LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
SILUMAN ULAR HIJAU DAN PUTIH


Ping Ru Meng kaget, karena melihat danau yang tadinya tenang kini malah jadi bergolak hebat.


Sehingga menimbulkan gelombang air setinggi 15 tombak, sedang bergerak menyapu kearah mereka.


Yu Ming bergerak sigap, dia menyambar tubuh kekasihnya, lalu terbang tinggi keudara.


Dari ketinggian udara sana, Yu Ming bisa melihat dengan jelas, asal muasal gelombang, yang mengamuk itu.


Gelombang air itu berasal dari amukan dua ekor ular hijau dan ular putih raksasa.


Di sana juga terlihat Dewa Pagoda Dewa Er Lang dan Nacha serta Siau Thian Quan.


Mereka berempat dengan sekuat tenaga, sedang berusaha menahlukkan dua ekor Siluman Ular, yang sedang mengamuk hebat itu.


Melihat hal itu, Yu Ming tidak mengkhawatirkan keadaan keempat rekannya.


Kini yang dia khawatirkan justru adalah akibat dari amukan kedua ular di tengah danau sana.


Akan menimbulkan gelombang air besar, yang bisa menyapu habis seluruh penduduk kota Hang Zhou.


Bila dia tidak segera mengatasi nya, gelombang air ini, pasti akan menenggelamkan kota Hang Zhou beserta seluruh isinya.


Akibatnya akan sulit di pikirkan, seluruh mahluk hidup di sana, akan terancam nyawanya, di sapu gelombang air raksasa dari danau Si Hu.


Memikirkan hal itu, Yu Ming buru buru melesat ke bibir pantai.


Begitu mendarat disana, dia langsung berkata dengan suara agak di keraskan.


"Meng Er bantu aku bekukan gelombang air besar itu..!"


"Jangan sampai menyapu kota Hang Zhou..!"


Ucap Yu Ming sambil menebaskan berulang kali pedang Xuan Yuan, dengan kekuatan penuh, memainkan Tebasan Pedang Es Surgawi.


Setiap cahaya biru yang melesat langsung membekukan gelombang dahsyat yang sedang bergerak menuju bibir pantai.


Ru Meng mengerti maksud kekasihnya, yang ingin menggunakan gelombang yang di bekukan.


Sebagai benteng untuk menahan gelombang air danau Si Hu, yang tidak berhenti menerjang kearah mereka.


Ping Ru Meng segera mengeluarkan Pedang Inti Es Abadi, untuk membantu Yu Ming membekukan setiap gelombang air yang mendekat kearah mereka.


Dengan cara yang sangat keren dan menakjubkan ini, mereka berdua akhirnya berhasil membentuk Dinding tembok es, untuk menahan terjangan gelombang air danau Si Hu yang bergolak hebat.


Semakin tinggi gelombang yang datang, semakin tinggi pula dinding es yang tercipta oleh serangan tebasan pedang Yu Ming dan Ping Ru Meng.


Mereka berdua bahkan kini sudah meninggalkan bibir tepian danau.


Mereka berdua kini berpencar melayang diudara, terus berusaha menghalau gelombang air danau Si Hu yang datang menerjang mengarah ke kota Hang Zhou.


Untung nya para penduduk kota Hang Zhou masing masing terlalu sibuk menyelamatkan diri.


Mereka pada berusaha mencari tempat tinggi untuk berlindung, sehingga tidak ada yang menyadari apa yang sedang terjadi di danau Si Hu sana.


Setelah berhasil membentuk Dinding es beku, yang cukup tinggi dan kuat untuk menahan terjangan air Si Hu yang bergolak hebat.


Yu Ming kembali berteriak,


"Meng Er kelihatannya di sini sudah relatif aman..!"


"Kamu bantu awasi saja..!"


"Aku mau kesana menangkap biang kerok semua kekacauan ini.."


Ucap Yu Ming cepat.


Ping Ru Meng mengangguk cepat dan berkata,


"Pergilah, tapi berhati hatilah..!"


Yu Ming mengangguk, lalu dia segera melesat kearah pertempuran dahsyat sedang berlangsung.


Begitu tiba di pusat pertempuran sambil melayang di udara,


Yu Ming berkata dengan suara mengelegar.


"Siluman ular hijau,..!"


"Siluman Ular Putih..!"


"Cukup lah kalian berulah..!"


"Segera hentikan kekacauan di alam manusia ini.."


"Atau aku akan membuat kalian menyesal..!!"


Bentak Yu Ming marah.


"Kau bocah busuk,..!!"


"Hari ini bisa jadi begini, sepenuhnya adalah berkat hadiah dari kalian..!"


"Kenapa kalian terus memaksa dan mengejar kami..!"


"Jangan berpura-pura baik seperti ayah mu yang munafik itu..!"


Bentak Siluman ular hijau, dengan ucapan nya yang pedas dan tajam.


Yu Ming menjadi habis kesabarannya, dia kembali berteriak keras dari udara,


"Baik bila itu kemauan kalian..!!"


"Hari ini aku akan membuat kalian kehilangan seluruh kekuatan Siu Lian kalian..!"


"Kalian akan kembali ke bentuk asal mula kalian..!!"


"Kakak misan dan yang lainnya, segera mundur menjauh..!"


"Serahkan kedua ular betina ini pada ku..!!"


Teriak Yu Ming mengingatkan.


Pedang Xuan Yuan terlihat teracung keatas, menyerap halilintar yang turun dari langit,


Kilat dan petir terus menerus membanjiri pedang di tangan Yu Ming.


Dewa Er Lang dan yang lainnya mengerti bahaya, apalagi mereka kembali melihat sosok kakek roh gaib, samar samar kembali muncul di belakang Yu Ming.


Mereka berempat tidak berani berayal, mereka segera buru buru terbang menjauhi lokasi pertempuran.


Setiap kakek roh gaib muncul pasti ada korban yang berakhir fatal.


Baik Pihak Dewa maupun Iblis dan Siluman tidak ada yang tidak mengetahui hal ini.


Siluman ular putih yang kaget melihat keseriusan Yu Ming, dia segera berteriak mengingatkan saudarinya.


"Siau Ching awas bahaya..!!!"


Tapi teriakan nya terlambat Tebasan Pedang Petir Pemusnah, telah Yu Ming lepaskan.


Meluncur secepat kilat, menyambar kearah Siluman Ular hijau raksasa, yang sedang meluncur ke atas, sambil membentangkan moncong nya lebar lebar. Dia terlihat bersiap siap ingin menelan Yu Ming kedalam mulutnya.


Alhasil bukan Yu Ming yang tertelan, adalah Siluman Ular hijau sendiri yang tersengat kekuatan petir pemusnah.


"Zzzzzzzzt..!!"


"Duaaar...!!"


Tubuh Siluman Ular hijau terpental jauh, oleh sengatan listrik berkekuatan dahsyat di luar nalar itu.


Tubuh Siluman ular hijau sempat mengejang diudara, sebelum akhirnya terjatuh ke danau Si Hu, berubah menjadi seekor ular hijau sebesar kelingking.


Dia terlihat terburu buru berenang di atas air, berusaha melarikan diri dari tempat tersebut.


Siluman Ular Hijau raksasa terluka parah, kehabisan seluruh hawa Siu Lian nya selama ini.


Sehingga dia telah kembali kebentuk asalnya, seekor ular daun, yang ukuran normalnya hanya sebesar jari jempol.


Sedangkan Siluman Ular hijau saat ini berubah menjadi Seekor ular sebesar jari kelingking, jelas dia seperti seekor ular lemah yang baru lahir kembali.


Setiap saat akan dengan mudah menjadi santapan hewan pemangsa lainnya.


Siluman ular putih yang melihat keadaan saudarinya, yang berakhir mengenaskan.


Dia dengan sangat marah berteriak,


"Bocah bangsat, hari ini aku akan mengadu nyawa dengan mu..!!"


Siluman ular putih tiba tiba membesar 3 kali lipat dari ukuran sebelumnya, yang sudah sangat besar dan kuat.


Dia mengerahkan seluruh kekuatan nya, membuat pusaran air dahsyat, menariknya keatas menyertainya, menerjang kearah Yu Ming.


Sekali lagi Yu Ming menebaskan, jurus Tebasan Pedang Petir Pemusnah kearah Siluman Ular Putih


"Zzzzzzzzt...!!"


Petir yang sangat dahsyat menyambar kuat, menyambut datangnya Siluman Ular Putih, yang datang membawa gelombang air besar, sambil membentangkan moncong nya lebar lebar, bersiap siap menelan Yu Ming hidup hidup.


"Blaaarrr...!!!"


Terjadi ledakan dahsyat di udara, Siluman Ular Putih tersambar telak kilat petir pemusnah.


Sedangkan Yu Ming tergulung oleh gelombang air yang di bawa oleh Siluman Ular putih.