LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
SILUMAN KALAJENGKING


Setelah melumpuhkan Iblis Cermin, Yu Ming melepaskan sebuah tebasan cahaya emas melewati bagian leher iblis cermin.


"Crasssh..!"


Iblis cermin pun tewas seketika, tanpa sempat berbuat sesuatu.


Yu Ming menarik kembali senjata pusaka Jaring Langit dan Bumi nya.


Setelah itu dia baru menoleh kearah Hou Ruo Lan dan berkata,


"Nona Ruo Lan kamu mundurlah dari sini, biar Dewa Bintang membantu merawat luka luka mu."


"Maaf aku tidak bisa lama masih harus pergi menolong yang lainnya.."


"Jaga diri sampai jumpa.."


Tanpa menunggu jawaban dari Hou Ruo Lan, Yu Ming sudah kembali melesat keudara.


Dari bawah sana, Hou Ruo Lan hanya sempat berteriak keras, sambil melambaikan tangannya kearah Yu Ming.


"Terimakasih Ming Ke ke.."


"Berhati hatilah..! sampai jumpa nanti..!"


Teriak Hou Ruo Lan sambil terus menatap bayangan punggung Yu Ming, dengan tatapan mata kagum.


Di dalam hati selain muncul rasa terimakasih yang besar, rasa kekagumannya pun semakin bertambah.


Di tempat lain Yu Ming setelah kembali melayang di udara.


Dia melihat Fei Ying yang sepertinya sangat kesulitan menangani Siluman Naga Hitam, tanpa mempermasalahkan sikap sombong Fei Ying sebelumnya.


Yu Ming segera membelokkan arah nya ke arena pertempuran Fei Ying.


Sebelum memutuskan menolong Fei Ying, sebenarnya Yu Ming sudah lebih dulu melihat keadaan gadis misterius, yang sedang berhadapan dengan Siluman kalajengking.


Dia juga terlihat kesulitan, hanya saja di bandingkan dengan Fei Ying, kondisinya jelas jauh lebih baik.


Karena dia memilki pedang dan pukulan, yang mampu membekukan apapun yang di serang nya.


Kelebihan itu membuat Siluman kalajengking, harus bersikap hati hati saat menyerangnya.


Berdasarkan pertimbangan ini, Yu Ming memutuskan untuk pergi menolong gadis angkuh bersayap itu.


Bila sudah beres, dia baru akan pergi menolong si gadis misterius, yang sempat mencuri perhatiannya itu.


Yu Ming meluncur cepat kearah arena pertarungan Fei Ying melawan Siluman Naga Hitam.


Kedatangan Yu Ming tepat berhasil menangkis serangan Api hitam, yang di lepaskan oleh Siluman Naga Hitam.


"Wussssh..!"


"Singggg...!"


Semburan Api Hitam, berhasil di patahkan oleh tebasan pedang Xuan Yuan, yang mengeluarkan hembusan kabut asap putih, yang dapat membekukan dan memadamkan api hitam .


"Rooaaarrrrrrr...!"


Siluman Naga Hitam yang merasa terganggu dengan kehadiran Yu Ming.


Dia terlihat meraung marah, lalu menggunakan ekornya untuk menyerang Yu Ming.


"Wussssh..!"


Bagian ekor Naga Hitam yang mendatangkan angin topan menerjang kuat kearah Yu Ming dan Fei Ying.


Fei Ying sedikit bisa bernafas lega dengan kehadiran Yu Ming, dia buru buru membenarkan bulu bulu cantiknya, yang rusak akibat pertarungan sebelumnya.


Dia tidak menyadari bahaya serangan angin topan, yang di lancarkan oleh Siluman Naga Hitam dengan kibasan ekor nya.


Untungnya Yu Ming, langsung membalas serangan Siluman Naga Hitam, dengan tebasan pedang Xuan Yuan.


"Tebasan Pedang Petir Pemusnah..!"


Bentak Yu Ming, sambil melepaskan tebasan pedang yang mengeluarkan cahaya kilat listrik, menembus angin kencang, yang menerjang kearah Yu Ming dan Fei Ying.


Tangan kanan memberikan tebasan, tangan kiri Yu Ming membentuk sebuah perisai diagram cahaya emas.


Untuk melindungi dirinya dan Fei Ying dari kekuatan kibasan ekor Naga Hitam.


Ekor Siluman Naga Hitam yang tersengat listrik


Membuat seluruh tubuhnya mengalami kejang hebat, dia seperti seekor ular tersengat listrik.


Tubuhnya tergeletak jatuh diatas tanah meliuk liuk pelan tak berdaya.


Sebelum dia sempat bangkit meloloskan diri, sebuah tebasan yang menyemburkan kabut uap putih.


Menghantam nya, membuat seluruh tubuh Siluman Naga Hitam kini berubah menjadi potongan es beku.


Seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak lagi, hanya sepasang bola matanya yang ganas, terlihat melirik kesana kemari.


Tapi pelupuk matanya juga ikut membeku, sehingga dia tidak mampu untuk sekedar berkedip.


Itu adalah ,


"Tebasan Pedang Es Surgawi, "


Serangan lanjutan yang Yu Ming lepaskan, untuk melumpuhkan Siluman Naga Hitam, yang memiliki sisik keras, sulit di tembus oleh senjata tajam.


"Nona Fei Ying jaga diri.."


Ucap Yu Ming cepat, setelah dia selesai membereskan Siluman Naga Hitam.


Tanpa menunggu jawaban dari gadis angkuh itu, Yu Ming sudah menghilang dari hadapannya.


Fei Ying mendengus jengkel, karena Yu Ming tidak menunggunya bicara sudah menghilang.


"Kemampuan boleh juga, wajah juga ok lah,.."


"Tapi sikap minus, tidak bisa memahami wanita.."


"Tidak jadi lebih baik.."


ucap Fei Ying bergumam sendiri.


Setelah itu dia segera menerjang kearah barisan pasukan iblis dan raksasa lainnya.


Di sana dia bergerak ganas mencabut nyawa pasukan iblis dan pasukan raksasa, yang di temuinya.


Untuk melampiaskan kekecewaannya atas sikap Yu Ming, yang kurang memuaskan hatinya.


Karena Yu Ming bersikap kaku formal, tidak memuji muji dan mencoba bersikap lemah lembut dan perhatian padanya.


Fei Ying tidak menyadari selepas kepergiannya, Siluman Naga Hitam berhasil melepaskan diri.


Mengandalkan api hitamnya, untuk mencairkan es yang mengurungnya.


Setelah bebas, Siluman Naga Hitam segera menghilang dari sana.


Berusaha menjauhi Yu Ming, yang di anggap nya sangat berbahaya.


Yu Ming sendiri tidak terlalu memikirkan respon Fei Ying, pada dasarnya dia juga kurang suka dengan sikap gadis arogan, yang tidak bisa menghormati orang lain itu.


Yu Ming kini sudah melesat ke arah pertarungan gadis misterius melawan Siluman kalajengking.


Saat Yu Ming tiba di sana, dari udara. Dia melihat pedang biru di tangan gadis misterius itu, sedang tertahan dalam Capitan Siluman kalajengking.


Tarik menarik terjadi, satu sisi gadis misterius mencoba mati matian mempertahankan pedang nya.


Dia tidak bersedia melepaskan pegangan tangannya dari pedang inti es nya, yang sedang terjepit oleh Siluman kalajengking.


Sebaliknya siluman kalajengking, tentu tidak bersedia melepaskan capitan nya.


Karena pada umumnya bila Capitan nya sudah mencapit sesuatu, sebelum berhasil di hancurkan, Capitan tidak bakal pernah bisa di lepas.


Dengan memanfaatkan situasi itu, Capitan Siluman kalajengking yang lain, terus berusaha menyerang dan mencapit tubuh gadis misterius itu.


Bagian ekornya juga ikut bergerak memberikan sengatan sengatan beracun, yang pergerakannya sulit di duga.


Melihat situasi yang sangat tidak menguntungkan dan sangat membahayakan nyawa gadis itu.


Yu Ming pun mempercepat luncuran dirinya, menuju ketempat itu.


Sebuah tebasan cahaya emas, Yu Ming lepaskan untuk menyerang kepala Siluman kalajengking.


"Singggg..!"


Melihat serangan dahsyat tiba, Siluman kalajengking, buru buru menggunakan Capitan tangannya yang menyerang Gadis itu.


Untuk menahan serangan Yu Ming, sebagai balasannya.


Siluman kalajengking hitam, langsung menghempaskan tubuh Gadis misterius itu kearah Yu Ming.


Sambil dia bergerak melepaskan capitan tangannya dari pedang gadis misterius itu.


"Trangggg...!"


'Wutttt..."


Terdengar suara benturan keras cangkang kulit Siluman kalajengking, dengan tebasan sinar emas yang saling berbenturan di udara.


Sedangkan hasil dari lemparan capitnya yang mendatangkan suara angin berkesiur.


Membuat gadis misterius itu, tubuhnya terbang melayang kearah Yu Ming, berteriak kaget.


"Ahhhhhh..!"


Yu Ming yang sedang meluncur turun, sekalian menyambut pinggang gadis itu dengan lengan kirinya.


Sehingga tubuh gadis misterius, yang sedang terpental keatas, kini masuk dalam pelukan Yu Ming.


Sesaat gadis misterius itu hanya bisa menatap kearah wajah Yu Ming yang tampan dengan kaget.


Di saat dia sedang kaget, tangannya yang memegang pedang inti es, sudah dipegang oleh Yu Ming.


Yu Ming memegang tangan gadis itu memutarnya, lalu membantunya melepaskan tebas pedang Inti Es Abadi menerjang kearah Siluman Kalajengking di bawah sana.


Yu Ming memanfaatkan tubuh mereka berdua yang berputaran bersama di udara.


Untuk melepaskan jurus,


"Tebasan Pedang Es Surgawi..!"


Dengan meminjam kekuatan dari pedang inti es milik si gadis misterius.


Gadis itu mengikuti saja arah tarikan tangan Yu Ming, dia hanya terdiam bengong menatap wajah Yu Ming tanpa berkedip.


Dia terlalu terpesona oleh suasana yang seumur hidup belum pernah di alami nya bersama seorang pria, selain ayah kandungnya sendiri.


Di mana mereka berada dalam posisi yang begitu dekat dan mesra.