
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata pelan,
"Hua er mengapa kamu harus seperti itu..?"
"Maafkan aku Hua er.."
Yu Ming kembali menghela nafas panjang dan menghapus sisa airmatanya yang bercampur keringat.
Setelah itu dia kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Setelah Hua Sien Ce pergi, kini Ping Ru Meng yang mendarat ringan berdiri di belakang Yu Ming.
Dia menatap bayangan punggung suaminya dengan penuh kerinduan.
Dia sudah melihat dan mendengarkan semua pembicaraan Hua Sien Ce dengan Yu Ming tadi.
Kini dia yakin sepenuhnya bahwa yang ada di hadapannya ini adalah suaminya.
Suaminya yang pernah dia tuduh dengan kejam, atas sesuatu yang tidak dia lakukan sama sekali.
Suaminya yang menanggung fitnah keji yang di lontarkan oleh Yu Long, saudara sepupunya, yang sekaligus adalah saudara tirinya Yu Ming.
Yu Ming yang sedang memindahkan dan merapikan Tong air, saat mencium bau wewangian yang selalu dia rindukan dan tidak pernah berani dia lupakan pemilik wewangian ini.
Yu Ming pun berdiri diam terpaku di sana, beberapa saat kemudian tanpa menoleh akhirnya dia berkata,
"Ru Meng kamu telah datang, tentu sudah melihat semuanya.."
"Kamu pasti kecewa, aku sudah bukan seperti Yu Ming ke ke dalam bayangan mu lagi.."
"Kamu pergilah, tempat ini tidak cocok dengan status mu.."
"Bila terlihat pengawas akan muncul keributan tidak perlu.."
"Keadaan ku cukup baik tidak ada yang perlu di khawatirkan.."
"Jaga diri mu,.. maaf aku masih banyak pekerjaan.."
Ucap Yu Ming sambil melangkah masuk kedalam ruangan dapur yang kotor dan pengab.
Yu Ming berjongkok di bawah tungku dapur, menyiapkan kayu bakar, menyalakan api.
Kemudian meniup niup kayu yang terbakar api agar menyala dan membesar.
Saat api menyala dan membesar, Yu Ming baru menghentikan kegiatannya.
Yu Ming menghapus keringat di wajahnya dengan lengan bajunya yang kotor.
Sehingga wajahnya yang gosong kecoklatan kini.menjadi celemotan terkena abu hangus dari bawah tungku sana.
Ping Ru Meng berdiri diam di belakang Yu Ming, mendengarkan semua nya tanpa berkata kata.
Dia hanya terus menatap Yu Ming dengan wajah penuh kesedihan.
Hingga Yu Ming menyelesaikan kegiatan nya, menyalakan api tungku yang mulai menyala nyala.
Ping Ru Meng akhirnya berkata pelan,
"Maafkan aku suami ku, aku telah memilih tidak mempercayai mu.."
"Aku kini sudah tahu siapa pelakunya, aku berjanji pasti akan menyeretnya keluar, untuk membersihkan dan mengembalikan nama baik mu seperti semula lagi..'
Selesai berkata Ping Ru Meng langsung bergerak terbang meninggalkan tempat itu.
Yu Ming terhenyak mendengar ucapan istri yang masih sangat dia cintai itu.
Tadi dia bersikap begitu, semata mata hanya ingin dia pergi menjauhinya.
Semua itu dia lakukan demi kebaikan orang orang yang di sayanginya.
Dia tidak ingin mereka ikut terlibat dan mengalami celaka karena dirinya.
Yu Ming tidak ingin melihat mereka, orang yang di sayanginya jatuh dalam bahaya, di saat kondisinya sedang seperti saat ini.
Tapi begitu dia mendengar ucapan Ping Ru Meng barusan yang penuh tekad.
Rasa cemas segera mengalahkan semua nya, Yu Ming buru buru membalikkan badannya dan berteriak keras.
"Tidak Ru Meng...!"
"Kamu tidak boleh pergi mencari dan mengusut nya..!"
Tapi teriakan Yu Ming menjadi percuma, karena Ping Ru Meng sudah pergi dari sana.
Meski mendengarnya, hal itu juga tidak akan menyurutkan langkah Ping Ru Meng untuk pergi mencari pelaku yang sebenarnya.
Teriakan Yu Ming hanya mengundang beberapa prajurit pengawas yang berjaga di sana.
Segera melayang menghampirinya, begitu tiba dengan ujung belakang tombak mereka.
"Cepat kerja,.. ! di.larang teriak teriak dan membuat gaduh..!"
Bentak beberapa prajurit penjaga itu, sambil mengeksekusi yu Ming tanpa belas kasihan.
"Bakkkk..! Bikkkkk..! Buukkk..!"
"Bakkkk..! Bikkkkk..! Buukkk..!"
"Bakkkk..! Bikkkkk..! Buukkk..!"
Suara senjata menghantam tubuh Yu Ming segera terdengar jelas.
Sesaat kemudian Yu Ming sudah di buat jatuh meringkuk diatas tanah, tidak mampu bangkit berdiri.
Hanya meringkuk diam di sana.
Bahkan sekedar menggerakkan tangannya pun dia tidak sanggup.
Yu Ming hanya bisa menggunakan kedua tangannya menutupi kepalanya dari hajaran dan tendangan para petugas pengawas.
Nacha, Dewa Pagoda, dan Dewa Er Lang sedang berangkat menjalankan tugas.
Yu Ming terpaksa menelan semua kesialan ini.
Beberapa saat setelah mereka puas melampiaskan kekesalan mereka.
Mereka pergi meninggalkan Yu Ming dalam kondisi mengenaskan dengan seluruh tubuh dan wajah babak belur.
Yu Ming sambil mengigit bibir bawahnya menahan nyeri yang mendera tubuhnya.
Dia pelan pelan berusaha untuk bangkit duduk di atas tanah yang dingin membeku.
Yu Ming tidak memperdulikan keadaan luka luka yang di deritanya.
Sebaliknya pikirannya kini semuanya tertuju pada Ping Ru Meng .
Ucapan Ping Ru Meng yang terakhir tadi sungguh membuat pikirannya menjadi kacau balau.
Dia benar benar sangat mencemaskan keadaan Ping Ru Meng.
Yu Ming yang selama ini mampu menjalankan semuanya dengan sabar dan tenang.
Tapi kini dia sudah tidak bisa sabar dan tenang lagi.
Yu Ming duduk termenung di atas tanah, otaknya terus berputar mencari solusi.
"Apa yang bisa aku lakukan.."
"Gelang gelang sialan ini, benar benar telah mengunci seluruh kemampuan ku.."
"Bagaimana aku bisa pergi menolongnya..?"
"Haisss,.. mengapa harus begini..!"
"Mengapa kalian harus keras kepala.."
Ucap Yu Ming kesal sambil menjambak rambutnya sendiri. untuk melampiaskan rasa kekesalan di hatinya.
Beberapa saat berlalu, Yu Ming akhirnya bangkit berdiri dan berkata,
"Yu Ming kamu harus tenang.."
"Hanya dengan hati dan pikiran yang tenang kamu baru bisa menemukan jg akan keluar yang tepat.."
Yu Ming setelah mampu bangkit berdiri, dengan langkah tertatih tatih dia pergi menjalankan tugas nya.
Menyiapkan makanan buat orang orang hukuman yang sedang bekerja di lapangan.
Yu Ming melakukan kegiatan memasak seperti biasanya, sambil memasak dia terus berpikir cara agar dirinya bisa pergi dari tempat ini.
Sebelum berhasil memastikan keselamatan Ping Ru Meng , Yu Ming tidak bisa menjalani masa hukuman nya dengan tenang.
Setelah beberapa saat berpikir, Yu Ming akhirnya mengambil keputusan nekad.
Tidak ada cara lain, aku harus mencari waktu luang, secepatnya berlatih jurus ketiga dari ilmu rahasia Tiada awal tiada akhir.
Hanya dengan jurus ketiga, semuanya kembali keasal, aku mungkin bisa memulihkan kekuatan ku, menghancurkan gelang gelang emas yang mengunci kekuatan ku ini..
Batin Yu Ming di dalam hati.
Yu Ming buru buru menyelesaikan tugas memasak dan membagi jatah makan siangnya ke semua pekerja.
Setelah itu dia segera larut dalam latihan jurus ketiga nya.
Sementara Yu Ming sedang larut dalam kesibukan mengembalikan kekuatan nya.
Di tempat lain, Ping Ru Meng justru sedang bergerak menyusul Hua Sien Ce.