
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Harry melihat wajah cantiknya,lalu tersenyum bahagia,seharusnya pandangan veren padanya pasti berubah setelah kejadian kemarin.
Ia juga merasa bahagia bisa bertemu dengan andre di bar dan mengetahui sifat aslinya, sehingga membuat veren melihat jelas sifat buruk andre.
Untuk kedepannya tidak akan membiarkan lelaki manapun mendekati veren,sekitar jam tujuh pagi veren terbangun dan pasti tangannya kesemutan di tindih oleh kepalanya.
Begitu terbangun veren langsung melihat wajah harry yang melihat ke arahnya, wajahnya langsung memerah, ia tidak mengetahui sudah berapa lama sang pria menatapnya.
"Sudah bangun?apakah kamu masih mengantuk? kalau iya, aku akan turun dari tempat tidur, kamu bisa tidur di ranjang"
Veren menggelengkan kepalanya."Tidak perlu, apakah lukamu masih sakit?"
Harry pura-pura kesakitan untuk mendapatkan perhatian darinya."Aduh, masih terasa sakit"
Veren langsung menjadi panik."Jangan khawatir, aku akan pergi memanggil dokter"
"Aku sebentar lagi akan keluar dari rumah sakit dan kembali ke villa, aku tidak terbiasa berada di rumah sakit"
"Tidak masalah! kamu bisa pulang setelah dokter memeriksamu"
"Orang-orang di dekatku harus pergi karena urusan penting,jadi aku hanya sendirian berada di villa, aku berharap kamu mau menjagaku"
Veren menunjukkan Expresi terkejut."Aku?"
"Apa jangan-jangan kamu tidak bersedia menjagaku?" harry menunjukkan expresi sedikit kecewa.
Veren menggelengkan kepala."Aku bersedia menjagamu, karena lukamu akibat menolongku, aku mempunyai tanggung jawab menjagamu"
"Tidak apa-apa,aku dulu sering berbuat jahat padamu, luka ini... anggap saja sebagai hukuman untukku"
Veren juga sudah memikirkan masalah ini semalam."Mengenai hal itu, kamu tidak perlu memikirkannya lagi, aku juga sudah melupakannya"
"Apakah kamu sudah tidak membenciku?"
Veren menggelengkan kepalanya."Apa aku harus tetap membencimu setelah kamu terluka karenaku?aku akan pergi mencari dokter sekarang"
Harry merasa gembira, veren memang wanita yang baik hati dan merasa puas sudah menemukan wanita yang tepat.
Setelah veren keluar, pengurus rumah tangga masuk ke dalam ruangan dan bertanya dengan khawatir."Tuan muda, apakah kamu tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja, aku hanya perlu kerjasama denganmu"
"Baik, katakan saja"
"Kamu sekarang kembali ke villa dan suruh semua orang pergi dan jangan sisakan satu orangpun, aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan veren"
"Baiklah, aku akan pulang sekarang dan memerintahkan semua orang untuk pergi"
"Kalian tidak boleh kembali sebelum mendapat perintah dariku" harry ingin menggunakan luka di kepalanya untuk memperdekat hubungan dengan veren.
"Tuan muda, kamu tenang saja, aku akan mengatur semuanya" pengurus rumah tangga bahagia, tuan mudanya ada kemajuan hubungan dengan veren.
"Masih ada satu lagi, bantu aku mengutus pria bernama andre Zhan, aku ingin memberikan ganjaran atas perbuatannya kemarin"
"Tuan, apa yang anda inginkan, apakah memasukkannya ke penjara?"
Saat pengurus rumah akan pergi, seorang dokter dan suster masuk ke dalam ruangan.
"Nona ye, kami harus pergi untuk mengurua suatu masalah, aku harap kamu bisa menjaga tuan muda dengan baik"
Veren menganggukkan kepala.
Dokter yang memeriksa harry mengatakan boleh langsung pulang dan memberikan veren untuk memperhatikan luka di kepala harry.
Setelah sampai di villa veren bertanya dan merasa kondisi villa sangatlah sepi."Apakah tidak ada juru masak dirumahmu?"
"Dia juga pergi"
"Urusan apa yang mereka kerjakan, mengapa semua orang harus pergi?"
...Harry berkata dengan serius."Ada masalah di kantor dan semua orang harus pergi kesana, mengenai juru masakku anaknya sedang sakit, lalu izin pulang"...
"Oh! kalau begitu, aku akan memasak untukmu"
"Boleh, kebetulan aku juga ingin merasakan masakan yang berbeda,makanan yang kamu masak pasti enak"
"Kemampuan masakku tidak sehebat itu, kamu jangan merasa aneh, kalau rasanya tidak enak"
"Tidak apa-apa,aku tidak pilih-pilih soal makanan"
"Bagaimana kalau kamu pergi istirahat di kamarmu?aku akan memanggilmu saat sudah selesai"
Memang sekarang harry masih sedikit lemas.
"Aku akan berbaring di sofa"
"Baiklah, aku akan pergi memasak sekarang" veren langsung pergi ke dapur dan melihat ada bahan makanan apa di kulkas.
Veren merasa terkejut melihat isi kulkas penuh dengan sayuran dan buah-buahan tersusun rapi di sana, ia merasa puas semua bumbu berada disana.
Veren sudah sering memasak saat tinggal bersama dengan kakeknya dulu, ia hanya bisa memasak hidangan sederhana saja.
Harry akhirnya naik ke atas untuk mandi dan berganti baju, kemarin ia tidak mandi dan merasa tidak nyaman.
Veren juga ingin tertawa saat memasak untuk pria yang kemarin sangat ia benci.
Setelah mandi harry turun ke bawah dan berjalan ke dapur untuk melihat veren yang sedang memasak.
Ia mengamati diam-diam,tidak mudah untuk menemukan veren dan sekarang berkembang ke arah yang di inginkan.
Ketika veren berbalik untuk mengambil bumbu masakan melihat pria yang bersandar di dinding, ia tertegun sebentar dengan pesona harry.
Harry tersenyum dan tidak ingin mengganggu.
"Aku akan pergi ke ruang belajar, panggil saja kalau sudah selesai"
"Oh, baiklah" veren mengambil nafas lega, ia dulu sangat membenci pria itu, namun sekarang sangat sulit untuk di ungkapkan, singkatnya saat pria itu mendekat akan merasa gugup dan jantungnya berdetak lebih cepat.
Setengah jam kemudian veren sudah menyelesaikan masakannya, ia memasak tiga jenis sayur dan sop, ia memindahkan semua masakan ke atas meja makan.Lalu pergi mencari harry di ruang belajar yang pintunya terbuka, setelah mengetuk pintu dan berjalan masuk.Ia melihat harry sedang duduk di depannya ada layar besar yang sedang melakukan rapat internasional ,veren segera bersembunyi di sebelah layar.
Harry mengucapkan kata dengan bahasa inggris."Rapat kita cukup sampai disini" setelah berkata harry mematikan layar besar.
Harry melihat veren sudah menunggu di sebelah pintu."Sudah selesai? aku sekarang sudah lapar"
"Aku tidak memasak banyak"
Harry merasa tidak sabar dan berjalan cepat ke arah ruang makan,ia tersenyum melihat beberapa makanan sudah berada di meja makan.Ia merasa ingin segera mencicipi masakan buatan dari veren.