


Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,


"Hidup adalah hidup kita, pilihan juga ada di kita.."


"Bila kita tidak melakukan hal yang berdosa, mampu di pertanggung jawabkan terhadap hati nurani kita, buat apa kita perdulikan omongan orang.."


"Lagipula kamu kini adalah calon tunangan ku, apa yang perlu di khawatirkan.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum lembut.


Ping Ru Meng masih terlihat ragu.


Yu Ming langsung memegang tangan Ping Ru Meng dan berkata,,


"Ayo kita pulang.."


Dia langsung membawa Ping Ru Mengikuti nya terbang menuju kediaman nya.


Ping Ru Meng tidak menolak pegangan tangan Yu Ming, dia hanya meresponnya dengan senyum malu dan agak canggung.


Saat tiba di istana kediaman Yu Ming, yang letaknya tidak terlalu berjauhan dari taman bunga tadi.


Mereka berdua langsung di sambut gembira oleh puluhan dayang dari pelayan di kediaman Yu Ming.


Berbeda dengan kehadiran Siau Sien Ce dulu, di mana mereka bersikap cuek dan kurang hormat.


Terhadap kehadiran Ping Ru Meng, mereka justru bersikap sebaliknya.


Mereka semua menyambut hangat kedatangan Ping Ru Meng, yang sudah lama mereka harapkan untuk bisa menjadi pendamping, yang pantas untuk tuan mereka.


"Ming ke ke pelayan dan dayang dayang mu, benar benar sangat baik dan ramah ramah."


Ucap Ping Ru Meng sambil melangkah di samping Yu Ming.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Terhadap ku saja mereka tidak ramah, apalagi terhadap orang lain.."


"Terhadap mu tentu saja beda, karena kalian sama sama datang dari Kerajaan Es Abadi.."


"Mereka ini semua adalah mantan pelayan Ibu Ping Lian, yang sengaja di tempat kan di sini.."


Ucap Yu Ming ringan.


"Maksud mu, bibi Ping Lian menempatkan mereka semua di sini untuk mengawasi mu..?"


Ucap Ping Ru Meng setengah berbisik, dengan ekspresi wajah terbelalak tak percaya.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Siapa yang tahu ? terserah saja, yang jelas aku ya seperti ini.."


"Sebelum ada Siau Sien Ce, dan kini ada kamu yang menemani ku.."


"Aku juga malas tinggal di rumah, aku lebih suka berkeliaran membasmi Siluman.."


"Berpetualang kemana pun aku suka.."


Ucap Yu Ming santai.


Ping Ru Meng mengangguk mengerti, dia tidak berkomentar apapun lagi.


Hanya diam, mengikuti saja kemanapun Yu Ming membawanya.


Mereka berdua akhirnya tiba di depan sebuah kamar, yang cukup besar.


"Adik Meng, kamu boleh pakai kamar ini.."


"Kamar ini cukup bersih dan rapi, karena Siau Sien Ce sebelumnya menempati kamar ini.."


"Di seberang ini kamar ku, bila kamu memerlukan sesuatu panggil saja.."


"Aku ada di kamar ini.."


Ucap Yu Ming sambil melepaskan pegangan tangannya.


Lalu dia membantu Ping Ru Meng mendorong pintu kamar itu hingga terbuka kedalam.


"Selamat malam beristirahat lah dengan tenang.."


Ucap Yu Ming yang berdiri di depan pintu kamar.


Dia tidak mengikuti Ping Ru Meng masuk kedalam sana.


Ping Ru Meng masuk kedalam, untuk memeriksa keadaan di dalam,.dia tersenyum puas.


Melihat kerapian dan kebersihan kamar tersebut.


Saat dia membalikkan badannya, ingin mengucapkan terima kasih nya.


Dia harus kecewa, karena Yu Ming sudah menutup rapat kembali pintu kamar tersebut.


Yu Ming sudah tidak lagi terlihat di sana, Yu Ming sudah kembali kedalam kamarnya.


Melanjutkan meditasi dan mempelajari ulang Ilmu Tiada Awal Tiada Akhir.


Yu Ming dengan sangat antusias, dia berusaha mencoba untuk lebih menyelami rahasia dari jurus pertama memisahkan gelap.dan terang.


Waktu itu, dia belum sempat menuntaskan nya, karena kehadiran Siau Sien Ce di puncak tebing itu, membuatnya terpaksa harus hentikan latihannya.


Kini ada waktu banyak, dia tidak akan menyia nyiakan nya.


Yu Ming membuat segel formasi pelindung di dalam kamarnya.


Agar latihannya nanti tidak sampai merusak dan mengagetkan penghuni lainnya.


Setelah itu dia baru mulai fokus berlatih.


Tubuh Yu Ming yang sedang duduk bersila, kembali mengambang di udara,. dengan di topang awan warna warni.


Seluruh ruangan juga terlihat di penuhi cahaya warna warni, yang terpancar dari tubuh Yu Ming.


Semakin berlatih, Yu Ming semakin penasaran, hingga tidak terasa pagi pun tiba.


Suara kicau burung diluar jendela kamar Yu Ming, yang menghadap kearah taman..


Segera menyadarkan Yu Ming dari latihan panjangnya.


Yu Ming perlahan-lahan membuka sepasang matanya, lalu dia turun dari kasur pembaringannya.


Berjalan pergi membuka jendela kamar, mencari udara, segar, sambil melakukan gerakan peregangan otot tubuhnya.


Setelah merasa cukup, Yu Ming pun pergi membersihkan diri, dan berganti pakaian baru.


Setelah itu dia baru keluar dari kamarnya.


Di saat hampir bersamaan, Ping Ru Meng juga terlihat baru keluar dari kamarnya.


Ping Ru Meng yang baru habis mandi dan berganti pakaian baru.


Dia terlihat sangat cantik dan segar.


Sehingga sesaat Yu Ming sedikit terkesima olehnya.


Baru setelah Ping Ru Meng tertawa dan berkata,


"Ming ke ke kamu kenapa ? apa ada yang salah..?"


Yu Ming segera sadar,.sambil tersenyum canggung Yu Ming pun buru buru mengalihkan pembicaraan.


Dia tidak menjawab pertanyaan pancingan dari Ping Ru Meng.


Dia malah balas bertanya,


"Bagaimana adik Meng, ? apa bisa tidur dengan nyaman..?"


Ping Ru Meng tersenyum manis dan berkata,


"Semua sangat baik dan nyaman, terimakasih Ming ke ke, sudah mau menampung Ru Meng di sini.."


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Syukurlah kalau kamu cocok dan nyaman, aku tadinya malah sempat khawatir, kamunya tidak nyaman dan sulit tidur..'


"Ayo kita ke dapur cari sarapan, setelah itu kita bisa langsung menuju Nan Thian Men, berkumpul dengan yang lainnya."


Ucap Yu Ming sambil kembali menggandeng tangan Ping Ru Meng mengikutinya menuju dapur.


Ping Ru Meng mulai terbiasa di gandeng tangan nya oleh Yu Ming, dia tidak lagi secanggung dan sekaku sebelumnya.


Dia kini malah memberanikan diri untuk coba membalas menggenggam balik tangan Yu Ming, yang besar tebal dan hangat.


Ru Meng merasakan kenyamanan kehangatan dan ketenangan di sana, saat bergandengan tangan dengan Yu Ming.


Dia mulai bisa menikmati kebersamaan mereka, sambil berjalan.


Tanpa sadar dia jadi teringat kenangan.


Saat saat mereka berdua bekerjasama membasmi Siluman bersama sama dulu.


"Adik Meng, kamu sedang memikirkan apa, ? kita sudah sampai, sarapan buat kita juga sudah siap.."


"Yuk kita sarapan.."


Ucap Yu Ming yang langsung membuyarkan lamunannya Ping Ru Meng.