LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEDATANGAN YU MING


"Lembut mengalahkan keras..!"


Teriak Ping Ru Meng yang masih terbaring lemah diatas tanah.


"Wutttt...!"


Sebuah kabut es muncul menyapu ke 12 batu dan kekuatan terjangan angin badai di belokan kearah lain.


"Wusssh..!"


"Banggggg...!"


Terjadi ledakan di tempat lainnya, tidak jauh dari posisi Ping Ru Meng berada.


"Ikan Mas melentik..,!'


Tubuh Ping Ru Meng yang sedang terbaring diatas tanah tiba tiba meletik keudara.


Dari atas sana Ping Ru Meng memberikan sebuah tebasan pedang.


"Hawa Pedang Es Pemusnah Planet...!"


Sebuah cahaya biru yang besar dan tebal berbentuk seperti bumerang segera melesat menyambar kearah Yu Long.


Yu Long langsung meningkatkan kekuatan serangan balasan nya.


"Tebasan Pedang Iblis Pemusnah LV 8.."


Sebuah bola cahaya merah kehitaman melesat menyambut datangnya cahaya bumerang biru yang Ping Ru Meng lepaskan.


"Boooommm...!"


Terjadi ledakan dahsyat di dunia, Ping Ru Meng terpental jauh terduduk diatas tanah.


Dia menahan laju mundurnya dengan pedang di tancapkan diatas tanah.


Sehingga menimbulkan goresan mendalam sejauh belasan meter.


Ping Ru Meng setelah berhasil menghentikan laju mundur tubuhnya.


"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"


"Critt...!'


Ping Ru Meng mengalami batuk batuk kecil, di sertai semburan darah keluar dari mulutnya.


Tangan kanan masih bertahan dengan pedang yang tertancap di atas tanah.


Tapi tangan kirinya terpaksa dia gunakan untuk memegangi jantungnya yang terasa nyeri luar biasa.


Ping Ru Meng sadar diri, dia telah terluka dalam cukup parah oleh serangan dahsyat Yu Long yang menggunakan kekuatan iblisnya.


Yu Long sendiri tidak mengalami kekurangan apapun, dia masih tetap pada posisinya.


Melihat keadaan Ping Ru Meng, Yu Long tersenyum dingin, dia kembali memutar pedangnya.


Kemudian melepaskan tebasan Iblis pemusnah level 9.


"Wussssh..!"


Sebuah bola cahaya merah kehitaman yang jauh lebih besar langsung melesat kearah Ping Ru Meng .


Ping Ru Meng terpaksa memutar pedangnya dengan sisa tenaganya berusaha memainkan "jurus Lembut Mengalahkan Keras."


Sebuah kabut cahaya muncul berusaha menahan laju gerak bola cahaya merah kehitaman


Adu kekuatan terjadi di udara saling betot.


"Auggghh..!"


Ping Ru Meng tidak kuat menahan serangan tersebut, dia over mengerahkan kekuatan nya.


Sehingga kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Kabut putih hancur sirna, bola cahaya hitam datang menghantam Ping Ru Meng .


"Blaaarrr...!"


Ping Ru Meng tubuhnya terpental keluar dari pusat ledakan.


Pakaian di tubuhnya hancur compang camping.


Dia jatuh tergeletak tak berdaya dengan rambut terurai lepas.


Beberapa nadi utamanya telah meledak.


Ping Ru Meng telah kehilangan sebagian besar kemampuan nya.


Dia tidak sanggup bangun lagi, hanya bisa terkapar pasrah menatap langit dengan pandangan yang semakin lama semakin nanar, hingga akhirnya semua berubah menjadi gelap.


Dia baru tersadar, dari pingsannya, saat merasakan tubuhnya yang kesakitan sedang di tindih oleh seseorang.


Orang itu dengan rakus menciumi bibir dan lehernya dengan kasar.


Tangannya juga bergerak liar meremas bukit indah nya dengan kasar.


Pung Ru Meng begitu sadar, dia langsung berusaha meronta dan mendorong orang yang menindihnya menjauh darinya.


Tapi orang itu dengan kasar, melayangkan tangannya menampar wajahnya.


"Plakkkk...!"


Wajah Ping Ru Meng langsung terhempas kesamping, bibirnya mengalami luka robek berdarah terbentur giginya sendiri, akibat tamparan keras yang di terimanya.


Ping Ru Meng masih berusaha menggunakan sepasang tangan nya menutupi bukit indah nya yang terbuka lebar tanpa sehelai benangpun.


Sepasang kakinya dia gunakan untuk menendang mencoba meronta menjauhkan tubuh pria yang sedang menindihnya secara kasar.


Tapi pergerakan perlawanan nya, malah memberikan celah kepada pria itu untuk melebarkan sepasang pahanya yang putih mulus.


Kedua tangan Ping Ru Meng ditarik secara kasar oleh pria itu kesamping atas.


Kemudian dengan satu tangan dia mencekal erat kedua lengan kecil Ping Ru Meng diatas kepala.


Sehingga dia menjadi lebih bebas menikmati tubuh Ping Ru Meng secara kasar.


Ping Ru Meng terlihat terbelalak pucat dengan airmata mulai mengalir dari kedua sudut matanya.


"Ku mohon bunuhlah aku,.."


"Jangan lakukan itu..."


Pria itu tersenyum jahat menatap Ping Ru Meng dan berkata,


"Dia memang suami pilihan mu.."


"Tapi aku Yang akan memberimu kenikmatan.."


"Ha..ha..ha..!"


Yu Long sambil tertawa sadis berusaha menggerakkan pinggulnya untuk menerobos pertahanan terakhir Ping Ru Meng yang sudah tidak berdaya.


"Ahhh,..Ja...jangan...!"


"Tidak boleh...aku sudah bersuami...!"


"Jangan... Ahhhh...!"


Ping Ru Meng hanya bisa menjerit ketakutan tidak berdaya untuk melawan maupun menghindar.


Di saat keadaan sedang kritis sebuah cahaya pelangi melesat datang dengan cepat menerjang dari samping kanan Yu Long.


"Singggg...!"


Yu Long yang tidak ingin badannya di tembus oleh cahaya pelangi itu, dia segera melompat meninggalkan mangsanya.


Dia dengan gesit bergerak menghindari serangan yang datang.


Tapi di luar dugaan kemanapun pun Yu Long menghindar cahaya pelangi yang membentuk bayangan pedang itu, seperti memilki mata.


Terus bergerak mengejar dan mengikutinya kemanapun dia pergi.


Yu Long yang masih belum sempat berpakaian, dia menjadi terlihat lucu, seperti seekor monyet putih tidak berbulu berlompatan kesana kemari, dengan perkakas bergelantungan tanpa penutup.


Pemilik yang mengatur serangan itu sendiri, masih melayang di udara, mengendalikan pergerakan cahaya pedang pelangi itu dengan jari telunjuk dan jari tengah, tangan kanannya.


Tangan kiri pemuda yang melayang di udara itu, melemparkan sebuah jubah mantel bulu melayang turun menutupi tubuh Ping Ru Meng yang terbaring lemas diatas tanah.


Ping Ru Meng sesaat lupa dengan keadaan dirinya sendiri, dia terus menatap terbelalak tak percaya, kearah pemuda gagah, yang muncul dengan seragam perang nya, yang berkilauan tertimpa cahaya matahari.


"Yu Ming ke ke..kamu kah itu..?"


"Aku tidak sedang bermimpi bukan..?"


Gumam Ping Ru Meng dengan wajah terkesima.


Dia benar benar kaget dan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Ru Meng segera telan 3 butir pil ini, pil itu bisa membantu pulihkan kondisi mu.."


Ucap pemuda yang sedang melayang di angkasa itu.


Pemuda itu adalah Yu Ming sendiri, yang datang tepat waktu menyelamatkan istrinya.


Ping Ru Meng menerima sebuah botol porselin kecil yang jatuh di pangkuan nya.


Tanpa berpikir panjang Ping Ru Meng segera menuruti permintaan suaminya.


Dia langsung menelan pil dari dalam botol porselin tersebut, setelah itu dia segera bangun duduk bersila.


Mencoba memulihkan kondisi tubuh nya, sebagian nadinya yang rusak sulit di perbaiki lagi.


Tapi yang tersisa bisa dia gunakan untuk mengobati guncangan luka dalam di organ penting dalam tubuhnya.


Yu Ming sambil mengatur serangan perlahan-lahan dia turun di samping tubuh Ping Ru Meng .


Yu Ming kemudian dengan lembut menempelkan tangan kirinya di Pai Hui Sie Ping Ru Meng .


Seketika seluruh tubuh Ping Ru Meng di selimuti kabut cahaya pelangi tipis.