
Bernett mengantar bocah kecil sampai sekolah.
"Daddy,kamu harus pulang menjaga mommy, mommy sepertinya sedang sakit"
"Tenang saja, aku sekarang pulang menjaganya"
"Benarkah?"
"Benar"
"Terima kasih, daddy" sikecil masuk sekolah dengan tenang.
Bernett tersenyum, anaknya sungguh perhatian pada ibunya.Ia mengambi ponsel di saku celana menelepon bella."Hari ini aku bekerja di rumah,kamu kirimkan data penting ke rumah"
"Baik"
Bernett mengemudi mobilnya ke restauran, ia berniat membungkus sarapan pagi untuk candice.
Candice sudah bangun karena perutnya sedikit nyeri.ia mengambil air panas dan duduk di ruang tamu.
Jam sembilan candice mendengar pintu terbuka, ia melihat bernett menentang plastik berjalan masuk."Kamu kenapa tidak pergi ke kantor"
"Hari ini aku bekerja di rumah"
bernett melihat gelas air putih tersisa sedikit.
"Kamu hanya sarapan dengan air putih?"
"Iya"
Bernett menghela nafas, apakah wanita ini tidak berencana makan sarapan.
"Ayo sarapan bersama"
"Wallet ini sangat mahal, jangan terus memesab untukku"
Bernett mengerutkan alisnya."Aku masih mampu menghidupimu dan anakmu"
Candice merasakan hangat dalam hatinya, ia memakan wallet dengan perlahan.
Setelah mereka berdua selesai sarapan pintu bell rumah berbunyi.
Bernett ke depan membukakan pintu."Ceo gong, ini adalah dokumen yang lebih darurat,kamu lihat dulu dan tanda tangan, aku jam dua siang akan kesini mengambilnya."
"Baik"bernett mengambil dokomen, asisten yan segera pergi dari apartemen.
Candice melihat bernett memegang dokumen masuk."Kamu kerja sana, aku tidak akan mengganggumu"
Bernett juga tidak ingin terburu- buru bekerja.
"Perutmu masih sakit?"
"Bukan, perutku terlalu dingin, menutupnya akan lebih nyaman" candice berkata jujur..
Bernett menggendongnya ke kamar candice.Ia membaringkan di kasur..Bernett naik ke kasur setengah berbaring, ia bersandar pada dinding.
"Mendekatlah aku akan menghangatkan perutmu"
Tubuh candice mendekat pada bernett.
Telapak tangan bernett masuk ke baju candice, ia mengelus dan memijit pelan perutnya.
Kehatangatan telapak bernett membuat perut candice terasa nyaman.Ia juga merasa mengantuk.
"Sudah kamu pergi bekerja dulu, aku mau tidur sebentar" candice merasa ngantuk.
Sebelum keluar bernett menyelimuti perutnya. Ia lanjut bekerja di ruang kerjanya..
Setelah masuk ke ruang kerja bernett mendapat telepon dari tuan besar gong.
"Bernett, malam ini bawa bryan makan di tempatku, aku sudah kangen cicitku"
"Kakek, hari ini tidak leluasa, bagaimana kalau lain waktu"
"Malam ini saja, aku sudah menyiapkan segalanya" kakek tetap bersikukuh.
Bernett hanya bisa setuju dengan usul kakeknya..
Setelah tertidur selama dua jam candice keringetan, di kamar ia ganti hanya memakai bra untuk mengusir keringat, candice berencana untuk mandi.Namun candice lupa mengunci pintu kamarnya.
Jam 12 Bernett masuk melihat candice duduk di kasur hanya memakai bra atasannya.
"Apa yang kamu lakukan, kenapa tidak memakai baju?" bernett bertanya.
Candice langsung menarik selimut menutupi badannya."Aku hanya menghilangkan keringet habis ini mandi" wajah candice memerah.
"Baiklah aku keluar dulu, setengah jam lagi aku akan mengajakmu makan diluar" kalau candice sehat, pasti dirinya akan menindihnya.
"Badanku lemas, kamu pesan makanan saja"
"Baiklah, aku akan memesan makanan"
Bernett keluar berjalan ke ruang tamu.
Jam 1 makanan sampai, mereka berdua makan bersama.
"Malam ini setelah pulang sekolah, aku akan membawa bryan ke kediaman gong, kamu dirumah saja"
"Malam ini, hari ini bukan akhir pekan"
Candice merasa tidak senang."Jangan pulang terlalu malam"
"Aku akan membawa pulang lebih cepat"
Candice kembali ke kamarnya, sementara bernett kembali ke ruang kerja.
Pukul empat bernett mengendarai mobilnya ke sekolah bryan.Mobil belum berhenti bryan sudah berlari mendekat.
"Daddy"bryan berlari mendekat.
"Mobil belum berhenti, kenapa kamu berlari mendekat?" bernett menegur putranya.
"Aku ingin segera menemui daddy,ayo kita pulang, hari ini pasti mommy menderita,aku ingin pulang menjaganya"
"Bagaimana kamu tahu mommy cukup menderita?"
"Setiap bulan mommy pasti sakit perutnya, aku tahu itu"
Bernett merasa bahagia, anaknya berbakti pada orang tuanya."Mommy, baik- baik saja, aku sudah menjaganya seharian,malam ini aku akan mengajakmu makan di tempat kakek buyut"
"Kenapa makan malan di tempat kakek buyut?"
"Dia merindukanmu"
"Tapi kita baru saja bertemu"
"Kita makan malam disana, habis itu pulang"
"Bagaimana dengan mommy?"
"Bibi yan akan mengantarkan makanan padanya"
"Mommy sungguh kasihan, kenapa tidak mengajak mommy pergi ke tempat kakek buyut? mommy belum pernah bertemu dengan kakek buyut" bryan merasa ada yang aneh.
Hati bernett terasa sakit, ia mengelus kepala anaknya."Bryan, aku akan menjelaskan padamu lain waktu, sekarang naik mobil"
"Oh, kalau kakek buyut bertemu dengan mommy pasti akan senang" bryan berkata sambil naik ke dalam mobil.