
Tiga pelayan pria terlihat bergerak maju mengepung Siau Sien Ce dari 3 jurusan.
Dari wajah mereka, jelas terlihat nafsu membunuh yang tidak sedang main main.
Siau Sien Ce buru buru mengerahkan hawa dewa nya ke ujung jari nya.
Bersiap memberikan perlawanan sebisanya.
"Wuutttt..!"
"Wuutttt..!"
"Wuutttt..!"
Dari tiga arah, ketiga orang itu sudah bergerak serentak, menerjang kearah Siau Sien Ce.
Siau Sien Ce yang sudah bersiap siap segera menunjuk tiga kali kearah penyerangnya dan berkata,
"Kena..!"
Tapi sialnya di detik terakhir, hawa Dewa di ujung jarinya buyar.
Hal ini terjadi karena dia terlalu buru buru, panik, dan cemas.
Sehingga saat menghadapi 3 lawan, yang bergerak serentak menerjang kearah nya.
Dia menjadi gugup kehilangan fokus, alhasil tenaga sakti Dewanya yang terkumpul jadi buyar.
Kini begitu telunjuk yang menjadi harapan terakhirnya, untuk melindungi diri mengalami kegagalan.
Siau Sien Ce hanya bisa berdiri dengan wajah pucat, sambil mengagkat kedua tangan menutupi kepalanya, sambil memejamkan matanya.
"Cesss..!" Cesss..!" Cesss..!"
Di detik detik terakhir, tiba tiba Yu Ming muncul, dengan tiga sinar emas melesat menembus tubuh 3 pelayan nya.
"Arggghhh..!!"
"Arggghhh..!!"
"Arggghhh..!!"
Teriak ke-tiga pelayan itu bersautan, sebelum tubuh mereka bertiga jatuh ambruk keatas lantai.
"Blukkkk..!"
"Blukkkk..!"
"Blukkkk..!"
Tiga tubuh itu jatuh tergeletak di atas lantai, tidak lama kemudian jasad mereka pun hangus terbakar, hingga berubah menjadi abu kecil kecil, yang melayang layang terbawa angin.
Yu Ming menatap tajam kearah sisa pelayan dan dayang dayang yang berdiri ketakutan di sana.
"Selama ini aku mendiamkan kalian, demi memandang wajah Bibi Ping Lian dan adik Yu Long.."
"Karena kalian adalah orang orang istana es abadi, yang di perbantukan kemari.."
"Tapi itu bukan berarti aku takut dengan kalian, takut dengan pengaruh bibi Ping Lian dan Yu Long.."
"Aku katakan pada kalian, sebagai peringatan terakhir.."
"Aku tidak mau tahu masa lalu terjadi seperti apa."
"Aku hanya berharap kedepannya, kalian semua bisa menurut, dan menghormati semua ucapan nya.."
"Atau kalian boleh menyusul ketiga keturunan Dewa kecil, yang kurang ajar tadi.."
Ucap Yu Ming dengan sikap penuh ancaman.
"Bila tidak puas kalian boleh coba lapor, aku akan lihat tuan kalian bisa apa..?"
Ucap Yu Ming dingin, sambil menarik tangan Siau Sien Ce meninggalkan tempat tersebut.
Setelah Yu Ming pergi, sisa pelayan dan dayang, tidak ada yang berani banyak bicara.
Dengan wajah ketakutan, mereka segera meninggalkan tempat itu, nafsu makan mereka semua hilang.
Sehingga semua hidangan di dapur, mereka tinggalkan begitu saja tanpa di sentuh.
Siau Sien Ce di ajak Yu Ming menuju kamarnya, setelah mengantar Siau Sien Ce kembali ke kamar Yu Ming pun berkata,
"Siau Sien Ce dengan insiden ini, aku telah menyeret mu masuk kedalam masalah internal keluarga ku.."
"Kedepannya kamu harus lebih hati hati dalam bersikap.."
"Kamu harus waspada, terutama pada ibu tiri ku Ping Lian, dan adik ku Yu Long.."
"Termasuk semua orang dari Istana Es Abadi, sebaiknya kamu jauh jauh, hindari mereka.."
Ucap Yu Ming mengingatkan dengan serius.
Siau Sien Ce menatap Yu Ming lekat lekat dan berkata,
"Sebenarnya apa yang terjadi antara kakak dengan mereka, yang kakak sebutkan tadi..?"
"Apa permasalahannya..?"
tanya Siau Sien Ce ingin tahu.
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,
"Aku jadi selalu mendapatkan pujian, hingga di hadiahi istana ini.."
"Masalah pun mulai timbul, Yu Long tiba tiba memusuhi ku, dan selalu ingin berebut jasa dengan ku.."
"Menyusul ibunya pun, mulai bersikap begitu."
"Semua pelayan dan dayang di sini, adalah pion pion, yang mereka sengaja letakkan di sini."
"Khusus untuk mengawasi ku, sekaligus mencari alasan untuk ribut secara terbuka dengan ku."
"Itu makanya aku memilih mendiamkan mereka berbuat sesuka hati di sini.."
"Alasan itu pula yang membuat ku lebih suka menerima tugas tugas berbahaya, bertualang di luar sana.."
"Agar tidak terlibat dengan perang internal keluarga, yang memusingkan dan saling curiga dan mencurigai."
Ucap Yu Ming menjelaskan ke Siau Sien Ce, yang dia anggap sebagai sahabat satu satunya, yang bisa di percayai nya itu.
"Kakak,.. apa kak sendiri tertarik dengan kekuasaan dan punya keinginan, kelak menggantikan posisi ayah kakak menjadi Kaisar Langit..?"
Tanya Siau Sien Ce sambil menatap kearah Yu Ming dengan serius.
Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tentu saja tidak, aku lebih suka hidup bebas di luar sana.."
"Aku rasa aku bukan orang yang cocok untuk posisi itu.."
"Lagipula aku dari awal sama sekali tidak berminat dengan posisi itu.."
"Aku menerimanya semata mata, hanya untuk menyenangkan ayah dan ibu ku saja.."
"Mengenai menggantikan posisi ayah ku, aku sama sekali tidak pernah memikirkan hal itu.."
Ucap Yu Ming apa adanya, sesuai dengan apa yang ada di pikirannya.
Siau Sien Ce menatap Yu Ming dan berkata dengan ringan,
"Bila itu pemikiran kakak, mengapa kakak tidak mencoba mengajak Yu Long dan Ibunya untuk membicarakan hal ini.."
"Mengemukakan apa yang ada di pikiran kakak..?"
"Sehingga masalah ini, tidak perlu berlarut larut dan bisa di damaikan."
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Bila semua bisa sesederhana pemikiran mu, alangkah mudahnya..'
"Tapi semua menjadi sulit saat tidak ada yang. bisa di percaya.."
"Setiap tindakan kita, meski itu dengan alasan yang baik."
"Tapi saat sudah di curigai, yang baik pun akan terlihat buruk.."
"Apa kamu mengerti maksudku..?"
tanya Yu Ming pelan.
Siau Sien Ce dengan wajah lugu menggelengkan kepalanya.
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata pelan,
"Begini seperti contoh, aku mengakui semua, aku tidak tertarik dengan posisi Pangeran Mahkota.."
"Aku tidak ingin menggantikan ayah ku kelak.."
"Aku lebih suka hidup bebas.."
"Bila hal ini aku sampaikan, menurut mu apa respon mereka.."
Siau Sien Ce menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Mungkin mereka percaya dan menghentikan memusuhi mu.."
Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,
"Takutnya malah terjadi sebaliknya, mereka akan mencurigai ku sedang berbohong dan berpura pura baik.."
"Mereka akan berpikir aku punya maksud tertentu, dengan berbicara seperti itu ke mereka."
"Mungkin mereka menebak aku sedang merancang siasat tertentu, dengan cara mencoba menurunkan tingkat kewaspadaan mereka.."
"Pada akhirnya, mereka malah akan menggunakan rahasia, yang aku buka ke mereka, untuk mengancam ku..,"
"Mereka akan bongkar semuanya, bila aku tidak mengikuti kemauan mereka."
"Mereka malah akan berbalik untuk mengigit ku.."
"Melaporkan semua nya ke ayah dan ibu ku, untuk menjatuhkan aku, bila aku tidak menuruti keinginan mereka.."
"Mereka akan meminta ku melakukan sesuatu yang jahat, dan tidak benar."
"Hingga aku pada akhir nya akan di hukum dan di usir dari kahyangan .."
"Hanya dengan cara itu, mereka baru bisa tenang.."
"Intinya, bila aku tiada mereka baru bisa tenang.."
Ucap Yu Ming dengan wajah lesu.