
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Saat daniel mengantar candice keluar dari rumah bertanya."Candice, apakah kamu besok ada waktu?aku akan mengajakmu bertemu dengan saudara yang lain"
"Siapa?"
"Sepupu lelaki yang lain"
"Apakah anak dari pamanku?"
"Benar, dia akan pulang ke china besok, aku akan menjemputnya bersamamu"
"Baik"
Bryan sudah menguap di pelukan bernett, terlihat dia sudah mengantuk.
Bernett di kursi pengemudi, sementara candice duduk di kursi belakang untuk menidurkan bryan, setelah anaknya tertidur,candice juga ikut tertidur pulas.
Bernett melihat di spion tersenyum puas melihat mereka berdua tertidur.
Setelah sampai bernett membangunkan candice dan meraih tubuh mungil anaknya membawa ke kamar anaknya.
"Ayo mandi bersama"
"Tidak" candice tersenyum.Ia tidak mau dibuat sakit pinggangnya kalau mandi bersama.
"Baik, aku tidak akan menerkammu di kamar mandi" bernett memberikan sedikit jaminan.
"Benarkah?"
"Aku jamin" bernett berjanji.
Candice ingin mengujinya dan masuk ke kamar mandi bersama, di bawah sinar lampu kamar mandi mereka saling menatap tanpa penghalang.
Candice menjadi malu, melingkarkan tanganny di depan dada, pria di depannya menatap dengan nakal."Kamu sudah mengatakan,tidak boleh mengingkari janji"
Bernett menelan air liurnya,ia sebagai pria harus menepati janjinya.
Walaupun pria ini tidak menyentuh nakal, tapi seluruh tubuhnya di sabuni olehnya, ada getaran di tubuh candice dan sengatan listrik. Pria ini pasti sengaja berlama-lama di bagian tertentu di tubuhnya dan mengharapkan candice mengambil inisiatif duluan.
Untungnya candice bisa menahan godaan, setelah bersih menutup tubuhnya dengan handuk dan berjalan keluar dari kamar mandi.
Sesampai di kamar, bernett mencium bibirnya dengan ganas.
"Hai, bernett, perkataanmu tidak bisa di percaya" candice mendorongnya kesal.
"Apa yang aku katakan tadi?"
"Jelas-jelas kamu mengatakan tidak akan menyentuhku"
"Benar, aku tidak menyentuhmu saat berada di kamar mandi, namun saat ini sudah berada di kasur"
Akhirnya mereka berdua bergulat di atas kasur.
Pagi hari
Candice terbangun masih di pelukan bernett, pinggangnya sedikit pegal.
"Apakah kamu memiliki gadis yang hebat di sekitarmu? perkenalkan pada kakakku, ibu merasa cemas dengan masalah kakak"
"Abangmu tidak memiliki pemikiran ini sekarang" bernett menggelengkan kepala.
"Kenapa, dia sudah berumur 30 tahu sekarang?"
"Apakah kamu tahu,berapa umur tuan presiden sekarang?"
"Dia lebih tua dari ibuku, seharusnya sudah hampir 65 tahun"
"Presiden di negara kita selalu di wariskan ke generasi hebat di keluarga kerajaan, aku merasa kakakmu akan menjadi salah satu kandidat kuat"
"Apa? apakah kamu mengatakan kakakku bisa terpilih menjadi presiden?" candice terkejut, apakah kakaknya begitu hebat"
Bernett masih mengetahui berita tentang keluarga kerajaan."Kakak sepupu yang kamu temui adalah anak kandung dari bapak presiden,tapi katanya dia tidak tertarik pada dunia politik,jadi,dia bekerja menjadi ahli medis, dan kakakmu adalah orang yang disukai bapak presiden,jika tidak ada masalah, pengumuman akan diadakan di akhir tahun dan kakakmu akan menjadi presiden awal tahun"
Candice terkejut.
"Jadi, ibumu mungkin akan harus menunggu dua tahun lagi, aku kira dia akan sibuk di awal menjadi presiden"
Candice memang merasa cemas dengan ibunya, namun kalau kakaknya menjadi orang hebat, dia akan mendukungnya.
Ia berharap kakaknya menemukan wanita yang bisa membantu pekerjaannya.
Di bandara
Lima mobil mewah terparkir rapi di depan bandara,candice cukup menantikan pertemuan dengan kakak sepupunya yang lain.
Mereka duduk di sebuah cafe, melihat kakaknya memegang dokumen di tangannya, candice hanya diam mengamati.
"Kakak, apakah kamu begitu sibuk?"
"Tidak, hanya akhir-akhir ini sedikit lebih banyak kerjaan"
"Oh ya! kakak sepupumu bernama Clint zhan"
Candice baru mengetahui marga asli ibunya.
"Apakah marga ibu zhan?"
"Ya, nama ibu adalah ivony zhan, tapi diluar biasa di panggil nyonya xi"
"Sebentar lagi dia akan keluar, ayo sambut"
Daniel memegang tangan candice, mereka di jaga ketat oleh pengawal.Penjaga menjaga jarak satu meter dari mereka berdua.
"Dia sudah keluar" daniel tersenyum.
"Yang mana?" candice melihat pemuda tampan berjalan ke arah mereka.
"Itu dia"
Candice tidak menyangka,biasanya orang yang belajar kedokteran terlihat sedikit culun. Namun kakaknya ini tampan dan berkharisma.
Sebelum menyapa clint melepas kacamatanya.
"Apakah kamu adalah adik sepupuku?kamu terlihat sangat cantik"
Candice menghela nafas, ternyata gen keluarga sangat bagus, clint bahkan sedikit lebih menarik dari kakaknya.
"Berbincanglah di mobil" daniel menatap candice."Ayo ke mobil"
"Hei, kamu datang menjemputku, apakah hanya melihat sekilas saja" clint tidak senang,menarik kopernya mengikuti mereka berdua di belakang.
Setelah sampai di dalam mobil candice tersenyum menatap clint."Hai,abang sepupu, aki bernama candice cheng"
"Aku bernama clint zhan"
"Clint, temani kita pergi ke rumah sakit terlebih dahulu" daniel berkata serius.
"Untuk apa pergi ke rumah sakit?"
"Temani aku melakukan sesuatu"
Daniel menatap adiknya."Aku ingin kamu melakukan scan otak, aku tidak ingin kejadian pada ibu terjadi padamu, jadi, kita bisa melakukan persiapan terlebih dahulu"
Candice langsung menjadi gugup."Kakak, apakah penyakit ibu menurun kepadaku?"
"Kamu jangan khawatir,aku hanya membawamu melakukan pemeriksaan dan kita harus melakukan pencegahan"
"Benar, patuhilah nasehat abangmu, kamu jangan khawatir mengenai hal ini, agar kita bisa melakukan persiapan"
Di rumah sakit keluarga kerajaan
Candice sedang berbaring dan melakukan scan otak,di belakang clint,daniel , dan dokter yang merawat nyonya xi sedang melihat layar komputer.
"Disini ada bayangan kecil, karena ukurannya terlalu kecil, kita belum bisa menyimpulkan, apakah itu tumor atau tidak? Jika dia adalah putri dari nyonya xi, maka harus melakukan pemeriksaan setiap bulan secara teratur"
Daniel sedikit gugup menatap clint."Apakah ini menurutmu memungkinkan?"
"Ukuran bayangannya masih terlalu kecil, ketika orang normal melakukan hal ini akan muncul beberapa bayangan kecil, ini tidak bisa diidentifikasi untuk sementara waktu"
Daniel menghela nafas."Baik, untuk masalah ini, jangan beritahu candice terlebih dahulu, untuk menghindari dia dari tekanan"
"Tuan muda, saat itu ibumu menolak pemeriksaan,makanya kita bisa kecolongan"
"Aku akan memastikan adikku melakukan pemeriksaan setiap bulan"
Daniel keluar dari ruangan scan tersenyum pada candice."Tidak apa-apa,semuanya normal"
"Kenapa membutuhkan waktu yang lama?" candice penasaran.
"Kita melakukan pemeriksaan Secara detail, jadi membutuhkan waktu yang lebih lama, untungnya semua otakmu normal" kata clint
"Tapi, kamu harus tetap melakukan pemeriksaan secara teratur setiap bulannya"
Candice mengangguk."Baik, aku akan melakukannya"
Setelah keluar dari rumah sakit candice pergi menemui ibunya, sementara clint dan daniel masih ada urusan.