LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PERMINTAAN PING SIEN


Dari luar kamar Yu Ming, terlihat lampunya masih menyala.


Yu Ming memang belum tidur, Yu Ming di dalam kamar terlihat sedang duduk bersila.


Dengan tubuh melayang layang di udara, memancarkan cahaya warna warni memenuhi seluruh ruangan.


Lintasan elektron juga mengelilingi lingkaran luar tubuh Yu Ming.


Di luar ruangan Ping Ru Meng dan ayah nya Raja Ping Sien, melihat kamar Yu Ming masih terang benderang.


Mereka berdua merasa lega, melihat kamar itu masih terang, berarti Yu Ming belum tidur.


Kedatangan mereka tentu tidak menganggu.


Ping Ru Meng maju mengetuk pintu kamar Yu Ming.


"Tok..! Tok...! Tok..! Tok...!'


"Ming ke ke..! kamu sudah tidur kah..?!'"


"Ini Ru Meng..!"


Yu Ming di dalam sana segera menyimpan kembali kekuatan dahsyat nya


Dia membuka kembali matanya, lalu melayang ringan mendarat di balik pintu kamarnya.


"Ya Meng er sebentar, kenapa tidak biasa ya tidur sen..!"


Ucap Yu Ming sambil tersenyum lebar ingin menggoda kekasihnya.


Tapi begitu pintu terbuka, melihat kekasihnya berdiri di sana dengan wajah merah padam.


Di belakangnya terlihat ada calon mertuanya.


Senyum Yu Ming seketika menjadi canggung, ucapan nya jadi terhenti ditengah jalan.


Dia hanya bisa menelan ludahnya sendiri, lalu dengan sikap serba canggung.


Yu Ming buru buru menggeser tubuhnya kesamping dan berkata pelan.


"Maaf Ming Er tidak tahu ayah mertua ikut kemari.."


"Silahkan masuk ayah mertua, Meng Er..kita bisa bicara santai di dalam."


Ping Sien melangkah masuk kedalam dan berkata,


"Ming Er apa karena aku ada, jadi kalian baru menjaga batas kesopanan..?"


"Ayah..! ayah kami tidak seperti yang ayah pikirkan.."


Protes Ping Ru Meng sambil melangkah masuk mengikuti ayahnya.


Ping Ru Meng mempelototi Yu Ming, menyalahkan Yu Ming yang berbicara sembarangan tanpa melihat situasi.


Yu Ming terlihat cemas menatap kekasihnya, seolah ingin berkata,


"Jadi bagaimana aku sebaiknya sekarang ini..?"


Ping Ru Meng menanggapinya dengan mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya.


"Meng Er kamu bilang ayah berpikir terlalu banyak, tapi kalian seperti ini.."


"Bagaimana ayah bisa tidak berpikir banyak.."


"Ming Er kamu duduklah, jelaskan pada ku apa maksud mu tadi dengan ucapan seperti itu..?"


"Apa selama kalian melakukan perjalanan berdua, kalian telah..?"


Ucap Ping Sien sambil menatap wajah Yu Ming dengan serius.


"Ayah kami tidak.!"


"Meng Er kamu diamlah dulu.."


"Ayah sedang bicara dengan Ming Er.."


"Nanti akan tiba giliran mu,.. jangan selalu menyela,.."


"Itu sangat tidak sopan.."


Tegur Ping Sien sambil menatap kearah putrinya dengan tatapan mata penuh teguran.


Ping Ru Meng pun tertunduk dan berkata pelan,


"Baik ayah.."


Ping Ru Meng tidak berani bersuara lagi, bahkan kepalanya terus tertunduk kebawah.


Yu Ming menyadari kesalahannya, sambil menelan ludah, dua berkata pelan.


"Ayah mertua, aku dan Ru Meng tidak pernah melakukan hal yang melanggar batas kesopanan.."


"Kami memang pernah berbaring tidur bersama, tapi hanya sebatas itu tidak lebih.."


"Baik Meng Er maupun Ming Er masih tahu menjaga batas dan tahu mana yang boleh mana yang tidak.."


"Jadi kami memang benar benar masih bersih, tidak pernah melanggarnya.."


Ucap Yu Ming mencoba menjelaskan dengan sekujur jujurnya.


"Mohon ayah mertua bisa percaya pada kami, dan memaafkan ucapan Ming Er yang kurang sopan tadi.."


Ucap Yu Ming sambil menatap wajah mertuanya dengan serius dan penuh kejujuran.


Raja Ping Sien setelah mendengar penjelasan Yu Ming, dia pun menghela nafas lega.


"Ming Er, .. Meng Er... ayah juga pernah muda dan pernah merasakan apa yang kalian saat ini rasakan.."


"Tapi demi nama baik keluarga, sebelum kalian resmi."


"Sebaiknya hindarilah kedekatan yang berlebihan, apalagi sampai tidur seranjang dan bersama.."


"Itu sangat tidak pantas, sebelum kalian resmi.."


"Kalian harus bersabar dan saling menjaga, sehingga pada waktunya nanti semua akan lebih bermakna dan berarti.."


"Apa kalian paham..?"


Ucap Ping Sien memberikan teguran sekaligus nasehat kepada keduanya.


Yu Ming dan Ping Ru Meng saling pandang sejenak, lalu keduanya mengangguk patuh dan berkata,


"Terimakasih ayah mertua atas nasehatnya.."


"Ming Er akan memperhatikan nya.."


Ping Ru Meng menganggukkan kepalanya tanda dia menyetujui pendapat Yi Ming.


Raja Ping Sien tersenyum lembut dan berkata,


"Terimakasih ayah bangga pada kalian, semoga semuanya berjalan lancar.."


Sesaat kemudian Ping Sien kembali menatap Yu Ming dengan serius dan berkata,


"Ming Er ayah mau tanya sesuatu pada mu kamu harus jawab dengan jujur.."


"Apa itu ayah mertua, ? katakan saja, Ming Er bila tahu pasti akan menjawabnya dengan jujur.."


"Ming Er apakah kamu pernah menerima titipan barang dari ke 5 tetua di Ching Ti..?"


Tanya Ping Sien dengan suara pelan tapi serius.


Yu Ming menatap mertuanya dengan serius dan berkata,


"Maaf ayah tahu dari mana tentang hal itu..?"


Ping Sien tersenyum dan berkata,


"Kalau itu kamu tidak perlu tahu, kamu cukup jawab yang ayah tanyakan tadi.."


"Sekalian kamu jelaskan pada ayah, apa benda yang kamu terima dari mereka.."


"Itu saja cukup ."


Ucap Ping Sien tegas.


"Ayah mengenal hal itu maaf ayah, Ming Er sudah bersumpah kepada ke 5 tetua."


"Ming Er tidak akan pernah bercerita dan membuka rahasia itu kepada siapapun."


"Tidak terkecuali ayah maupun Meng Er."


"Harap ayah mengerti dan mau memaklumi kesulitan Ming Er yang terikat janji."


"Ming Er harus menjaga amanat dan kepercayaan ke 5 tetua terhadap Ming Er baik baik."


"Dengan begitu Ming Er, baru tidak akan merasa bersalah dengan hati nurani Ming Er.."


Jawab Yu Ming sejujurnya.


"Baiklah Ming Er kamu tidak mau bercerita, ayah tidak akan memaksanya.


"Ayah hanya mau menasehati mu, kedua benda itu akan membawa bencana dan penderitaan hidup bagi mu.."


"Demi kebahagiaan putri ku yang nantinya akan hidup bersama mu.."


"Ayah dengan terpaksa, meminta kedua benda itu kembali, agar ayah yang menjaganya untuk mu.."


"Anggap saja itu sebagai mahar pernikahan kalian, juga sebagai wujud bukti kamu tulus mencintai putri ku.."


Ucap Ping Sien serius.


Yu Ming terdiam beberapa saat, melihat keseriusan sikap ayah mertuanya.


Yu Ming menoleh menatap kearah kekasihnya, melihat tatapan mata kekasihnya yang penuh harap dan cemas menatap nya.


Yu Ming akhirnya menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah ayah demi menunjukkan bahwa aku serius dan tulus mencintai Meng Er.."


"Ini terimalah.."


Ucap Yu Ming sambil mengeluarkan sebuah bungkusan kain kuning dari dalam gelang nya.


Bungkusan kain kuning itu, Yu Ming letakkan di atas meja, lalu dia dorongkan ke hadapan ayah mertuanya.