
Sesaat kemudian Hua Sien Ce pun tampak bersama rombongannya meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Ping Ru Meng dan Singa Salju nya terlihat terus terbang menuju hutan di sebelah selatan sana.
Ping Ru Meng memilih bersembunyi di hutan bambu yang terletak tidak begitu jauh dari sebelah selatan Nan Thian Men.
Hua Sien Ce yang selama ini selalu memilih kembali ke langit lapis 36, tinggal bersama ibu angkatnya Hua Sien Ku.
Kini dia memilih ikut tinggal di istana halimun mukjizat bersama ayah dan ibu kandungnya.
Tentu saja kehadirannya, di sambut dengan sangat bahagia oleh Wang Mu Niang Niang dan Yu Ti.
Hua Sien Ce langsung mendapatkan perhatian spesial dari kedua orang tua nya, yang merasa menyesal dan bersalah telah menelantarkannya selama ini.
Mereka berdua ingin menebus semua nya agar bisa mengurangi rasa bersalah di dalam hati mereka.
Mereka berdua berusaha memenuhi dan menyenangkan Hua Sien Ce apapun yang Hua Sien Ce inginkan pasti akan di turuti.
Berkat dukungan Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang yang sangat menyayanginya.
Hua Sien Ce posisinya sangat kuat, semua orang sangat menghormati nya.
Tidak ada yang berani macam macam dengan nya, secara berterang.
Seperti Yu Long dan ibunya, meski kini Yu Long menjadi putra mahkota menggantikan Yu Ming.
Tapi dia dan ibunya tetap tidak berani pergi mencari masalah dengan Hua Sien Ce.
Dengan posisi ini, Hua Sien Ce menjadi bebas bergerak kemanapun dia suka.
Pagi itu setelah mengunjungi dan sarapan bersama kedua orang tua kandungnya.
Hua Sien Ce langsung minta ijin pergi main ke tempat kediaman Yu Lek.
Permintaan Hua Sien Ce langsung di setujui, sehingga selesai sarapan dengan bebas, dia bisa langsung mengunjungi tempat kediaman Yu Lek.
Saat tiba di tempat kediaman Yu Lek, Hua Sien Ce langsung menggelengkan kepalanya.
Di halaman taman istana nya, Hua Sien Ce melihat seorang guru yang di tugaskan untuk mengajari Yu Lek sedang tertidur melengut di depan mejanya.
Sedangkan Yu Lek yang seharusnya berada di hadapannya untuk belajar.
Dia tidak terlihat sedang belajar di sana, dia justru terlihat sedang bermain rajawali menangkap anak ayam bersama dayang dayang cantik nya, yang hampir sebaya dengan nya.
Mereka terlihat bercanda dan tertawa bersama dengan sangat riang.
Kehadiran Hua Sien Ce yang tiba-tiba tentu saja menarik perhatian Yu Lek yang sedang asyik bermain.
Begitu melihat Hua Sien Ce yang datang, Yu Lek sambil tersenyum lebar berkata,
"Ayo Niang Niang Ciang kamu ikut ambil satu bagian di ujung sana..!"
Hua Sien Ce langsung mendengus kesal, dia melangkah cepat menghampiri Yu Lek tanpa banyak bicara.
Dua langsung menarik anak rambut di samping telinga Yu Lek langsung menyentaknya hingga terdengar bunyi,
"Tekkk..!"
"Aduh...! sialan kamu Niang Niang Ciang apa yang kamu lakukan..!?'
Teriak Yu Lek meringis kesakitan.
Dia terpaksa mengikuti langkah Hua Sien Ce yang menyeretnya menjauhi taman bermainnya.
Hua Sien Ce tidak memperdulikan teriakan Yu Lek, dia terus menyeretnya menuju tempat sepi.
Sambil berjalan dia berkata,
"Diam tutup mulut mu,..! bila kamu tidak ingin semakin parah.."
"Ba...baik...baik...tapi setidaknya jelaskan apa maksud mu datang datang langsung menyakiti ku..!?"
Teriak Yu Lek kurang puas.
"Aku ini kakak mu, berani kamu bersikap tidak sopan memanggil ku seperti itu..!"
"Rasakan ini..!"
Bentak Hua Sien Ce sambil kembali menarik anak rambut Yu Lek dengan lebih keras lagi.
"Tekkkk...!"
"Aduhhhh,..! Aduhhh ..! sakit kak ampun...!"
Teriak Yu Lek kesakitan.
"Yu Lek serius lah, ini menyangkut nasib Yu Ming ke ke.."
"Kedatangan ku ini, membawa misi yang perlu kamu mengimbanginya agar bisa berjalan lancar.."
Yu Lek sambil meringis berkata,
"Masalah kak Yu Ming itu masalah ayah dan ibu, apa kamu tidak salah alamat.."
"Kini kan kamu anak yang paling di sayang, mengapa tidak pergi cari mereka?"
"Malah datang kemari mencari bintang kecil pelengkap seperti aku ini..?"
Ucap Yu Lek sambil mengelus elus bagian samping telinga nya, yang terasa masih panas dan sakit.
Hua Sien Ce menatap Yu Lek dengan sepasang mata nya yang di pelototkan dan berkata,
"Mengapa bicara mu begitu banyak..?"
"Katakan saja kamu mau bantu tidak..?"
"Bila penakut ya sudah, bersembunyi aja di bawah ketiak ibu mu seperti anak ayam sana.."
"Tapi jangan menyesal bila suatu hari induk ayam mu di makan oleh serigala.."
"Kamu jadi tidak punya tempat berlindung lagi.."
Ucap Hua Sien Ce cepat.
"Apa maksud mu, ?"
"Siapa serigala itu..?"
Tanya Yu Lek kaget.
"Masih pakai tanya lagi, di dalam hati mu tentu lebih tahu.."
Ucap Hua Sien Ce sengaja jual mahal.
Yu Lek mengedikkan dadanya, yang tipis berlagak gagah berani dan berkata,
"Siapa yang takut, berani dia datang aku pasti akan memenggal kepala serigala itu.."
"Hayo katakan saja siapa orangnya, dan apa rencana yang sedang ingin kamu mainkan.."
"Aku akan mengimbanginya demi kak Yu Ming.."
Hua Sien Ce menutup mulutnya menahan tawa, lalu dia berkata,
"Lihat gaya mu, orang yang tidak mengenal mu mungkin akan tertipu.."
"Tapi aku mana mungkin tertipu, lihat kakimu yang bergoyang tiada henti itu, juga sudah tahu.."
Ucap Hua Sien Ce sambil menahan tawa.
Yu Lek segera menghentikan goyangan kakinya dan berkata
"Haisss,..aku sungguh sial,.."
"Baik baik punya kakak seperti Yi Ming, kenapa bukan Yu Long sialan yang menjadi kakak tiri ku.."
"Kini gantinya malah banci sialan menyebalkan.."
Hua Sien Ce langsung melotot dan mengulurkan tangannya kearah tepi telinga Yu Lek dan berkata dengan penuh ancaman.
"Apa maksud mu,.. coba kalau berani ulangi lagi..!*
Yu Lek langsung melangkah mundur dan mengangkat kedua tangannya keatas, sambil tersenyum cengengesan, dia berkata,
"He..He..He..! jangan terlalu serius aku hanya bercanda.."
"Nah sekarang kakak ku yang manis seperti ulat menyedihkan, katakan saja apa yang bisa ku lakukan untuk mu.."
"Aduhhhh..!"
Jerit Yu Lek sambil mengangkat sebelah kakinya, dia menggunakan sepasang tangannya memegangi tulang keringnya, yang baru saja di tendang oleh sepatu tapak besinya Hua Sien Ce .
Hua Sien Ce kontan membalasnya, karena Yu Lek berani menyebutnya ulat menyedihkan.
Kata kata itu meski maksudnya bercanda, tapi karena tidak pada tempatnya.
Justru sangat menyakiti dan mengena di perasaan Hua Sien Ce, karena Yu Ming tidak membalas perasaannya.
Yu Ming tidak menanggapi cintanya sesuai harapan nya, sehingga dia memang seperti seekor ulat menyedihkan, yang mengalami cinta bertepuk sebelah tangan.