LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PERINGATAN CIU THIAN SEN NI


Setelah memberi hormat, Hua Sien Ku yang merasa sangat kecewa, langsung membalikkan badannya, dengan langkah lesu dan airmata bercucuran, dia berjalan meninggalkan ruangan Aula.


Begitu banyak rasa susah, yang sulit dia ungkapkan, semua hanya bisa dia pendam dalam hati .


Begitu banyak rasa ketidakadilan, juga begitu banyak rasa penasaran, yang sulit dia ungkapkan.


Selain membiarkan semua penderitaan itu lepas lewat airmata nya.


Dia sudah benar benar tidak tahu lagi, apa yang harus di perbuat nya.


Kini yang bisa dia lakukan adalah, segera kembali kesisi suaminya, segera tinggalkan tempat ini.


Segera melupakan semuanya, ikut pergi dengan suaminya, dengan tenang tanpa ada keributan.


Tiada gunanya di perdebatkan, tidak akan menyelesaikan masalah, hanya akan memperuncing keadaan.


Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang juga tidak berkata apa-apa, mereka juga tidak terlihat ingin berusaha mencegah kepergian Hua Sien Ku dari sana.


Kemunculan Hua Sien Ku di ujung anak tangga, segera membuat Che You tersenyum lega.


Saking gembiranya, dia lupa dengan pesan Sang Dewi berwajah dingin sebelumnya.


Che You langsung maju ingin menyambut istrinya.


Tapi tubuhnya langsung terdorong mundur oleh daya tolak kuat tak kasat mata.


Dia tidak mampu melewati dinding energi dewa, yang menolak dia untuk bisa masuk.


Dengan kaget Che You mencoba memanggil istrinya,


"Hua er,...! Hua er..! keluarlah,..!"


"Aku tidak bisa masuk, ada perisai hawa dewa menghalangi ku..!"


"Kamu keluarlah,.! mari kita pulang..!"


teriak Che You keras.


Tapi Hua Sien Ku di dalam sana justru tidak bisa mendengarnya.


Dia menatap suaminya dengan wajah bingung.


Dia terlihat memiringkan kepalanya dan meletakkan tangan di dekat telinga, seperti ingin memperjelas pendengaran nya.


Tapi tetap saja, dia tidak mendengar apa apa.


Selain melihat gerak bibir, dan gerak tangan suaminya, seperti ingin mengatakan sesuatu, dia tidak mendengar apapun sama sekali.


Hua Sien Ku buru buru menuruni anak tangga ingin pergi mendekati suaminya.


Tapi malang baginya, dia juga tertahan di dalam sana, tidak bisa keluar dari batas perisai dewa, yang melindungi tempat itu.


"Ahh kenapa ini..!?"


ucap Hua Sien Ku bingung.


Dia segera mengerahkan kekuatan dewi nya, mencoba untuk menerobos keluar.


Tapi hasilnya, dirinya malah terpental jatuh terduduk di atas undakan anak tangga.


"Ini apa yang terjadi..!?"


teriak Hua Sien Ku kaget.


Dia menatap kearah suaminya dengan wajah bingung bercampur sedih.


"Suami ku,..! aku tidak bisa keluar dari sini..!"


teriak Hua Sien Ku panik bercampur cemas.


Dia hanya bisa maju menempelkan sepasang telapak tangan nya, di lapisan kuning transparan, yang menghalangi dirinya untuk keluar dari tempat tersebut.


Dia tidak bisa mendekati Che You, bahkan hanya sekedar saling berpegangan tangan pun, mereka tidak bisa.


Mereka hanya bisa saling menempelkan telapak tangan mereka, yang di batasi oleh cahaya kuning transparan.


Mereka hanya bisa saling bertatapan dengan wajah di liputi kesedihan.


Mereka berdua masing masing menyadari, ada kemungkinan besar, selamanya mereka tidak akan pernah bisa bersatu kembali.


Sambil menahan cucuran air mata, Hua Sien Ku berkata,


"Maafkan aku suami ku, ini semua salah ku.."


"Bila aku mau sedikit mendengarkan kata kata mu, percaya dengan apa yang kamu katakan.."


"Kita tidak akan pernah mengalami nasib seperti ini."


ucap Hua Sien Ku sambil menangis dan menjatuhkan diri nya berlutut dan duduk bersimpuh di sana.


Che You di luar sana menatap kearah istrinya dengan sedih dan berkata,


"Hua er kamu mundurlah menjauh, aku akan hancurkan perisai ini..!"


"Aku akan tetap membawa mu pergi dari sini, apapun resikonya.."


"Percayalah pada ku, aku pasti akan mampu mengeluarkan mu dari dalam sana.."


ucap Che You sambil ikut berlutut di hadapan istrinya, dia menatap kearah sepasang mata istrinya, yang sedang bersedih dengan penuh tekad kuat.


Hua Sien Ku tidak bisa mendengar ucapan suaminya, tapi dari tekad yang terlihat jelas di sepasang mata suaminya.


Dia tahu apa yang ingin suamii nya lakukan.


Hua Sien Ku buru buru menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak jangan,!...jangan lakukan itu..!"


"Kamu hanya akan melukai diri mu sendiri..!"


Teriak Hua Sien Ku cemas, sambil terus menggelengkan kepalanya dengan kuat.


Dia menatap suaminya dengan airmata bercucuran, dengan wajah serius dia kembali mengulang ucapan nya,


"Pergilah,..aku mohon padamu,! pergilah,..! jangan lakukan tindakan bodoh..!"


"Lebih baik kamu lupakan saja aku,! lupakan kita,!.. dan lupakan semua nya..!"


"Anggap saja kita tidak pernah bertemu,! tidak pernah saling mengenal satu sama lainnya..!"


ucap Hua Sien Ku sambil menangis sedih, dan terus menggelengkan kepalanya dengan kuat.


Dia hanya bisa berusaha memaksakan diri, untuk tersenyum dan menatap kearah suaminya dengan tatapan mata lembut dan mesra.


Ada kesedihan yang sangat mendalam terlihat jelas di sepasang mata nya yang indah.


Che You diluar sana meski tidak bisa mendengar dengan jelas.


Tapi dari tatapan mata sikap dan gerak bibir istrinya.


Dia bisa menduga apa yang istrinya ucapkan di dalam sana.


Sambil tersenyum lembut Che You mengulurkan tangannya seolah-olah ingin menyentuh wajah istrinya.


Dia berkata,


"Maafkan aku Hua er, aku paham maksud mu.."


"Tapi aku sekali ini benar benar tidak bisa memenuhi keinginan mu.."


"Karena aku tidak mungkin bisa melupakan mu, melupakan anak kita.."


"Meski hari ini aku harus hancur lebur tubuh dan tulang ku.."


"Aku tetap harus berusaha menolong kalian keluar dari dalam sana.."


ucap Che You sambil tersenyum lembut.


Selesai berkata dia pun bergerak mundur, mengeluarkan golok darah iblis nya.


Hawa kegelapan segera memancar kuat dari seluruh tubuh Che You dan golok darah iblis yang di genggaman tangan nya.


Che You terus menghimpun kekuatan kegelapan nya, tubuhnya perlahan lahan melayang keatas udara.


Che You terlihat mengangkat golok di tangan nya tinggi tinggi .


Gadis cantik berbaju hitam berwajah dingin yang pertama kali membawa Hua Sien Ku kedalam istana San Qing Kuan.


Tiba-tiba muncul di samping Hua Sien Ku, menarik paksa Hua Sien Ku bergerak mundur menjauh dari tempat itu.


"Di sini berbahaya, mundurlah menjauh bersama ku.."


Ucap gadis berwajah cantik dan dingin itu, sambil menatap kearah Hua Sien Ku dengan tatapan mata penuh simpati.


Dia sekilas juga melirik kearah Che You dengan penuh kagum.


Dia kagum dengan tekad, kasih sayang, serta cinta kasih tulus, yang begitu besar, dari Che You ke Hua Siem Ku.


Diam diam dia sangat bersimpati terhadap nasib tragis kedua pasangan tersebut.


Sambil membawa mundur Hua Sien Ku, dia mengirim pesan suara ke pikiran Che You.


"Che You jangan bodoh, segera mundur tinggalkan tempat ini.."


"Kamu tidak akan pernah bisa membuka perisai dewa ini, kamu hanya akan melukai diri mu sendiri.."


"Kamu akan masuk kedalam jebakan yang khusus di sediakan untuk mu.."


"Mumpung masih ada waktu, segera pergi lah.."


ucap Dewi itu memberi peringatan ke Che You.


Hua Sien Ku



Ciu Thian Sen Ni