
Yu Ming memutar pedangnya, yang mengeluarkan cahaya panca warna, membungkus seluruh tubuhnya.
Cahaya panca warna yang membungkus tubuh Yu Ming inilah, yang menghancurkan semua serangan yang datang mengancamnya.
"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..!"
Semua serangan yang di lepaskan oleh ketiga orang itu, rontok di terjang energi pedang panca warna, yang membungkus seluruh tubuh Yu Ming.
Begitu seluruh serangan itu berhasil Yu Ming runtuhkan, dia langsung membelah diri menjadi 3.
3 bayangan masing masing melepaskan 5 tebasan cahaya pancawarna melesat dari tempat tak terduga, menyerang ketiga sesepuh Kerajaan Es Abadi.
Ketiga sesepuh itu saat melihat serangan datang, mereka cepat memutar pedang mereka untuk menahan serangan tersebut .
Siapa duga, ketiga serangan itu bisa melejit berbelok, menyerang dari arah tak terduga.
"Ahhhhh..! Breeet..!!"
"Ahhhhh..! Breeet..!!"
"Ahhhhh..! Breeet..!!"
Ketiga sesepuh itu hampir serentak menjerit kaget, lengan baju mereka terpotong,.lengan mereka masing masing terluka berdarah.
Mereka terpaksa melepaskan pegangan tangan kanan mereka, yang memegang gagang pedang.
Bila mereka ngotot mempertahankan pedang di tangan kanan itu.
Tangan kanan mereka yang sudah terluka itu pasti terancam mengalami luka yang lebih fatal lagi,.
Mau tidak mau mereka harus gunakan tangan kiri mereka, untuk menggantikan posisi tangan kanan mereka menggenggam kembali pedang mereka.
Dengan pedang masih di tangan kiri, maka mereka pun terhindar dari kekalahan memalukan.
Di mana mereka harus kehilangan pedang dan mungkin tangan mereka juga bisa ikut terbawa.
Ketiga sesepuh itu langsung menjura kearah Yu Ming dan berkata,
"Anak muda, ilmu pedang mu luar biasa."
"Kami tiga tua Bangka mengaku kalah.."
"Kamu di nyatakan lulus ujian ketiga.."
"Mengenai kunci makam kuno, kami akan serahkan pada mu.."
"Tapi kami ingin kamu mengikuti kami bertiga bersumpah.."
"Bagaimana, apa kamu bersedia untuk itu..?'
Yu Ming tidak serta merta langsung mengiyakan nya, dia ingin dengarkan dulu apa isi sumpahnya.
Bila tidak cocok, dia tidak bersedia melakukan nya, karena tujuan utama dia mengikuti ujian jelas bukan untuk itu,
"Sebutkan saja isi sumpah nya, bila aku sanggup, aku akan ikut.."
"Bila tidak, maka kita lupakan saja soal kunci itu.."
Ucap Yu Ming apa adanya.
Ketiga kakek itu tersenyum puas dan berkata,
"Anak muda, kami mulai percaya kamu adalah orang yang layak dan pantas untuk kunci itu.."
"Baiklah,.. kamu boleh dengarkan dulu saja.."
"Kami ingin kamu bersumpah, setelah kamu memperoleh kunci itu dari kami.."
"Kamu tidak boleh bercerita ke siapapun perihal kunci ini.."
"Tidak terhadap orang tua mu, guru mu, tidak terkecuali siapapun juga.."
"Bila tidak, kamu akan mengalami celaka dan penderitaan tak berujung.."
"Begitulah kira kira syarat sumpahnya, bagaimana anak muda..?"
Ucap sesepuh yang berdiri di tengah, sambil menatap kearah Yu Ming dengan serius.
"Sesepuh kalau boleh tahu, di mana letak makam kuno itu ?"
"Rahasia besar apa yang tersimpan di dalam nya..?"
Tanya Yu Ming sedikit penasaran.
"Anak muda penuhi dulu sumpah mu, kami baru akan beritahukan apa yang kami tahu."
Ucap sesepuh yang berdiri di sebelah kanan tegas.
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Baiklah aku akan bersumpah,.."
"Langit diatas, bumi di bawah, di sini aku Yu Ming bersumpah, bila suatu hari nanti, Yu Ming melanggar sumpah, dengan membocorkan rahasia kunci emas ini ke siapapun itu.."
"Yu Ming akan mengalami celaka dan penderitaan tak berujung.."
Ucap Yu Ming menyelesaikan sumpah nya.
Baru saja Yu Ming menyelesaikan sumpahnya, tiba tiba langit yang tadinya baik baik saja.
Tiba-tiba terdengar suara petir mengelegar dengan hebat, sebanyak 3 kali.
Setelah itu situasi pun kembali tenang, seolah olah tidak pernah terjadi apapun.
Setelah Yu Ming melakukan sumpah nya, kakek sepuh yang berdiri di tengah.
Mengeluarkan sebuah bungkusan kain kuning dan berkata,
"Anak muda ini bonusnya, kamu terimalah dengan baik.."
"Di dalam sini ada kunci emas yang kami janjikan, dan sebuah lukisan dan sederet puisi, yang akan menjadi petunjuk, di mana letak dari makam kuno, yang kamu ingin tahu itu.."
"Mengenai apa isi makam kuno itu, terus terang kami tidak paham.."
"Tugas kami hanya menjaga dan menyerahkan kedua pusaka ini, untuk orang yang tepat.."
"Apakah itu berkah ataupun musibah, semua tergantung pada perkembangan takdir mu anak muda.."
Ucap kakek sesepuh itu sambil tersenyum lembut.
Yu Ming menerimanya dengan hati hati, setelah memeriksa sejenak isi bungkusan.
Yu Ming pun menyimpannya, kedalam gelang penyimpanan.
"Senior bolehkah aku tanya satu hal lagi, sebelum aku meninggalkan tempat ini..?"
Tanya Yu Ming sambil menatap kearah ketiga sesepuh di hadapannya secara bergantian.
"Katakan saja anak muda, apa yang ingin kamu tahu..?"
"Begini sesepuh, ayah ku Yu Ti juga menikahi putri Ping Lian, salah satu anggota keluarga Kerajaan Es Abadi ini betul..?"
Tanya Yu Ming sambil menatap ketiga sesepuh itu secara bergantian.
"Kami mengerti maksud mu, ayah mu berhasil menikahi Ping Lian, tentu saja, kamu berpikir tentu dia juga sudah lolos ujian.."
"Mengapa kami tidak berikan kunci emas dan peta lukisan itu ke dia..?"
"Tapi harus menunggu saat ini baru memberikan nya pada mu.."
"Bukan begitu maksud pertanyaan mu..?"
Ucap Sesepuh yang berdiri di sebelah kiri akhirnya buka suara.
Yu Ming mengangguk cepat, melihat kearah ketiga sesepuh itu dengan penuh penasaran.
"Ayah mu tidak lulus dengan cara yang sama dengan mu.."
"Hanya itu yang bisa kami katakan.."
"Bila ingin tahu jelas, kamu boleh tanyakan pada ayah mu, cara apa yang telah dia lakukan.."
Ucap Sesepuh yang berdiri di sebelah kiri sambil tersenyum mengejek.
Yu Ming segera menangkap maksud ucapan sesepuh itu, dia tidak bertanya lebih jauh lagi.
Daripada menepuk air di dulang terpercik wajah sendiri.."
Dia yakin, pasti ayahnya lulus dengan siasat dan akal, sehingga tidak benar benar di anggap lulus oleh ketiga sesepuh ini.
Karena itu ayahnya, tidak menerima hak untuk memilki barang yang di dapatkan nya ini.
Yu Ming memberi hormat dengan menjura kearah ketiga senior itu.
Setelah itu, dia segera berlalu dari sana, tak lama kemudian Yu Ming pun kembali lagi ke gapura, yang menjadi pintu gerbang dia masuk sebelum nya.
Saat Yu Ming keluar dari balik pintu gapura, hari sudah pagi.
Raja Ping Sien dan Yu Ti menyambut keluarnya Yu Ming dari balik gapura dengan senyum lebar.
Tiba tiba terdengar suara dari balik gapura,
"Ping Sien,..! anak muda itu telah berhasil melewati 3 ujian,..!"
"Kini dia termasuk anggota terhormat keluarga kerajaan kita..!!"
Raja Ping Sien langsung maju membungkuk memberi hormat dan berkata,
"Ping Sien siap jalankan perintah sesepuh..!"
"Terimakasih banyak sesepuh..!"
Ping Ru Meng segera menghampiri Yu Ming dan berkata,
"Ming ke ke, apa kamu baik baik saja..? kamu tidak terluka kan..?"
Dia terlihat menatap Yu Ming dari atas hingga kebawah dengan cemas.