
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Saat ini sudah jam sembilan malam,tuan besar gong tertidur sangat lelap, sehingga membuat orang-orang takut dia tidak akan bangun lagi. Pada tengah malam dokter memberikan alat bantu pernafasan , karena nafasnya sangat lemah dan takut tidak akan bertahan sampai besok.
Kakek tidak membiarkan dokter melakukan operasi apapun padanya,oleh karena itu sekarang hanya terpasang alat pernafasan di tubuhnya dan dokter hanya memberikan suntikan obat untuk menambah kekuatannya.
Malam ini, orang-orang bernard dan adrian tidak datang lagi.Bernett dan candice berjaga hingga jam satu malam lalu pergi ke ruang istirahat, sisanya di teruskan oleh nickson dan bernice untuk berjaga sampai pagi hari.
Di pesawat pribadi, hannah dan dedrick dengan perasaan cemas membawa bryan untuk kembali ke dalam negeri.
Ini adalah malam terpanjang bagi pasangan suami istri ini.
Saat matahari terbit pesawat mendarat dengan selamat di bandara dan bocah kecil tertidur di pelukan pengawal,selama perjalanan di pesawat bryan tidak mau tidur sama sekali.
Saat mereka sampai di ruang perawatan, kakek gong terbangun dan menyuruh membawa bryan cheng untuk pergi dan jangan membiarkan bryan datang lagi ke rumah sakit.
Pada saat ini, candice membawa pulang anaknya ke apartemen di kawal oleh beberapa pengawal.
Siang hari semua anggota keluarga gong berkumpul di rumah sakit.
Kondisi kakek gong semakin melemah,saat sedang berbicara dengan hannah, kakek muntah darah lagi, kali ini batuknya tidak berhenti, dokter segera melakukan tindakan untuk menyelamatkannya.
Berdiri di depan ruang operasi mata bernett sudah memerah,bernice terus menangis di pelukan nickson.Dedrick dan hannah beberapa kali tersedak karena menangis dan adrian, bernard terlihat terdiam, keluarga mereka juga datang, namun saat ini pemikiran orang-orang sangat berbeda-beda.
Di apartemen, candice sedang duduk di ruang tamu, jantungnya berdetak kencang, ia berharap ponsel diatas meja jangan sampai berdering.
Sikecil tahu sang kakek sedang sakit, ia hanya duduk di sebelah ibunya sambil menggambar,
Ia sesekali melirik wajah sedih ibunya, namun tidak mengganggunya.
Saat ini ponsel candice berderik, jantungnya langsung berdetak kencang, ia melihat nama bernice di layar ponsel.
Candice mengambil ponselnya,lalu berkata pada anaknya."Bryan, mami mau menjawab telepon dulu"
Ia berjalan ke kamarnya, baru mengangkat telepon."Halo bernice"
"Kakek,dia baru saja meninggal" suara bernice tersedak karena sedang menangis.
Candice terkejut, air matanya mulai mengalir di pipinya, ia menggigit bibir bawahnya,sulit untuk menyembunyikan rasa sakit dalam hatinya.
"Turut berduka cita, bagaimana dengan keadaan kakakmu? "
"Dia sedang duduk di depan kakek dan tidak mau pergi"
"Tolong, jaga dia" candice menjadi sulit untuk bernafas.
Candice masih berada di dalam kamarnya, ia masih berusaha menekan perasaan sedih dalam hatinya, air matanya masih mengalir, ia kepikiran dengan kesedihan bernett dan setelah ini harus menghadapi masalah perebutan warisan dengan kedua pamannya.
Ia duduk di tempat tidur, ia juga tahu bernett tidak akan pulang malam ini.
Di ruang istirahat rumah sakit nickson masih memeluk bernice yang sedang menangis,ia tidak bisa menghiburnya dan membantu apa-apa,satu-satunya hal yang bisa ia berikan adalah tidak meninggalkan bernice sendirian.
Anggota keluarga bernard dan adrian masih berada di rumah sakit.Arti kematian ayahnya adalah terlepas dari kepergian orang yang dicintai, ini juga berarti saham ayahnya tidak dapat dirubah lagi.
Mereka hanya mendapatkan warisan properti dan sebagainya, namun hak dan wewenang perusahaan gong's corp sudah pasti jatuh ke tangan bernett.
Meskipun pasangan suami istri dedrick dan hannah sangat sedih,namun mereka berdua masih mempunyai fikiran stabil.
"Bernett, pulanglah dan istirahat! masalah selanjutnya biar kami yang tangani" dedrick berkata.
"Aku ingin menemani kakek satu malam lagi" kedua mata bernett memerah habis menangis.
Dedrick juga tahu hubungan anaknya dan sang kakek sangat dekat dari kecil,dan disaat seperti ini tidak akan berguna, kalau mencoba membujuk bernett untuk istirahat.
Kematian tuan besar gong,pasti akan membuat heboh dunia politik dan bisnis,ini bisa membuat pemakaman pemakaman berlangsung beberapa hari.
Keesokan harinya,semua pihak media dan berita mengabarkan berita duka cita ini.
Ruang duka kakek gong berada di aula besar, wallace gong adalah seorang yang berteman dengan banyak kalangan, sehingga orang-orang yang mengantar tidak henti-hentinya datang selama tiga hari berturut-turut.
Setelah perasaan bernice sedikit lega, ia meminta nickson membawa bryan pergi ke rumahnya dan membiarkan candice menemani kakaknya dan tidak akan membiarkan bryan datang ke pemakaman. Dia masih terlalu kecil takut akan mengagetkan dirinya.
Nickson segera menghubungi candice,setengah jam lagi mobilnya akan sampai di apartemen.
Sikecil bukannya tidak mengerti hal ini,tapi ia tidak banyak bertanya,di dalam pelukan ibunya, sikecil juga kelihatan sedih.
Saat masuk ke dalam mobil nickson si kecil bertanya."Mommy,apakah kamu akan pergi melihat kakek buyut?"
"Iya!mommy akan melihat kakek buyut" candice menganggukkan kepala.
"Apakah kakek buyut sudah berada di surga?" sikecil bertanya lagi.
Dada candice seperti diketuk,anaknya sudah memikirkan hal ini.
"Iya, sudah pergi ke surga" candice memaksakan untuk tersenyum.
Dalam waktu tiga hari terakhir begitu banyak orang datang ke rumah duka, tidak tahu mereka musuh atau teman,maka dari itu, briyan cheng tidak boleh muncul disini, ketika sudah dikubur, baru membiarkan sikecil untuk sembayang kubur.
Candice datang kerumah duka dengan pakaian dari atas sampai bawah berwarna hitam, sampai di rumah duka air matanya sesekali keluar dari matanya.
Aula besar sudah penuh dengan karangan bunga, ucapan duka dan ada foto hitam putih besar kakek gong. Saat ini anak-anak kakek gong sedang sibuk menyapa para tamu.
Bernett Hanya berada di baris kedua, karena dia adalah cucunya, ia berdiri dengan diam.
Candice menerima dupa yang diberikan oleh hannah, ia segera berlutut dan berdoa di depan peti kakek gong, lalu menancapkan dupa.
Setelah menancapkan dupa candice berdiri di samping bernett sambil memegang telapak tangannya..
Pada hari pertama tamu datang tanpa henti sampai di hari ketiga.Pada hari keempat adalah hari pemakaman kakek gong, orang-orang yang mengantar berbaris kanan dan kiri, setelah selesai mengubur orang-orang terlihat bubar dengan tertib.
Candice mengkhawatirkan bernett, mulai hari ini sang pria harus bertempur dan berjuang sendirian menghadapi musuh-musuhnya.