
"Anak muda kamu terlalu banyak bermimpi,..!"
"Hari ini aku akan membuat mu melihat kenyataan.."
Ucap Naga Putih itu mulai terpancing kemarahannya.
Naga itu membentangkan mulutnya, kemudian melepaskan semburan api merahnya menerjang kearah Yu Ming.
Yu Ming langsung membentuk segel dengan kedua jari tangan nya.
Sesaat kemudian muncul.sebuah perisai lingkaran cahaya keemasan, yang banyak tulisan huruf kuno, muncul untuk menghalau semburan api merah dari Naga Putih itu.
"Siau Sien Ce mundurlah, menjauh, ambil jarak,.. jangan terlalu dekat .."
Ucap Yu Ming mengingatkan.
Siau Sien Ce mengangguk, dia segera bergerak mundur menjauhi tempat berbahaya itu.
Naga putih yang melihat serangan nya berhasil di tahan oleh perisai yang di bentuk oleh Yu Ming.
Dia bergerak berputaran dengan marah,
"Rooaaarrrrrrr..!!!"
"Anak muda kamu boleh juga,..!!"
Selesai berbicara, dia kembali menghembuskan api yang jauh lebih besar.
"Wussssh...!!!"
"Duaaar...!"
Api yang jauh lebih besar dan ganas, terlihat menyambar cepat kearah perisai yang di ciptakan Yu Min.
Hingga menimbulkan suara ledakan yang cukup kuat.
Semburan api raksasa, tetap saja masih tertahan di sana.
Tetap tidak mampu bergerak lebih jauh, menghancurkan perisai tameng yang di ciptakan oleh segel jari tangan Yu Ming.
"Rooaaarrrrrrr..!!!"
Sekali lagi naga putih meraung lebih keras, dengan kesal Naga Putih kembali bergerak meliuk liuk di udara, mengelilingi Yu Ming.
Sebelum kemudian dengan sepasang cakar depannya, yang berkuku tajam.
Dibantu dengan moncongnya yang terbuka lebar, Naga putih itu menerjang kearah Yu Ming, dengan gigi gigi nya yang tajam dan besar besar.
"Anak sombong,..!"
"Rasakan....!"
"Rooaaarrrrrrr..!"
"Crakkkk...!""
"Crakkkk...!""
"Crakkkk...!""
Sepasang kuku cakar depan Naga Putih yang tajam, menghujam deras kearah perisai cahaya Yu Ming.
Lalu bersiap merobeknya menjadi dua, tapi kerasnya perisai, membuat Naga putih meraung marah.
Dia kemudian kembali mencoba menyerang dengan moncongnya yang terbuka lebar, siap menelan dan mencabik cabik perisai Yu Ming.
"Brakkkk..!"
Perisai bergetar hebat, saat terkena serangan kuat moncong Naga putih.
Yu Ming menambah kekuatan hawa dewa nya, supaya perisai ciptaan nya tidak sampai pecah.
Cahaya kuning keemasan berkilauan, muncul melindungi perisai cahaya buatan Yu Ming.
Yu Ming sambil bertahan dengan dorongan tangan kiri.
Tangan kanannya terulur keatas, kemudian dia tebaskan kebawah dengan menggunakan pedang Xuan Yuan di tangan nya.
Cahaya emas membentuk bianglala menerjang kearah Naga putih.
"Bresss...!"
Naga putih menerima hantaman itu dengan sisik di tubuhnya yang keras.
"Rooaaarrrrrrr...!"
Naga Putih yang merasa kesakitan, meraung marah, sekaligus dia membalas dendam menghempaskan ekornya menyerang balik kearah Yu Ming.
"Bresss..!!"
Hantaman yang sangat kuat itu, membuat perisai cahaya emas bergetar hebat.
Sebelum kemudian terdorong mundur bersama dengan Yu Ming, yang berlindung di balik perisai tersebut.
Saat terlempar mundur, Yu Ming langsung melakukan gerakan memutar.
Lalu terbang dengan cepat kedepan menyerang kearah moncong Naga putih, yang terbuka lebar.
Yu Ming tertelan masuk kedalam perut Naga Putih itu.
Naga Putih yang merasa menang dalam pertarungan tersebut, terlihat kegirangan.
Dia meliuk liuk sambil meraung raung kuat di udara, ingin menunjukkan keperkasaannya.
Tapi beberapa saat kemudian pergerakannya terhenti.
Naga Putih raksasa terlihat meronta ronta kesakitan di udara.
"Apa yang terjadi..!?"
"Aduhhhh,.. Keparat ..sakit..!"
Tiba-tiba dari bagian perut Naga Putih yang menelan Yu Ming mengalami robekan besar.
Cahaya menyilaukan keluar dari robekan tersebut.
Sesaat kemudian, sebelum tubuh Naga Putih terbelah dua, Yu Ming melesat keluar dari perut Naga Putih itu.
Sambil melayang di udara, Yu Ming dari jarak jauh melepaskan dua tebasan menyilang kearah tubuh Naga Putih.
'Blaaarrrr...!!"
Tubuh Naga Putih terpotong menjadi 4 bagian.
Kemudian meledak menjadi butiran cahaya, yang pada akhirnya sirna tak berbekas, menghilang tertiup angin.
Setelah berhasil membereskan siluman Naga Putih.
Yu Ming memberi kode agar Siau Sien Ce mengikutinya bergerak menuju gunung berapi berikutnya.
Saat Yu Ming dan Siau Sien Ce mendekat, gunung berapi itu.
Tiba tiba gunung berapi di hadapan mereka menyemburkan lahar panas dan bebatuan merah ke udara.
Dari mulut gunung yang meletus, terlihat Seekor burung Phoenix api melesat keluar dengan seluruh tubuh terselimuti oleh api.
"Yikkkkkkk...!!"
Burung Phoenix api itu mengeluarkan pekik nyaring, sambil mengepak ngepakkan sepasang sayapnya, yang di selimuti oleh cahaya api yang berkobar kobar.
Sehingga percikan api nya memancar kesegala arah.
Menerjang kearah Yu Ming bagaikan meteor.
"Rasakan serangan ku, berani kamu mencelakai suami ku..!"
Terdengar suara wanita, yang halus dan merdu menegur Yu Ming dengan penuh dendam
Yu Ming buru buru membentuk kubah kuning keemasan, melindungi dirinya dan Siau Sien Ce, yang belum sempat mengambil jarak darinya.
"Kalian banyak berbuat dosa mencelakai umat manusia, makanya saya harus membasmi kalian, agar tidak terus mengacau dan berbuat keonaran di dunia ini..!"
Balas Yu Ming memberikan teguran.
"Kentut,..! bocah busuk, kamulah yang kemari menganggu dan mengacaukan kehidupan kami yang tentram..!"
teriak Phoenix api marah.
Lalu dia melesat cepat laksana kilat merah keemasan, menerjang kearah Yu Ming.
Sepasang kukunya yang runcing dan paruhnya yang panjang dan bengkok.
Dia gunakan untuk berusaha merobek kubah perisai pelindung Yu Ming.
"Crackkk..!"
"Crackkk..!"
"Crackkk..!"
Sepasang kuku cakar dan paruh panjangnya, berhasil menembus kubah perisai Yu Ming.
Hingga ujungnya hampir mencapai wajah Yu Ming, tapi untuk bisa merobek kubah yang sangat alot dan kuat itu.
Phoenix Api belum mampu untuk itu, dia masih harus terus berusaha lebih keras lagi.
Perisai itu juga terus bertahan dan terus memperbaiki diri, setiap ada celah yang terbuka.
Hawa panas yang terpancar dari tubuh Phoenix api, mulai membuat Siau Sien Ce gerah dan berkeringat.
Yu Ming yang menyadari hal itu, segera memutar otak nya.
Agar dia bisa segera menyingkirkan Phoenix api, yang terus menempel di kubah perisai ciptaan nya.
"Blaaarrr...!!"
Kubah perisai di ledakan secara sengaja oleh Yu Ming, lalu jutaan sinar ledakan cahaya keemasan, yang berasal dari kubah perisai.
Berubah menjadi tombak tombak cahaya, yang menyerang kearah Phoenix api, yang sedang terpental mundur oleh daya ledak raksasa.
Phoenix Api yang secara insting merasakan bahaya susulan, yang bergerak datang menyerangnya.
Dia memutar mutar tubuhnya diudara, membentuk gulungan pusaran api, untuk menggulung serangan tombak cahaya dari Yu Ming.
"Wussssh..!" "Wussssh..!"
"Wussssh..!" "Wussssh..!"
"Wussssh..!" "Wussssh..!"
Tombak tombak cahaya Yu Ming sebagian terpental, sebagian lagi tersedot masuk kedalam pusaran api keemasan, yang di ciptakan oleh Phoenix api.
Yu Ming memanfaatkan kesempatan itu mendorong tubuh Siau Sien Ce, mundur menjauh dan berkata,
"Mundur jauh jauh, cari tempat berlindung..!"
Setelah mendorong Siau Sien Ce menjauh darinya.
Yu Ming melesat dengan pedang Xuan Yuan, berubah menjadi seberkas cahaya keemasan.
Menerjang masuk ke tengah tengah pusaran, mengincar Phoenix api, yang berada di titik tengah arus pusaran, yang bergulung gulung itu.
"Crasssh...!!"
Crasssh...!!"
Crasssh...!!"
Crasssh...!!"
Selapis demi selapis pusaran cahaya kemilau keemasan, berhasil di tebas oleh pedang Xuan Yuan.