Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Serangan balik


Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Gong's corp


Bernett sedang memimpin di ruang rapat,ia sedang mengawasi diskusi para bawahannya. Ponselnya berdering ia membuka pesan.


Melihat nama laura,ia teringat saat dulu kakennya masih menjodohkan mereka berdua, mereka saling bertukar no telepon.


Ia membuka pesan, melihat banyak foto candice sedang duduk bersama dengan pria tampan,ia memperbesar foto tersebut memastikan wanita di foto tersebut.


Bernett melihat ada sepuluh foto dan 1 vidio, melihat Keduanya sedang tersenyum. Bernett langsung menjadi suram.


"Rapat selesai" bernett berkata dingin.Ia berdiri meninggalkan ruangan rapat.


Bella mengerutkan kening,sepertinya ceo gong sedang marah.


Sebuah mobil hitam melaju cepat dari parkiran gong corp, bernett masih emosi teringat candice duduk bersama dengan lelaki lain.


Lima menit kemudian sesosok pria tinggi dan tampan berjalan cepat ke arah ruangan candice.


Yuni tersenyum cerah melihat bernett datang dengan wajah penuh amarah, ternyata gerakan laura begitu cepat.


Saat ini candice sedang santai di ruangan kantornya meminum teh,tiba-tiba melihat pria dengan wajah memerah.


"Kamu.. kenapa bisa disini?" candice kaget dengan kedatangan bernett.


"Bukankah,kamu hari ini janjian dengan seorang lelaki?"


Candice mengangguk."Aku bertemu dengan klien pria, kenapa?"


"Lelaki itu tampan dan berkharisma, kalian kelihatan menikmati momen diskusi?"


"Kenapa kamu bisa tahu sejelas ini? apakah kamu berada di sekitar situ tadi?" candice merasa heran.


"Siapa dia?"


"Daniel Xi,aku pernah cerita denganmu,anak dari anggota kerajaan"


"Kenapa kamu tidak bertemu dengan ibunya, tapi malah dia?"bernett meletakkan tangan di meja dan menatap tajam candice.


Candice tidak gugup ,ia tidak merasa bersalah.


"Kamu salah sangka ya? aku dan dia hanya berdiskusi tentang masalah pekerjaan"


"Benarkah?" bernett memastikan.


Candice berdiri dari tempatnya dan melotot ke arah bernett."Kalau begitu,sekarang beritahu aku, bagaiamana kamu bisa tahu aku bertemu dengan klien siang ini?"


Bernett berdehem."Tadi temanku tidak sengaja melihat dan mengirim foto padaku"


Candice berdecak pinggang, lalu bertanya." Temanmu?aku kenal?"


Bernett sedikit tersenyum, memeluk tubuhnya.


"Kamu tidak kenal"


"Kalau begitu dia kenal aku? selain nickson, aku belum pernah bertemu dengan temanmu" candice merasa curiga pada bernett.


"Lain kali jangan bertemu klien secara pribadi, terutama klien pria" bernett memerintah.


Candice sedikit marah,lalu mendorong tubuhnya."Aku tidak mau mendengarkanmu, kamu saja tidak jujur padaku"


Jelas-jelas tadi bernett datang ingin memarahi wanita ini, kenapa sekarang wanita ini yang marah padanya! .


"Apakah klien merasa puas?"


Candice mengangguk."Klien puas" lalu kembali berkatavdengan serius."Kamu jangan mengalihkan topik,kamu harus memberitahu, siapa yang memberitahu kamu aku bertemu klien secara pribadi?"


Bernett mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan yang di kirim oleh laura."Lihat sendiri"


Candice tertawa sinis."Laura yang mengirim foto-foto ini"


"Apakah laura sendiri yang mengambil foto ini sendiri?"


"Dia tidak ada di dalam negeri"


"Kau tahu sekali perjalanan dia, ya?"


Bernett jelas mengetahui,akhir-akhir ini perusahaan laura di buat kacau olehnya, seharusnya dia masih di luar negeri.


" Menebak saja" bernett memeluk pinggangnya.


"Malam ini kita masak di rumah saja"


Yuni keluar dari ruangan tersenyum sinis, ia ingin melihat pertengkaran bernett dan candice dari pintu kaca.


Namun ia merasa kaget, melihat bernett sedang memeluk tubuhnya dengan mesra.


Candice tersenyum."apakah kamu tidak kembali ke perusahaan?"


"Sebentar lagi kita pergi ke supermarket terdekat untuk belanja, malam ini milik kita berdua".


"Kalau begitu, temani aku jalan-jalan sebentar, aku ingin membeli baju"


"Dengan senang hati" bernett mendekat mencium pipinya.


Candice mendorongnya."Kita sedang berada di kantor, kamu berhati-hatilah"


"Aku menyentuh wanitaku, siapa yang berani berkomentar?" bernett tersenyum,lalu menekan candice di dinding, mencium bibinya.


Candice sangat malu, ruangan sebagian terlihat dari luar, setelah berhasil mendorongnya, berkata dengan manja."Kamu menyebalkan"


Bernett memang sengaja mengerjai sebentar, lalu memegang tangannya."Ayo aku temani jalan-jalan sekarang"


Yuni yang bersembunyi tercengang, kenapa bernett mesra dan menggandeng tangan candice keluar kantor?


Saat candice masuk di dalam mobil merasa aneh,bagaimana bisa laura di sekitar kedai kopi?


Dan kemudian merekam pertemuannya dengan daniel.


Ia dan laura juga hanya baru bertemu sekali, jangan bahas sudah berkenalan,ia merasa bingung dan tidak senang di awasi orang ini.


"Kenapa?wajahmu muram" bernett melirik wanita yang berada di sampingnya.


"Laura tiba-tiba mengirim foto,bukankah dia ingin kita berdua salah paham, kemudian bertengkar?" Candice berkata dengan kesal.


Bernett menyukai wajah marahnya, menurutnya imut."Baiklah,semakin orang lain memisahkan kita, bukankah kita berdua semakin saling mencintai?"


"Iya" candice mengangguk,lalu melihat lelaki tampan di sampingnya."Berikan ponselmu padaku"


"Buat apa?"


"Membuat bukti kita saling mencintai!aku mau memarahi laura" candice mengambil ponselnya, lalu membuka aplikasi kamera, kebetulan sedang lampu merah."Cepat peluk dan cium aku"


Bernett tersenyum,ia memeluk pundaknya dan mencium pipinya, candice mengambil foto dua kali,mereka berdua tampak bahagia di dalam. foto.


"Sekarang aku kirimkan ke laura, ya! pakai ponselmu saja ya" candice bertanya.


"Pakailah,sesuka hatimu" bernett tersenyum.


Candice mengedit foto dan menambahkan tulisan."Laura huo, lain kali jangan lakukan foto secara diam-diam, itu hanya membuang-buang waktumu saja" dan candice mengirim ke ponsel laura.


Foto segera terkirim ke ponsel laura yang sedang berada di luar negeri.Saat melihat pesan dari bernett wajahnya berseri-seri dan jantungnya berdebar-debar.Bernett membalas pesannya?ia segera membuka pesan yang ada di ponsel.


Tapi saat melihatnya melihat foto yang begitu menusuk mata, foto candice sedang tersenyum dan bernett mencium pipi dan memeluk candice,sangat terlihat mereka berdua sangat mencintai.


Kalimat di dalamnya membuat laura marah, candice sengaja menantangnya.


Ia tersenyun dingin,sebentar lagi perusahaan candice akan berantakan dan menjadi bahan tertawaan semua orang.Ia ingin mendatangi koran nasional dan memuat berita plagiarisme yang dilakukan oleh candice,membuat masalah ini menjadi heboh, dan semakin heboh semakin baik.


"Candice cheng, kita lihat saja nanti,bahkan bernett tidak akan bisa memperbaiki reputasi burukmu" laura menghapus foto dengan penuh kebencian.


Di sebuah mall paling mewah di kota,candice memeluk lengan bernett sambil berjalan bersama.


Candice sendiri juga masih bingung ingin membeli apa di sini, sekarang hanya ingin jalan-jalan bersama dengan bernett dan menikmati malam.


"Pilih yang kamu sukai, aku akan membelikan semua untukmu" bernett berkata lembut di telinga.