LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
HOU RUO LAN


"Jendral You terimakasih, dari sini biar aku yang mengurus penyusup ini.."


"Kalian semua boleh pergi bersiap siap, setengah jam lagi, kita akan berangkat .."


ucap Yu Ming tegas.


"Baik pangeran mahkota.."


ucap Jendral You sambil memberi hormat, setelah itu dia segera memimpin seluruh bawahan nya meninggalkan perkemahan Yu Ming.


Yu Ming membantu Siau Sien Ce berdiri, dan membantu mengebut ngebut pakaiannya yang kotor, karena di paksa berlutut di sana.


Setelah itu tanpa berkata-kata Yu Ming menyerahkan satu stel seragam prajurit berukuran kecil dan berkata,


"Gantilah pakaian mu, aku menunggu mu di luar.."


Selesai berkata Yu Ming pun sambil menghela nafas dan menggeleng gelengkan kepalanya, dia berjalan keluar dari kemahnya.


Yu Ming berdiri diam menunggu di depan pintu kemahnya.


Beberapa saat kemudian Siau Sien Ce sudah berganti dengan seragam prajurit yang lebih pas di badan nya.


Dia berdiri di samping Yu Ming dengan kepala tertunduk dan berkata,


"Kakak aku.."


"Sudahlah tak perlu di teruskan lagi.."


"Aku paham, kamu boleh ikut.."


"Tapi ingat, saat pertempuran berlangsung kamu harus mencari tempat berlindung.."


"Tidak boleh ikut terlibat, kamu mengerti..?"


Siau Sien Ce langsung tersenyum gembira dan berkata,


"Terimakasih kak, kakak memang yang terbaik.."


"Setelah kakak menikah nanti dan tidak membutuhkan Siau Sien Ce lagi.."


"Siau Sien Ce pasti akan sangat merindukan masa masa kebersamaan kita.."


Ucap Siau Sien Ce pelan.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Bicara sembarangan,.. kamu tahu dari mana aku akan menikah..?"


Siau Sien Ce sambil tersenyum canggung berkata,


"Aku mendengar dari pembicaraan dayang dayang di Yu Ming Kung."


Yu Ming menatap kearah Siau Sien Ce sekilas, sambil menahan senyum, dia berkata.


"Jangan suka percaya gosip, itu masih lama.."


"Mungkin masih 5 tahun lagi, mungkin bisa lebih, tergantung dari kapan selesainya masalah di Utara ini.."


"Ayo bersiaplah kita berangkat sekarang.."


Ucap Yu Ming sambil melangkah meninggalkan perkemahannya.


Mendengar ucapan Yu Ming, Siau Sien Ce pun langsung sumringah, tidak cemberut dan bersedih lagi.


Entah kenapa di dalam hati, dia sangat berharap pertempuran ini akan panjang dan tidak pernah selesai.


Jadi mereka tidak perlu kembali ke Yu Ming Kung selamanya.


Suatu pemikiran yang konyol, tapi hatinya justru berharap seperti itu.


Sesaat kemudian rombongan besar Yu Ming dan pasukan kahyangan nya segera berangkat.


Mereka terbang seperti kawanan lebah meninggalkan Nan Thian Men, langsung menuju kearah Utara.


4 Raja langit hanya bisa melepas kepergian mereka dengan tatapan mata kecewa.


Mereka berempat sebenarnya ingin ikut, tapi berhubung tidak ada yang bisa menggantikan posisi mereka, menjaga keamanan pintu gerbang Nan Thian Men.


Mereka terpaksa menahan dan menyimpan keinginan mereka di dalam hati saja.


Setiap hari melepas dan melihat kepergian teman teman mereka berangkat menuju Utara, hati mereka benar benar galau di buatnya.


Tapi mereka tidak bisa apa-apa, karena mereka sendiri ada tugas yang tidak pernah bisa mereka tinggalkan.


Yu Ming dengan cepat bersama 50.000 tentara kahyangan, akhirnya tiba juga di Bei Thian Men.


Setelah melintasi Bei Thian Men, dan melintasi deretan bangunan sederhana, yang agak mirip dengan bangunan di istana halimun selatan.


Yu Ming dan 50.000 tentara kahyangan nya, akhirnya menemukan perkemahan Dewa Er Lang dan pasukan yang di pimpin nya.


"Jendral You Jendral Cuo,.."


"Kalian atur pasukan kita untuk beristirahat dan mendirikan kemah.."


"Aku mau pergi menghadap kakak Er Lang,.."


Ucap Yu Ming tanpa menoleh.


"Siap pangeran mahkota.."


Jawab kedua Jendral itu cepat.


Yu Ming di ikuti Siau Sien Ce langsung terbang menuju salah satu perkemahan terbesar yang ada di bagian tengah perkemahan pasukan Dewa Er Lang.


Begitu Yu Ming dan Siau Sien Ce mendarat, Siau Thian Cuan langsung muncul menyambut mereka berdua.


"Pangeran mahkota anda akhirnya tiba.."


"Silahkan lewat sini, tuan ku sudah lama menunggu nunggu kedatangan anda.."


Ucap Siau Thian Cuan gembira.


Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia mengikuti Siau Thian Cuan masuk kedalam kemah.


Di dalam kemah Yu Ming melihat kakak sepupunya Dewa Er Lang sedang berunding bersama Dewa Pagoda Li Cing dan putranya si bocah ajaib Na Cha.


Di sana juga hadir Dewa Bintang , 8 dewa, Dewa matahari dan ke 9 putranya, Dewa Yue Lau, Dewi Chang er bersama suami dan putrinya yang cantik dan anggun.


Yu Ming menebak di dalam hati, mungkin inilah salah satu calon jodoh nya, Hou Ruo Lan.


Dia hanya mendengar namanya saja, ini adalah pertama kalinya mereka bertemu secara langsung.


Sebenarnya belasan tahun yang lalu, mereka pernah bertemu hanya saja, waktu itu mereka sama sama masih kecil dan polos.


Mereka bisa bermain dan ngobrol dengan bebas, tentu berbeda jauh dengan saat ini.


Apalagi setelah pembicaraan kemarin, Yu Ming tidak tahu apakah Ruo Lan sudah tahu atau belum.


Tapi yang jelas di antara mereka kini sudah ada kecanggungan dan jarak pemisah.


Selain beberapa Dewa yang di sebutkan tadi, di sana juga terlihat hadir Dewa Angin, Dewa Hujan dan Dewa Petir.


Yu Ming segera memberi hormat kearah mereka satu persatu, kemudian dia segera ikut duduk di tempat khusus, yang sudah di sediakan untuk nya.


Sedangkan Siau Sien Ce, dia hanya bisa berdiri di belakang Yu Ming.


Yu Ming mengambil sikap duduk diam mendengarkan semua perdebatan dan perundingan strategi yang mereka bicarakan.


Sebagai junior, dia tidak mau ikut campur hanya diam mendengar dan mengamati pokok permasalahannya saja.


"Adik Yu Ming bagaimana pendapat mu..?"


Tanya Dewa Er Lang sambil menoleh kearah Yu Ming.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Adik mengikuti pengaturan Kakak saja, adik tidak punya pendapat."


Semua orang menoleh kearah Yu Ming, ingin tahu pendapat anak muda itu.


Ruo Lan juga tidak terkecuali, dia sudah mendengar masalah perjodohannya dari kakeknya.


Sewaktu kecil mereka pernah berkenalan dan bermain bersama.


Tapi itu sudah lama sekali.


Kini adalah yang kedua kalinya, dia bertemu dengan Yu Ming setelah mereka belasan tahun tidak bertemu.


Pertemuan pertama adalah saat penyambutan di halaman depan Ling Xiao Bao Tran, saat Yu Ming kembali dari tugasnya, membasmi siluman di dunia.


Dari pertemuan pertama itu pun, diam diam Ruo Lan sudah menaruh rasa kagum besar pada sahabat masa kecilnya itu.


Kini di pertemuan kedua mereka, secara diam diam Ruo Lan sering mencuri pandang mengamati gerak gerik Yu Ming, yang selalu membangkitkan rasa penasarannya.


Yu Ming tidak menyadarinya, karena dia terlalu fokus dengan pembicaraan perundingan strategi penumpasan iblis dan siluman.


Tapi tidak dengan si cerewet Siau Sien Ce, dia justru bisa melihat semuanya dengan jelas.


Hou Ruo Lan