
Yu Ming mengangguk paham dan berkata,
"Ratu Mariam terlalu bersungkan, aku hanya dewa kecil tak terkenal."
"Tak perlu di panggil secara berlebihan.."
"Cukup panggil saja saya Yu Ming, itu nama ku.
Ucap Yu Ming sambil tersenyum canggung.
"Baiklah tuan penolong Yu, Mariam akan mengikuti petunjuk dari tuan penolong Yu.."
"Maaf tuan muda Yu, Mariam ada sedikit usul, hanya tidak tahu tuan penolong Yu, sudi atau tidak mendengarkannya..?"
Ucap Ratu Mariam lembut.
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Katakan saja, aku akan mencoba mempertimbangkan nya.."
Ratu Mariam berjalan menghampiri Yu Ming, dia terlihat berdiri di hadapan Yu Ming dalam jarak yang cukup dekat.
Ratu Mariam menatap sepasang mata Yu Ming lekat lekat, dan berkata pelan,
"Tuan penolong, aku dan seluruh rakyat ku, sangat berterima kasih atas pertolongan tuan muda Yu pada kami semuanya.."
"Aku dan seluruh rakyat ku benar benar tidak tahu bagaimana membalas budi baik Yang Mulia..?"
"Untuk itu aku hanya bisa menawarkan, bagaimana bila Tuan penolong Yu menjadi pendamping ku, untuk memimpin negeri ini ?"
"Sehingga aku dan seluruh rakyat ku, bisa melayani dan mengabdi kepada tuan penolong Yu dengan baik.."
"Aku berharap Tuan muda Yu tidak menolak, perwujudan tanda terimakasih dan ungkapan rasa balas budi kami terhadap Tuan muda Yu.."
Ucap Ratu Mariam sambil menggamit sepasang telapak tangan Yu Ming.
Dia menatap kearah mata Yu Ming dengan tatapan mata, yang sangat mesra dan penuh harapan.
Sementara itu Siau Sien Ce sendiri meski tidak paham maksud pembicaraan mereka berdua.
Dia juga bingung dengan sikap yang di tunjukkan oleh ratu Mariam ke Yu Ming.
Tapi tidak tahu kenapa hati kecilnya merasa sangat tidak puas.
Sehingga tanpa di sadarinya, wajahnya telah berubah cemberut, dia juga secara reflek langsung bergerak memunggungi kedua orang itu dengan hati tidak suka.
Dia tidak Sudi melihat adegan kedua orang itu, yang baginya sangat menjijikkan.
Yu Ming sendiri tidak menyadari sama sekali, sikap yang di tunjukkan oleh temannya.
Yu Ming menatap Ratu Mariam dengan serius dan berkata,
"Maafkan Yu Ming ratu, Yu Ming terpaksa menolak permintaan Ratu tadi.."
"Yu Ming merasa belum layak untuk itu, Yu Ming masih muda masih ingin bebas, belum kepikiran untuk memiliki keterikatan di dunia.."
Ucap Yu Ming sejujurnya.
Sesaat kemudian dia kembali berkata,
"Bila Ratu dan seluruh rakyat kerajaan Inca, ingin mengenang Yu Ming.."
"Itu bisa saja di lakukan dengan cara lain, seperti setiap awal bulan musim semi berlangsung.."
"Ratu dan seluruh rakyat ini, bisa mengadakan upacara sembahyang kepada Kaisar Langit Yu Ti dan Ratu langit Wang Mu Niang Niang."
"Memberi penghormatan kepada mereka, dan mencari perlindungan dari mereka.."
"Itu akan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan kalian semuanya.."
"Agar kalian semua mendapatkan perlindungan dari nya.."
Ucap Yu Ming mencoba memberikan nasehat.
Ratu Mariam terlihat agak kecewa, tapi dia tetap memaksakan diri untuk tersenyum, dan melepaskan pegangan tangannya dari telapak tangan Yu Ming.
Meski dia sangat kagum dan ingin menjadi pasangan pemuda tampan, yang menjadi penolong bagi dirinya dan seluruh rakyat kerajaan nya.
Dia tentu nya sadar diri dan tidak berani memaksa,
"Baiklah Tuan penolong Yu, aku akan menerima petunjuk dari mu.."
"Kami semua akan menjalankan saran dari mu.."
"Ada satu lagi permintaan kecil dari ku, besar harapan ku agar Tuan muda Yu tidak menolaknya.."
Ucap Ratu Mariam penuh harap.
"Apa itu coba katakan saja, aku akan mempertimbangkannya..?"
Ucap Yu Ming sambil tersenyum canggung.
"Agar kami bisa mengadakan pesta perayaan, sebagai ucapan terimakasih dari kami.."
Ucap Ratu Mariam cepat, sambil menatap kearah Yu Ming dengan penuh harap.
Yu Ming sempat melihat kearah Siau Sien Ce, tapi melihat gaya sahabatnya yang seperti nya kurang suka dan kurang nyaman.
Dengan wajah sedikit tidak enak hati, Yu Ming berkata,
"Bila beberapa hari, ku rasa aku tidak bisa, karena tugas ku di tempat lain masih ada.."
"Tapi kalau perjamuan kecil sampai batas sebelum matahari tenggelam, kurasa itu bukan masalah.."
Ratu Mariam menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, aku akan meminta orang orang ku untuk mempersiapkan segala sesuatunya.."
"Silahkan Tuan penolong Yu dan tuan muda itu, ikut dengan saya.."
Ucap Ratu Mariam ramah.
Dia segera berpesan kepada beberapa bawahannya, setelah itu, dia langsung menemani Yu Ming dan Siau Sien Ce menuju istana nya.
Di sebuah ruangan aula yang luas, perjamuan yang meriah itu pun di laksanakan.
Setelah selesai acara makan minum dan beramah tamah.
Sebagai penutup acara, untuk melepaskan Yu Ming dan Siau Sien Ce meninggalkan tempat itu.
Sekelompok penari sengaja di datang kan oleh Ratu Mariam untuk mengisi acara menghibur Yu Ming dan Siau Sien Ce.
Di saat para penari hampir menyelesaikan tarian pembukaan mereka.
Ratu Mariam yang duduk di sebelah Yu Ming pun berkata pelan,
"Tuan penolong Yu, Mariam ada sedikit keperluan mau permisi sebentar.."
"Tuan penolong tidak akan berkeberatan kan Mariam tinggal sebentar..?"
Tanya Ratu Mariam sopan.
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Silahkan saja Ratu Mariam, itu bukan masalah.."
Ratu Mariam mengangguk pelan dan berkata
"Tuan penolong berdua, silahkan duduk santai menikmati tarian ini hingga selesai.."
"Masih ada beberapa tarian hiburan lain, sebelum acara di akhiri, jadi silahkan di nikmati dengan santai.."
Ucap Ratu Mariam mengingatkan sebelum pergi dari sana.
Yu Ming dan Siau Sien Ce mengangguk hampir bersamaan menanggapi ucapan dari Ratu Mariam.
Beberapa saat Ratu Mariam pergi, acara tarian pun selesai.
Para penari segera mundur dari sana.
Hingga beberapa saat kemudian, mereka baru muncul lagi, dengan jenis tarian lain.
Di mana terlihat para penari tadi kembali muncul menutupi seorang gadis penari baru.
Gadis penari baru itu, bergerak di bagian paling belakang.
Saat dia muncul menyajikan tariannya, penari pengiring, segera membentuk lingkaran melindunginya di tengah.
Mereka terlihat seperti kelopak bunga teratai yang melindungi bagian tengah tengahnya, di mana penari terakhir itu berada.
Penari terakhir itu,.meski wajahnya tertutup oleh cadar tipis, tapi tetap saja tidak bisa menutupi kecantikan dan keanggunan nya.
Tubuh yang indah dan seksi terlihat meliuk liuk, mengikuti suara irama musik, yang di mainkan oleh para penabuh musik pengiring.
Penari tunggal yang berada di tengah tengah, menari dengan sangat luwes.
Sehingga terlihat sangat indah dan serasi dengan musik yang sedang berlangsung.
Perlahan-lahan penari itu akhirnya mulai keluar dari barisan yang mengelilinginya.
Dia bergerak mendekati meja tamu agung, di mana Siau Sien Ce dan Yu Ming duduk bersebelahan.
Penari itu setelah berada di hadapan Yu Ming dan Siau Sien Ce.
Dia menampilkan tarian yang lebih memukau dan menggoda.
Ratu Mariam