LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
RAJA PING SIEN 2


Sosok pria berbaju hitam itu, terlihat menyambut serangan itu dengan tenang.


Dia membentuk perisai pelindung cahaya emas melindungi seluruh tubuhnya.


Dia seperti berada di dalam sebuah bola emas.


Dari balik bola emas, dia memberikan sebuah tebasan pedang.


Tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Bumi.


Ini adalah jurus kedua dari dua belas jurus pedang Xuan Yuan, yang biasa nya menjadi andalan Yu Ming.


"Blaaarrr..!"


Naga Es biru yang di lewati oleh tebasan pedang Xuan Yuan langsung hancur berantakan.


Sedangkan 3 Bayangan Naga Es Biru lainnya, semuanya tertahan oleh bola cahaya emas, yang menjadi perisai pelindung sosok pria berbaju hitam.


Begitu sosok pria berbaju hitam menghentakkan hawa iblis berpadu dengan hawa dewa.


Seketika hancurlah bayangan tiga Naga Es biru yang berusaha menembus pertahanan bola cahaya emas tersebut.


Di posisi lainnya, tebasan jurus kedua yang di lepaskan oleh sosok pria berpakaian hitam itu.


Setelah menghancurkan serangan Ping Sien, kekuatan serangan itu terus meluncur.


Membelah tanah yang di lewatinya, terus bergerak cepat mengejar kearah Ping Sien.


Ping Sien dalam keadaan terdesak, dia segera membentuk mantra tameng perisai lingkaran biru di depan tubuhnya.


Untuk menahan serangan tersebut.


"Blaaarrr...!"


Perisai ciptaan Ping Sien meledak, Ping Sien terseret mundur kebelakang belasan meter.


Menimbulkan goresan kaki, dan goresan pedang di atas tanah yang cukup dalam.


Ping Sien meski terpental mundur, tapi dia termasuk berhasil menahan serangan tersebut.


"Bocah bangsat, sekarang giliran ku..!"


Bentak Ping Sien.


Tubuh Ping Sien membelah diri menjadi 8 bayangan, lalu masing masing bayangan, melepaskan satu tebasan, yang memunculkan bayangan Naga Es Biru, bergerak menerkam dari 8 arah, mengancam sosok pria berpakaian hitam itu.


"Boooommm...!" "Boooommm...!"


"Boooommm...!" "Boooommm...!"


"Boooommm...!" "Boooommm...!"


"Boooommm...!" "Boooommm...!"


Terjadi 8 kali ledakan beruntun, sekali ini, bola perisai emas tidak lagi sanggup menahannya.


Bola perisai cahaya emas, setelah meledak, langsung hancur sirna tak berbekas.


Tubuh sosok pria berbaju hitam itu terlihat terpental kesana kemari, di terjang oleh 8 Naga es biru yang mengerubutinya.


Hingga pakaian hitamnya terlihat hancur di sana sini.


Memperlihat baju lapis dalamnya yang berwarna merah hitam.


Baju yang sama persis dengan pakaian pengantin pria.


Melihat keadaan pakaian lawannya, Ping Sien menjadi semakin yakin, bahwa yang di hadapannya ini adalah menantunya.


Dengan sangat marah, Ping Sien membentak, sambil bergerak cepat memberikan serangan pamungkas dengan seluruh kekuatannya.


"Yu Ming binatang wujud manusia, musnahlah kamu..!!"


"Cahaya pedang es tanpa batas..!!"


Ribuan bayangan pedang yang tercipta oleh energi pedang, muncul di hadapan Ping Sien.


Sebelum semuanya dia tebaskan kearah sosok pria berpakaian hitam yang sedang terpental kesana kemari di udara, d terjang Naga Es biru.


Sosok pria berpakaian hitam tiba tiba mengangkat Goloknya tinggi tinggi keatas.


Sehingga tercipta sebuah bola energi merah kehitaman di ujung goloknya.


Sedangkan tubuhnya terlihat di lindungi oleh bola cahaya yang sama.


Sehingga serangan Naga Es Biru, kini tertahan di sana, tidak mampu membuatnya bergeming lagi.


Serangan ribuan energi pedang biru yang datang menyusul juga ikut tertahan di sana.


Sosok yang terlindung di dalam bola cahaya energi merah kehitaman.


Setelah merasa kekuatan yang dia kumpulkan sudah cukup, sambil berteriak keras, dia balas menyerang.


"Hyaaaaaat..!"


Bola cahaya merah kehitaman di ujung goloknya, kini dia dorongkan sekuat tenaga mengarah ke Ping Sien di bawah sana.


"Blaaarrr..!!!"


Terjadi ledakan dahsyat, yang menimbulkan debu batu pasir berhamburan menutupi data b pandang.


Semua kekuatan yang tadinya mengurung sosok pria berpakaian hitam, yang terlindungi bola energinya, akhirnya musnah hilang tak berbekas.


Sosok pria berpakaian hitam itu melayang turun kebawah, mendarat ringan diatas tanah.


Mengawasi dengan tajam kearah pergerakan di balik kabut asap yang tercipta akibat benturan dahsyat tadi.


Perlahan-lahan kabut asap hilang, tergantikan sosok Ping Sien yang terbaring lemah, tak berdaya di tengah tengah sebuah lubang mirip kawah kecil.


Terbentuk oleh benturan dahsyat pertemuan kedua kekuatan raksasa.


Ping Sien tidak mampu bangun, dia hanya terus batuk batuk kecil memumtahkan darah segar dari mulutnya.


Golok Darah Iblis terlihat menancap di dadanya hingga tersisa ujung gagang nya saja.


Sedangkan mata dan tubuh golok sudah menancap di dalam tanah, di balik punggung Ping Sien.


Darah membasahi bagian dada dan punggung Ping Sien.


Ping Sien berusaha bertahan tetap hidup, dengan sisa energi yang berhasil dia kumpulkan kembali.


Ping Sien berhasil membekukan lukanya, sehingga darah berhenti mengalir.


Hal itu hanya bisa membantu mencegah dia mati kehabisan darah.


Tapi jelas tidak akan mampu membantunya untuk mempertahankan nyawanya.


Karena kerusakan yang di alaminya sangatlah parah.


Sosok berpakaian hitam yang kini pakaian nya terlihat compang camping, memperlihatkan pakaian lapis kedua nya.


Tanpa memperdulikan keadaan nya sendiri, dia melayang ringan mendarat di dekat Ping Sien.


Sosok itu dengan dingin, tanpa rasa kasihan sedikitpun, dia langsung berjongkok di samping Ping Sien, meraba raba dan memeriksa seluruh isi kantong Ping Sien .


"Yu Ming manusia keji, sampai mati pun aku tidak akan mengampuni mu.."


Ucap Ping Sien dengan suara lemah dan tatapan mata penuh kebencian.


Sosok itu tidak menanggapinya, dia terus memeriksa isi kantong Ping Sien, mengeluarkan isinya dan melemparnya secara sembarang di dekat Ping Sien.


Setelah memastikan tidak ada yang di carinya, dia pun berpindah melepaskan secara kasar, gelang penyimpanan yang melingkar di pergelangan tangan Ping Sien.


Sosok itu menatap sekilas kearah Ping Sien, lalu dia segera melesat pergi menghilang dari tempat tersebut.


Di saat sosok itu pergi, sosok lain seorang gadis yang masih berpakaian pengantin justru tiba di lokasi.


Begitu tiba dengan wajah pucat dan airmata bercucuran membasahi wajahnya.


Sosok gadis berpakaian pengantin yang bukan lain adalah Ping Ru Meng.


Dia langsung melayang kearah lubang tempat Ping Sien tergeletak tak berdaya.


"Ayah...!! Ayah...!! Ayah...!!"


"Ahhh tidak...! ohh tidak ..!"


"Jangan ...! jangan...!"


"Ahhh ayah !"


Teriak Ping Ru Meng panik, dia langsung berlutut di samping ayahnya.


Ping Ru Meng memeluk ayahnya erat erat didalam pangkuan nya, airmata nya mengucur semakin deras.


"Meng Er,.. akhirnya kamu..kamu.. tiba juga..."


Ucap Ping Sien dengan suara lemah, sepasang matanya yang tadinya terpejam, kini mulai sedikit terbuka.


Sepasang matanya yang sayu dan mulai memudar cahaya kehidupan nya, menatap putrinya dengan sedih.


"Meng Er,.. ayah.. akhirnya berhasil bertahan hingga... kamu tiba.."


"Meng Er batalkan pernikahan mu,..dia..dia..bukan orang tepat untuk mu.."


"Ayah salah,.. kita semua salah.."


Ucap Ping Sien dengan suara terputus putus dan nafas sedikit tersengal sengal.


"Ayah jangan banyak bicara dulu, Telanlah pil ini.."


"Biarkan Ru Meng memeriksa dan mengobati luka ayah dulu.."


Ucap Ping Ru Meng berusaha mengalihkan pembicaraan.