LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PINTU PORTAL HITAM


"Ceeesss...!"


"Crakkkk..!"


"Kakkkkkk..!'


Jerit Siluman Phoenix Api kaget, saat sayap kiri nya, terlihat terpental lepas dari tubuhnya.


Dia langsung merasakan kesakitan hebat di bagian sayapnya,


Tebasan Hawa Pedang Dewa Agung, yang dahsyat telah memadamkan api yang menghadangnya.


Saat Hawa Dewa Agung, terus bergerak, melintasi sayap kiri Siluman Phoenix Api.


Saat itulah sayap Siluman Phoenix api langsung terpotong lepas dari tubuhnya.


Sehingga Siluman Phoenix Api menjerit kesakitan, pergerakan nya yang melayang diudara menjadi limbung, hilang keseimbangan.


Tubuhnya meluncur deras jatuh ke bawah, di mana telaga berair hijau siap menyambutnya.


Siluman Phoenix api berusaha beregenerasi pemulihan sayapnya, sayangnya sayap berbeda dengan bulu ekor.


Meregenerasi sayap membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.


Di saat tubuh Siluman Phoenix Api kehilangan keseimbangan, meluncur deras kebawah.


Tanpa membuang kesempatan, Yu Ming langsung melemparkan Jala Langit dan Bumi, bergerak cepat menjaring tubuh Siluman Phoenix Api, yang sedang kehilangan keseimbangannya.


"Byuuur .!'


Tubuh Siluman Phoenix Api yang terbungkus erat oleh Jala Langit dan Bumi.


Jatuh tercebur kedalam telaga, bagaimana pun dia berusaha meronta dan berusaha meregenerasi sayapnya.


Dia tetap tidak berhasil keluar dari Jala, yang membungkus dan melilit seluruh tubuhnya dengan erat.


Pengerahan hawa api untuk membakar jala, yang membungkusnya juga percuma.


Jala itu secara ajaib mengeluarkan hawa beku yang kuat, membuat api yang selalu terpancar dari tubuh Phoenix Api.


Kini gagal terpancar keluar, api selalu padam, tidak sanggup menghadapi hawa beku, yang terpancar dari jala ajaib.


Sebelum Siluman Phoenix Api sempat berbuat sesuatu, tubuhnya yang belum sepenuhnya beregenerasi.


Sudah terhisap masuk kedalam botol labu bergambar Pat Kwa milik Yu Ming.


Saat tiba di depan bibir botol secara ajaib Jala langit dan bumi kembali kedalam tangan Yu Ming.


Hanya Siluman Phoenix Api yang sudah tidak berdaya saja yang terhisap masuk kedalam botol labu.


Setelah Siluman Phoenix Api terhisap masuk kedalam botol labu, Yu Ming langsung menutup mulut botol labu.


"Kamu beristirahatlah dengan tenang, hingga waktu persidangan mu tiba ."


Ucap Yu Ming sebelum menyimpan botol Labu itu kedalam gelang tangan nya.


Yu Ming tidak memperdulikan suara sumpah serapah Siluman Phoenix Api di dalam botol sana.


Setelah botol labu tersimpan, suara sumpah serapah Siluman Phoenix Api otomatis lenyap dengan sendirinya.


Yu Ming kembali menggandeng tangan kekasihnya dan berkata pelan,


"Ayo Meng Er kita lanjutkan lagi perjalanan kita yang tertunda ."


Ping Ru Meng mengangguk dan bergerak mengikuti kemanapun Yu Ming membawanya.


Dia balas menggenggam tangan kekasihnya dengan lembut


Yu Ming melirik sekilas kearah kekasihnya, sambil tersenyum bahagia, dia melanjutkan terbangnya menuju Hei Yun San.


Menjelang matahari tenggelam, Yu Ming dan Ping Ru Meng akhirnya mendarat ringan di puncak Hei Yun San.


Saat tiba di puncak Hei Yun San, Yu Ming mengedarkan penciuman dan data tangkap panca inderanya.


Samar samar dia menangkap hawa iblis, merembes keluar dari dari balik sebuah dinding tebing gunung yang ada retakan halus.


Yu Ming di temani oleh Ping Ru Meng segera maju memeriksa dinding tebing itu.


Setelah mengetuk kesana kemari, untuk memastikan apakah dinding tebing itu padat atau kosong belakang nya.


Yu Ming menemukan kenyataan dinding itu padat semuanya.


Hawa iblis yang terdeteksi olehnya berasal dari celah kecil yang ada di dinding tebing itu.


Yu Ming segera mencoba terbang memeriksa dinding tebing itu, dari bawah hingga kepuncak nya.


Lalu mencoba mengelilingi nya, tapi hasilnya tetap saja nihil.


Setelah menghabiskan beberapa waktu, sibuk memeriksa kesana kemari.


Tanpa hasil, Yu Ming akhirnya kembali ke sisi kekasihnya menggelengkan kepalanya.


Ping Ru Meng mengeluarkan sebuah benda dengan bentuk berulir tajam kedepan.


Benda itu ada didalam telapak tangan Ping Ru Meng.


"Ming Ke ke benda ini, di tempat kami, biasanya di gunakan untuk membuat terowongan, terutama di dinding tebing gunung es, yang selalu di selimuti oleh es tebal."


"Dengan benda ini, kami bisa membuat jalan untuk menembus gunung es.."


"Sehingga kami bisa terhubung dengan wilayah wilayah yang sulit kami jangkau.."


"Karena di tempat tempat sulit di jangkau itu justru memilki sumber daya, yang kami butuhkan untuk bertahan hidup.."


"Ming Ke ke boleh mencobanya, siapa tahu bermanfaat.."


Ucap Ping Ru Meng sambil menyerahkan benda kecil unik itu, kedalam telapak tangan Yu Ming.


Yu Ming sejenak menatap benda itu dengan penuh kebingungan.


Setelah mengamati beberapa waktu, Yu Ming akhirnya menyerah dan berkata,


"Meng Er benda ini bagaimana cara penggunaannya..?"


Ping Ru Meng tersenyum manis, dengan cepat dia menerangkan nya.


Selesai di terangkan oleh Ping Ru Meng, Yu Ming tinggal mengikuti petunjuk dari Ping Ru Meng tadi.


Yu Ming meletakkan dan menempelkan bagian lancip berulir benda itu, tepat di celah yang menurut penciuman nya, ada hawa iblis merembes keluar dari sana.


Begitu benda itu di tancap kan di sana, Ping Ru Meng membaca mantra dan berkata,


"Jalan..!"


Benda unik itu langsung bergerak memperbesar lubang celah sempit itu, benda itu bekerja seperti mesin pengeboran.


Tanpa menimbulkan getaran sedikit pun, sebuah celah mulai terbentuk.


Selanjutnya Ping Ru Meng kembali berkata,


"Membesar...!"


Benda itu pun membesar dengan sendirinya, lubang yang di ciptakan nya pun semakin besar.


Ping Ru Meng terus memerintahkan benda itu membesar dan membesar.


Sehingga tidak butuh waktu lama, sebuah terowongan mulai tercipta.


Yu Ming dan Ping Ru Meng perlahan-lahan mengikuti benda itu dari belakang memasuki terowongan yang di buatnya.


Sambil bergerak, Yu Ming terus mendeteksi Hawa Iblis yang dia rasakan.


Dia bertugas sebagai navigasi bagi Ping Ru Meng, untuk mengatur pergerakan benda ajaibnya itu.


Hingga akhirnya mereka berhasil tiba di sebuah terowongan lain yang lebih terbuka.


Tapi di terowongan yang baru ini banyak sekali cabangnya,


cabang terowongan besar kecil, berjejer di hadapan Yu Ming.


Di sini mesin ajaib Ping Ru Meng tidak di perlukan lagi.


Ping Ru Meng segera memerintahkan mesin ajaibnya mengecil.


Lalu dia simpan kembali kedalam gelang penyimpanan nya.


Yu Ming mencoba mencari jalan mengikuti hawa iblis, yang terpancar dari salah satu terowongan kecil.


Di mana untuk memasuki terowongan itu, Yu Ming dan Ping Ru Meng harus merangkak di dalam terowongan tersebut.


Terkadang mereka harus merayap, tapi kerja keras mereka, akhirnya menghantarkan mereka berdua tiba di sebuah ruangan persegi empat.


Di mana di dalam ruangan itu, hanya ada satu pintu portal cahaya hitam berkilau, yang terus bergerak gerak seperti gelombang riak air, yang melayang di udara.


Yu Ming mencoba mengulurkan tangannya menyentuh benda itu.


Tangan nya langsung menembus gelombang air padat itu.


Yu Ming mencoba memasukkan separuh badan nya kedalam, sesaat kemudian dia sudah menarik Ping Ru Meng ikut dengan nya masuk kedalam pintu portal gelombang air hitam itu.


Melewati pintu portal itu, mereka tiba di suatu hutan belantara dengan pepohonan besar yang tumbuh subur di sana.


Tempat itu terlihat agak gelap dan sedikit remang remang.


"Tempat apa ini..?"


Gumam Ping Ru Meng.


Yu Ming meresponsnya dengan gelengan kepala pelan.