
Dia semalam menginap di istana Yu Ming hal itu membuatnya gugup juga malu.
Sedangkan ucapan Yu Lek itu, tanpa di sadari, malah seperti sedang mengolok olok dirinya, tentu saja Ru Meng sangat malu karena nya.
Yu Ming yang paham situasi, dia buru buru berkata,
"Kalian sendiri, mengapa begitu lama baru tiba..?"
Ucap Yu Ming sengaja mengalihkan pembicaraan.
Yu Lek tentu saja langsung menyambarnya, karena dia adalah orang yang tidak bisa menjaga mulut.
"Siapa lagi bila bukan ibu dan anak, yang kebanyakan makan es hingga otaknya membeku itu.."
"Mentang mentang orang penting, di kerajaan yang akan kita kunjungi.."
"Besar kepala lah mereka, bercermin sampai berjam jam.."
"Padahal rambut putih juga gak bakal jadi hitam karenanya.."
Ucap Yu Lek berkomentar sesuka hati nya.
Yu Ming dan Ping Ru Meng saling pandang, mereka berdua sama sama tersenyum, melihat tingkah polah Yu Lek, yang polos dan ceplas ceplos itu.
Dengan cara itu, Yu Ming berhasil menggeser perhatian Yu Lek dan arah pembicaraan nya, yang hanya akan membuat Ping Ru Meng malu.
Saat Yu Ti dan yang lainnya mendekat, Yu Ming dan Ping Ru Meng pun buru buru maju memberi hormat dan berkata,
"Selamat pagi ayah,.. Ibu..'
"Selamat pagi Yang mulia .."
"Selamat pagi Yang Mulia Ratu.."
Ucap Yu Ming dan Ping Ru Meng bergantian menyapa dan memberi hormat.
Dengan cara itu, mereka sekaligus mengingatkan Yu Lek agar berhenti meracau sembarangan.
"Selamat pagi juga, baguslah kalian berdua terlihat kompak dan bersemangat atas perjodohan ini.."
"Ayah ibu turut gembira.."
Ucap Kaisar Langit gembira.
"Semuanya sudah lengkap, ayo kita berangkat saja.."
Ucap Yu Ti, mengibaskan tangannya.
Sehingga di sana langsung muncul 4 Buah kereta kencana.
Begitu mereka masing masing naik keatas kereta kencana tersebut.
Kereta kencana itu langsung melesat terbang di tarik oleh Lung Ma yang bisa terbang.
Melesat keudara meninggalkan Nan Thian Men.
Lung Ma adalah sejenis kuda yang berwajah dan bersisik mirip naga, tapi mereka memilki bentuk tubuh kuda, di mana mereka juga memiliki sepasang sayap lebar.
Sehingga mereka bisa terbang sambil berlarian di udara.
Kaisar Langit bersama ketiga istrinya, duduk di kereta yang paling depan.
Yu Ming dan Ping Ru Meng duduk di kereta yang nomor dua.
Yu Long dan Yu Lek masing-masing menempati kereta kuda ke 3 dan ke 4.
Lung Ma terus bergerak cepat menuju daerah yang paling ujung di arah selatan.
Hingga mereka melewati lautan es beku, yang maha luas.
Kaisar Langit dan Ping Lian lah yang memimpin perjalanan tersebut.
Karena hanya mereka berdua yang fasih jalan menuju Kerajaan Es Abadi.
Ping Ru Meng di kereta kedua duduk bersanding dengan Yu Ming, dia tentu saja tahu jalan.
Tapi karena mereka ada di kereta kedua, dia tidak perlu ikut repot.
Cukup duduk santai, membiarkan Lung Ma bergerak, menarik kereta mereka mengikuti pergerakan kereta pertama.
Mereka tetap akan tiba juga di Kerajaan Es Abadi tanpa kesulitan.
Yu Ming dengan lembut menggenggam tangan nya dan berkata,
"Adik Meng tak perlu tegang, percayakan saja ke ayah ibu ku untuk mengurus nya.."
"Percayalah tidak akan ada masalah.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum lembut, mencoba menenangkan perasaan Ping Ru Meng.
Ping Ru Meng menatap Yu Ming penuh terimakasih, lalu dia mengangguk pelan.
Hatinya terasa sangat bahagia bisa duduk berdampingan dengan pemuda, yang semakin lama semakin menarik perhatiannya itu.
Sejak awal pertemuan, dalam misi penahlukkan kerajaan iblis pun, sebenarnya Ping Ru Meng sudah menaruh perhatian khusus pada Yu Ming.
Kekaguman nya semakin bertambah, saat dalam pertempuran, Yu Ming dua kali hadir menolong nya.
Kini dia mulai semakin tertarik, karena Yu Ming yang sepertinya menaruh perasaan yang sama seperti dirinya.
Memilih dirinya menjadi calon tunangannya.
Setelah mereka terus bersama beberapa saat ini.
Ping Ru Meng menemukan dirinya mulai menyukai Yu Ming, sikap Yu Ming yang tenang dan penuh perhatian.
Membuat dia benar benar merasa nyaman, saat berdekatan dengan Yu Ming.
Meski mereka masing masing duduk tanpa banyak bicara, tangan mereka yang saling bergenggaman itu.
Sudah mewakili hati dan perasaan mereka masing-masing.
Mereka berdua hanya sesekali saling melirik, sambil.saling tersenyum bahagia.
Tanpa terasa, akhirnya mereka sudah mulai memasuki pintu gerbang benteng pertahanan Kerajaan Es Abadi, yang tinggi besar kokoh dan terlihat sangat kuat.
Ping Ru Meng terlihat kembali gelisah, tangan nya sampai berkeringat dingin.
Saat mereka mulai memasuki kawasan Istana Kerajaan Es Abadi.
Untungnya Yu Ming dengan sabar terus menggenggam tangan nya, membantu memberikan kehangatan, membantu menenangkan perasaan nya yang campur aduk.
Dengan adanya Ping Lian yang hadir di bagian depan, semua rombongan bisa memasuki Kerajaan Es Abadi yang tertutup, tanpa kesulitan.
Kereta kencana baru berhenti, saat tiba di depan halaman istana Kerajaan Es Abadi, yang megah dan luas.
Istana Kerajaan Es Abadi, menempati sebuah bangunan istana kuno, yang berdiri megah, di bagian teratas dari ujung anak tangga.
Anak tangga itu memilki undakan anak tangga, yang sangat panjang.
Berfungsi sebagai pemisah halaman luas, dengan halaman yang lebih kecil, yang berada di bagian depan bangunan istana kuno itu.
Setelah Lung Ma mereka berhenti di sana.
Kaisar Langit dan ke-tiga istrinya bergerak turun dari kereta kencana mereka.
Yu Ming juga ikut turun dari kereta nya.
Dia kemudian membantu Ping Ru Meng turun dari atas kereta kencana itu, dengan memegangi sepasang telapak tangan Ping Ru Meng.
Yu Long yang turun di belakang sana, menatap dengan jengkel dan berkata dalam hati.
"Kalian tunggu dan lihat saja, apa yang tidak bisa aku dapatkan.."
"Kalian juga jangan mimpi bisa mendapatkan nya.."
Ucap Yu Long di dalam hati penuh dendam dan kebencian.
Dia kesal jelas bukan karena dirinya mencintai Ping Ru Meng, bagi dia Ping Ru Meng hanya alat untuk menguatkan kekuasaannya di Kerajaan Es Abadi.
Dia kesal dan marah, adalah karena Yu Ming lagi lagi mengacaukan rencana baiknya.
Dia tadinya, setelah kehilangan harapan menjadi pewaris di kerajaan ayahnya.
Dia berniat menarget kekuasaan di Kerajaan Es Abadi Kuno ini.
Sekarang semua mimpinya hancur, oleh Yu Ming yang merebut Ping Ru Meng dari nya.
Sehingga dia kembali lagi ke titik. 0.
Kedatangan Kaisar langit langsung di sambut sendiri oleh Raja Kerajaan Es Abadi Ping Sien yang merupakan ayah kandung dari Ping Ru Meng.