
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Candice dan bernice mengobrol bersama, sementara bernett dan nickson menyapa sekumpulan politisi yang mereka kenal.
Clarissa masih menunggu di kursi untuk kemunculan yuna, namun yuna masih belum kelihatan batang hidungnya.
Saat ini kakek pei berkata pada cucunya.
"Clarissa,aku bawa pergi kamu ke teman-temanku dulu"
"Kakek, acara perjamuan sudah akan dimulai, namun tuan presiden masih belum kelihatan" clarissa berbisik di telinga kakeknya.
"Kenapa terburu-buru,bapak presiden pasti ada keperluan,jadi ia sedikit terlambat" kakek pei menarik tangan clarissa untuk mendekati orang tua yang berwibawa.
"Abang besar Chu, badanmu lebih kuat di bandingkan denganku"
"Mana ada, aku hanya beberapa tahun lebih tua darimu" kakek chu tertawa pelan.
Clarissa sama sekali tidak tertarik dengan obrolan para orang tua,ia berpikir kenapa daniel masih belum datang?
Malam ini adalah waktu terbaik untuk mendekati daniel,jika melewatkan malam ini, mereka benar-benar tidak berjodoh lagi.
Saat ini pengawal di lantai dua membuat sebuah pagar,dua orang dijaga ketat untuk turun ke lantai pertama dan orang-orang menjadi diam.
Pria tersebut adalah bapak presiden yang menggandeng tangan seorang wanita berjalan turun dari tangga.
Daniel dan yuna naik ke atas panggung,para tuan putri dan clarissa tidak percaya yuna dibawa oleh daniel diatas panggung.
Clarissa terbengong dan merasa tidak percaya, ia merasa kecewa melihat senyuman yuna yang bahagia diatas panggung.
Ternyata daniel telah memilih yuna.
"Terima kasih untuk para tamu yang telah hadir disini untuk merayakan perjamuan makan malam yang diselenggarakan setahun sekali"
Suara daniel menggema di seluruh ruangan, ia memiliki wibawa seorang pemimpin dan tidak ada orang yang berani melawan otoritasnya.
"Malam ini aku ingin memperkenalkan tunanganku, nona Yang"
Di bawah panggung terdengar suara tepuk tangan yang meriah.
"Dan kami akan menggelar pesta pernikahan di tahun ini"
Kalimat ini benar-benar membuat para tuan putri merasa putus asa, clarissa sangat kesal dan merasa frustrasi hingga pingsan.
Orang yang disekitarnya merasa terkejut dan membuat sedikit kehebohan, elena yang melihat clarissa telah terbaring ke lantai berjalan cepat menghampirinya.
Ia langsung berjongkok dan memeriksa denyut nadi dan hidungnya, lalu berkata pada tuan pei yang khawatir."Nona hanya pingsan, aku akan mengantarkan ke rumah sakit"
Daniel tertarik melihat perempuan yang mengenakan setelan hitam dan putih,wanita itu telah menggendong clarissa di depannya. Semua orang terkejut,wanita ramping itu dengan mudah mengangkat tubuh clarissa.
Sebelum melangkah elena melihat kearah panggung dan saling menatap dengan daniel.
Elena hanya melihat sebentar ke arah panggung dan langsung membawa tubuh clarissa pergi.
Dan semua orang fokus pada clarissa yang pingsan dan tidak menyadari ada perubahan di raut wajah presiden.Daniel sangat terkejut, fikirannya hampa, dan terbayang dengan sosok perempuan yang barusan dilihatnya, apakah tadi ilusi? atau di dunia ini ada orang yang sangat mirip?
Genggaman tangan daniel semakin erat dan membuat yuna terkejut."Daniel, kamu kenapa?"
Jantung daniel semakin berdetak kencang, ia melepaskan tangan yuna dan pandangannya ke arah pintu keluar, namun wanita itu sudah tidak terlihat lagi.
Ia pun merasa tida yakin, apakah perempuan itu hadir di perjamuan ataukah tadi hanyalah ilusi saja?
Daniel menghela nafas dan harus memastikan satu hal, lalu berkata pada yuna."Maaf, aku harus pergi sebentar"
Yuna belum sempat menjawab, daniel sudah berjalan ke arah lantai dua di ikuti oleh beberapa pengawal,Yuna merasa bingung melihat daniel yang tergesa-gesa.
Sean yang baru saja dari kamar mandi merasa kesal saat clint berkata kalau elena pergi dengan membawa clarissa.
"Dia bertanggung jawab menjaga nona mana?" tanya sean.
"Cucu dari keluarga pei"
"Aku akan pergi ke rumah sakit untuk menemaninya"
"Eh! kamu melakukan ini,berguna kah?"
"Biar menjadi familiar sering bertemu, aku pinjam dulu mobilmu"
Clint menghela nafas melihat kepergian sahabatnya.
Di lantai dua
Ketua pengawal membawa laptop dan daniel langsung bertanya."Apakah wanita ini berada di lokasi?" daniel menunjukkan sebuah foto dari ponselnya.
"Tuan presiden,coba kamu lihat dulu, apakah wanita ini yang kamu maksud?"
Vidio menampilkan kamera pengawas di bagian pengawal dan sopir, walaupun wajahnya terlihat dari samping namun jantung daniel berdetak dengan kencang, ia merasakan kebahagiaan dan nafasnya menjadi berat.
Ketua merasa khawatir melihat tuan presiden menarik nafas dalam-dalam."Bapak presiden, apakah kamu baik-baik saja?"
"Aku tidak apa-apa, Apakah masih ada vidio lain?" daniel berkata dengan suara yang dalam.
Ketua langsung memotong vidio saat Clarisaa pingsan dan keira dengan cekatan berjalan ke arahnya.Wajah wanita itu jelas sekali membuat daniel yakin dan merasa bahagia.
Daniel berkata dalam hati."Keira, kamu belum meninggal,kamu ternyata masih hidup, namun wanita itu tidak mengenalnya dan tatapan matanya terasa asing"
Kalau dia adalah keira, bagaimana tidak mengenal daniel? Daniel sendiri yang menembak keira dan mengapa wanita itu dengan tenang menatapnya?
"Bapak presiden,nona ini terdaftar dengan nama elena jian di daftar tamu,dia adalah pengawal yang dibawa oleh kakek pei"
"Elena jian?" daniel merasa sangat bahagia, daniel ingin lebih tahu setelah keira jatuh ke dalam sungai,dalam setahun ini, bagaimana dia melewatinya? kenapa dia tidak mengenalnya?
"Iya, dia adalah pengawal yang dibawa tuan besar pei"
"Apakah yang pingsan tadi adalag cucu dari tuan besar pei?" daniel tadi belum sempat melihat orang yang pingsan.
Daniel pernah memberikan tumpangan sekali dalam pesawat pribadi,namun tidak memiliki kesan apapun terhadap wanita itu.
"Iya, dia sudah diantar kerumah sakit kerajaan"
Daniel menghela nafas, lalu membuat satu keputusan."Jadwalkan untukku, aku akan menjenguk nona pei, sekarang"
"Bapak presiden,apakah kamu tidak tinggal disini untuk menangani acara perjamuan malam ini?"
"Biarkan anggota parlemen chu yang menanganinya" Selesai berkata daneil berkata pada thomas yang berada di sebelahnya."Kamu beritahu yuna, kalau aku ada urusan dan harus pergi"
"Tuan, apakah kamu yakin melakukan ini?" thomas merasa khawatir.
Daniel berkata dengan serius."Aku harus memastikan keselamatan dia"
Dia!
Hanya thomas yang mengetahui,dia yang di maksud bukanlah clarissa,tapi pengawal yang bernama elena jian itu, thomas hanya bisa menganggukkan kepala."Baik, aku akan menjelaskan ini pada nona yang"
Dengan kawalan yang ketat daniel meninggalkan tempat acara dari pintu samping dan langsung menuju ke rumah sakit kerajaan.