
Dari ketinggian sana, tubuh Yu Ming yang bermandikan cahaya.
Meluncur turun bersama pedang Xuan Yuan, yang dipegang di tangannya.
Sebuah bola cahaya raksasa muncul dari ujung pedang Xuan Yuan.
Melesat mengurung Ular 12 kepala itu, lalu menahan dan menguncinya di sana.
Hingga Yu Ming tiba bersama pedang di tangan, dengan gerakan sangat cepat.
Yu Ming membelah seluruh tubuh ular itu, menjadi dua bagian, begitu ular itu berubah menjadi kabut asap hijau.
Yu Ming mengeluarkan sebuah labu botol arak, membuka penutupnya.
Sambil membaca mantra, Yu Ming membuka tutup botol itu, di mana kedua kabut hijau yang tercipta dari tubuh ular yang terbelah.
Langsung tersedot masuk kedalam botol labu di tangan Yu Ming.
Begitu kabut hijau terhisap masuk kedalam botol labu.
Yu Ming langsung menutup tutup botol itu.
Kini lenyap lah sudah Siluman Ular ganas itu, berpindah kedalam labu pusaka milik Yu Ming.
Siau Sien Ce terlihat muncul di sana, sedang sibuk membantu melepaskan ikatan kaki tangan bocah bocah malang, yang sedang menangis ketakutan itu.
"Anak anak kalian tenanglah, jangan menangis lagi."
"Siluman ular jahat itu, sudah di tangkap oleh teman ku.."
"Dia tidak akan bisa menganggu kalian lagi.."
Ucap Siau Sien Ce sambil tersenyum ramah dan membelai belai kepala anak anak itu dengan lembut.
"Kakak baik, kami ingin pulang.."
"Kami ingin berkumpul kembali dengan orang tua kami..!"
Ucap salah satu anak perempuan yang berwajah imut dengan polos.
"Baik baik..kalian tenang saja,.."
"Kakak janji, kakak pasti akan mengantar kalian semua, satu persatu, hingga tiba kembali ke rumah kalian masing masing.."
Ucap Siau Sien Ce, berusaha menenangkan bocah bocah yang sedang mengelilinginya itu.
Yu Ming mendarat ringan di antara mereka dan berkata,
"Kalian semua baik baik saja kan ?"
"Apa ada cedera ? ataupun terluka..?"
tanya Yu Ming sambil tersenyum ramah.
"Aku baik baik saja, terimakasih kakak.."
"Aku juga baik baik saja, terimakasih kak.."
"Aku juga...! aku juga..! aku juga..!"
Ucap anak anak itu riuh rendah, saling bersahutan.
Mereka semuanya terlihat sangat girang menyambut kedatangan Yu Ming.
"Kakak, kami ingin bisa terbang seperti kakak bisa..?!"
Ucap salah satu anak itu dengan berani.
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Kalau kamu mau bisa terbang, kamu harus banyak berlatih dan berbuat baik.."
"Hingga kamu bisa berubah menjadi dewa, bila kamu sudah menjadi dewa kamu pun akan bisa terbang sendiri.."
Ucap Yu Ming mencoba menjelaskan sekenanya saja.
Karena sebenarnya dia juga sulit menjelaskan nya.
Kalaupun dia jelaskan dengan detil, anak anak itu juga tidak mungkin mengerti, dan jadi bisa terbang seperti dirinya dan Siau Sien Ce.
Karena pada dasarnya anak anak manusia itu, mereka terlahir tidak memiliki hawa dewa.
Selain itu tubuh mereka juga memilki bentuk tulang dan organ yang tidak sama.
Sehingga mereka tidak mungkin bisa, menampung dan menyerap hawa dewa, yang cuma ada di atas langit sana.
"Biarkan aku jadi murid kakak saja, boleh ya kak..?"
Tanya seorang anak lainnya dengan cepat.
Yu Ming tersenyum pahit menatap anak itu dan berkata,
"Maafkan adik kecil, kalau itu kakak belum bisa.."
"Karena setelah mengantar kalian pulang, kakak masih banyak tugas yang menanti.."
"Kakak tidak akan punya waktu yang cukup, untuk mendidik dan melatih mu.."
Ucap Yu Ming berterus terang.
"Sudah kalian jangan minta yang macam macam lagi ke teman ku."
"Kalian tidak akan bisa ikut dengan nya.."
Ucap Siau Sien Ce pelan.
"Emangnya kenapa kak..?"
tanya anak yang lain masih belum puas.
Siau Sien Ce menatap anak itu dan berkata,
"Tugas teman ku itu adalah menangkap siluman siluman mengerikan seperti tadi.."
"Saat dia berhadapan dengan siluman, dia tidak bisa menjaga kalian.."
"Kalian bisa saja tertangkap dan di mangsa oleh siluman.."
"Apa kalian mau di mangsa siluman..?"
tanya Siau Sien Ce dengan mimik wajah seram.
Anak anak itu dengan kompak langsung menggelengkan kepalanya kuat kuat.
Siau Sien Ce tersenyum dan kembali berkata,
"Nah itu dia, maka nya sebaiknya kalian di antar pulang kerumah saja, bukankah kalian semua ingin pulang kerumah menemui orang tua kalian masing-masing..?"
"Benar tidak..?"
tanya Siau Sien Ce sambil tersenyum.
Anak anak itu langsung meresponnya dengan anggukan cepat.
Siau Sien Ce tersenyum dan berkata,
"Ayo lah sebelum hari menjadi gelap dan muncul siluman ganas lainnya.."
"Ayo cepat kita tinggalkan tempat ini.."
ucap Siau Sien Ce sambil menggandeng dua orang anak yang paling kecil tubuhnya.
Untuk mengikutinya meninggalkan tempat itu.
Sisa nya yang lain dengan langkah terburu-buru mereka segera mengikuti Siau Sien Ce meninggalkan tempat itu.
Yu Ming mengiringi dan menjaga rombongan kecil itu meninggal kan tempat tersebut.
Dengan mengikuti jalan setapak yang di gunakan oleh orang orang dewasa, yang membawa anak anak itu datang kemari.
Mereka akhirnya berhasil keluar dari hutan itu dan berjalan kaki menuju desa terdekat.
Kedatangan Yu Ming dan Siau Sien Ce yang membawa rombongan anak anak itu.
Bukannya di sambut baik, mereka malah langsung di sambut dengan penuh kemarahan oleh seluruh penduduk desa, yang keluar membawa senjata campur aduk di tangan.
Mereka terlihat bersikap tidak bersahabat dan penuh ancaman.
Hanya beberapa pasangan yang terlihat sedang berangkulan sedih di kejauhan sana.
Mereka kemungkinan besar adalah orang tua kandung, anak anak yang di selamatkan oleh Yu Ming dan Siau Sien Ce.
Melihat sikap para warga itu, Yu Ming segera bergerak maju kedepan.
Menghadang di depan rombongannya dan berkata,
"Kedatangan kami tidak ada maksud jelek, kami hanya ingin mengantarkan anak anak malang ini kembali ke orang tua nya.."
"Hanya itu saja, mohon pengertian dari kalian semuanya.."
Ucap Yu Ming tenang, sambil memberi hormat kearah mereka, dengan sepasang tangan di kepalkan menghadap kearah para warga, yang menghadang di depan nya.
Salah satu warga menyeruak keluar dari kerumunan orang, yang terlihat bersikap penuh ancaman.
Orang itu adalah seorang kakek berjanggut putih, dia terlihat cukup di hormati oleh seluruh warga di sana.
Hal ini terbukti, saat dia melangkah keluar, orang orang langsung otomatis pada menyibak memberi jalan kepada nya.
"Anak muda aku tahu kamu bermaksud baik."
"Tapi kamu tidak sadar, maksud baik mu ini, justru akan mendatangkan petaka yang jauh lebih besar pada kami, sebagai penduduk di sekitar pegunungan Nan San ini..'
Ucap kakek itu mencoba memberikan penjelasan.
Kakek itu menatap Yu Ming lekat lekat dan berkata lagi,
"Anak muda, ketahuilah anak anak yang kamu selamatkan itu ."
"Mereka adalah anak anak yang terpilih, untuk persembahan kepada penguasa gunung Nan ini.."
"Bila tiba waktunya, mereka tidak ada di tempat persembahan."
"Maka seluruh desa yang ada di sekitar gunung Nan ini, akan mengalami bencana dan malapetaka kehancuran, pemusnahan secara masal.."
Ucap kakek itu memberikan penjelasan.