LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEADAAN HUA SIEN CE


Yu Ming yang sedang mencoba menenangkan Ru Meng istrinya, tidak tahu kenapa hatinya masih saja tetap tidak tenang.


Padahal Ping Ru Meng istrinya kini sudah sepenuhnya aman di sisinya.


"Ada apa ini..?"


Pikir Yu Ming dalam hati.


Setelah tangis Ru Meng mereda, Yu Ming pun bertanya pelan,


"Istri ku apa yang sebenarnya terjadi ?"


"Mengapa kamu bisa ada di sini bersama Yu Long.."


"Bagaimana dengan penyelidikan mu atas kematian ayah mertua..?"


Pertanyaan Yu Ming bagaikan bunyi lonceng yang berdentang di samping telinga Ping Ru Meng .


Dia segera tersadar dari teringat dengan keadaan kedua temannya.


"Ahh Ming ke ke kita harus pergi melihat keadaan Yu Lek dan Hua Er, yang sedang bertanding main kartu dengan Yang Pa dan Yang Jiu, kedua putra Dewa Matahari itu.."


"Aku khawatir terjadi sesuatu dengan mereka, setelah aku di pancing kemari oleh Yu Long.."


"Aku sedikit khawatir Yu Long merencanakan sesuatu untuk membalas mereka.."


"Karena mereka turut andil membantu ku menangkap Siluman Rubah Ekor Sembilan milik Yu Long, "


Ucap Ping Ru Meng menceritakan dengan cepat.


Yu Ming segera bereaksi, dia langsung berkata.


"Di mana mereka berada..?"


Yu Ming hatinya menjadi cemas, dari suaranya jelas dia sangat khawatir dan agak gugup.


Ping Ru Meng yang ikut gugup buru buru berkata,


"Mereka ada di istana halimun mukjizat, tepat di istana kediaman Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang."


Yu Ming buru buru berkata,


"Ayo kita kesana sekarang.."


Belum selesai kata katanya, Ping Ru Meng sudah dibawa Yu Ming terbang jauh meninggalkan tempat itu.


Dalam waktu singkat mereka berdua sudah tiba di depan Nan Thian Men.


Tapi baru saja Yu Ming melangkah ingin memasuki Nan Thian Men.


Di depan nya segera muncul 4 Raja Langit menghadang di depan nya.


"Berhenti, nyali mu besar sekali Yu Ming..!"


"Kamu tidak menjalani hukuman mu di Utara sana, malah datang kemari..!"


Bentak Mo Li Qing sambil menunjuk kearah Yu Ming dengan wajah tidak bersahabat.


"Keempat Thian Wang, Ming Er sedang ada masalah penting tidak ada waktu menjelaskan.."


"Harap Thian Wang Sudi mengijinkan aku kedalam memeriksa sebentar.."


"Bila semuanya baik baik saja, tentu Yu Ming akan kembali kemari menerima dosa dan meminta maaf."


Ucap Yu Ming mencoba bersikap hormat agar tidak perlu terjadi konflik yang akan menghambat langkah nya.


"Tidak bisa,..! Justru bila kamu masuk kedalam suasana yang baik akan menjadi tidak baik..!'


"Cepat kamu kembali ke Utara sana, demi hubungan baik masa lalu, kami akan anggap tidak melihatnya.."


Ucap Mo Li Qing tegas.


Melihat sikap mereka berempat yang tidak mungkin bisa di ajak bicara baik baik.


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Kalau begitu maafkan Ming Er yang terpaksa menyinggung kalian.."


Selesai berkata, Yu Ming langsung mengibaskan kedua tangan nya kearah kiri dan kanan.


Di mana keempat Thian Wang menghadang nya.


"Wuttttttt..!"


"Wuttttttt..!"


Serangkum angin dingin yang berasal dari sepasang tapak Yu Ming yang memainkan jurus Tapak Es Surgawi.


Menerjang kearah keempat Raja Langit.


Sebelum keempat Raja Langit sempat melakukan sesuatu.


Mereka berempat telah berubah menjadi patung es, mereka tidak mampu bergerak.


Karena seluruh tubuh mereka terbelenggu oleh es tebal yang sangat kuat dan dingin.


Saat mereka berempat sedang berusaha melepaskan diri dari kurungan es tebal.


Yu Ming sudah membawa Ping Ru Meng menerobos masuk, melewati Nan Thian Men langsung menuju kediaman Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang.


Sepanjang perjalanan pasukan langit yang dipimpin oleh komandan dan Jendral mereka, berusaha menghadang dan menghentikan pergerakan Yu Ming.


Tapi mereka semua bukan lawan Yu Ming, mereka yang berani maju menyerang dan menghadang Yu Ming.


Semuanya di ubah menjadi patung es oleh Yu Ming.


Mereka tidak ada yang terluka ataupun mati.


Mereka hanya di bekukan sementara, sehingga dalam waktu dekat tidak mampu menggerakkan anggota tubuh mereka, kecuali sepasang bola mata mereka yang masih bisa bergerak gerak.


Yu Ming saat tiba di istana Halimun Mukjizat, melihat keadaan Yu lek dan Yang Pa yang tergeletak tidur pulas di meja.


Dia segera berkata,


"Ru Meng kamu bantu aku urus mereka.."


"Aku mau lihat kedalam memastikan keselamatan Hua er.."


Ping Ru Meng mengangguk cepat dan berkata,


"Cepat pergilah, di sini biar aku yang mengurusnya."


Yu Ming mengangguk cepat kemudian segera melesat menghilang dari sana.


Sepanjang jalan setiap bertemu penjaga pelayan atau para dayang yang kaget dengan kehadirannya.


Sebelum mereka sempat berteriak membuat gaduh, Yu Ming selalu lebih cepat sudah melumpuhkan mereka dengan pukulan tapak es surgawi nya.


Saat dalam perjalanan mendekati kearah deretan kamar, yang menurut Yu Ming Hua Sien Ce pasti ada di salah satu kamar tersebut.


Baru saja Yu Ming ingin masuk memeriksa kamar pertama,dia segera mendengar suara jeritan histeris dan suara tangis keras Hua Sien Ce yang berasal dari salah satu kamar di ujung sana.


Yu Ming sangat kaget, dia buru buru membelokan langkahnya menuju kamar di ujung sana, ingin memastikan apa yang telah terjadi di sana.


Tapi baru saja dia membelokkan langkahnya,


"Braakkk..!"


Jendela samping kamar itu terlihat pecah hancur berkeping-keping oleh seorang pemuda yang belum sempat berpakaian.


Dia hanya membawa gulungan pakaiannya yang di kempit di tangannya.


Tanpa menghentikan langkahnya, pemuda itu sudah menghilang kedalam rerimbunan tanaman di taman istana.


Yu Ming mengenali wajah pemuda itu dari samping sebagai Yang Jiu, putra bungsu dewa matahari, yang pernah ikut bersamanya menahlukkan kerajaan iblis.


Yu Ming tidak sempat mengurusinya, karena di dalam pikirannya saat ini hanya ada Hua Sien Ce .


Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Hua Sien Ce , Yu Ming segera melesat kedalam kamar di mana suara jeritan tadi berasal.


Saat memasuki kamar itu, dari balik tirai tipis di mana ranjang Hua Sien Ce berada.


Yu Ming jelas mendengar suara tangisan pilu Hua Sien Ce. di sana.


"Hua Er apa yang terjadi...?"


Tanya Yu Ming cemas sambil melangkah ingin mendekati ranjang di mana Hua Sien Ce berada.


"Jangan mendekat...! Jangan mendekat...!"


Terdengar suara teriakan panik Hua Sien Ce dari balik tirai.


"Hu..hu..hu..hu..!"


"Yu Ming ke ke ku mohon jangan mendekat...!"


"Aku...aku..hu...hu..hu..hu..!"


"Bajingan itu dia sudah...! aku hu..hu..hu..hu..!"


Hua Sien Ce tidak sanggup melanjutkan kata katanya yang terputus putus oleh tangisan pilu nya.


Sekilas lihat akan kondisi Hua Sien Ce yang bersembunyi di balik tirai tipis, meringkuk di sudut ranjang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut nya.


Dengan seluruh pakaian berserakan di atas lantai sekitar ranjang Hua Sien Ce berada.